NovelToon NovelToon
KULTIVATOR KEGELAPAN PESONA SURGAWI

KULTIVATOR KEGELAPAN PESONA SURGAWI

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Dikelilingi wanita cantik / Sistem
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: GEELANG

Setelah kehilangan adik perempuannya dan hancur di dunia fana, Han Yu terbangun di tubuh sesosok makhluk dari Sekte Iblis yang terdampar di wilayah suci Lembah Lingshu, ras suci yang sedang berperang melawan umat manusia karena perbudakan asmara. Bukannya mati dieksekusi, Han Yu justru membangkitkan warisan langka yang tabu: Jalur Kaisar Pesona.
​Berbekal ketampanan surgawi yang mutlak, stamina tiada tanding, dan teknik manipulasi sukma, Han Yu mengubah musuh-musuhnya menjadi pelayan yang patuh. Dari murid klan yang dingin, janda kultivator yang kesepian, hingga para tetua bijaksana dan Ratu Lembah, semuanya bertekuk lutut di bawah pesonanya. Di dunia kultivasi yang kejam ini, Han Yu tidak bertarung dengan pedang yang menghancurkan langit, melainkan menaklukkan dunia dari atas ranjang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon GEELANG, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24 - Siasat Meruntuhkan Sang Perwira

Malam kian larut di dalam paviliun pohon dewa kuno, namun gelora asmara di atas ranjang batu giok baru saja mereda setelah beberapa jam dipenuhi pergulatan yang intens. Mei Li dan Qing Er tidur dengan napas yang teratur, berbaring pasrah di sisi kiri dan kanan tubuh kekar Han Yu. Kulit mulus kedua pelayan itu tampak merona merah, dipenuhi butiran keringat spiritual yang berkilau seolah menjadi saksi bisu keperkasaan stamina kelas satu milik tuan mereka. Han Yu sendiri masih terjaga. Sepasang mata birunya menatap langit-langit paviliun, membiarkan pikirannya berputar menyusun jaring siasat yang mematikan.

Berkat keintiman malam ini serta penyelarasan sukma yang terjadi bersama Tetua Ling Er tadi siang, pusaran dantian di dalam tubuh Han Yu berputar dengan jauh lebih masif. Kemampuannya sebagai seorang Pengikat Sukma tingkat dua telah terkonsolidasi dengan sangat sempurna. Kepercayaan dirinya meningkat pesat, namun dia tidak ingin bertindak gegabah. Target berikutnya adalah Ling Feng, kapten penjaga istana berwatak bejat yang telah berani melukainya di gerbang istana menggunakan tembakan laser pemutus meridian.

Berdasarkan informasi penting yang berhasil dikorek dari Qing Er sebelum mereka bercinta tadi, Han Yu kini mengetahui seluk-beluk kelemahan Ling Feng dengan sangat detil. Ling Feng menaruh hasrat yang luar biasa besar pada Nyonya Liu Xi, istri mendiang prajurit Bai Yu yang beberapa waktu lalu tewas di tangan Han Yu. Siasat bejat Ling Feng yang ingin memanfaatkan sumpah darah klan untuk memperkosa dan menjadikannya sebagai wadah kultivasi ganda adalah sebuah celah sempurna yang bisa dimanfaatkan oleh Han Yu untuk menghancurkan perwira angkuh itu tanpa menyisakan bukti fisik.

Han Yu perlahan menggeser tubuhnya, melepaskan pelukan manja kedua pelayannya dengan sangat hati-hati agar tidak membangunkan tidur lelap mereka. Dia bangkit dari ranjang giok, melangkah mendekati meja rias, dan mengenakan setelan jubah hijau sutra yang bersih. Karisma level dua miliknya mengalir tenang, memberikan kesan misterius yang teramat memikat pada postur tubuhnya yang tegap. Sambil mengencangkan ikatan pinggangnya, Han Yu memanggil prasasti sistem batin di dalam benaknya.

Informasi batin menunjukkan bahwa kediaman pribadi Nyonya Liu Xi terletak di pinggiran distrik bawah Kota Linglong, sebuah paviliun kayu yang kini sunyi setelah kematian suaminya. Han Yu menyunggingkan sebuah seringai dingin yang sangat tampan. Dia memfokuskan aliran meridiannya untuk mengaktifkan kombinasi dari dua kemampuan terbaiknya sekaligus, yaitu Mantra Kecepatan Angin Absolut dan teknik Medan Kegelapan Absolut berskala kecil yang menyelimuti wujud fisiknya.

Dalam sekejap mata, tubuh tegap Han Yu melesat keluar melewati celah jendela paviliun, meluncur turun dari dahan pohon dewa dengan kecepatan yang luar biasa tinggi. Gerakannya begitu halus, seringan kapas, dan membelah kegelapan malam tanpa menimbulkan riak udara atau desauan angin sekecil apa pun di dunia nyata. Dengan kemampuan Pengikat Sukma tingkat dua, koordinasi motorik dan pemanfaatan elemen angin alaminya telah menyatu dengan sangat sempurna.

Hanya butuh waktu kurang dari lima menit bagi Han Yu untuk menembus keheningan kota dan tiba di depan halaman paviliun kediaman Nyonya Liu Xi. Suasana di sekitar tempat itu tampak sangat sepi dan terisolasi dari paviliun penduduk lainnya. Dari balik kisi-kisi jendela yang diterangi oleh sebatang lilin spiritual yang bergoyang, Han Yu bisa menangkap bayangan siluet tubuh seorang wanita yang sedang duduk merenung seorang diri dengan pundak yang sesekali bergetar, pertanda bahwa dia sedang didera kesedihan dan tekanan mental yang luar biasa berat.

Tanpa menimbulkan suara sedikit pun, Han Yu mendorong daun pintu depan yang ternyata tidak terkunci rapat, lalu melangkah masuk ke dalam ruangan yang beraroma keharuman bunga melati malam. Kehadirannya yang mendadak seketika membuat wanita di dalam ruangan itu tersentak kaget. Wanita itu bergegas membalikkan tubuhnya dengan wajah yang dipenuhi oleh rasa cemas dan ketakutan yang mendalam.

Sosok wanita itu adalah Nyonya Liu Xi. Han Yu sedikit tertegun saat menyaksikan kemolekan fisik yang dimiliki oleh janda mendiang Bai Yu ini. Wanita dewasa itu memiliki paras wajah yang sangat matang, anggun, namun memancarkan aura kerapuhan yang teramat seksi. Bentuk tubuhnya luar biasa montok dan padat, dengan sepasang buah dada berukuran raksasa yang membusung kencang di balik hanfu sutra tipisnya yang agak longgar, serta lekuk pinggiran pinggurnya yang lebar dan sensual.

"Si-siapa kamu? Bagaimana bisa kamu lancang menyusup ke dalam kediamanku pada jam selarut ini?" Nyonya Liu Xi bertanya dengan nada suara yang bergetar hebat menahan rasa takut, jemari tangannya yang lentik refleks meremas ujung pakaiannya untuk menutupi bagian dadanya yang sedikit terekspos.

Han Yu tidak segera memberikan jawaban secara lisan. Dia melangkah maju dengan gerakan yang sangat tenang, membiarkan sepasang mata birunya berkilat tajam memancarkan pesona dari teknik Seni Pemikat Jiwa dan Paras Sempurna yang diledakkan secara konstan dalam jarak dekat. Atmosfer di dalam ruangan paviliun itu seketika berubah drastis menjadi sangat padat oleh getaran energi merah muda tak kasat mata yang menghanyutkan sanubari.

Melihat ketampanan surgawi Han Yu yang teramat sempurna dan tidak masuk akal di hadapan matanya, sepasang mata hijau milik Nyonya Liu Xi langsung terbelalak lebar penuh keterpanaan. Seluruh kata-kata makian yang sudah berada di ujung lidahnya mendadak lenyap tak berbekas, digantikan oleh debaran jantung yang berpacu kencang dan rasa sesak yang aneh di dalam dadanya. Ketakutannya terkikis habis dalam sekejap, digantikan oleh rasa kagum yang memabukkan batinnya.

"Nyonya Liu Xi yang jelita, aku datang ke tempat ini bukan untuk melukaimu, melainkan justru untuk melepaskan dirimu dari cengkeraman nasib malang dan ancaman bejat Kapten Ling Feng," ucap Han Yu dengan nada suara yang sangat dalam, lembut, dan merdu, merayap masuk ke dalam indra pendengaran wanita itu layaknya untaian mantra penenang jiwa.

Han Yu melangkah semakin dekat hingga jarak di antara tubuh mereka tidak lagi menyisakan sekat pembatas. Aroma keharuman maskulin alami yang memikat dari tubuh Han Yu langsung menyerang pertahanan batin Nyonya Liu Xi yang sedang berada dalam kondisi rapuh akibat depresi. Sambil mempertahankan senyuman manisnya yang sanggup meluluhkan iman, Han Yu mengulurkan telapak tangan hangatnya, meraih jemari tangan lentik Nyonya Liu Xi dengan sangat lembut namun posesif, lalu mulai menyalurkan stimulasi energi dari teknik Sentuhan Lembut Surgawi secara perlahan.

Sengatan gelombang kenikmatan batin yang sangat dahsyat seketika menjalar melintasi sepanjang jalur meridian tubuh Nyonya Liu Xi begitu kulit mereka saling bersentuhan. Efek instan dari teknik Pengikat Sukma itu bekerja meruntuhkan sisa-sisa dinding pertahanan rasionalnya. Seluruh persendian kakinya mendadak terasa lemas tak bertulang, membuat tubuh matangnya yang montok refleks terhuyung ke depan dan jatuh bersandar sepenuhnya di atas dada bidang Han Yu yang kekar dan kokoh.

"Ah..." Sebuah desah pasrah yang sangat halus dan manis akhirnya lolos dari sela bibir merah Nyonya Liu Xi. Kedua pipinya merona merah padam seperti api yang membara, dan dia sama sekali tidak memiliki daya fisik maupun niat batin lagi untuk mendorong tubuh kekar pemuda asing di hadapannya.

Han Yu menyeringai tampan, menyadari bahwa umpan siasatnya telah menggigit sasaran dengan sangat sempurna. Tangan kirinya bergerak merengkuh pinggang lebar Nyonya Liu Xi dengan erat, mendekap tubuh matang yang kenyal itu rapat-rapat ke dadanya, sementara jemari tangan kanannya perlahan terangkat untuk mengusap air mata yang tersisa di sudut mata wanita itu dengan kelembutan yang memikat hati.

"Ling Feng mengincar tubuh dan sukmamu menggunakan sumpah darah mendiang suamimu, bukan?" Han Yu berbisik tepat di dekat telinga Nyonya Liu Xi, mengembuskan napas hangatnya di sana yang membuat tubuh janda montok itu bergidik hebat menahan gejolak hasrat. "Serahkan seluruh jiwa, raga, dan pengabdian sukmamu kepadaku malam ini, maka aku berjanji akan menghancurkan Ling Feng hingga menjadi tumpukan abu dan membebaskanmu dari penderitaan ini untuk selamanya."

Nyonya Liu Xi mendongakkan wajah matangnya yang jelita, menatap lurus ke dalam sepasang mata hitam pekat milik Han Yu yang kini telah dipenuhi oleh kabut pesona yang mendalam. Rasa trauma, kesepian yang gersang selama bertahun-tahun, serta kebenciannya pada Ling Feng kini telah meleleh sepenuhnya, berganti dengan rasa lapar dan ketertarikan yang luar biasa dalam kepada sang pemuda iblis yang berdiri bagaikan dewa penyelamat di hadapannya.

"Aku... aku bersedia menyerahkan segalanya kepadamu, Tuan..." ucap Nyonya Liu Xi dengan nada suara yang teramat patuh, manja, dan dipenuhi kepasrahan mutlak dari lubuk jiwanya yang paling dalam.

Han Yu tidak menunda waktu lebih lama lagi. Dia langsung membungkukkan tubuhnya, mengangkat tubuh montok Nyonya Liu Xi ke dalam gendongan lengannya yang perkasa, lalu melangkah lebar menuju ke arah dipan sutra di sudut ruangan, bersiap untuk memulai penyelarasan sukma gairah yang baru demi mengunci kesetiaan mutlak sang janda sekaligus menyempurnakan jaring siasat pembalasan dendamnya yang mematikan bagi sang kapten penjaga istana.

1
Blue Manusia Biasa
jujur aja langsung capek mataku lihatnya thor😭 panjang banget paragraf nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!