Layangan Bagian 9
Musim angin hampir habis. Angin tenggara mulai melemah, digantikan oleh angin barat yang lembap dan membawa mendung. Ini adalah kesempatan terakhirnya. Arip membawa Naga Malam ke lapangan. Kali ini t
0
1
Layangan bagian 8
Satu minggu berlalu. Kamar Arip bukan lagi sekedar kamar. Itu adalah kuburan massal bagi ambisi yang prematur. Bau kopi basi menyatu dengan aroma apak lem kanji yang mengering di pinggiran kaleng. Ari
0
1
Lanyangan Bagian 7
Lalu, bunyi itu datang. Tik. Sangat halus. Lebih halus dari patahnya ranting kering. Tapi bagi telinga Arip, itu seperti ledakan meriam. Keping nomor lima belas. Benang penghubungnya tidak kuat. Gesek
0
1
ikhlas
Dimalam pernikahan mantan pacarku, aku baru mengetahui bahwa aku hamil anak dia. Dia menikah karena perjodohan, aku yg seorang anak yatim piatu tidak d terima oleh keluarga mantan. kejadian naas itu
0
11
Layangan Bagian 6
Sore itu, langit tak berwarna biru tapi Langit berwarna ungu lebam, seolah-olah baru saja dipukuli oleh badai yang gagal datang. Angin bertiup kasar. Bukan angin yang ramah, tapi angin yang ingin mero
0
1
Gadis cantik milik ketua basket
"SELAMAT DATANG DI CERITA PENDEK YANG PERTAMA PUNYA GUE SEMOGA KALIAN SUKA" 𝙏𝙝𝙖𝙣𝙠 𝙮𝙤𝙪 And 🍁 S
1
4
Gadis yang Mengumpul Bunyi
Sejak kecil, Nara tidak suka mengambil gambar. Katanya, gambar hanya menyimpan rupa, bukan rasa. Sebaliknya, dia mengumpul bunyi. Di dalam biliknya ada sebuah kotak kayu berisi puluhan pita rakaman ke
0
2
lelahku tak pernah di lihat.
Semua orang hanya tahu aku yang “bisa apa saja”. Aku yang nggak enakan untuk menolak. Aku yang diam dan mengalah. Tapi mereka tak pernah tahu sisi diriku yang sebenarnya. Sejak kecil, tuntutan selal
0
2
Senyum di Tebing Genderuwa
Pagi itu, mentari menyelinap malu di antara kabut tipis yang masih betah bergelayut di kaki Gunung Batu. Aku, bersama adikku, bersiap menuju sekolah. Udara segar pegunungan selalu menjadi penyemangat,
0
0
Rahasia Kamar 13
Setahun lalu, langkahku memasuki gerbang kos untuk pertama kalinya. Bukan hanya sekadar mencari kemandirian dan ketenangan, tapi juga melarikan diri dari bayang-bayang masa lalu. Aplikasi pencari kos
0
0
Lantai Enam yang Berbisik
Kantor tempatku bekerja memang punya aura yang berbeda. Gedung bergaya 90-an itu, dengan banyak lantainya yang menjulang, selalu terasa dingin meski matahari kota sedang terik-teriknya. Desas-desus te
0
0
Lorong Gelap Pasar Senyap
Lampu neon panjang di langit-langit pasar swalayan itu berkedip-kedip, memberikan penerangan yang tidak merata. Bayangan panjang menari-nari di antara rak-rak yang penuh dengan barang-barang usang dan
0
2
Perjalanan ke Desa Sunyi
Usiaku sebelas tahun saat kejadian itu, kenangan yang masih terpatri jelas hingga kini. Saat itu, kabar duka datang dari keluarga Pak RT, sosok yang disegani di lingkungan kami. Orang tua beliau berpu
0
1
Bayangan Tidak Akan Pernah Dihapus
Malam itu hujan mengguyur jalanan kosong. Pia berdiri di depan cermin kamar mandi, kedua tangan menekuk erat tepi wastafel. Cahaya lampu neon yang berkedip-kedip menerangi setengah wajahnya—sisanya te
0
1
CAIRAN KEMARIN
Di sudut paling dalam Gang Cempaka Putih, di mana jalan aspal mulai berubah jadi tanah liat yang licin saat hujan, berdiri sebuah toko kopi tanpa nama. Hanya ada papan kayu kusam di depan pintu dengan
0
0
KOTAK YANG MENUTUP – JENDELA YANG TERBUKA
Udara malam di dalam kedai tua “The Last Page” terasa berat seperti kain sutra tua yang terlipat rapat. Lantai kayu bergelombang di bawah kaki Leonardo, setiap langkahnya mengeluarkan suara kresek yan
0
1
PENJAGA SEMENTARA– KOTA
Hujan mengguyur aspal kota dengan deru yang menyelimuti suara hiruk-pikuk malam.Di dalam Lumière Atelier de Mode – sebuah atelier pakaian buatan tangan dengan nuansa Prancis klasik, di mana kata "Lumi
0
1
LINTASAN HILANG
Kaca jendela kereta menghantarkan alunan warna-warni kota yang lewat seperti catatan musik yang terpotong-potong. Miki duduk bersandar, headphone besar menutupi telinganya—suara jazz klasik mengalir p
0
1
HUJAN YANG MENULIS BAYANGAN
Gerimis mengguyur permukaan danau seperti deretan titik-titik tinta yang belum jadi kata. Elang menyandarkan punggung pada sandaran kursi kayu yang sedikit mengerut karena usia yang sudah tua, jengkal
0
0
WARNA -WARNI YANG HILANG
Kafe kayu tua itu selalu penuh tawa setiap hari jam tiga sore. Suara rambut putihnya yang menggema tak pernah gagal membuat pelanggan lain mengangkat bibirnya tersenyum—bahkan yang sedang merenung di
0
0