NovelToon NovelToon
Sistem Terkuat

Sistem Terkuat

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi / Transmigrasi
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Yann_Story

Ethan, seorang Assassin paling mematikan di Neo-Veridia, memilih akhir tak terduga di hidupnya. Tanpa dia sadari, takdir membawanya ke sebuah tempat yang jauh berbeda dari sebelumnya. petualangan yang seru dan menegangkan pun tak bisa dia hindari untuk menemukan jawaban bagaimana dirinya bisa terseret ke tempat misterius ini. Apa yang sebenarnya yang terjadi pada Ethan? Bisakah dia menemukan jawaban dari semua ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yann_Story, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Provokasi di Paviliun Lelang

Di dalam Paviliun Lelang Logam Mulia, suasananya sangat mewah. Lantainya dilapisi marmer putih spiritual yang mengeluarkan hawa sejuk. Ethan dan Mu Rong berjalan menuju meja registrasi untuk menjual beberapa barang jarahan dari tiga murid sekte sebelumnya, termasuk beberapa pil dan teknik bela diri ular mereka yang tidak lagi Ethan butuhkan.

Namun, tepat ketika Ethan meletakkan kantong penyimpanan di atas meja, sebuah suara tawa yang arogan memotong keheningan ruangan dari arah belakang mereka.

"tawar-menawar di tempat seperti ini dengan barang-barang sampah dari murid luar sekte? Sungguh pemandangan yang menggelikan."

Seorang pemuda mengenakan jubah sutra mewah berwarna ungu dengan kipas lipat di tangannya berjalan mendekat. Di belakangnya, dua pria tua dengan jubah abu-abu mengikuti dengan langkah konstan—pemindaian Sistem Ethan langsung mendeteksi bahwa kedua pengawal tersebut adalah ahli di Ranah Pemurnian Qi Tingkat Puncak (Tingkat 10).

Pemuda itu menatap Mu Rong dengan pandangan yang dipenuhi keserakahan liar, sementara ia memandang Ethan dengan pandangan merendahkan. "Gadis secantik ini, mengapa kau bersanding dengan seorang mortal miskin yang bahkan tidak memiliki fluktuasi Qi yang kuat di tubuhnya? Ikutlah denganku, Mo Shaoxiong, tuan muda dari Keluarga Mo, dan aku berjanji kau akan mendapatkan sumber daya kultivasi yang tidak akan pernah bisa diberikan oleh pemuda miskin ini seumur hidupmu."

Mu Rong langsung menarik napas tajam, matanya berkilat dingin, siap menghunuskan pedangnya demi membela kehormatan Ethan. Namun, Ethan justru memegang pundak Mu Rong, menahannya dengan ketenangan yang teramat keren.

Ethan perlahan membalikkan tubuhnya, menatap Mo Shaoxiong dengan pandangan mata yang begitu datar, seolah ia sedang menatap sebuah baris kode usang yang siap dihapus dari sistem komputer.

"Keluarga Mo?" Ethan berbicara, suaranya pelan namun entah mengapa terdengar sangat menekan hingga membuat senyum Mo Shaoxiong sedikit membeku.

"Benar! Keluarga Mo adalah salah satu penguasa kota ini! Takut, kan?" tantang Mo Shaoxiong, mencoba mengembalikan keangkuhannya.

Ethan tidak menjawab dengan kata-kata. Sebaliknya, ia memicu Inti Magnetik Cyber di dalam dadanya secara mikro. Tanpa memunculkan baju besinya, sebuah gelombang tekanan gravitasi tak kasat mata yang teramat pekat mendadak meledak dari tubuh Ethan, mengunci ruang di sekitar Mo Shaoxiong dan kedua pengawalnya.

BUM!

Lantai marmer di bawah kaki Mo Shaoxiong mendadak retak. Dua pengawal berbaju abu-abu di belakangnya seketika membelalakkan mata, merasakan lutut mereka mendadak lemas di bawah tekanan aura misterius yang terasa begitu berat seperti dihantam oleh gunung besi.

"T-Tuan Muda, mundur! Orang ini... dia menyembunyikan kekuatannya!" salah satu pengawal tua itu berteriak dengan wajah yang mendadak pucat pasi.

Ethan melangkah maju satu langkah, membuat Mo Shaoxiong terhuyung mundur hingga menjatuhkan kipas lipatnya ke lantai. Wajah tampan Ethan tidak menunjukkan kemarahan, hanya sebuah seringai taktis yang sangat mendominasi.

"Kalkulasiku menunjukkan bahwa keluargamu akan kehilangan penerusnya hari ini jika kau berani mengucapkan satu patah kata lagi tentang wanitaku," ucap Ethan dingin, suaranya bagaikan malaikat pencabut nyawa digital yang siap mengeksekusi perintah. Di awal Langit Kedua ini, nama Ethan kembali siap ditulis dengan tinta darah dan keangkuhan para penguasa lokal yang salah memilih lawan.

Suasana di dalam Paviliun Lelang Logam Mulia mendadak membeku seolah seluruh partikel udara di ruangan itu telah berubah menjadi balok es. Beberapa kultivator yang berada di sekitar meja registrasi buru-buru menjauh, tidak ingin terjebak di tengah pusaran konflik yang melibatkan Keluarga Mo, salah satu dari tiga penguasa absolut Kota Logam Hitam.

Mo Shaoxiong menelan ludah dengan susah payah. Keringat dingin mengalir deras dari pelipisnya, membasahi kerah jubah sutra ungunya yang mewah. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ia merasakan sebuah intimidasi yang tidak berasal dari besarnya energi Qi, melainkan dari sebuah tatapan mata. Sepasang pupil kelam Ethan menatapnya seolah ia hanyalah seonggok daging mati yang sedang menunggu waktu untuk membusuk.

"K-kau..." Mo Shaoxiong terbata-bata, langkah kakinya gemetar saat ia mencoba mundur selangkah lagi. Keangkuhannya sebagai tuan muda terkikis habis dalam hitungan detik.

Dua pengawal berbaju abu-abu di belakangnya tidak berani bertindak gegabah. Sebagai praktisi Ranah Pemurnian Qi Tingkat Puncak, mereka memiliki intuisi bertarung yang tajam. Mereka bisa merasakan bahwa gelombang tekanan tak kasat mata yang dilepaskan Ethan bukanlah teknik bela diri konvensional. Energi itu mengunci titik-titik meridian mereka melalui distorsi ruang yang sangat presisi. Jika mereka menarik pedang sekarang, mereka tahu kepala mereka mungkin sudah menggelinding sebelum bilah logam sempat keluar dari sarungnya.

"Tuan... mohon maafkan kelancangan Tuan Muda kami," salah satu pengawal tua itu akhirnya memberanikan diri untuk bersuara, sambil membungkuk dalam-dalam di hadapan Ethan. "Keluarga Mo tidak berniat mencari musuh dengan seorang jenius tersembunyi seperti Anda."

Ethan tidak menurunkan intensitas tekanannya. Seringai dingin masih terukir di wajah tampannya. "Maaf tidak ada dalam sistem kalkulasiku setelah pelatuk provokasi ditarik. Namun, aku adalah seorang profesional. Aku menghargai nilai dari sebuah informasi."

Ethan melangkah mendekat, menginjak kipas lipat sutra milik Mo Shaoxiong yang terjatuh di lantai marmer hingga hancur berantakan. Bunyi derit patahan kayu cendana itu terdengar sangat nyaring di dalam ruangan yang sunyi.

"Bawa tuan mudamu pergi dari hadapanku sekarang juga," ucap Ethan, suaranya pelan namun bergetar oleh otoritas yang mutlak. "Dan katakan pada pemimpin Keluarga Mo... jika aku melihat wajah tikus ini lagi di kota ini, aku sendiri yang akan meratakan kediaman kalian dari peta."

"Baik! Terima kasih atas kemurahan hati Tuan!" Kedua pengawal itu tidak membuang waktu. Mereka langsung mencengkeram lengan Mo Shaoxiong yang sudah lemas dan menyeretnya keluar dari paviliun lelang secepat mungkin, seolah-olah mereka sedang dikejar oleh dewa kematian.

Mu Rong yang sejak tadi berdiri di samping Ethan perlahan mengembuskan napas yang ditahannya. Ia menyarungkan kembali belati rohaninya, lalu menatap Ethan dengan senyuman yang dipenuhi rasa geli sekaligus bangga.

"Kau benar-benar tidak pernah berubah, Ethan," bisik Mu Rong, menyenggol pelan lengan Ethan. "Bahkan tanpa menggunakan pakaian besimu, kau bisa membuat seorang tuan muda kota besar hampir mengompol di celana."

Ethan menonaktifkan sirkuit Inti Magnetik Cyber di tubuhnya, membuat tekanan udara di dalam ruangan kembali normal. "Efisiensi taktis. Menghancurkan mental lawan sebelum pertarungan fisik dimulai menghemat konsumsi dayaku hingga empat puluh persen."

Tepat setelah keributan itu mereda, seorang pria paruh baya mengenakan jubah brokat hitam dengan janggut tipis yang rapi berjalan keluar dari balik tirai emas paviliun lelang. Langkah kakinya sangat ringan, hampir tak mengeluarkan suara—sebuah indikasi bahwa ia adalah seorang ahli yang telah melangkah ke Ranah Pondasi Spiritual.

"Luar biasa. Benar-benar pertunjukan yang luar biasa," pria itu bertepuk tangan pelan, matanya menatap Ethan dengan binar ketertarikan yang mendalam. "Sudah lama sekali Kota Logam Hitam tidak kedatangan naga tersembunyi yang berani menginjak harga diri Keluarga Mo dengan begitu anggun. Saya adalah Manajer Qian, kepala pengelola Paviliun Lelang Logam Mulia."

Ethan membalikkan tubuhnya, menatap Manajer Qian dengan pandangan yang pintar dan waspada. "Manajer Qian. Aku berasumsi paviliun lelang ini tidak memiliki aturan yang melarang pelanggannya untuk mengajari beberapa tikus lokal tentang tata krama."

Manajer Qian tertawa renyah. "Tentu saja tidak, Tuan Muda yang terhormat. Di tempat kami, kekuatan dan nilai barang bawaan adalah hukum yang tertinggi. Mari, silakan ikuti saya ke ruang VIP. Barang-barang jarahan dari murid Sekte Sanca Hijau yang Anda bawa... saya rasa kita bisa mendiskusikan harga yang jauh lebih baik di tempat yang lebih pribadi."

Ethan menoleh ke arah Mu Rong, memberikan anggukan kecil, lalu keduanya mengikuti Manajer Qian menaiki tangga melingkar menuju lantai teratas paviliun lelang.

1
teguh andriyanto
tetap semangat Thor... semoga selalu sehat.💪
Yann_Story: siap, makasih🥰
total 1 replies
teguh andriyanto
cakep, ngga bertele2. ngga banyak jurus2 aneh. taktis ala assassin. mawar merekah dl buat author
Yann_Story: hehe🥰
total 1 replies
Panggil Zain Aja
boleh lah, rajin banget update pulak
Yann_Story: hehe🥰
total 1 replies
Bruce Fezz
keknya menarik nih buat di baca 🌚☕
Yann_Story: hehe🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!