Teman Baru (Part 1)
Jam menunjukkan pukul 6.30, aku segera meninggalkan rumah dan menuju ke sekolah. Jarak antara rumah dan sekolahku tidak terlalu jauh. Hanya butuh waktu 15 menit saja untuk sampai di sekolah. Setelah s
0
0
Cinta Pertama.
Pernah mendengar jargon usang yang sering berseliweran di mading sekolah atau kutipan novel remaja? “Cinta pertama selalu gagal.” Bagi sebagian orang, kalimat itu terdengar seperti kutukan yang mena
0
3
Perjodohan ~G&D~
suara bel pagi menggema di seluruh penjuru SMA Nawasena. siswa-siswi berlarian ke kelas, beberapa masih sempat membeli jajanan di kantin, sementara sisanya hanya fokus pada satu hal -- menghindari Ger
0
2
Wireless Charging
Pada suatu malam yang dingin seorang mahasiswa bernama aji sedang berdiri di balkon rumahnya sambil menghisap asap rok*k sambil memikirkan nasib sahabatnya yang tadi pagi dimarahi oleh dosennya karena
0
0
Gadis mafia dan ceo tampan
33 Aku tersenyum miris, sebuah senyuman sedih yang membuat pertahanan mentalku sedikit retak. "Kau ingat malam di St. Petersburg empat tahun lalu, Viktor?" tanyaku pelan, suaraku mengalun menembus de
0
0
DOA TERMAKBUL
Bibir Diah pecah, ada lebam biru di bawah mata kiri dan kanan, serta goresan tipis benda tajam di rahang, dekat dengan dagu. Diah tidak ingat lagi, sudah berapa kali Doni memukulinya selama sepuluh ta
3
7
Senja yang Sempat Menghangatkan
Sekolah itu terasa berbeda. Tidak ada lagi suara guru yang menjelaskan pelajaran, tidak ada lagi siswa yang sibuk mengerjakan tugas atau berlarian mengejar bel masuk. Setelah dinyatakan lulus, kami
0
2
Membantu Anak Yatim Piatu (Part 1)
Di suatu pagi yang cerah, tepatnya hari Kamis. Ada 4 orang sahabat yang pergi ke sekolah bersama-sama. Mereka adalah Winda, Bunga, Naufal, dan Azidan. Mereka sudah bersahabat sejak SMP. Sekarang merek
0
0
Warna-Warni Hujan
Jika merah adalah cinta dan kuning adalah persahabatan, maka Jingga adalah kebahagiaan. Kudengar di luar hujan turun begitu deras seolah menggambarkan kecemasannya akan takdirku. Seolah ikut merasakan
0
0
Halte Angker
Pagi hari aku berangkat sekolah sesuai kebiasaanku. Aku berangkat naik bus karena jaraknya yang lumayan jauh. Aku tidak naik sepeda motor seperti temanku. Aku lebih suka naik bus. Terkadang ada anak y
0
0
Untuk Diriku Empat Puluh Tahun Yang Lalu
Hamparan bintang menyinari kota dengan terang benderang, bulan seakan berada di mana mana, ada yang di permukaan laut, sungai, bahkan sampai ada di genangan air sekalipun, ranting dedaunan melambai la
0
0
Tukang kebun itu adalah seorang putri
Di sebuah kerajaan yang megah dan mewah terlihat seorang gadis cantik bernyanyi sambil menyirami bunga yang ada ditanamkan bunga nya.diq berjalan mengelilingi teman bunga lalu menghirup bau bunga ters
0
1
akun ku di hack
jadi aku gak hapus chat story ku tapi tiba-tiba aja aku buka tiba-tiba udah gini dan juga chat ku dan teman teman ku hilang semua dan juga buat aku dengerin musik segalanya hilang mungkin sepupu ku ya
2
7
Kaca Mata
Waktu pulang kerja, Yadi melihat sebuah kaca mata tergeletak di pinggir jalan yang akan dia lalui untuk pulang. Kebetulan saja sebenarnya Yadi menemukan kaca mata itu. Dia melihat kilatan cahaya dari
0
0
Saat aku belajar tersenyum kembali
BAB1 Gadis Yang Lupa Cara Tersenyum Suara alarm berbunyi tepat pukul lima pagi. Dengan mata yang masih berat, Aira Maheswari membuka matanya. Langit di luar jendela masih gelap, tetapi hari panjang t
2
5
Kurioritas
Aku tetap berjalan kukuh sambil memeluk diriku sendiri. Jaketku pun bahkan tidak mampu melindungi diriku dari hembusan angin. Sore itu menjelang maghrib. Seluruh anak teater sudah meninggalkan sekolah
0
0
“Yang Terlambat Disadari”
Pernikahan itu tidak pernah dimulai dengan cinta. Rei Vardhan tidak punya pilihan. Begitu juga Aluna Seraphine. Ayah Rei menganggap pernikahan ini sebagai bagian dari kesepakatan bisnis keluarga. Dan
2
3
Pengorbanan Cinta
Secarik kertas putih di hadapanku, kugerakan tanganku, mulai menggoreskan tintaku dan merangkai kata. Seulas senyum dan semburat merah jambu menghiasi wajahku. Saat ini, aku tengah menulis surat cinta
0
0
Penunggu Cermin
“Jangan sering-sering bercermin nak” Kata ibu itu kepada anak gadisnya yang sedang bercermin di ruang tamu. “Kenapa Ma, lagian aku juga senang melihat diriku sendiri di cermin ini cantik” “Ya pokoknya
0
1
Friend and Boyfriend (Part 2)
Di kelas Hani masih memikirkan kata-kata Levin tadi. Memang benar Hani sangat membenci ibunya karena ibunya setahun yang lalu telah memarahi kakaknya yang gagal diujiannya dan membuat kakaknya bunuh d
0
0