NovelToon NovelToon
Terjebak Dendam Suamiku

Terjebak Dendam Suamiku

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Balas Dendam / Badboy / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Tamat
Popularitas:795.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Irma Kirana

Sang suami adalah kekasih yang telah menjalin cinta dengannya selama 4 tahun, pria yang hangat perhatian dan penuh kasih sayang itu, tiba-tiba berubah dimalam pernikahan mereka. Bara Rahadian, tak ada angin tak ada hujan..dia memperlakukan Maura dengan berbeda. Tak cukup membawa wanita lain naik ke atas ranjang pengantin mereka dan bersenang-senang disana, Bara juga memperlakukan Maura seperti babu setelah pria miskin dan yatim piatu itu mengambil semua harta keluarganya. Hingga fakta lain terungkap atas perlakuan Bara selama ini. Dia memiliki dendam pada ayah Maura.

Dendam apakah yang membuat Bara sangat membenci ayahnya hingga melampiaskan semua dendam itu pada Maura yang tidak bersalah?
Apakah Maura bisa meluluhkan hati suaminya kembali dengan cinta? Apa dia malah memilih menyerah? Ataukah dia akan balik membalas dendam dan mengambil semua yang menjadi miliknya dari Bara?

Jangan lupa like, vote, gift dan komennya ya 😍😍

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma Kirana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10. Tidak punya pilihan

...✳️✳️✳️...

"Ada apa Maura?" tanya Hanna saat melihat Maura yang terlihat resah dan panik setelah menerima telepon itu.

"Aku harus segera pergi ke rumah sakit, ayahku...katanya dia..." tubuh Maura gemetar, dia terlihat syok.

"Kamu tenangkan diri kamu, katakan apa yang terjadi dan mari kita pikirkan solusinya!" Hanna berusaha menenangkan Maura.

"Kita harus ke rumah sakit untuk melihat keadaan ayahku dulu." ucap Maura sambil menahan tangisnya.

"Oke, aku ikut ya." Hanna langsung mengambil tas selempangnya.

Kedua gadis itu pergi menuju ke rumah sakit, mereka langsung pergi ke ruang rawat Samuel. Pria paruh baya itu masih belum sadarkan diri, kondisinya masih kritis. Terlihat disana beberapa dokter dan suster sedang menggunakan alat pacu jantung pada tubuh ayahnya.

Suara mesin medis yang bergema memenuhi ruangan itu, membuat Maura khawatir dan panik secara bersamaan.

"Dokter, suster! Apa yang kalian lakukan pada ayah saya?" tanya Maura terlihat panik melihat ayahnya terlihat tidak berdaya.

"Maura...tenang, dokter sedang berusaha menyelamatkan ayah kamu." Hanna meminta Maura untuk tetap tenang.

Setelah beberapa menit para petugas medis melakukan penyelamatan terhadap Samuel. Dokter menjelaskan bahwa kondisi jantung Samuel sangatlah tidak baik dan harus segera dilakukan operasi bypass CABG) merupakan tindakan bedah untuk mengatasi penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah jantung pada penderita penyakit jantung koroner, jika operasi tidak segera dilakukan maka nyawa Pak Samuel akan berada di dalam bahaya.

"Dokter, maaf...berapa ya kira-kira biaya operasi jantung itu?" tanya Maura cemas karena dia tidak punya uang sepeser pun untuk saat ini dan jika dia tau perkiraan biaya operasi ayahnya maka dia akan mencari uang itu.

"Biayanya sekitar 80 sampai 100 juta." jawab dokter itu.

Deg!

Maura dan Hanna tercengang mendengar jawaban dokter. Biaya operasi Samuel ternyata sangat besar, belum lagi biaya inapnya, sedangkan semua harta Maura dan keluarga Agradana sudah di bawah kepemilikan Bara.

"Dok, apa operasi ayah saya bisa ditunda? Maksud saya biayanya bisa dicicil?" tanya Maura kebingungan.

"Maaf, biaya operasi memang bisa dicicil tapi saya rasa keadaan pak Samuel tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Operasi harus segera dilakukan, atau kejadian seperti tadi akan terulang dan nyawanya tidak selamat." jelas dokter tentang kondisi Samuel pada Maura.

"Baiklah dok, terimakasih."

Ya Allah, darimana aku dapat uang sebanyak itu.

Hanna berkata dia akan membantu Maura, dia masih punya tabungan untuk bayar kontrakan walah uangnya tidak sampai puluhan juta. Hanna juga akan menjual perhiasan yang dia miliki untuk Maura.

"Gak Han, gak apa-apa...kamu gak usah melakukan semua itu. Aku akan coba cari uang sendiri." Maura tersenyum pahit, dia duduk didepan ruang tunggu tempat ayahnya dirawat.

"Kenapa kamu bilang gitu? Apa kamu merasa uang dariku itu sedikit, makanya kamu gak mau terima?" tanya Hanna kesal.

"Hanna, bukannya gitu...aku cuma-"

Kata-kata Maura terpotong saat Bara dan Vera tiba-tiba berada di hadapan Hanna dan Maura. Hanna menatap sinis pria yang sedang bergandengan tangan dengan seorang wanita yang bukan istrinya itu.

"Halo Maura," sapa Vera sambil tersenyum menyapa Maura.

"Kalian...ngapain kalian disini?" Maura menatap sinis keduanya.

"Kamu santai saja Maura, aku kesini untuk melakukan tugas seorang suami." Bara tersenyum dengan wajah yang masih banyak belur akibat ulah Evan.

Maura menarik baju suaminya, lagi-lagi dia emosi saat melihat pria yang sangat dia cintai itu. "KAMU! Apa lagi yang mau kamu lakukan padaku?"

Bagaimana bisa kamu melakukan ini padaku Bara? Mengapa kamu berubah? Mengapa kamu menusukku dari belakang?

Bara melepaskan tangan Maura yang mencengkram bajunya. "Tenanglah Maura...ayah mertuaku sedang sakit, aku datang kemari untuk memberikan bantuan padanya. Aku akan membayar semua biaya rumah sakitnya."

"Tidak perlu, terimakasih, kamu sudah sangat membantuku dasar pria brengsek!" Maura gemetar, menatap Bara dengan tatapan terluka dan marah.

"Heh! Seorang gadis polos bisa berkata kasar seperti ini, tampaknya kamu sudah berubah dalam semalam ya istriku?" Bara tersenyum menyeringai, dia tak menyangka bahwa Maura yang polos bisa mengumpat kasar padanya.

"Seperti kamu yang berubah dalam semalam." Ucap Maura sakit hati.

"Bara, sepertinya luka di wajah kamu masih belum cukup ya? Mau aku tambahkan?" Hanna bersiap dengan tangannya yang terkepal, dia ingin meninju Bara.

"Santai saja Hanna. Maura, aku kesini untuk menawarkan bantuan, jika kamu berubah pikiran...temui saja aku di rumahku," ucap Bara sinis. "Vera sayang, ayo kita pergi." ajak Bara pada Vera.

"Iya mas." Vera tersenyum sinis pada Maura dan Hanna, tangannya terus menempel pada Bara.

Hanna terlihat kesal dengan sikap Bara yang begitu brengsek padanya. Maura yang sebelumnya membela Bara, dia tidak membelanya lagi karena sakit hati. "Sialan si Bara! Dia benar-benar pria b*jingan yang pernah aku temukan di muka bumi ini. Apa sih yang membuat dia begitu membencimu dan keluargamu? Dendam apa yang membuat dia begitu? Kamu gak salah apa-apa, kenapa dia melampiaskannya padamu? Dia benar-benar pengecut!" dengus Hanna emosi.

"Sudahlah Han, nanti saja kita pikiran itu. Sekarang aku mau cari uang untuk pengobatan ayah, tolong jaga ayahku sebentar ya Han?"

"Maura, kamu mau kemana?" tanya Hanna cemas melihat Maura yang terlihat stress.

"Aku ingat kalau ada teman ayah yang berhutang pada ayah, aku akan menagihnya. Dia pasti mau bantu aku!" kata Maura sambil berusaha tersenyum.

"Ya udah deh, aku tunggu disini ya. Kamu hati-hati Maura." ucap Hanna menguatkan Maura.

Gadis itu pun pergi ke rumah teman ayahnya yang pernah meminjam uang pada Samuel, namun jawaban yang dia terima sungguh membuat terluka. Teman ayahnya mengatakan bahwa semua uangnya sudah dibayar pada Bara. Maura tidak bisa berbuat apa-apa, semuanya sudah diambil oleh Bara.

Berada didalam keresahan dan kegelisahan, Maura sampai lupa makan dan beristirahat. Dia mencari uang pinjaman kemana-mana, teman-teman yang dulu bermain dan selalu belanja dengannya tidak ada yang mau membantu. Disaat seperti ini, semua orang meninggalkannya, apa dosanya? Mengapa begini? Mengapa orang-orang kejam padanya?

Tak terasa waktu pun berlalu dan hari semakin gelap, suara kilat dan langit mendung juga menghiasi datangnya malam. Maura masih sibuk mencari uang untuk ayahnya, tak peduli perutnya lapar atau mulutnya haus. Di dalam perjalanan, Maura juga menerima telepon dari kantor polisi bahwa Evan terluka karena di pukuli oleh tahanan lain.

"Arrghhhhhhhhhh!!!!" Maura berteriak kencang setelah menerima telepon dari pihak kepolisian tentang Evan. Rasanya kepala itu sudah mau pecah. "Kenapa? Kenapa? Hiks..." Maura menangis dipinggir jalan.

Kemudian teleponnya berbunyi lagi, kali ini kabar dari rumah sakit. Hanna yang menelponnya. "Maura, cepat datang kesini! Keadaan om Samuel kritis dan harus di operasi sekarang!"

"Apa?!!" Maura tersentak kaget mendengarnya, tangan dan kakinya terasa lemas. "Tunggu sebentar, aku akan segera datang!" kata Maura panik.

Maura mengirimkan pesan entah pada siapa. "Aku tidak punya pilihan lain lagi, aku harus menyelamatkan ayah dan kak Evan." Maura menahan tangisnya.

Zrassshhhh...

Hujan mengalir deras, membasahi tubuh Maura. Mengalir bersama air mata yang jatuh ke wajahnya. Maura pun pergi naik ojeg dengan uang seadanya, dia pergi ke sebuah rumah yang tidak asing baginya.

Dalam keadaan basah kuyup, Maura memasuki rumah itu. Wajahnya terlihat datar dan matanya sayu.

"Non Maura?" sambut seorang pembantu rumah tangga saat melihat Maura datang kesana.

"Dimana Bara, Bi Iyam? " tanya Maura dengan suara dinginnya.

"Den Bara ada di..."

Belum sempat bi Iyam menyelesaikan kata-katanya, Maura sudah masuk ke dalam rumah yang besar itu. Maura melihat beberapa orang menurunkan foto keluarga dinding dinding rumah, ya rumah yang dia pijaki sekarang adalah rumahnya. Tapi sekarang rumah itu sudah menjadi milik Bara.

"Kamu akhirnya datang juga?" sambut Bara yang sedang menyesap rokok sambil duduk santai di atas sofa empuk layaknya tuan muda, padahal dia hanyalah orang miskin yang mendadak kaya.

"Langsung saja, jangan basa-basi...berikan uangnya sekarang dan bebaskan kak Evan dari penjara!" Seru Maura pada suaminya yang laknat itu.

Bara menarik tangan Maura dengan kasar, hingga gadis itu duduk di pangkuannya. "Santai saja sayang, kamu yang meminta bantuan...maka kamu harus ikuti aturanku!" wajah Bara mendekat ke wajah Maura.

"Tapi, ayahku gak bisa menunggu." Maura menatap Bara dengan kebencian dan cinta disaat bersamaan.

Dia benci dengan Bara tapi masih ada cinta tersisa dihatinya.

...****...

1
Aisyah Kim
Luar biasa
Irma Kirana: Thanks kakak
total 1 replies
Aisyah Kim
Biasa
lina
yaaaaah pake iklan
Author_Ay: Permisi

yuk baca kak novelku SUAMIKU 5 MILYAR

BERI LIKE, KOMEN DAN VOTE YA

JANGAN BOOM LIKE
total 1 replies
lina
🤣🤣🤣 d luar ekpentasi
lina
ciuman gaya baru 😅😅
lina
jangan jangan anaknya
Juan Sastra
beruntung si brengek bara 2x dpt perawan.sedangkan bryan yg tulus malah dpt bekasan bara
Juan Sastra
ggak tau lagi julukan apa untuk samuel,,
Juan Sastra
jangan sampai ada perpecahan antar saudara
Juan Sastra
dilema
Juan Sastra
jika bara kenzo harusnya ada mirip mirip nya sama bryan atau mama papahnya...
Juan Sastra
tuh kan bener
Juan Sastra
penasaran tentang kenzo,, jgn jgn bara
Juan Sastra
kokceritanya jadi semakin rumit,, dan terkesan berbelit belit thorr,, konfliknya terlihat ggak berat namun pelik
Irma Kirana: tenang aja kak...ini hanya bagian dari alur 🙈 namun akan tetap indah pada akhirnya hehe
total 1 replies
Juan Sastra
ganggu aja tuh si bar bar
Juan Sastra
waahh bryan jgn sampai mengulang kesalahan bara jikaenyuruh preman memperkosah ghea
Juan Sastra
celakalah bw bryan
Juan Sastra
hah justru itu yg di harapkan maura bercerai secepatnya..baguslah vera membantu maura secara tidak langsung..walau imeg maura jadi jelek ggak apa apa dr pada bertahan di penikahan menyakitkan itu.
Juan Sastra
di saat saat kw di buih adakah para jalangmu datang tuk menghiburmu bara..
Juan Sastra
pelan pelan bule,, luka maura masih tuh dia hanya pura pura tegar doang namun sejati sangat rapuh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!