NovelToon NovelToon
Dinikahi Duda Mandul!!

Dinikahi Duda Mandul!!

Status: tamat
Genre:Janda / Duda / Cinta setelah menikah / Tamat
Popularitas:2.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Hanela cantik

Kirana menatap kedua anaknya dengan sedih. Arka, yang baru berusia delapan tahun, dan Tiara, yang berusia lima tahun. Setelah kematian suaminya, Arya, tiga tahun yang lalu, Kirana memilih untuk tidak menikah lagi. Ia bertekad, apa pun yang terjadi, ia akan menjadi pelindung tunggal bagi dua harta yang ditinggalkan suaminya.

Meskipun hidup mereka pas-pasan, di mana Kirana bekerja sebagai karyawan di sebuah toko sembako dengan gaji yang hanya cukup untuk menyambung makan harian, ia berusaha menutupi kepahitan hidupnya dengan senyum.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanela cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 32

Kirana mengangkat wajahnya perlahan. Tatapannya bertemu dengan Yuda.

“Mas Yuda…” suaranya lembut, tapi terdengar pasti.

“Aku tahu Mas memang serius. Dari cara Mas bersikap ke aku, ke Arka, ke Tiara… aku nggak meragukan itu.”

Yuda menahan napas, matanya menatap penuh harap.

“Aku juga nggak apa-apa dengan niat Mas,” lanjut Kirana jujur. “Bukan berarti aku menolak… tapi aku mohon, jangan terlalu cepat.”

Yuda mengangguk pelan, berusaha menahan rasa lega yang mulai menjalar di dadanya.

“Aku ingin menyiapkan hatiku dengan benar,” ujar Kirana lagi, kini suaranya sedikit bergetar. “Dan yang paling penting, aku ingin menyiapkan anak-anakku. Aku nggak mau mereka kaget, nggak mau mereka merasa ada orang asing tiba-tiba masuk ke hidup kami.”

Arka dan Tiara seolah mendengar namanya disebut. Arka menoleh sekilas, lalu kembali bermain. Pemandangan itu membuat Kirana menelan haru.

“Aku juga punya satu permintaan lagi, Mas,” kata Kirana setelah diam sejenak.

“Kalo nanti… kalau memang sampai ke pernikahan,” Kirana menatap Yuda dengan sungguh-sungguh, “aku cuma mau akad dan syukuran sederhana. Nggak usah pesta besar. Aku nggak mau berlebihan. Yang penting sah, berkah, dan anak-anak nyaman.”

Yuda tersenyum senyum yang hangat, lega, dan penuh rasa syukur.

Yuda mengangguk pelan, menerima keputusan Kirana dengan lapang dada. “Baiklah, Mbak,” ucapnya lembut. “Saya tunggu. Saya nggak mau memaksa. Selama Mbak dan anak-anak nyaman, saya ikut.”

Kirana membalas dengan anggukan kecil. Hening sejenak menyelimuti mereka.

Tak lama kemudian, suara motor berhenti di depan rumah. Tak berselang lama, pagar berderit terbuka.

“Assalamualaikum…”

Seorang pria masuk ke halaman sambil menggandeng tangan Lilis. Wajahnya tampak sedikit tergesa.

“Waalaikumsalam,” jawab Kirana sambil berdiri. “Mas Jefri?”

Jefri menggaruk tengkuknya sebentar, lalu menurunkan nada suaranya.

“Mbak Kirana… titip Lilis dulu, ya,” ujarnya sopan.

“Ibunya mau aku jemput, katanya pengin jalan bareng. Nanti sore aku balik lagi.”

Kirana langsung mengangguk paham. “Iya, Mas. Tenang aja, Lilis biar main sama Arka sama Tiara dulu di sini.”

Setelah itu Lilis masuk kedalam dan langsung bergabung dengan arka dan Tiara.

Jefri baru benar-benar menyadari keberadaan Yuda saat pria itu ikut berdiri.

Langkah Jefri mendadak terhenti. Matanya melebar sesaat, tubuhnya refleks menegak.

“E-eh…” Jefri tercekat, lalu buru-buru merapikan sikap.

“Selamat siang, Pak Yuda.”

Yuda tersenyum tipis, anggukannya tenang namun berwibawa. “Siang, Jefri.”

Kirana melirik mereka bergantian, sedikit heran dengan perubahan sikap Jefri yang mendadak tegang.

“I-ini… maaf Pak, saya nggak tahu Bapak ada di sini,” ujar Jefri kikuk.

“Nggak apa-apa,” jawab Yuda santai. “Saya juga cuma mampir.”

Jefri mengangguk cepat, lalu melirik Kirana sebentar, jelas terkejut dan sedikit bingung melihat bosnya duduk manis di rumah Kirana.

“Oh… gitu,” gumamnya pelan, lebih ke dirinya sendiri.

Yuda menangkap ekspresi itu, tapi memilih tak menanggapi. Ia kembali menoleh ke Kirana.

“Saya pamit dulu, Mbak. terima kasih” ucapnya tulus.

Kirana mengangguk. “Iya, Mas. .”

Yuda melirik ke arah pintu setelah Jefri pergi.

“Maaf, Mbak Kirana… Mbak kenal sama Mas Jefri?” tanyanya pelan.

"ohh mas Jefri, dia itu kakak ipar saya mas. suami mbak Rita, kakak dari almarhum suaminya saya"

Yuda tampak mengangguk paham.

"kalo mas Yuda, kenal sama mas Jefri"

Yuda tersenyum tipis, lalu mengangguk.

“Kenal, Mbak. Mas Jefri itu kepala bagian gudang di pabrik saya.”

Kirana tampak sedikit terkejut. “Oh… pantesan dari tadi saya lihat Mas Jefri kayak agak sungkan pas ketemu Mas Yuda.”

Yuda terkekeh pelan. “Iya, dia memang orangnya begitu. Di pabrik juga kerjanya rapi dan tanggung jawab. Saya percaya sama dia.”

“Alhamdulillah,” ucap Kirana tulus. “Mas Jefri orangnya baik. Mbak Rita juga begitu. Mereka banyak nolong saya dan anak-anak.”

Yuda melirik jam di pergelangan tangannya, lalu berdiri perlahan.

“Kayaknya saya pamit dulu ya, Mbak. "

Kirana ikut berdiri. “Iya, Mas. Terima kasih banyak sudah mampir "

Yuda menoleh ke arah Arka dan Tiara juga Lilis yang sejak tadi sibuk membuka bungkus jajanan.

“Om pulang dulu, ya,” ucap Yuda sambil jongkok agar sejajar dengan mereka. “Jaga Bunda baik-baik.”

“Iya, Om,” jawab Arka mantap.

Tiara ikut mengangguk kecil. “Om nanti datang lagi?”

Yuda tersenyum hangat. “InsyaAllah.”

Lalu Yuda berdiri kembali, menatap Kirana dengan raut serius namun lembut.

“Mbak… setelah kejadian kemarin, kalau ada apa-apa yang mencurigakan, atau Mbak merasa nggak aman, langsung hubungi saya ya. Kapan pun. Jangan sungkan.”

Kirana mengangguk pelan. “Iya, Mas. Terima kasih. Saya ingat.”

Yuda menarik napas, seolah ingin mengatakan banyak hal, namun memilih menahannya.

“Baik, saya pamit.”

“Assalamualaikum,” ucap Yuda.

“Waalaikumsalam,” jawab Kirana

1
Marina Tarigan
semoga dgn Kirana juda dpt keturunan
Marina Tarigan
semua manusia serakah yg manfaatkan kebaikan Kuda harus diberi pelajaran kalau perlu uanh kerja keras numan jadi benalu
Marina Tarigan
lanjut zllaura zemoga berjasil kamu lupa kamu jalang ya suka2mu saja
Marina Tarigan
laura sebentar lagi datang bawa pacul mau mengusir Kirana ya nyesal ya
Marina Tarigan
juda sdh pernah menikah dgn wanita yg katanya wamita moderen tapi akhlak tdk ada gatal congkak meninggalkan suami yg super baik mengjina lagi
Marina Tarigan
hati2 yuda jgn anggap sepele sm pelacur itu jgn2 nanti dia celakai Mirana dan anak2 nya buatlah pelinxung mereka jgn namti menyesal
Marina Tarigan
kgn sempat anak itu kenapa2
Marina Tarigan
jati2 juda sm jalamg itu Kirana jgn dsmpsi dihanghu Laura
Marina Tarigan
mo inya bim sabim motornya berubah jd mobil ya
echa purin
👍👍
sakura
.....
Faris Setyawan Fais
sangking patuhnya, naik mobil pakai helm 🤣
Hamzah Abdurrohim
gimana sih tor dari bu rini jadi bu rina dari motor jadi mobil ngantuk ya mungkin authornya lagi capek ya
@Al**
/Good/
Hamzah Abdurrohim
tadinya naik mobil mewah kenapa jadi pake helem apa iya naik mobil pake hlem😄😄
Sayekti 0519
Alhamdulillah ceritanya bagus sekali
Sayekti 0519
balas kehilangan dengan kembar ya thoor
Tira Aneri
suuukaaa
Hana
kalo lagi jatuh cinta emang berasa anak muda😍🤭
Omah Tien
ky gt aja percaya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!