NovelToon NovelToon
Suamiku Spesial

Suamiku Spesial

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Fantasi / Perjodohan
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: gigiwww

Liora terpaksa menandatangani perjanjian pranikah dan dinikahkan dengan Alexander, seorang pria berkebutuhan khusus yang diasingkan keluarganya di sebuah desa terpencil. Ia pun pergi ke desa itu untuk merawat suaminya yang asing baginya. Namun, semakin lama merawat Alex, Liora mulai menyadari ada keanehan dan ketakutan dari warga sekitar terhadap pria itu. Ia pun curiga, jangan-jangan Alex tidak seperti yang terlihat. Di balik keterbatasannya, Alex ternyata menyimpan rahasia besar yang menjadi alasan keluarganya membuangnya. Liora kini harus mengungkap kebenaran di balik pengasingan suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gigiwww, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9: Kue Wortel dan Buku Terlarang

Siang hari berjalan perlahan. Matahari sudah berada di puncak langit, memancarkan sinarnya yang hangat ke seluruh penjuru desa. Di dalam rumah besar itu, suasana terasa tenang. Alex duduk di ruang keluarga, bersandar di sofa panjang dengan kaki bersila. Di pangkuannya, terbuka beberapa buku bergambar yang tampaknya baru saja ia ambil dari tumpukan kotak kardus di sudut ruangan.

Liora berada di dapur. Ia membuka lemari es dan menatap isi kulkas yang masih penuh dengan bahan makanan segar. Matanya tertumbuk pada seikat wortel berwarna oranye cerah yang masih menempel dengan daun hijaunya.

Wortel itu mengingatkan Liora pada sesuatu. Sebuah kenangan yang manis sekaligus menyakitkan. Ibunya. Mendiang ibunya yang sudah tiada sejak Liora berusia lima belas tahun.

Dulu, setiap kali Liora pulang sekolah dengan nilai yang bagus, atau saat ia sedang sedih, ibunya selalu membuatkan kue wortel. Bukan kue wortel yang biasa. Kue wortel buatan ibunya sangat lembut, dengan lapisan krim keju di atasnya yang manis namun tidak terlalu pekat. Rasanya selalu membuat Liora merasa dicintai.

Liora menatap wortel itu lebih lama. Matanya sedikit berkaca-kaca, tetapi ia segera mengusapnya.

"Aku ingin membuat kue wortel," bisiknya pada dirinya sendiri. "Untuk Alex. Sama seperti yang dulu ibu buat untukku."

Dengan tekad yang bulat, Liora mulai mengumpulkan bahan-bahan. Ia mengambil wortel, tepung terigu, gula pasir, telur, mentega, dan bubuk kayu manis dari lemari dapur. Ia juga mencari krim keju dan gula halus untuk membuat topping di lemari es. Semua bahan tersedia dengan lengkap.

Liora memulai prosesnya dengan penuh ketekunan. Ia mengupas wortel satu per satu, lalu memarutnya hingga halus. Suara parutan yang beradu dengan wortel memenuhi dapur, menciptakan irama yang menenangkan. Ia mengocok mentega dan gula hingga berwarna pucat dan mengembang, lalu memasukkan telur satu per satu sambil terus mengaduk. Setelah itu, ia mencampurkan tepung, bubuk kayu manis, dan wortel parut ke dalam adonan, mengaduknya dengan cinta dan kesabaran.

Dapur perlahan dipenuhi aroma manis dan hangat dari adonan kue yang sedang dipanggang di dalam oven. Liora membiarkan kue itu matang selama kurang lebih empat puluh menit. Ia sesekali mengeceknya melalui kaca oven, memastikan warnanya berubah menjadi keemasan yang sempurna.

Saat kue sudah matang, Liora mengeluarkannya dari oven dan membiarkannya dingin sebentar. Kemudian, ia membuat lapisan krim keju dengan mencampurkan krim keju, mentega, dan gula halus hingga lembut. Ia mengoleskan krim itu di atas permukaan kue wortel yang sudah dingin, lalu menaburkan sedikit kacang kenari cincang sebagai hiasan.

Liora memandang hasil karyanya dengan bangga. Kue itu terlihat persis seperti yang dibuat ibunya dulu. Harum, lembut, dan sangat menggoda.

Liora mengambil piring dan meletakkan sepotong kue wortel di atasnya, lalu membawanya ke ruang keluarga.

"Alex, aku buat—"

Liora terhenti di tengah kalimat.

Alex masih duduk di sofa. Tetapi ia tidak lagi membaca buku bergambar. Di tangannya, ia memegang sebuah buku yang berbeda. Buku itu bersampul tebal, berwarna biru tua dengan judul yang tertulis dengan huruf emas yang elegan.

Liora mengerutkan kening. Ia mendekat, dan saat matanya menangkap judul buku itu, ia membeku.

"Panduan Praktis Hubungan Suami Istri untuk Kehamilan yang Sehat."

Liora membelalak. Wajahnya seketika berubah merah. Merah seperti tomat yang baru dipetik dari kebun.

Buku itu adalah salah satu buku dari kotak kardus yang mereka buka kemarin! Seingat Liora, ia sudah mengunci semua buku-buku "dewasa" itu di dalam lemari di kamarnya. Bagaimana bisa Alex menemukan buku ini?

Alex mengangkat wajahnya, dan matanya berbinar polos. "Liora, buku ini menarik! Ada gambar-gambar tentang ayah dan ibu! Tentang membuat bayi! Alex ingin tahu bagaimana caranya!"

Liora hampir tersedak oleh ludahnya sendiri. Ia membayangkan Alex membaca ilustrasi tentang anatomi tubuh, tentang proses pembuahan, dan hal-hal lain yang sangat tabu untuk dibicarakan dengan pria yang bersikap seperti anak kecil.

"Alex!" seru Liora, suaranya sedikit tinggi. "Buku itu... buku itu bukan untuk kamu baca! Kamu masih terlalu... maksudku, buku itu untuk orang dewasa!"

Alex memiringkan kepalanya dengan bingung. "Tapi Alex kan sudah dewasa, Liora. Alex sudah 25 tahun. Alex sudah menikah. Alex ingin punya bayi! Bayi yang lucu seperti di buku ini!"

Liora merasa wajahnya semakin panas. Ia tidak tahu harus berkata apa. Ia hanya bisa berdiri diam, dengan piring berisi kue wortel di tangannya, sementara Alex terus membalik halaman-halaman buku itu dengan rasa ingin tahu yang besar.

"Lihat, Liora! Ini gambar ibunya sedang memeluk bayinya! Lucu banget!" seru Alex dengan polos.

Liora menelan ludahnya. Ia harus mengalihkan perhatian Alex secepat mungkin sebelum hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

"Alex," kata Liora, berusaha menstabilkan suaranya, "bagaimana kalau kita menonton film? Aku sudah membuat kue wortel yang enak. Kita makan kue sambil menonton film."

Alex menatap kue wortel di atas piring yang dipegang Liora. Matanya membesar. "Wow! Itu kue wortel? Liora membuat kue wortel?"

Liora mengangguk, bersyukur Alex teralihkan. "Iya, aku membuatnya khusus untukmu. Rasa manis dan lembut. Kamu pasti suka."

Alex segera meletakkan buku biru itu di atas meja. Ia melompat dari sofa, mengambil piring kue dari tangan Liora, dan mengendusnya dengan penuh semangat. "Wangi sekali! Liora hebat!"

Liora mengambil buku biru itu dan menyembunyikannya di balik punggungnya. Ia meletakkan buku itu di atas lemari tinggi di sudut ruangan, jauh dari jangkauan Alex. Lalu ia mengambil remote TV di samping sofa.

"Ayo, kita tonton film. Alex suka film apa?" tanya Liora, mencoba mengembalikan suasana normal.

"Film Toy Story! Alex suka Woody dan Buzz!" seru Alex.

Liora tersenyum lega. "Baiklah, kita tonton Toy Story."

Liora memutar film animasi itu di televisi. Alex duduk di sofa dengan kue wortel di pangkuannya, memandangi layar dengan penuh antusiasme. Liora duduk di sebelahnya, meskipun ia belum bisa benar-benar tenang.

Alex mulai menggigit kue wortel itu. Begitu rasa kue itu mengenai lidahnya, matanya terbelalak.

"Enak! Enak banget, Liora! Kue ini lebih enak dari kue Emi!" seru Alex.

Liora tersenyum hangat, meskipun pipinya masih merah. "Kamu suka? Itu bagus. Ini resep ibuku dulu."

Alex menatap Liora dengan tatapan penuh kebahagiaan. "Liora, kamu hebat. Alex suka kue ini. Alex suka Liora."

Liora menatap Alex, lalu ke layar televisi yang mulai menayangkan adegan pembukaan Toy Story. Hatanya berdegup pelan.

Mungkin, untuk saat ini, ia tidak perlu memikirkan buku-buku itu. Mungkin, ia hanya perlu menikmati waktu bersama suaminya yang polos ini, sambil menyantap kue wortel dan menonton film.

Mereka duduk bersama di sofa, sementara film bergulir. Dan Liora, untuk pertama kalinya, merasa sedikit lebih tenang.

Namun, di sudut ruangan, buku biru itu masih tersimpan di atas lemari. Rahasia yang mungkin suatu hari nanti harus ia hadapi. Tapi untuk hari ini, Liora memilih untuk menonton Woody dan Buzz, bersama Alex.

1
Ilfa Yarni
oooo jadi gitu tp syukurlah udah ga ada rahasia lg diantara mereka dan jg bisa bersikap sebagaimana mestinya dan skr kalian bisa menghadapi masalah bersama2
Ilfa Yarni
aku jg penasaran bukan km saja liora
wulaniii
gais like dan komen kalo bisa tonton yah biar dapet komisi 🤣
Alia Chans
Hadir Thor, penasaran banget ama lanjutan nya ...🤭🤭

saling support sabi kali😉
Muhajir Al musyaffa
halo kak aku punya karya loh mampir yu kak😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!