NovelToon NovelToon
Anak Genius : Ayah Lihatlah Aku

Anak Genius : Ayah Lihatlah Aku

Status: tamat
Genre:Teen / Single Mom / Hamil di luar nikah / Masalah Pertumbuhan / Tamat
Popularitas:9.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Siti Hardianti

Shalwa Maharani ia harus menerima kenyataan pahit , melahirkan seorang anak tanpa sosok suami dan harus membesarkannya seorang diri, ia harus berperan menjadi ibu sekaligus ayah yang selalu mencoba memenuhi kebutuhan anaknya yang bernama Naura Ayunindya Farzana.

Aku malu jadi bahan ejekan teman temanku Karna ga punya Ayah tapi kata bunda Ayahku lagi bekerja jauh , "Ayah lihatlah aku"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Hardianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab . 01

" Halah gaya kamu pengen sekolah tinggi-tinggi memangnya kamu siapa hah ? kamu punya duit buat bayar biayanya ? , udah cukup ya kamu buat kami repot selama ini " .

Itulah jawaban yang diterima Shalwa ketika ia mengutarakan niatnya ingin bersekolah kejenjang yang lebih tinggi kepada ibu sambungnya.

##

Shalwa Maharani Utama seorang gadis yang lemah lembut dan baik hati , ia tinggal dengan Ayah dan ibu sambung serta adik tirinya yang kejam .

Santi Mahari ibu kandung Shalwa meninggal ketika ia berumur tujuh tahun . Tepat pulang sekolah ia melihat bendera kuning didepan rumahnya dan sudah ramai banyak orang , waktu itu ia masih kecil sangat teramat kecil dan belum terlalu paham 'ada apa ini ? kenapa ramai sekali ?' , itulah pertanyaan yang ada didalam pikirannya. Ia pun berjalan perlahan memasuki rumahnya dan memanggil sang ibu , namun alangkah terkejutnya ketika melihat ada jasad yang sudah ditutupi kain putih dan disekelilingnya ada ayah dan keluarga yang menangis , ada juga yang membaca ayat suci Al-Qur'an , aku pun menangis sejadi jadinya ketika tau jasad itu adalah ibuku , aku menangis sambil terus memeluk tubuh ibu yang sudah dingin dan kaku.

Tepat setahun kematian ibu ayah memperkenalkan aku dengan seorang perempuan Dania , ia nama nya Dania umurnya lebih muda dari almarhum ibu dan Ayah juga memperkenalkan aku dengan anak laki-laki yang bernama Gandi yang umurnya lebih muda dua tahun dengan ku. Ayah berpesan agar aku selalu menyayangi dan menjaga adik , ia ayah memanggilnya adik , aku pun tak mengerti kenapa ayah memanggilnya Adik. Setelah seminggu kejadian itu Ayah dan ibu Dania menggelar pesta pernikahan. Saat itu aku belum faham apa yang ayah lakukan dan sebelumnya Ayah pun tak bilang apa-apa tentang acara pernikahan , jadi aku hanya diam dan mengikuti saja .

Awal mulanya aku cukup senang karna dirumah ada ibu Dania dan Gandi jadi aku tidak kesepian lagi jika Ayah sedang bekerja , walau suka ada bibi yang bertugas menjaga dan membantu membersihkan rumah sampai ayah pulang kerja tapi aku tetap merasa kesepian karna rumah yang lumayan luas ini cuman ditempati aku dan bibi. Dan yang membuat aku lebih senang karna kehadiran sosok ibu Danialah aku bisa sedikit melupakan kesediahan tentang kematian ibu Santi , ibu Dania begitu baik terhadap ku dan spertinya menyanyagiku sama seperti menyayangi Gandi anak kandungnya tapi itu hanya bertahan dua tahun saja , setelah itu ibu Dania menjadi jahat dan suka memarahiku bahkan bibi yang suka menemani dan membantu membereskan rumahpun dipecat oleh Ibu Dania dan sebagai gantinya aku yang harus mengerjakan pekerjaan rumah .

Andi Utama ayah kandungku yang baik hati dan selalu mengajariku tentang kebaikan-kebaikan tapi kini Ayah menjadi cuek dan tidak peduli lagi semenjak menikah dengan ibu Dania. Bahkan sekarang Ayah suka memarahiku dan bahkan membetak seperti saat ini.

" Shalwa apa yang kamu lakukan ?" , bentak Ayah ketika aku dimarahi ibu Dania karna aku tak mau mengerjakan PR sekolah Gandi . Gandi menangis dan mengadu kalau aku memukulnya karna dia meminta bantuan untuk mengerjakan PR nya , jelas- jelas dia yang memaksa aku untuk mengerjakan PR nya .aku pun hanya menunduk dan menangis mendapat perlakuan tidak mengenakan dari Ayah kandungku dan ibu Dania hiks.

Dulu waktu almarhum ibu masih ada , Ayah sangat baik tidak pernah memarahiku sekali pun apalagi membentak bahkan disaat aku membuat kesalahan pun Ayah akan memberi pengertian secara baik-baik agar aku tak mengulanginya lagi.

Aku tidak bisa menikmati masa kanak- kanak seperti anak seusiaku karna keseharianku hanya dirumah , mengerjakan semua pekerjaan rumah . Dimulai dari aku harus bangun lebih pagi untuk memasak air , memasak buat sarapan , menyapu dan mengepel , setelah semua pekerjaan rumah selesai baru aku

siap-siap buat berangkat sekolah . Tah haha disitu setelah pulang sekolah aku langsung ganti baju seragam , Sholat dzuhur dan dilanjut dengan mencuci piring bekas sarapan pagi tadi , dan langsung menyiapkan bahan masakan buat makan malam , terkadang aku harus berbelanja dulu jika bahan makanan sudah habis .

Setelah makan malam siap , aku langsung mandi tak lupa aku pun melaksakan kewajibanku sebagai seorang muslim .

" Lagi ngapain see dikamar lama amat , cepetan keluar ! , makan malam bikin orang nunggu aja " ajak Gandi ketus .

Setelah makan malam Ayah biasanya langsung keruang kerja , Ibu Dania dan Gandi keruang televisi dan aku yang membereskan meja makan dan mencuci piring . Setelah semua sudah beres aku pun pergi ke kamar untuk istirahat.

Shalwa langsung membaringkan badannya diatas tempat tidur .

huuuufffffffffhhhhhh......

Shalwa menghela nafas sambil melihat langit langit kamarnya, lalu ia teringat sosok almarhum ibunya diambilah foto yang ada diatas nakas dipinggir tempat tidurnya , foto dirinya bersama almarhum ibu dan Ayahnya . Kini tidak akan lagi merasakan kasih sayang dari ibu dan Ayahnya , ibu kini sudah pergi jauh dan Ayah walaupun masih ada tapi ia kini sudah jauh berbeda , dipeluk erat pigura foto itu , rindu sangat rindu hiks , keluarlah air bening dari ujung matanya . Shalwa memejamkan matanya sambil terus memeluk pigura foto .

Brugh .

Shalwa dikagetkan oleh ibu Dania yang melempar tumpukam baju . Shalwaa pun langsung membuka matanya dan mengelap sisa cairan yang berada diujung matanya .

"Heh Shalwa enak ya kamu jam segini sudah mau tidur" bentak ibu Dania .

"Setrika semua baju ini dengan rapi , Awas kalau sampai ada yang terlewatkan" titah ibu Dania .

Shalwa pun langsung menurut dan memunguti semua baju yang dilempar ibu Dania tadi . Shalwa memutuskan untuk menyetrika didalam kamarnya ia mengambil meja serta alat buat menyetrika , ketika sudah siap Shalwa pun mulai menyetrika satu persatu baju dari tumpukan baju tersebut , walau rasa ngantuk melanda tapi ia harus menahannya dan harus menyelesaikan pekerjaan yang diperintakan ibu Dania , kalau tidak pasti ia akan kena hukumanan yaitu tidur didalam kamar mandi semalaman .

"Ibu Shalwa kangen ibu hiks , Shalwa mau sama ibu hiks , ayah sudah ga sayang lagi sama Shalwa , Shalwa ingin ikut ibu hiks " , isak tangis Shalwa sambil tangan nya terus menyetrika baju .

Lelah , sudah pasti badannya sangat lelah bayangkan ia harus bangun lebih pagi sebelum orang lain terbangun , jika terlambat sedikit ibu Dania akan marah dan membangunkan dengan cara menyiramnya dengan air segayung , Ia harus mengerjakan semua pekerjaan rumah , belum pekerjaan sekolahnya , terkadang diusili adik tirinya dan malam pun harus bergadang karna harus menyetrika baju . Ibu Dania dan Gandi tidak akan membiarkan Shalwaa istirahat sedikitpun bahkan untuk sholatpun Shalwa mencuri-curi waktu dengan cara itulah ia bisa melakukan kewajibannya sebagai seorang muslim dan mencurahkan semua keluh kesahnya pada sang pencipta agar semua beban dan pikirannya sedikit berkurang , walau setelah itu ia harus menerima perlakuan-perlakuan tidak mengenakan lagi dari ibu Dania dan adik tirinya .

-

-

-

Sedih ya nasib Shalwa , author nulisnya sampe nyesek 😥 penasaran kelanjutan gimana kisah Shalwa ? tetap ikutin terus ceritanya yaa 😁🤗

😘

😘

😘

# maaf kalau ceritanya kurang menarik dan typo berterbangan dimana mana , minta dukungannya like komen dan Vote jang lupa tekan tombol favorite 💙

1
Hasanah
ap gak mrash bersalah itu ibux buat anakx Kya gitu tega bnget
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru merilis cerita berjudul : "In Between" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata.
total 1 replies
Icha Arlita
mertua ga ada akhlak
Icha Arlita
pengen nangis
Yanthi Chahya Yustikarini
alek bodo ah
Aty
visualnya dong thor, mau liat si cubby naura..
Eemlaspanohan Ohan
ya. mudah mudahan bertemu ya
Mazree Gati
satu jam perjalanan bisa sepuluh kilo,,tahun berapa KLINIK SEJAUH ITU
Mice Maizarni
Luar biasa
Amilawati
ini baru karya yg bagus
Febrianti Febri
males bacanya kelamaan nunggu ketemu ayah nya ,,tau2 udh gede aja malez bngt
Mazree Gati
yg bhsa sunda skip ga baca
Sulfia Nuriawati
ibu tiri zaman rikiplik, skrg byk ibu tiri yg baik, karna pny ilmu jd g asal, pny anak tiri g mudah jg ada bbn tersendiri jg rs tak terpuaskan dr segala sisihrs pny ilmunya br damai semua
Sumiati 32
gak nyambung
Mazree Gati: yoi...
total 1 replies
Sumiati 32
aneh maa org kaya tidak ada cctv nya
Mazree Gati: biasanya lg rusak
total 1 replies
gah ara
pergi aja sih
siti rohaya
pingin nampol ibu tiri
DINA apriani
waaaahhh...berarti alex CEO abal² lah ni...sampe sgtu lamanya gk jg bs nemuin salwa....begoknya kebangetan...gk co²k jd CEO..atau authornya yg trlalu lebay bikin cerita
DINA apriani
logika ja lah...rumah pengusaha kok gk ada cctv-nya..??? miskin x pengusahanya
Sandrina Dalila
suka
devaloka
50 mnit lama amat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!