NovelToon NovelToon
Benih Rahasia Sang Dokter

Benih Rahasia Sang Dokter

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Anak Genius / Dokter Genius
Popularitas:27.8k
Nilai: 5
Nama Author: lala_syalala

Ashela Safira, seorang gadis yang membanting tulang demi melunasi utang ayahnya, terpaksa merelakan kesucian yang ia jaga selama ini direnggut oleh pria asing.

Merasa harga dirinya telah hancur, ia memilih melarikan diri dan menghilang setelah malam panjang itu. Namun, di tengah pelariannya, Ashela justru mendapati dirinya hamil.

Sementara itu, Elvano Gavian Narendra, seorang dokter berhati dingin, terbangun dan mendapati gadis yang bersamanya telah pergi.

Rasa sesal seketika menghantamnya saat melihat bercak merah di atas ranjang, yaitu sebuah tanda bahwa ia telah menodai seorang gadis asing yang bahkan tidak ia ketahui identitasnya.

Bagaimana kelanjutannya???
YUKKKK GAS BACAAAA!!!

IG @LALA_SYALALA13
YT @NOVELLALAAA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di Mana Kau?

Sudah hampir satu bulan sejak malam di Hotel Grand Hyatt. Bagi dunia luar, Elvano tetaplah sang dokter jenius, pewaris tahta medis yang sempurna. Namun di dalam dirinya, ada sebuah lubang hitam yang semakin hari semakin membesar.

Setiap kali ia memejamkan mata untuk beristirahat sebentar di ruangannya, bayangan malam itu kembali hadir.

Ia masih bisa merasakan kelembutan kulit wanita misterius itu di bawah telapak tangannya. Ia masih bisa mendengar rintihan pedih yang berubah menjadi desahan pasrah.

Dan yang paling menyiksanya adalah rasa bersalah karena ia telah mengambil sesuatu yang begitu berharga dari seorang wanita yang bahkan tidak ia ketahui namanya dan bagaimana rupa wanita itu, dia merasa begitu bersalah hingga detik ini.

"Ada perkembangan, Yudha?" tanya Elvano begitu ia masuk ke ruang kerjanya yang luas.

Yudha, yang sudah menunggu di sana, menggeleng dengan wajah lesu.

"Maaf, Dokter. Saya sudah menyisir sepuluh agen penyalur tenaga kerja paruh waktu yang bekerja sama dengan hotel malam itu. Tiga orang pelayan wanita memang mengundurkan diri atau menghilang setelah malam itu, tapi setelah saya lacak ke alamat mereka, tidak ada yang memiliki ciri-ciri seperti yang Anda sebutkan." jawab Yudha dengan rasa bersalah dan gagal karena hingga detik ini tidak kunjung membuahkan hasil.

Elvano menghempaskan tubuhnya ke kursi kebesaran. Ia memijat pangkal hidungnya yang terasa pening sekali itu.

"Lalu bagaimana dengan CCTV jalanan di sekitar hotel?" tanya Elvano.

"Tim IT kita sudah mencoba masuk ke sistem, namun pada jam-jam tersebut, area keluar-masuk staf sangat padat. Terlalu banyak wanita mengenakan jaket atau kerudung yang keluar dari sana. Tanpa nama atau wajah yang jelas, sangat sulit untuk mengerucutkan pencarian, Dok." sajut Yudha mengatakan situasi sulitnya dalam mencari wanita yang dimaksud oleh Tuan nya itu.

Elvano mengepalkan tangannya di atas meja. "Dia tidak mungkin menguap begitu saja, Yudha! Dia terluka malam itu. Aku tahu itu. Cari di klinik-klinik kecil, puskesmas, atau apotek yang menjual obat pereda nyeri atau kontrasepsi darurat di sekitar radius lima kilometer dari hotel." sahut Elvano, walau dia sendiri tidak tahu bagaimana rasa sakitnya tapi Elvano yakin kalau itu begitu sakit apa lagi untuk malam pertamanya.

"Sudah dilakukan, Dok. Hasilnya tetap nihil." ucap Yudha.

Elvano terdiam. Kegagalan ini melukai harga dirinya sekaligus memperdalam kegelisahannya. Ia merasa seperti pecundang yang membiarkan korbannya pergi tanpa pertanggungjawaban.

Sebagian kecil dari dirinya yaitu bagian yang tidak pernah ia tunjukkan pada siapa pun merasa kehilangan sesuatu yang ia sendiri tidak mengerti mengapa itu terasa begitu penting.

Sejak pencarian itu menemui jalan buntu, Elvano melarikan diri ke dalam pekerjaan. Ia berubah menjadi seorang workaholic yang gila kerja. Ia mengambil jadwal operasi tambahan, bahkan operasi-operasi yang seharusnya bisa dilakukan oleh dokter spesialis lain. Ia seringkali menghabiskan waktu 24 jam penuh di rumah sakit tanpa pulang ke apartemennya.

"Dokter Elvano, Anda sudah melakukan tiga operasi bypass berturut-turut. Anda butuh istirahat," tegur Dokter Aris, dokter senior yang juga sahabat ayahnya.

"Saya baik-baik saja, Dok. Masih ada satu pasien lagi di ruang IGD yang butuh tindakan segera," jawab Elvano sambil mencuci tangannya di wastafel sterilisasi.

Wajahnya pucat, lingkaran hitam di bawah matanya terlihat jelas, namun matanya tetap memancarkan intensitas yang menakutkan. bagi siapapun yang sedang berada didekatnya.

"Kamu bukan robot, Elvano. Kalau kamu tumbang, siapa yang akan memimpin rumah sakit ini nanti? papa mu khawatir, mama mu apalagi." seru dokter Aris yang ikut mengkhawatirkan kondisi Elvano yang sudah dia anggap sebagai anaknya sendiri.

Mendengar nama ibunya, rahang Elvano mengeras. "Katakan pada mereka untuk tidak mencampuri urusan saya dok. Saya sedang menjalankan kewajibanku sebagai dokter." Jawa Elvano ketus dan sudah biasa bagi dokter Aris.

Bagi Elvano, ruang operasi adalah satu-satunya tempat di mana ia merasa memegang kendali penuh.

Di sana, di bawah lampu bedah yang terang benderang, ia tidak perlu memikirkan wanita misterius itu. Ia hanya perlu fokus pada detak jantung di monitor dan presisi pisau bedahnya.

Namun, begitu operasi selesai dan keheningan kembali menyergapnya di ruang ganti, rasa hampa itu kembali datang, lebih kuat dari sebelumnya.

Suatu malam, Elvano sedang memeriksa beberapa berkas pasien di mejanya saat pintu ruangannya diketuk. Mama Zoya masuk dengan wajah penuh kecemasan, membawa sebuah tas bekal.

"Vano, sampai kapan kau mau seperti ini?" tanya Mama Zoya sambil meletakkan bekal di meja.

"Kau tidak pulang selama empat hari. Kau mengabaikan semua ajakan makan malam keluarga. Bahkan kau membatalkan pertemuan dengan dewan komisaris." seru mama Zoya.

Elvano tidak mendongak dari berkasnya. "Aku sibuk, Ma. Banyak pasien yang kondisinya kritis."

"Pasien atau kau sedang melarikan diri?" tuduh Mama Zoya. "Vano, Mama tahu ada sesuatu yang terjadi di malam pesta itu. Sejak saat itu kau berubah total. Kau menjadi lebih dingin, lebih tertutup. Apa ini karena wanita itu?" tebak mama Zoya.

Elvano akhirnya mendongak, matanya menatap tajam sang ibu. "Wanita mana yang Mama maksud?"

Mama Zoya sedikit gugup. "Maksud Mama... putri Pak Handoko. Dia bilang kau meninggalkannya begitu saja. Dia sangat kecewa."

"Aku tidak peduli pada putri siapa pun," desis Elvano. "Dan jika Mama datang hanya untuk membahas perjodohan, sebaiknya Mama keluar. Aku punya banyak nyawa yang harus kuselamatkan, dan aku tidak punya waktu untuk drama keluarga."

"Elvano! Kau bicara pada ibumu!"

"Ibu yang memberiku anak buah yang tidak kompeten sehingga ada penyusup yang bisa meracuni minumanku?" suara Elvano meninggi, penuh dengan sindiran yang tajam.

Mama Zoya tersentak. Ia tahu ia tidak bisa lagi berdebat dengan putranya yang sedang dalam kondisi seperti ini. Dengan helaan napas panjang, ia meninggalkan ruangan, meninggalkan bekal yang tidak disentuh sama sekali oleh Elvano.

Keheningan kembali merajai ruangan itu. Elvano berdiri dan berjalan menuju jendela besar yang menghadap ke arah hotel tempat kejadian itu terjadi. Dari ketinggian lantai sepuluh ini, dunia tampak begitu kecil.

Ia mengeluarkan sebuah benda dari saku jas dokternya. Sebuah kancing kemeja putih kecil yang ia temukan terselip di bawah bantal pagi itu yaitu satu-satunya harta yang tertinggal dari wanita itu. Ia memutar-mutar kancing murah itu di antara jemarinya yang panjang.

"Di mana kau?" bisiknya pada kegelapan malam.

Ada kemarahan di dalam dirinya karena ia tidak bisa menemukan wanita itu. Namun, di balik kemarahan itu, ada rasa rindu yang tidak masuk akal.

Rindu pada sebuah kehangatan yang hanya ia rasakan sekali, namun seolah-olah telah menandai jiwanya selamanya.

.

.

Cerita Belum Selesai.....

1
Eliermswati
waduh gawat nih thor pasti bkl ketemu sm leo mama nya el😂😂smga jngn d ambil kshn nnti ashela, smngt thor up nya
4_amiraa_ Tadzkiyaa_
nah nah nenek biasanya jelie melihat kemiripan leo dan elvano.... duhh seruuu thorr
elief
lanjut thor, buat elvano menyadari keberadaan leo dan ashela. semoga mama elvano liat leo hehehe
erviana erastus
ikatan batin yg kuat antara anak dana ayah namun sang ayah belum sadar 😭
Fatmawati Qomaria
elvano apakah kamu tidak ada ikatan batin antara kamu leo dan asyilla?
karna biasanya perempuan menggunakan logika dari pada perasaan...
asyilla cobalah menggunakan hati mu untuk leo
🇧🇬
harus hepi ending ya 🌚🌚🌚 jangan lupa
Deliz Diaz Dla FM B
Semangat ya
Khansa Caca
ayolah cerita nya hanya disitu situ saja langsung ke pointnya Thor biar lebih seru 🤭🙏
Eliermswati
wah akhirnya leo bs ngobrol bareng ayahnya😍😍 smngt leo smg cpt smbh dan bs main lg😍😍 smngt thor up nya
4_amiraa_ Tadzkiyaa_
meleleh dehh leo ngobrol dg bapaknya.. bgmn perasaan ashilla ituuu.... whaaaa pasti terenyuh yaaa.... sukaaaaa semangat up thor😍💪🙏
elfanaya 💞
Sepertinya kamu belum sadar kalau itu anakmu el
Mita Paramita
seru banget 😁😁😁 lanjut Thor 🔥🔥🔥
Ari Atik
deg-segan banget,ikut tahan bafas...😊😊
semoga mereka bisa berkumpul bersama...
Ari Atik
sejauh ini,ceritanya menarik...

next...
4_amiraa_ Tadzkiyaa_
huhu bayangin alat2 n riuhnya r operasi... seru kaa👍🙏
🇧🇬
al udah deg2an kurang darah dan ketahuan! 🦖
chiara azmi fauziah
buat asela bahagia thor please
Nurilbasyaroh
mudah mudahan cepet ketahuan klo leo itu anak y
NN
lanjuttt
Deliz Diaz Dla FM B
Semangat ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!