NovelToon NovelToon
SATRIO PAMUNGKAS

SATRIO PAMUNGKAS

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Petualangan / Supernatural / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Al Orchida

Pandji dilahirkan pada hari yang orang Jawa kuno sebut sebagai hari kejayaan setan, yaitu pada tengah malam saat cuaca sangat tidak bersahabat dan badai angin melanda wilayahnya. Dengan demikian dia memiliki sifat 'lakuning geni' atau berperilaku layaknya api.

Pandji dikaruniai bakat bawaan dari kedua orang tuanya berupa kekuatan supranatural. Bakat istimewa yang dianugerahkan oleh Sang Pencipta untuk menjalani takdirnya sebagai ksatria.

Pandji yang konon adalah 'anak dalam ramalan' hanyalah pemuda biasa. Pemuda berambut hitam bermata tajam dan berkulit putih halus layaknya wanita. Tampan adalah ciri utama yang melekat pada dirinya.

Bagaimana Pandji menjadi seorang pelindung keluarga dan perjalanannya sebagai Ksatria Terakhir yang penuh darah dan cinta?

Bisa dibaca kisahnya dalam SATRIO PAMUNGKAS.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Al Orchida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CH 01

Seperti biasa, Pandji sedang dilanda bad mood. Latihan hari ini tidak ada yang diselesaikannya, diam-diam dia menyelinap keluar pendopo dan kabur membebaskan dirinya tanpa rasa bersalah sedikitpun.

"Pandji … mau kemana kamu? Latihan belum selesai!" Teriak Mikaila yang berlari mengejar dan menjajarkan langkah dengan pemuda yang umurnya enam tahun lebih muda darinya itu.

"Pulang," jawab Pandji cuek tanpa menoleh apalagi memberikan alasan kenapa dia tiba-tiba keluar dari pendopo kesatrian miliknya, Putra Ganendra.

Mikaila atau yang biasa disapa dengan nama Mika mengerutkan keningnya dengan mimik kesal. "Apa alasanmu kali ini? Aku tidak bisa berbohong pada Ayahanda soal ini. Kamu banyak sekali membolos latihan."

"Ayolah Mika, aku bosan dengan latihan, latihan dan latihan. Bagaimana jika kita pergi membeli sepatu baru untukku?"

Mika menggelengkan kepala ringan, tak habis pikir dengan kelakuan Pandji yang menurutnya terhitung malas dan selalu melanggar aturan.

Pandji hampir berumur 17 tahun dan masih menjadi siswa Sekolah Menengah Umum di kota tempat tinggalnya, Yoyga. Sedangkan Mika mahasiswi paska sarjana perguruan tinggi negeri di kota yang sama.

Mika tinggal di rumah Pandji sejak mulai masuk kuliah atas kesepakatan kedua orang tua mereka. Bagi Mika, Pandji adalah sosok adik. Tapi bagi Pandji,

Mika sama sekali bukan kakaknya.

Menemani Pandji selama hampir lima tahun tidak membuat Mika mengenal karakter 'adiknya' itu dengan baik. Pandji tetap sulit ditebak dan dibaca. Padahal Mika memiliki mata istimewa, dia mampu melihat lebih dalam ke jiwa seseorang. Matanya juga punya kemampuan menghipnotis.

"Sebenarnya mau kamu itu apa sih?" Tanya Mika dengan sorot mata berkilat merah. Dia berusaha mendapatkan kontak mata Pandji.

"Kamu tau skill eyes itu tidak bekerja padaku," jawab Pandji dingin. "Tapi kamu terus mencobanya tanpa lelah!"

"Aku kakakmu, bisakah kamu berbicara lebih sopan? Atau memanggilku sesuai tata krama misalnya? Dulu kamu memanggilku Kak Mika."

Mika tau dia harus mengalah, jadi suara dan tatapannya melembut untuk mengambil simpati Pandji. Bahkan kini tangannya terulur untuk mengusap rambut Pandji. "Maaf soal mataku! Aku hanya penasaran."

"Please … aku bukan anak kecil!"

Tangan Pandji menghalangi agar Mika tidak menyentuh kepalanya, dia juga menjauhkan kepalanya ke belakang.

"Kamu masih adikku, dan umur kita terpaut jauh. Kalau aku ingin mengacak rambutmu trus kenapa?"

Apa aku terlihat begitu kekanakan bagimu? Aku sudah belajar menjadi dewasa, sebentar lagi aku 17 tahun, ok?

"Bagaimana jika aku saja yang mengacak rambutmu? Boleh?"

"..." Mika mendelik kesal.

Menghela nafas panjang, Pandji akhirnya berkata, "Just forget that!"

"Kamu belum memberikan alasanmu kabur dari latihan hari ini!"

"Aku hanya ingin jalan-jalan, Mika. Mau menemani?"

"Nggak usah tanya, kamu sudah tahu jawabannya!" jawab Mika sedikit ketus dan keberatan. Dia memang bertugas melindungi Pandji. Jadi kemanapun Pandji pergi dia akan setia di sampingnya. Meskipun kadang dengan terpaksa.

Pandji menyeringai menang, "Ngomong-ngomong, apa kamu juga butuh sepatu baru? Atau ingin membeli sesuatu yang lain?"

Mika menghela nafas berat dan menggeleng ringan. "Aku tidak ingin membeli apa-apa."

"Jangan seperti itu, Mika!" Kata Pandji bosan dengan sikap Mika yang selalu taat aturan. Menemani hanya karena sebuah tugas. "Aku tidak perlu dijaga lagi, aku bukan bayi." Sambung Pandji sarkas.

"Tidak ada yang mengatakan kalau kamu bayi kan? Jadi kenapa kamu harus merasa seperti itu?" Mika mendahului, berjalan ke arah mobil Pandji terparkir. "Seingatku kamu belum 17 tahun."

"Trus kenapa? Aku tidak melanggar lalu lintas dan aku bisa mengemudi dengan baik. Lagian ini hadiah ulang tahunku dari Eyang."

"Eyang terlalu memanjakanmu!"

"Kok jadi kamu yang sirik? Bukannya kamu juga ikut menikmati ya? Kamu lupa kadangkala aku jadi supirmu ke kampus? Kamu juga sering jadiin taxi online pribadimu dan temanmu?" Tukas Pandji tidak terima.

"Hehehe … dimana-mana adik itu harus berbakti dengan kakaknya kan?" Jawab Mika cuek. Menghadapi Pandji tidak selalu harus mengalah.

"Kamu bukan kakakku … dan rasanya tidak ada yang akan berubah di masa depan. Kalaupun aku baik sama kamu itu tidak gratis!" Sahut Pandji sinis.

Pandji tersenyum miring melihat ekspresi Mika seperti orang tercekik karena mendengar kata-katanya. Dia selalu merasa puas jika bisa membuat jengkel 'kakak' bayangannya itu.

Itu karena aku tidak suka punya 'kakak' cantik sepertimu, Mika! Aku lebih suka kamu jadi semacam ehm … kekasih.

Uhuk … apa yang aku pikirkan?!

***

1
Ririt Rustya Ningsih
satriyo pamungkas...selkur lanjaran....santet 40 hari nyimak terus👍👍👍
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: terimakasih🙏
total 1 replies
Yuu Puttichai Kasetsin
hadinata yg dl mau dijodohin SM bund selia y Thor?
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: iya kak
total 1 replies
Yuu Puttichai Kasetsin
maung ny gia keren banget. kata alpha: gini susah ny perang sambil momong bocil🤣🤣
Yuu Puttichai Kasetsin
calistung nya kan beda level mas pandji
Kustri
☝solo hadir
Kustri
hla lak tenan to, al meneh
Kustri
ujung"e al meneh ngko
Kustri
buah tibo ora adoh ko uwite😄
Kustri
kisah berulang turun temurun soko bapa'e trus anak'e😄
Sahbana Sahbana
overall ceritanya seru, walaupun banyak fans service nya 🗿
Kusumawardani
silahkan tanya saja lur,,,krna diriku jg tak tahu,,,,semua itu.....🙏🙏
𝙕𝙯𝙯: mampir kak, judulnya Iblis penyerap darah, kali aja suka🙏
total 1 replies
Suris
Good. Karya ini cukup memikat untuk dibaca sampai akhir. Dengan background lokal (jawa) dan dikombinasika dgn turnamen bela diri ala wuxi (cina). membuat penasaran. Apalagi deskripsi tokoh2nya cukup simple dan mudah dicerna (baca : dibayangkan).
Kekurangannya adalah tidak ada unsur2 islami dlm tokoh2mya
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: Terima kasih🙏
total 1 replies
𝖓𝕯o🕷
thorrr, hiks.. gantung gini... kecewahh aq..
𝖓𝕯o🕷
plakk😉😉
Mamake Nayla
Luar biasa
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: terima kasih 🙏
total 1 replies
𝖓𝕯o🕷
tiaraaaaaa
Diana Dwiari
baru tau kalo nyleneh ya...wkwkkw
Diana Dwiari
woah....pandji suka sama mika ya....
Rafly Rafly
bagus ceritanya THOR... ilmu leluhur yg perlu di lestarikan
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: thanks 🙏
total 1 replies
Sibungas
ouekehhh mas ta kirim yo kupi nya
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: wkwkwk makasih 😂
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!