NovelToon NovelToon
Aku Menyerah!

Aku Menyerah!

Status: tamat
Genre:Pelakor jahat / CEO / Selingkuh / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 5
Nama Author: Brilliante Brillia

Ayra menjalani pernikahan yang tidak pernah benar-benar ia inginkan. Menikah karena perjodohan, ia berusaha menjalani perannya sebagai istri dengan sebaik mungkin. Dan kehamilan yang datang kemudian, justru membuatnya berusaha lebih kuat, meski pernikahan itu perlahan menunjukkan sisi gelapnya.

Saat mengetahui Rayyan mendua, Ayra tidak mendapat pembelaan apa pun. Suaminya justru lebih memilih wanita itu dibandingkan dirinya yang sedang mengandung. Tekanan batin yang berat membuat Ayra mengalami keguguran. Kehilangan anaknya menjadi pukulan terbesar dalam hidupnya.

Dikhianati, disudutkan, dan tidak lagi dihargai, Ayra akhirnya sampai pada titik lelah. Ia menyerah, bukan karena kalah, tetapi karena tak ingin menyia-nyiakan hidupnya untuk bertahan dalam hubungan toxic.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Brilliante Brillia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sadar Dijebak

Ayra melangkah menyusuri koridor mal. Hari itu keadaan mal lumayan ramai, mungkin karena sedang hari libur.

Awalnya dia ingin langsung pulang, tapi setelah dipikir-pikir lagi, daripada di rumah dengan perasaan tidak keruan, lebih baik belanja saja untuk menghibur diri.

Ayra memasuki sebuah gerai sepatu dan tas. Begitu masuk, matanya langsung disuguhi deretan sepatu dan tas yang ditata rapi di dalam rak display. Ayra melangkah pelan di antara rak-rak tersebut. Fokusnya seratus persen pada benda-benda cantik itu.

Hingga tanpa sadar, dari arah lain, dua orang perempuan yang juga tengah terfokus pada benda-benda yang sama berjalan mendekat dan... duar! Mereka saling bertabrakan. Ketiganya sama-sama kaget dan Ayra langsung meminta maaf duluan. Tapi alangkah kagetnya Ayra saat melihat siapa yang tak sengaja ditabraknya. Begitu juga dengan kedua perempuan itu.

"I-bu?" Ayra tergagap. Spontan tangannya terulur untuk menyalami wanita yang pernah menjadi mertuanya itu.

Sebaliknya, Elly memperlihatkan wajah tak bersahabat. Dia menerima uluran tangan Ayra, tapi dengan gaya angkuh.

"Ayra, sedang apa di sini?" tanya Anika yang juga menatap mantan kakak iparnya dengan tatapan sinis. Dia sudah menghilangkan sebutan 'Mbak' setelah kakaknya bercerai dari wanita itu. Kalau dilihat dari segi usia, Anika memang lebih tua dua tahun dari Ayra.

"Kau ini Anika, ya tentu saja membelanjakan uang hasil rampokan dari kakakmu," sindir Elly tajam.

Hal itu membuat Ayra memutar bola matanya. Bukan karena kesal, tapi lucu saja melihat mereka terus-menerus menghujatnya sebagai perampok. Padahal, jelas-jelas itu adalah harta gono-gini.

"Iya, Bu. Kan sayang kalau uang hasil harta gono-gini didiamkan saja. Mending saya belanjakan, kan? Hehehe..." Ayra membalas sindiran itu dengan santai. Kontan hal itu membuat Elly yang temperamental langsung kesal.

"Seharusnya kamu tidak mendapat apa-apa dari putraku. Akibat ulahmu, putraku jadi sengsara!" sentak Elly. Matanya melotot sempurna seakan ingin keluar dari porosnya.

"Iya, Ayra. Kamu yang enak-enakan, malah kakakku yang banting tulang dan susah sekarang. Mau memberi uang ke adik-adik dan ibunya saja cuma bisa ngasih recehan."

Ayra tersenyum tipis, sebuah senyuman yang terlihat begitu tenang namun dirasakan mereka seperti sebuah ejekan. Sambil sengaja mengelus pelan tas tangan yang ia ambil dari rak display tersebut, wanita itu tetap tersenyum.

"Oh, jadi sekarang Mas Rayyan cuma bisa kasih recehan?" Ayra pura-pura terkejut. "Kasihan sekali. Padahal dulu waktu masih menjadi suami saya, Mas Rayyan sepertinya selalu punya uang untuk membelikan Anika ponsel terbaru, kan?"

Wajah Anika memerah padam. Ia hendak menyela, tapi Ayra lebih cepat memotong.

"Mungkin itu tandanya Mas Rayyan butuh kerja lebih keras lagi. Atau mungkin..." Ayra menggantung kalimatnya, menatap Elly dan Anika dari ujung rambut hingga ujung kaki secara bergantian.

"Ibu dan Anika yang harus mulai belajar hidup hemat. Zaman sekarang, kalau gaya hidup selangit tapi kemampuan terbatas, itu memang berat."

"Kurang ajar kamu, ya!" Elly hampir berteriak. "Kamu sudah menghancurkan masa depan putraku, dan sekarang kamu berani menghina kami?"

"Saya tidak menghina, Bu. Saya bicara fakta," jawab Ayra datar. "Lagipula, harta gono-gini itu hak saya, kan? Kalau Ibu keberatan, kenapa tidak protes ke hakim saat sidang cerai kami dulu? Kenapa baru marah-marah sekarang?"

Ayra kemudian memanggil pelayan toko yang sejak tadi memperhatikan dari jauh. Ia menyerahkan tas di tangannya dengan gerakan dibuat-buat, sengaja memancing emosi Elly dan Anika.

"Mbak, saya ambil tas ini. Tolong sekalian cari ukuran sepatu saya untuk nomor 39 yang di rak depan situ," ucap Ayra tanpa melirik label harga.

Tangan Elly dan Anika sudah terkepal kuat. Mereka saling tatap dengan geram, sementara Ayra yang hendak melenggang mengikuti langkah sang pelayan, pergelangan tangannya ditahan Elly.

"Tunggu!" Desisnya dengan emosi meluap.

"Aku dengar kamu sekarang kuliah?"

Ayra mengangguk sambil menatap Elly, polos.

"Dasar perampok, ular betina, matre! Kurang ajar ka..."

"JAUHKAN TANGANMU DARINYA." Sentak suara bariton.

Sontak ketiga orang itu menoleh. Dan cekalan Elly di tangan Ayra terlepas.

Zavian melangkah mendekati mereka sambil menuntun Kenzie.

Melihat Ayra, spontan anak itu melepaskan tangan Ayahnya dan berlari ke arah Ayra.

"Tante Aylaaa..." Serunya. Ayra langsung berjongkok menyambut anak itu dan memeluknya. Elly dan Anika mengerutkan kening heran.

Anika memandang Zavian. Ia benar-benar terpesona melihat sosok laki-laki maskulin dengan tubuh tinggi atletis dan pahatan wajah yang nyaris sempurna.

"Gila si Ayra, dapat kenalan seperti ini dari mana?" Batinnya iri.

Sedangkan Elly langsung melayangkan tatapan membunuh.

"Siapa kamu? Jangan ikut campur!" Bentaknya.

"Papa, kenapa nenek itu malah-malah sama Tante Ayla?" tanya Kenzie dengan suara polosnya yang terdengar jelas di tengah ketegangan itu.

Pelukan Ayra pada anak itu semakin erat.

"Jangan didengarkan ya sayang, marah-marah itu tidak baik." Katanya sambil membelai lembut kepala bocah itu yang masih ada dalam pelukannya.

"Mas ayo kita pergi saja dari sini."

Ayra menoleh pada Zavian sambil menggendong Kenzie. Dia hanya ingin anak itu tak mendengar ocehan jahat dari mantan ibu mertuanya.

Zavian tidak langsung menjawab. Ia berdiri tepat di samping Ayra, seolah memasang pagar pelindung.

"Mungkin karena nenek ini tidak punya sopan santun, Ken," jawab Zavian dingin, matanya sama sekali tidak lepas dari Elly.

Wajah Elly memerah antara malu dan kesal karena disebut tidak sopan di depan seorang anak kecil.

"Ya udah Tante, ayo pelgi aja. Aku lapal, mau makan," ucap bocah itu sambil mendongak, menatap Ayra dengan mata bulatnya yang menggemaskan.

Zavian menatap Elly dan Anika dengan sorot mata meremehkan.

"Sepertinya anak kecil saja jauh lebih tahu cara bersikap daripada kalian berdua. Jangan pernah sekali lagi saya lihat kalian mengganggu Ayra atau, kalian akan berurusan langsung dengan saya."

Anika hanya bisa bungkam, terpesona sekaligus takut melihat aura dingin Zavian yang begitu dominan, sementara Elly hanya bisa mengepalkan tangan karena harga dirinya jatuh di depan seorang anak kecil.

Dia menatap penuh dendam pada Ayra dan Zavian yang melangkah pergi ke kasir.

Andai saja Elly tahu kalau laki-laki itulah atasan dari putranya di kantor.

***

Beberapa saat sebelum Zavian menghampiri Ayra...

"Apa yang kamu bicarakan pada Ayra dan kenapa dia ada di sini?"

Begitu Marissa masuk kembali ke wahana permainan, Zavian ternyata sudah menunggu di ambang pintu. Pria itu menatap tajam dan langsung mencekal pergelangan tangan Marissa.

Alangkah kagetnya Marissa hingga ia sempat mematung selama beberapa saat. Setelah degup jantungnya mulai normal, ia menjawab dengan sedikit tergagap.

"A-aku tidak tahu, Mas. Tiba-tiba saja dia ada di sini dan katanya sedang belanja," jawab Marissa sekenanya.

"Jangan membohongi saya, Marissa. Apa yang sebenarnya sedang kamu rencanakan?"

Zavian menatapnya penuh curiga. Merasa diintimidasi, ego dalam diri Marissa pun berontak.

"Jangan menduga-duga tentang aku, Mas! Aku sudah bicara jujur, terserah kamu mau percaya atau tidak!"

"Tidak mungkin Ayra datang ke sini, kecuali dia membawa anak kecil."

"Kalau begitu, tanyakan saja langsung padanya! Mungkin dia memang membawa anaknya sendiri atau anak orang lain."

"Tapi saya tidak melihat dia menuntun anak kecil."

"Mana aku tahu! Bukannya berterima kasih karena aku sudah mengajak putramu jalan-jalan, kamu malah mengintimidasi aku seperti ini, Mas. Hanya gara-gara Ayra? Apa istimewanya dia?!"

Marissa tersulut emosi. Ia menepis kasar tangan Zavian dan melenggang pergi begitu saja dalam keadaan marah.

Zavian hanya mendengus kesal, karena merasa dijebak. Diapun mengajak Kenzie pergi dari situ untuk mencari Ayra.

1
antha mom
keren 👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Nurlisa
cerita nya bagus Thor, sempet ke hapus aplikasi ini jadi baca dr awal🤭
antha mom
judul novel "aku menyerah" tapi yang dibaca serasa film action yang pemeran utama nya Marissa 🤣🤣
Brilliante Brillia: itu berarti anda tidak memahami isinya. 🤣🤣
total 1 replies
Suhadi
thor, jangan bikin nama sama thor, kirain Marissa si pengacara sama orangnya sama adik ipar zavian..
Suhadi
nggak apa lah jdi janda muda, toh udah dapat duit..buat cari laki baru, kamu yg bodoh Rayyan...😄😄😄🤭🤭
Suhadi
suka perempuan pintar kayak gini, drpd yg meninggalkan rumah tanpa bawa apa2, cuma bawa daster rombeng karna harga diri, bravo ayra...💪💪
Lendra
ceritanya bagus, tapi tidak semua tokoh ahirnya diceritakan. seperti rayyan dan anindya ahirnya seperti apa, ibu, ayah serta adik2nya rayyan, tapi keseluruhannya aku suka
Inooy
ini cerita bagus banget klo menurut aq, kenapa?? karena ini novel perdana bagi ka othor tp udh bagus bangeeett...👍👍
kebanyakan nya novel perdana yg pernah aq baca, hampir 75% amburadul, selain alur nya loncat2 banyak bertebaran typo yg bikin kepala puyeng..d tambah terkadang cerita nya suka kluar jalur....
tp yg iniiii,,bintang 5 rasa nya kurang utk sekelas novel perdana..cerita nya bagus, alur nya jelas minim typo lg pokok nya totalitas bgt cerita nya,,dn yg bikin aq suka bangeeett..cerita generasi selanjut nya d bikin satu novel, g kaya novel2 lain yg suka bikin cerita tersendiri..yg terkadang bikin aq males baca nya....😁
dengan cerita sebagus ini, aq curiga nih kaka othor nya lulusan bahasa ato penulis prof...🤭

makasih banyak2 kaka udh bikin karya sebagus ini, aq benar2 terhibur walaupun d bikin tegang dengan kesadisan nya 😁
sukses teroos y kaa dn semangat teroos bikin cerita2 indah nya 💪🙏❤️❤️❤️❤️❤️
Inooy
akhir nya tamat jg!!!
aq suka banget cerita nya, d awal aq pernah mengatakan klo nih cerita baru aq temuin karena tokoh utama nya seorang praktisi hukum..ternyata ini novel kedua


aq yg cerita nya beda dengan novel kebanyakan, yg pertama aq baca yg punya nya ka Icha..maaf y ka Ichaaa 🙏🤭
Brilliante Brillia: kl itu gak tau
total 3 replies
Inooy
koq aq ngebayangin Kenzie itu bocil imut yg jatuh hati ama mama Ayra 🤭..aq selalu gagal fokus d saat Kenzie panas2an ama Alara 😁

sumpah ka othor..otak aq g bisa d ajak kerjasama niih klo urusan nya ama Kenzie yg skarang 😂
Inooy
baru kemarin Kenzie manggil Ayra tante cantik,,skarang udh sah jd suami wanita cantik....
hidup g ada yg tau, kemarin Kenzie masih manja2an ama mama Ayra..masih suka ngintilin mama Ayra, skarang udh harus bertanggung jawab akan hidup seorang wanita cantik yg berpredikat istri.....
sebelum predikat mu berubah jd seorang suami,,tingkah mu terkadang nyeleneh..skarang jadilah seorang suami yg penuh tanggung jawab, contohlah papa Zavian,,skalipun banyak wanita cantik yg menggoda..tp hati papa Zavian hanya utk mama Ayra....

seneng nya aq, akhir nya Kenzie mendapatkan wanita selevel mama Ayra 🥰
Inooy
devinisi wanita g bersyukur kamu mah Sheer, hidup harus selalu d atas, kerjaan nongkrong d kafe dn shooping, tiap hari foya2 g mo ngebantu kerjaan suami...🤦‍♀️
sejelek jelek nya celengan semaaar, uups!!! dia itu suami mu Sher..kamu bisa hidup enak jg karena Gagah walaupun d jadiin istri yg k-3,,tp setidak nya kamu g terlunta lunta d jalanan..apalagi kamu jg udh d pecat ama Kenzie, lagian biarpun celengan semar dia g perhitungan lhoo,,yg penting kamu jd istri penurut!!

emg y klo dasar nya sombong dn suka ngerendahin orang, d kasih celengan semar jg g bersyukur,,padahal dia bisa memenuhi smua kebutuhan mu Sher..apalagi klo kamu nya penurut, kamu bisa jd kesayangan nya celengan semar lhoo 🤭
Inooy
gitu dong Aal,,jangan pernah menolak pria yg benar2 tulus terhadap qta..apalagi kluarga nya menyambut qta dengan tangan terbuka tanpa meliat dr mana qta berasal...dengan kamu menerima Kenzie, k depan nya kamu bakalan bahagia 🥺

inilah buah dr kesabaran mu Al,,Kenzie yg jatuh cinta ama kamu tanpa syarat..kluarga nya pun mo menerima kamu tanpa melihat status kamu...bonus nyaaa, Kenzie bukan pria sembarangan!!!
Ds Phone
akhir nya dapat jumpa ibu nya
Ds Phone
muking betul itu anak nya
Ds Phone
berlagak lagi dalam hidup
Yunita Sophi
klo dulu jujur apa kamu masih mau manerima Ayra...
Ds Phone
kena lah terima
Ds Phone
semua nya jadi tongan terbalik
Ds Phone
dia betul betul buat apa yang di acakap
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!