" Meskipun gue sering gonta ganti cewek, tapi lo harus tahu, Cinta dan sayang gue cuma buat lo." Aldo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon leni septiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 9
“Yang,” panggil Aldo. Nana hanya menjawab dengan deheman tanpa menoleh sedikitpun.
“Sayang,” panggilnya lagi. Nana mendelikan matanya jengah ke arah Aldo, sementara Aldo hanya cengengesan melihat kekesalan kekasihnya itu.
“Gue sayang banget sama lo,” ucap Aldo menatap lembut kekasihnya. “Gue cinta banget sama lo, Narana."
Nana memicingkan matanya curiga. “Gue tahu lo pasti ada maunyakan? Makanya ngomong kayak gitu sama gue,” tuduh Nana pada kekasihnya itu. Aldo mendelik tak suka mendengar respon dari sang kekasih.
“Lo gak bisa gitu melihat keseriusan dari mata gue? Dari setiap ucapan gue? Gue tahu gue sering gonta ganti cewek, dan mainin cewek, tapi gue serius sayang dan cinta sama lo. Gue gak pernah main-main kalau itu berhubungan dengan lo,” ucap Aldo penuh keseriusan. “Gue emang laki-laki yang urakan dan cuek, gue juga bukan laki-laki romantis seperti di novel-novel yang sering lo baca, tapi yang mesti lo tahu bahwa cinta gue tulus buat lo,” lanjut Aldo sambil menatap dalam manik mata kekasihnya itu.
Nana menatap Aldo yang ada di depannya dengan mata yang sudah berkaca-kaca, terharu mendengar semua yang diucapkan Aldo. Ia bisa merasakan ketulusan dari setiap kata-kata yang terlontar dari bibir kekasihnya itu. Nana berhambur kedalam pelukan Aldo dengan air mata yang sudah mengalir deras. Aldo tentu saja membalas pelukan kekasihnya itu dengan erat dan mengusap lembut puncak kepala Nana dengan penuh sayang.
Dengan perlahan Aldo meregangkan pelukannya dan menangkup wajah Nana dengan kedua tangannya, menatap lembut wajah cantik kekasihnya itu yang kini dibasahi oleh air mata. Dengan lembut Aldo menyeka air mata Nana dengan ibu jarinya lalu mengecup kedua mata Nana bergantian.
“Lo gak boleh nangis, lo cuma boleh tersenyum karena tersenyum akan membuat lo terlihat semakin cantik, tapi jangan pernah lo tersenyum ke cowok lain selain gue, karena gue gak suka!” ucap Aldo tulus namun ada nada peringatan di akhir kalimatnya.
“Lo emang bukan laki-laki romantis seperti di novel-novel atau drama kesukaan gue, lo emang laki-laki urakan dan cuek, suka mainin perasaan banyak cewek dan sering gonta ganti cewek, tapi bagaimanapun lo, gue tetap cinta dan sayang sama lo tulus. Gue cinta apa adanya diri lo, dan perasaan gue gak pernah berubah dari dulu,” ucap Nana tulus sambil menatap dalam manik mata Aldo. Aldo tersenyum mendengar ucapan kekasihnya itu lalu kembali menarik Nana dan memeluknya dengan erat.
Aldo merasa beruntung memiliki kekasih seperti Nana, yang pengertian dan tidak banyak menuntut. Namun meskipun begitu bukan berarti Aldo bisa seenaknya berbuat hal yang macam-macam dengan perempuan lain yang nantinya malah akan menyakiti hati dan perasaan Nana, meskipun Nana membebaskannya, tapi ia masih punya aturan sendiri untuk tidak terlalu jauh melewati batas.
Nana perempuan baik meskipun dia terkesan cuek, tapi itu lah salah satu sifat yang Aldo sukai dari Nana. Dan kecuekannya Itu lah yang menjadi daya tarik Nana yang membuat laki-laki di luar sana penasaran dengan perempuan itu, tapi Aldo tak akan membiarkan laki-laki manapun mendekati kekasihnya.
Nana adalah miliknya dan siapapun yang mencoba merebut miliknya maka akan berurusan langsung dengan dirinya. Diluar Aldo memanglah seorang badboy, tapi jika sudah berada di sisi keluarga atau pun Nana maka Aldo akan berubah menjadi laki-laki yang manja dan penurut. Wajah singa berhati hello kitty. Itulah Aldo yang sebenarnya.
“Gue anterin pulang yuk, udah malam, nanti bunda khawatir,” ajak Aldo menarik pelan kekasihnya itu agar berdiri dari duduknya. Nana mengangguk dan berdiri disamping Aldo menggandeng tangan kekasihnya itu lalu berjalan keluar café milik Nino, kakak kandung Nana satu-satunya.
“Bang kita pulang ya,” pamit keduanya.
“Oke, hati-hati lo. Anterin adek gue sampe rumah, jangan dibawa kelayapan lagi!” pesan Nino yang dibalas acungan jempol oleh Aldo.
Di dalam perjalanan pulang, Nana meminta Aldo untuk berhenti di penjual martabak pinggir jalan langganannya. Memesan satu martabak spesial untuk sang bunda dan satu martabak keju untuk Mamanya Aldo. Hitung-hitung sebagai sogokan agar tidak kena marah karena pulang malam.
Sesampainya di halaman rumah Nana, Aldo segera memarkirkan motornya dan turun dari motor sport itu sambil melepas helm yang ia gunakan lalu mengikuti Nana yang sudah lebih dulu berjalan masuk ke dalam rumahnya. Saat keduanya memasuki rumah, Nana dan Aldo mendapati sang bunda yang kini tengah menonton televisi di ruang tengah seorang diri.
Nana melangkah ke dapur untuk menyiapkan martabak yang barusan ia beli ke dalam piring sebelum menyajikannya untuk sang bunda, sedangkan Aldo berjalan menghapiri Bunda Nana dan duduk di sebelahnya setelah mencium tangan wanita paruh baya tersebut.
Tidak lama kemudian Nana ikut bergabung dengan keduanya yang tengah mengobrol membicarakan tentang sinetron yang tengah sang bunda tonton.
“Ini martabak yang langganan kamu itu bukan, Na?” tanya sang bunda, yang di balas anggukan oleh Nana.
“Bunda, Aldo permisi pulang ya, udah malam takut Mama khawatir,” ucap Aldo berpamitan.
“Oh iya, jangan lupa besok suruh orang tua kamu kesekolah ya, Nak!” Irma, Bunda Nana mengingatkan Aldo.
"Ngapain orang tua Aldo di suruh ke sekolah?"
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
suksses
semangat
mksh