NovelToon NovelToon
Sistem Dewi Rubah

Sistem Dewi Rubah

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem / Epik Petualangan
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: cloudia

⚠️⚠️TIDAK ADA UNSUR LGBT, NAMANYA JUGA DEWI RUBAH, YANG PALING DISUKAI ADALAH JIWA DAN TUBUH MEREKA⚠️⚠️

Bagaimana kalau seorang Dewi rubah yang dihukum malah melarikan diri? kucingnya yang selama ini seperti kucing biasa ternyata kucing dunia. bersenang-senang? tentu saja hal itu yang paling disukai nona rubah kita ini. bagaimana kesenangan nona rubah di dunia manusia dan pelarian nya? di setiap cerita akan beda judul utama karena dia tidak hanya melarikan diri, tetapi juga menjadi sistem kesenangan diri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cloudia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Misi Pertama "Cinta untuk Nona Muda" 1

Sinar matahari pagi menerobos celah gorden tipis yang sudah menguning di pinggirannya. Debu-debu beterbangan perlahan dalam berkas cahaya itu, menari tanpa suara di udara. Lucy bukan Dewi Rubah yang sedang beristirahat di kastil emasnya, melainkan Lucy si kutu buku duduk bersila di atas kasur tipis yang pegasnya sudah menonjol di beberapa bagian.

Di hadapannya, Lili meringkuk di atas tumpukan buku pelajaran yang sampulnya sudah lecek. Mata biru kucing itu setengah terpejam, tapi telinganya tegak pertanda dia sepenuhnya fokus.

"Jadi," suara Lili memecah keheningan, "sebelum kau melangkahkan kaki ke sekolah besok, kau perlu memahami dunia ini dulu. Terutama orang-orang yang akan menjadi pemain utama dalam cerita."

Lucy mengangguk. "Ceritakan. Aku ingin tahu segalanya."

Lili mengangkat satu cakarnya. Sebuah layar transparan muncul di udara dan kali ini lebih detail daripada yang sebelumnya. Di atasnya, terdapat tiga foto dengan nama dan keterangan di bawahnya.

Nama: Ren Arisugawa

Peran: Protagonis Pria

Posisi: Ketua OSIS SMA Seiran

Status: Murid Teladan, Most Wanted

Foto itu memperlihatkan seorang pemuda dengan rambut hitam legam yang sedikit berantakan tapi entah kenapa tetap terlihat rapi. Wajahnya tegas, rahangnya kuat, dan matanya—matanya adalah yang paling menarik. Abu-abu gelap, dingin, seperti langit sebelum badai. Seragam sekolahnya dikenakan dengan sempurna, dasi terikat rapi, dan di lengannya terdapat ban lengan bertuliskan "Ketua OSIS".

"Dia tampan," komentar Lucy santai.

"Dia ketua OSIS yang ditakuti seluruh sekolah. Sikapnya dingin, santai, dan dia memiliki aturan-aturan yang dia tegakkan dengan... hukuman yang kejam."

"Kejam bagaimana?"

"Misalnya, siapa pun yang melanggar peraturan sekolah akan diberikan hukuman membersihkan seluruh koridor sekolah selama seminggu sendirian. Atau berdiri di lapangan sambil memegang papan bertuliskan pelanggaran mereka selama jam istirahat."

Lucy mengangguk pelan. "Hukuman yang mempermalukan. Efektif."

"Dia tidak sendirian. Dia memiliki tiga teman yang juga anggota OSIS yaitu Ryo, Haruki, dan Souta. Mereka berempat dikenal sebagai 'Empat Teladan' dan merupakan murid-murid dengan nilai akademis tertinggi di sekolah."

"Empat Teladan," ulang Lucy. "Kedengarannya seperti geng juga, hanya saja versi baik."

"Tepat. Mereka berkuasa di sisi terang sekolah."

Lili menggerakkan cakarnya lagi. Layar bergeser, menampilkan foto kedua.

Nama: Kaito Fujiwara

Peran: Antagonis Pria

Posisi: Ketua Eskul Basket SMA Seiran

Status: Murid Nakal, Gang 'Five Shadows'

Foto ini memperlihatkan pemuda dengan penampilan yang sangat berbeda. Rambutnya pirang gelap mungkin hasil bleaching dengan undercut di samping. Tindik kecil di telinga kirinya. Seragam sekolahnya tidak dimasukkan dengan rapi, dasinya longgar, dan dua kancing atas kemejanya sengaja dibiarkan terbuka. Namun meskipun berantakan, wajahnya tidak kalah tampan dari Ren. Hanya saja ketampanannya lebih... liar. Matanya berwarna cokelat tua dengan sorotan yang sulit ditebak.

"Dia ketua ekskul basket, tapi juga ketua geng yang disebut 'Five Shadows'. Anggotanya lima orang termasuk dirinya dan semuanya pemain basket andalan sekolah."

"Geng dan basket. Kombinasi klasik." Lucy terkekeh.

"Ren dan Kaito sudah saling kenal sejak TK. Dan sejak itu pula, mereka selalu bermusuhan. Selalu satu sekolah, selalu bersaing, selalu menjadi lawan dalam segala hal."

"Jadi ini cerita tentang dua laki-laki yang tidak bisa akur sejak kecil?"

"Lebih dari itu. Mereka adalah dua kutub yang berlawanan. Ren mewakili keteraturan dan disiplin. Kaito mewakili kekacauan dan kebebasan. Tentu saja mereka akan bertabrakan."

Lucy menopang dagunya dengan tangan. "Lalu protagonis wanitanya?"

Lili menggeser layar lagi. Kali ini muncul foto seorang gadis dengan rambut cokelat lembut sebahu dan mata hazel yang hangat. Wajahnya manis, bukan tipe kecantikan yang mencolok, tapi ada sesuatu yang tulus di matanya.

Nama: Hana Himura

Peran: Protagonis Wanita

Status: Murid Pindahan, Nona Muda Keluarga Himura

"Hana Himura. Dia adalah anak kandung keluarga Himura yang hilang sejak kecil. Ditemukan dua tahun lalu, tapi baru secara resmi diperkenalkan ke publik dan dipindahkan ke SMA Seiran saat kenaikan kelas sebelas."

"Jadi dia masuk saat kelas dua SMA?"

"Ya. Itu terjadi... dua minggu dari sekarang." Lili menatap Lucy. "Kau datang di waktu yang tepat. Dua minggu sebelum cerita utama dimulai."

Lucy menyeringai. "Dua minggu untuk observasi. Aku suka itu."

"Kaito bertemu Hana lebih dulu, seminggu setelah Hana masuk sekolah. Saat itu Hana tersesat di sekitar lapangan basket, dan Kaito yang sedang sendirian berlatih membantunya menemukan kelasnya."

"Pertemuan pertama yang klasik." Lucy memutar matanya, tapi senyumnya tetap ada. "Berapa presentase rasa sukanya saat itu?"

Lili menggerakkan cakarnya, dan di bawah foto Kaito, muncul sederet simbol hati.

♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡ | 100% aturan tanda suka.

Kaito Fujiwara → Hana Himura: ♡♡♡ | 30%

"Tiga hati. 30%. Itu cukup tinggi untuk pertemuan pertama."

"Dan Ren? Kapan dia mulai menyukai Hana?"

"Ujian semester. Hana berhasil mengalahkan nilai Ren di hampir semua mata pelajaran. Ren yang biasanya selalu nomor satu, tiba-tiba harus puas di posisi kedua. Itu memicu ketertarikannya."

"Jadi dari persaingan akademis, berubah jadi cinta?"

"Begitulah. Ren dan Hana mulai berpacaran di semester dua. Kaito, yang sudah lebih dulu menyukai Hana, menjadi sangat marah. Obssesinya terhadap Hana semakin kuat setelah mengetahui gadis yang disukainya berpacaran dengan musuh bebuyutannya."

Lucy mengangguk-angguk, mencerna semua informasi. "Lalu antagonis wanitanya?"

Lili menggeser layar untuk terakhir kalinya. Muncul foto seorang gadis dengan rambut hitam panjang berkilau, mata almond yang tajam, dan senyum yang meskipun di foto terlihat seperti senyum seseorang yang tahu dia memiliki kekuasaan.

Nama: Akane Minagawa

Peran: Antagonis Wanita

Status: Tunangan Kaito, Ketua Geng 'Queen Bees'

"Dia cantik," kata Lucy jujur.

"Sangat cantik. Dia dikenal sebagai ratu bully di SMA Seiran. Gengnya, Queen Bees, terdiri dari gadis-gadis populer yang menguasai hierarki sosial sekolah. Tidak ada yang berani melawan mereka."

"Dan dia tunangan Kaito?"

"Pertunangan yang diatur keluarga. Kaito sendiri tidak pernah benar-benar menyetujuinya, tapi dia juga tidak menolak secara terbuka. Bagi Kaito, Akane adalah... formalitas."

"Tapi Akane sendiri?"

"Obsesif. Dia benar-benar menginginkan Kaito, dan ketika mendengar Kaito menyukai Hana..." Lili menjeda kalimatnya.

"Dia mulai membully Hana."

"Ya. Bersama Queen Bees-nya, dia menyiksa Hana secara mental dan fisik. Mendorongnya di tangga yang seharusnya membunuh tubuhmu yang asli dalam alur cerita."

Mata Lucy menyipit. "Jadi Akane yang membunuh Lucy kutu buku."

"Dalam alur asli, ya. Lucy mencoba membantu Hana saat sedang dibully. Akane marah dan mendorongnya."

Keheningan singkat. Lalu Lucy menghela napas panjang. "Baiklah. Aku sudah mendapat gambarannya. Sekarang... bagaimana dengan tingkat kejahatan dan rasa suka?"

Lili mengangguk. Layar bergeser menampilkan dua diagram.

Diagram Pertama: Rasa Suka

(Target: 100% dari Protagonis Pria)

Ren Arisugawa → Hana Himura (di masa depan): ♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡ | 100%

(Saat ini: 0% - belum bertemu)

Ren Arisugawa → Lucy (target): ♡ | 0%

(Satu love \= 10%)

Diagram Kedua: Tingkat Kejahatan

(Target: 0%)

Kaito Fujiwara: ⚡⚡⚡⚡⚡⚡⚡⚡ | 80%

(Satu petir \= 10%)

Lucy menatap angka-angka itu. "80% kejahatan untuk Kaito? Itu tinggi sekali."

"Dia antagonis pria. Obsesinya terhadap Hana membuatnya melakukan banyak hal buruk. Memfitnah Ren, mencoba menjebak Hana agar putus dengan Ren, bahkan hampir mencelakai Ren dalam satu insiden."

"Dan target kita adalah menurunkan itu menjadi nol." Lucy menyeringai. "Sementara di saat yang sama, membuat Ren jatuh cinta padaku sampai 100%."

"Ya. Plus opsional: membuat Kaito juga mencapai 100% rasa suka padamu. Itu akan menjadi bonus."

"Bonus yang menarik." Lucy bangkit dari kasurnya. "Tapi ada satu pertanyaan."

"Apa?"

"Di mana Akane sekarang? Dia tidak akan muncul di sekolah besok?"

Lili menggeleng. "Akane sedang di luar negeri. Dia mendapat skorsing karena masalah tertentu yeah sesuatu yang melibatkan putri dari mitra bisnis keluarganya. Dia baru akan kembali satu minggu setelah Hana masuk sekolah."

"Jadi urutannya: besok aku masuk sekolah sebagai murid biasa, dua minggu lagi Hana masuk, tiga minggu lagi Akane kembali."

"Tepat."

Lucy berjalan ke cermin kecil yang tergantung miring di dinding. Dia menatap bayangannya dengan tubuh kurus dengan seragam kusam, rambut cokelat kusam yang dikepang longgar tanpa gaya, kacamata tebal yang menyembunyikan mata birunya. Kulitnya pucat, bibirnya kering, dan ada lingkaran hitam tipis di bawah matanya akibat kurang tidur.

Dia membandingkannya dengan ingatannya tentang kamar di kastil emasnya. Kamar ini bahkan tidak seperempat dari luas kamarnya di kastil. Dindingnya retak di beberapa bagian. Langit-langitnya rendah, dengan noda kuning bekas bocor di sudutnya. Satu-satunya jendela kecil membiarkan cahaya masuk dengan jumlah yang hampir tidak cukup.

Namun Lucy tersenyum. Senyum lebar yang anehnya cocok dengan wajah kusam itu karena di balik kacamata tebal, mata birunya berkilat dengan sesuatu yang tidak biasa.

"Dua minggu lagi," gumamnya pada bayangannya sendiri. "Jadi aku harus seperti murid biasa selama dua minggu ini sebelum bertemu Hana."

"Ya. Amati, pelajari, dan pahami karakter-karakter utama. Ren dan ketiga temannya akan ada di sekolah besok. Kaito dan gengnya juga."

"Bagus." Lucy menempelkan jarinya ke cermin, menyentuh bayangan wajahnya sendiri. "Aku belum bisa menggunakan kekuatanku secara terbuka. Jadi selama dua minggu ini, aku akan menjadi pengamat. Melihat bagaimana Ren bertindak sebagai ketua OSIS, bagaimana Kaito bertingkah sebagai ketua basket, bagaimana dinamika sekolah ini bekerja."

"Dan saat Hana datang?"

"Saat Hana datang..." Senyum Lucy melebar. "...permainan dimulai."

Lili melompat dari tumpukan buku, mendarat dengan lembut di bahu Lucy. Di cermin, bayangan mereka terlihat, seorang gadis kutu buku dengan kucing putih di bahunya. Pemandangan yang biasa saja. Tapi di baliknya, tersembunyi seorang Dewi Rubah dan sistem dunia yang sedang mempersiapkan misi besar.

"Ada satu hal lagi yang perlu kau tahu," kata Lili. "Tentang masa lalu Lucy kutu buku. Tentang orang yang membunuh orang tuanya."

Mata Lucy di cermin sedikit menyipit. "Itu bisa nanti. Untuk sekarang, biarkan aku fokus pada dua minggu ke depan dulu. Siapa tahu, aku bisa menemukan sesuatu yang menarik sebelum cerita utama dimulai."

Lili mendengus kecil. "Kau benar-benar menikmati ini, ya?"

"Tentu saja." Lucy berbalik dari cermin, berjalan ke arah tas sekolahnya yang sudah lusuh di sudut kamar. "Besok aku akan bertemu dengan manusia-manusia yang akan menjadi pemain dalam cerita ini. Aku tidak sabar melihat... jiwa seperti apa yang mereka miliki."

Dia meraih tas itu, membukanya, dan memeriksa isinya. Buku-buku pelajaran dengan sampul yang sudah disampul ulang berkali-kali. Alat tulis murah yang hampir habis. Kotak bekal kosong yang perlu diisi.

"Ini akan menjadi menarik," gumamnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!