Kirana menatap kedua anaknya dengan sedih. Arka, yang baru berusia delapan tahun, dan Tiara, yang berusia lima tahun. Setelah kematian suaminya, Arya, tiga tahun yang lalu, Kirana memilih untuk tidak menikah lagi. Ia bertekad, apa pun yang terjadi, ia akan menjadi pelindung tunggal bagi dua harta yang ditinggalkan suaminya.
Meskipun hidup mereka pas-pasan, di mana Kirana bekerja sebagai karyawan di sebuah toko sembako dengan gaji yang hanya cukup untuk menyambung makan harian, ia berusaha menutupi kepahitan hidupnya dengan senyum.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanela cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 32
Kirana mengangkat wajahnya perlahan. Tatapannya bertemu dengan Yuda.
“Mas Yuda…” suaranya lembut, tapi terdengar pasti.
“Aku tahu Mas memang serius. Dari cara Mas bersikap ke aku, ke Arka, ke Tiara… aku nggak meragukan itu.”
Yuda menahan napas, matanya menatap penuh harap.
“Aku juga nggak apa-apa dengan niat Mas,” lanjut Kirana jujur. “Bukan berarti aku menolak… tapi aku mohon, jangan terlalu cepat.”
Yuda mengangguk pelan, berusaha menahan rasa lega yang mulai menjalar di dadanya.
“Aku ingin menyiapkan hatiku dengan benar,” ujar Kirana lagi, kini suaranya sedikit bergetar. “Dan yang paling penting, aku ingin menyiapkan anak-anakku. Aku nggak mau mereka kaget, nggak mau mereka merasa ada orang asing tiba-tiba masuk ke hidup kami.”
Arka dan Tiara seolah mendengar namanya disebut. Arka menoleh sekilas, lalu kembali bermain. Pemandangan itu membuat Kirana menelan haru.
“Aku juga punya satu permintaan lagi, Mas,” kata Kirana setelah diam sejenak.
“Kalo nanti… kalau memang sampai ke pernikahan,” Kirana menatap Yuda dengan sungguh-sungguh, “aku cuma mau akad dan syukuran sederhana. Nggak usah pesta besar. Aku nggak mau berlebihan. Yang penting sah, berkah, dan anak-anak nyaman.”
Yuda tersenyum senyum yang hangat, lega, dan penuh rasa syukur.
Yuda mengangguk pelan, menerima keputusan Kirana dengan lapang dada. “Baiklah, Mbak,” ucapnya lembut. “Saya tunggu. Saya nggak mau memaksa. Selama Mbak dan anak-anak nyaman, saya ikut.”
Kirana membalas dengan anggukan kecil. Hening sejenak menyelimuti mereka.
Tak lama kemudian, suara motor berhenti di depan rumah. Tak berselang lama, pagar berderit terbuka.
“Assalamualaikum…”
Seorang pria masuk ke halaman sambil menggandeng tangan Lilis. Wajahnya tampak sedikit tergesa.
“Waalaikumsalam,” jawab Kirana sambil berdiri. “Mas Jefri?”
Jefri menggaruk tengkuknya sebentar, lalu menurunkan nada suaranya.
“Mbak Kirana… titip Lilis dulu, ya,” ujarnya sopan.
“Ibunya mau aku jemput, katanya pengin jalan bareng. Nanti sore aku balik lagi.”
Kirana langsung mengangguk paham. “Iya, Mas. Tenang aja, Lilis biar main sama Arka sama Tiara dulu di sini.”
Setelah itu Lilis masuk kedalam dan langsung bergabung dengan arka dan Tiara.
Jefri baru benar-benar menyadari keberadaan Yuda saat pria itu ikut berdiri.
Langkah Jefri mendadak terhenti. Matanya melebar sesaat, tubuhnya refleks menegak.
“E-eh…” Jefri tercekat, lalu buru-buru merapikan sikap.
“Selamat siang, Pak Yuda.”
Yuda tersenyum tipis, anggukannya tenang namun berwibawa. “Siang, Jefri.”
Kirana melirik mereka bergantian, sedikit heran dengan perubahan sikap Jefri yang mendadak tegang.
“I-ini… maaf Pak, saya nggak tahu Bapak ada di sini,” ujar Jefri kikuk.
“Nggak apa-apa,” jawab Yuda santai. “Saya juga cuma mampir.”
Jefri mengangguk cepat, lalu melirik Kirana sebentar, jelas terkejut dan sedikit bingung melihat bosnya duduk manis di rumah Kirana.
“Oh… gitu,” gumamnya pelan, lebih ke dirinya sendiri.
Yuda menangkap ekspresi itu, tapi memilih tak menanggapi. Ia kembali menoleh ke Kirana.
“Saya pamit dulu, Mbak. terima kasih” ucapnya tulus.
Kirana mengangguk. “Iya, Mas. .”
Yuda melirik ke arah pintu setelah Jefri pergi.
“Maaf, Mbak Kirana… Mbak kenal sama Mas Jefri?” tanyanya pelan.
"ohh mas Jefri, dia itu kakak ipar saya mas. suami mbak Rita, kakak dari almarhum suaminya saya"
Yuda tampak mengangguk paham.
"kalo mas Yuda, kenal sama mas Jefri"
Yuda tersenyum tipis, lalu mengangguk.
“Kenal, Mbak. Mas Jefri itu kepala bagian gudang di pabrik saya.”
Kirana tampak sedikit terkejut. “Oh… pantesan dari tadi saya lihat Mas Jefri kayak agak sungkan pas ketemu Mas Yuda.”
Yuda terkekeh pelan. “Iya, dia memang orangnya begitu. Di pabrik juga kerjanya rapi dan tanggung jawab. Saya percaya sama dia.”
“Alhamdulillah,” ucap Kirana tulus. “Mas Jefri orangnya baik. Mbak Rita juga begitu. Mereka banyak nolong saya dan anak-anak.”
Yuda melirik jam di pergelangan tangannya, lalu berdiri perlahan.
“Kayaknya saya pamit dulu ya, Mbak. "
Kirana ikut berdiri. “Iya, Mas. Terima kasih banyak sudah mampir "
Yuda menoleh ke arah Arka dan Tiara juga Lilis yang sejak tadi sibuk membuka bungkus jajanan.
“Om pulang dulu, ya,” ucap Yuda sambil jongkok agar sejajar dengan mereka. “Jaga Bunda baik-baik.”
“Iya, Om,” jawab Arka mantap.
Tiara ikut mengangguk kecil. “Om nanti datang lagi?”
Yuda tersenyum hangat. “InsyaAllah.”
Lalu Yuda berdiri kembali, menatap Kirana dengan raut serius namun lembut.
“Mbak… setelah kejadian kemarin, kalau ada apa-apa yang mencurigakan, atau Mbak merasa nggak aman, langsung hubungi saya ya. Kapan pun. Jangan sungkan.”
Kirana mengangguk pelan. “Iya, Mas. Terima kasih. Saya ingat.”
Yuda menarik napas, seolah ingin mengatakan banyak hal, namun memilih menahannya.
“Baik, saya pamit.”
“Assalamualaikum,” ucap Yuda.
“Waalaikumsalam,” jawab Kirana
mbak Rita kakaknya Arya tapi anak2 manggilnya bu Rita bukan budhe
tidak ada kedekatan juga pas Tiara sakit
awalnya suami Rita pegawainya Yuda terus ndk banyak lagi.. mungkin bisa ditulis dulu data2 yang akurat
Kok marah,aneh 😄😄
Aq yakin si yuda gag mandul.itu pasti cuma akal"annya si laure az.biar sia bisa selingkuh.yakin aq...
kalau Yuda bisa mikir lebih jauh dan peka, kasih perlindungan ke Kirana dan anak² karna mantan mu yg gak tau diri gak sadar diri itu dah nongol, kan bahaya
suka banget sama alur ceritanya
jdi kirana kamu hrus nisa berkamuflase.Bentar jdi istri ug sholeha baik nudi dan penurut serta manja.Tapi di sisi lain kamu juga hrus bisa jdi singa betina yg akan mengeluarkan taring dan kukunya jika miliknya diganggu.
mengerti kirana!?
hempaskan kelaut tuh si rubah betina.
Bukannya rumah si Kirana ngontrak.krn prnh si kirana sibuk bagi"uang gaji tuk biaya sehari hari dan uang kontrak rmh.lah skrg tiba"ktnya rmh sendiri...🙆🙆🙆
weslah thor karepmu...
pas tetangganya kirana ngasih tau ciri"yg nyulik tiara mobilnya udh ganti wrn jdi putih.
Pas yuda mau lapor polisi nyari tiara udh blg kirana ikut.pas udh mau jln eh tau"agak laen lgi kalimatnya seolah kirana mau ditinggal pek jerit mta ikut.
emg gag fokus othorny.jdi reader hrus konek otaknya wktu baca biar bs nyambung crt dri awal pek akhir.