NovelToon NovelToon
Aku Menyerah!

Aku Menyerah!

Status: tamat
Genre:Pelakor jahat / CEO / Selingkuh / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 5
Nama Author: Brilliante Brillia

Ayra menjalani pernikahan yang tidak pernah benar-benar ia inginkan. Menikah karena perjodohan, ia berusaha menjalani perannya sebagai istri dengan sebaik mungkin. Dan kehamilan yang datang kemudian, justru membuatnya berusaha lebih kuat, meski pernikahan itu perlahan menunjukkan sisi gelapnya.

Saat mengetahui Rayyan mendua, Ayra tidak mendapat pembelaan apa pun. Suaminya justru lebih memilih wanita itu dibandingkan dirinya yang sedang mengandung. Tekanan batin yang berat membuat Ayra mengalami keguguran. Kehilangan anaknya menjadi pukulan terbesar dalam hidupnya.

Dikhianati, disudutkan, dan tidak lagi dihargai, Ayra akhirnya sampai pada titik lelah. Ia menyerah, bukan karena kalah, tetapi karena tak ingin menyia-nyiakan hidupnya untuk bertahan dalam hubungan toxic.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Brilliante Brillia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pikiran Aneh

​"Kita pergi dari sini!" ajak Zavian sambil berdiri.

​"Loh, katanya mau nunggu Mbak Stella di sini?"

​"Saya berubah pikiran. Ayo!"

​Sejenak Zavian mengedarkan pandangannya, memeriksa keberadaan Marissa di restoran tersebut. Namun, sepertinya wanita itu sudah tidak ada.

​"Baguslah," gumamnya dalam hati.

​Zavian mengulurkan tangannya, lalu membimbing Ayra keluar dari restoran setelah ia menyelesaikan tagihan. Tanpa banyak tanya, Ayra pun mengikuti langkah lebar lelaki itu.

Tapi ​Zavian tidak tahu bahwa sebenarnya Marissa masih berada di dalam restoran. Ia hanya sedang ke toilet. Saat kembali dari toilet, Marissa terkejut menyadari meja Zavian dan Ayra sudah kosong. Ia merasa kesal, padahal niatnya hari ini adalah mengikuti ke mana pun mereka pergi.

​"Jangan-jangan mereka akan ke kantor polisi untuk mendatangi Julian?"

​Sejenak ia berpikir, lalu seulas senyum tipis tersungging di bibirnya.

​"Untung saja aku sudah mengultimatum dia. Kalau sampai buka mulut, habislah kau, Julian!" desisnya pelan.

​Setelah itu, Marissa segera menelepon seseorang.

​"Halo. Temui Julian. Katakan ancamanku tidak main-main. Jadi jangan coba-coba buka mulut!"

​Marissa menutup teleponnya secara sepihak. Detik itu juga, ia mengubah kembali raut wajahnya menjadi tenang, seolah tidak pernah terjadi apa-apa.

***

Zavian mengubah tempat pertemuannya dengan Stella menjadi di apartemen pribadinya. Ia tidak ingin pembicaraan mereka terganggu oleh apa pun.

​"Mas, kok ke sini? Mau ngapain?" Ayra mengerutkan kening dengan sorot mata tajam. Kejadian traumatik semalam langsung membayangi pikirannya.

​Zavian mengelus kening Ayra dengan lembut. "Ubah ekspresimu dan jangan punya pikiran macam-macam. Sebentar lagi Stella dan Bryan akan datang ke sini juga."

​"Tapi..."

​"Ayo, turunlah. Saya ini bukan predator," ucap Zavian sambil membukakan pintu untuk Ayra. Dengan ragu, wanita itu menurut. Ia menapakkan kaki jenjangnya di lantai hotmix area parkir.

​"Lambat sekali, ayo cepat!" Zavian menarik tangan Ayra menuju lift.

​Setelah berada di dalam, Zavian menekan angka 56, lantai tertinggi di apartemen mewah itu. Saat tiba di penthouse milik Zavian, Ayra terkagum-kagum melihat kemewahan arsitekturnya. Ia merasa begitu kecil di tengah kemegahan itu.

​"Duduklah!"

​Dengan ragu, Ayra menduduki salah satu sofa. Ternyata, ini adalah sofa terempuk yang pernah ia duduki seumur hidupnya. Sesaat, Ayra kembali berpikiran buruk pada lelaki itu.

​"Sebenarnya dia kerja apa? Rumahnya sangat mewah dan sudah pasti sangat mahal. Apa jangan-jangan dia seorang... pengedar?" Ayra bergidik tanpa sadar.

​Hal itu tak luput dari penglihatan Zavian. Laki-laki itu hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum miring.

​"Pikiranmu kejauhan," ucap Zavian seakan tahu apa yang sedang melintasi kepala Ayra. "Kalau mau minum, kamu bisa ambil sendiri, kan? Anggap saja rumahmu sendiri. Nanti kalau kamu sudah menjadi..."

​Tiba-tiba terdengar bunyi bel, memotong ucapan Zavian. Lelaki itu segera berdiri dan membukakan pintu. Di hadapannya, sudah berdiri Stella dan Bryan.

"Masuk," ucap Zavian singkat sambil membuka pintu lebih lebar.

Stella dan Bryan melangkah masuk ke dalam penthouse. Stella sempat melirik Ayra yang duduk kaku di sofa, lalu memberikan senyum tipis seolah ingin menenangkan. Mereka kemudian duduk di area ruang tamu yang suasananya mendadak dingin.

Zavian tidak basa-basi. Begitu semua duduk, ia langsung menatap tajam ke arah Stella dan Bryan bergantian.

"Siapa laki-laki itu? Siapa yang berani menyentuh Ayra di pesta pertunangan kalian?" tanya Zavian dengan suara rendah namun penuh penekanan.

Stella menggeleng kuat, wajahnya tampak pucat.

"Mas, aku benar-benar tidak tahu siapa dia. Sumpah, aku tidak mengenal laki-laki itu."

"Jangan bercanda. Itu pesta kalian! Kalian yang memegang daftar tamu dan mengontrol semuanya!" bentak Zavian. Suaranya mulai meninggi dan tajam. Tapi Stella tetap bungkam. Ia tak berani mengungkapkan kalau dirinya memiliki kecurigaan pada kakaknya, Marissa

Zavian kini mengunci tatapannya pada Bryan. "Bryan, sebagai tuan rumah, bagaimana bisa ada orang asing menyelinap ke area VIP tanpa terdeteksi tim keamananmu? Kamu bilang semua sudah diatur dengan sempurna."

Bryan mengembuskan napas berat, tampak tertekan.

"Itu yang sedang aku selidiki, Mas. Petugas keamanan bilang semua yang masuk sudah di-scan undangannya. Tapi nama laki-laki itu memang tidak ada dalam data tamu kami. Seolah-olah ada yang memberinya akses khusus."

"Akses khusus?" Zavian menyipitkan mata. "Hanya orang-orang tertentu yang punya akses tanpa harus di-scan."

"Aku serius, Mas," Stella menyela dengan suara bergetar.

"Aku juga bingung. Keamanan tidak akan membiarkan siapa pun lewat tanpa tanda pengenal atau barcode undangan."

Zavian terdiam, rahangnya tampak mengeras. "Kalau dia bukan tamu dan bisa menembus pengamanan ketat kalian, berarti ada seseorang yang sengaja membukakan jalan untuknya."

"​"Jelaskan padaku, Stella. Kenapa rekaman CCTV di koridor toilet itu hilang?" Zavian menuntut dengan nada mengintimidasi. "Aku sudah mengeceknya semalam, dan bagian saat Ayra keluar dari toilet sama sekali tidak ada. Yang tersisa cuma rekaman saat dia masuk, setelah itu kosong. Seseorang sengaja melenyapkannya dari server."

​Zavian mencondongkan tubuh, mengunci tatapannya pada Stella dan Bryan secara bergantian, menuntut kejujuran yang sejak tadi ia cari.

​Stella tertunduk, tidak berani menatap mata kakaknya. Ia mengembuskan napas panjang sebelum akhirnya memberikan pengakuan yang mengejutkan.

​"Aku yang meminta staf keamanan untuk menghapus rekaman di area itu dari server utama, Mas," aku Stella dengan suara yang nyaris tertelan keheningan ruangan.

​Zavian mengepalkan tangan di atas lutut hingga buku-buku jarinya memutih. "Jadi benar kamu pelakunya? Kamu sengaja melenyapkan bukti pelecehan terhadap Ayra?!"

​"Bukan begitu, Mas! Dengarkan dulu penjelasanku," sela Stella cepat, berusaha meredam emosi kakaknya yang mulai meluap. "Aku menghapusnya dari sistem supaya tidak ada orang lain atau staf yang bisa melihatnya. Aku takut kalau Mas Zavian melihat rekaman itu di tengah pesta, Mas akan mengamuk dan keadaan jadi tidak terkendali. Aku hanya ingin menyelamatkan pesta pertunanganku."

​Zavian mendengus sinis, matanya berkilat penuh amarah. "Jadi bagimu, pesta itu jauh lebih penting daripada keselamatan Ayra?"

​"Tentu tidak, Mas! Makanya aku tidak benar-benar membuangnya," Stella buru-buru merogoh tas dan mengeluarkan sebuah flashdisk.

​"Aku sudah memindahkan rekaman aslinya ke sini sebelum kuhapus dari server. Aku menyimpannya sebagai barang bukti kalau Mas memang mau memperkarakannya nanti. Aku hanya menunggu waktu yang pas untuk memberikannya padamu."

​Zavian tidak menyahut. Ia langsung menyambar flashdisk itu dari tangan Stella dengan gerakan kasar.

Zavian menggenggam flashdisk itu erat-erat. Tatapannya beralih pada Ayra yang masih tampak tegang, lalu kembali pada Stella dan Bryan.

"Ayo berangkat!" ucap Zavian pendek sambil bangkit dari duduknya.

"Ke mana, Mas?" tanya Stella bingung, sementara Ayra hanya menatapnya dengan penuh tanda tanya.

Zavian meraih kunci mobilnya di atas meja dengan gerakan cepat.

"Kita ke kantor polisi. Saya ingin menemui laki-laki yang menyerang Ayra semalam. Sekarang!"

Stella dan Bryan saling pandang, lalu ikut berdiri dengan patuh. Sebagai pihak yang mengadakan pesta pertunangan tersebut, mereka juga meras bertanggung jawab untuk membantu Ayra dan Zavian dalam menyelesaikan tragedi itu.

Zavian kemudian memberikan isyarat agar Ayra mengikutinya. Tanpa banyak bicara, ia melangkah lebar menuju pintu keluar. Di dalam kepalanya, ia sudah menyusun rencana untuk mengorek keterangan dari laki-laki itu, sekaligus mencari tahu siapa yang sudah sengaja membukakan jalan baginya.

1
antha mom
keren 👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Nurlisa
cerita nya bagus Thor, sempet ke hapus aplikasi ini jadi baca dr awal🤭
antha mom
judul novel "aku menyerah" tapi yang dibaca serasa film action yang pemeran utama nya Marissa 🤣🤣
Brilliante Brillia: itu berarti anda tidak memahami isinya. 🤣🤣
total 1 replies
Suhadi
thor, jangan bikin nama sama thor, kirain Marissa si pengacara sama orangnya sama adik ipar zavian..
Suhadi
nggak apa lah jdi janda muda, toh udah dapat duit..buat cari laki baru, kamu yg bodoh Rayyan...😄😄😄🤭🤭
Suhadi
suka perempuan pintar kayak gini, drpd yg meninggalkan rumah tanpa bawa apa2, cuma bawa daster rombeng karna harga diri, bravo ayra...💪💪
Lendra
ceritanya bagus, tapi tidak semua tokoh ahirnya diceritakan. seperti rayyan dan anindya ahirnya seperti apa, ibu, ayah serta adik2nya rayyan, tapi keseluruhannya aku suka
Inooy
ini cerita bagus banget klo menurut aq, kenapa?? karena ini novel perdana bagi ka othor tp udh bagus bangeeett...👍👍
kebanyakan nya novel perdana yg pernah aq baca, hampir 75% amburadul, selain alur nya loncat2 banyak bertebaran typo yg bikin kepala puyeng..d tambah terkadang cerita nya suka kluar jalur....
tp yg iniiii,,bintang 5 rasa nya kurang utk sekelas novel perdana..cerita nya bagus, alur nya jelas minim typo lg pokok nya totalitas bgt cerita nya,,dn yg bikin aq suka bangeeett..cerita generasi selanjut nya d bikin satu novel, g kaya novel2 lain yg suka bikin cerita tersendiri..yg terkadang bikin aq males baca nya....😁
dengan cerita sebagus ini, aq curiga nih kaka othor nya lulusan bahasa ato penulis prof...🤭

makasih banyak2 kaka udh bikin karya sebagus ini, aq benar2 terhibur walaupun d bikin tegang dengan kesadisan nya 😁
sukses teroos y kaa dn semangat teroos bikin cerita2 indah nya 💪🙏❤️❤️❤️❤️❤️
Inooy
akhir nya tamat jg!!!
aq suka banget cerita nya, d awal aq pernah mengatakan klo nih cerita baru aq temuin karena tokoh utama nya seorang praktisi hukum..ternyata ini novel kedua


aq yg cerita nya beda dengan novel kebanyakan, yg pertama aq baca yg punya nya ka Icha..maaf y ka Ichaaa 🙏🤭
Brilliante Brillia: kl itu gak tau
total 3 replies
Inooy
koq aq ngebayangin Kenzie itu bocil imut yg jatuh hati ama mama Ayra 🤭..aq selalu gagal fokus d saat Kenzie panas2an ama Alara 😁

sumpah ka othor..otak aq g bisa d ajak kerjasama niih klo urusan nya ama Kenzie yg skarang 😂
Inooy
baru kemarin Kenzie manggil Ayra tante cantik,,skarang udh sah jd suami wanita cantik....
hidup g ada yg tau, kemarin Kenzie masih manja2an ama mama Ayra..masih suka ngintilin mama Ayra, skarang udh harus bertanggung jawab akan hidup seorang wanita cantik yg berpredikat istri.....
sebelum predikat mu berubah jd seorang suami,,tingkah mu terkadang nyeleneh..skarang jadilah seorang suami yg penuh tanggung jawab, contohlah papa Zavian,,skalipun banyak wanita cantik yg menggoda..tp hati papa Zavian hanya utk mama Ayra....

seneng nya aq, akhir nya Kenzie mendapatkan wanita selevel mama Ayra 🥰
Inooy
devinisi wanita g bersyukur kamu mah Sheer, hidup harus selalu d atas, kerjaan nongkrong d kafe dn shooping, tiap hari foya2 g mo ngebantu kerjaan suami...🤦‍♀️
sejelek jelek nya celengan semaaar, uups!!! dia itu suami mu Sher..kamu bisa hidup enak jg karena Gagah walaupun d jadiin istri yg k-3,,tp setidak nya kamu g terlunta lunta d jalanan..apalagi kamu jg udh d pecat ama Kenzie, lagian biarpun celengan semar dia g perhitungan lhoo,,yg penting kamu jd istri penurut!!

emg y klo dasar nya sombong dn suka ngerendahin orang, d kasih celengan semar jg g bersyukur,,padahal dia bisa memenuhi smua kebutuhan mu Sher..apalagi klo kamu nya penurut, kamu bisa jd kesayangan nya celengan semar lhoo 🤭
Inooy
gitu dong Aal,,jangan pernah menolak pria yg benar2 tulus terhadap qta..apalagi kluarga nya menyambut qta dengan tangan terbuka tanpa meliat dr mana qta berasal...dengan kamu menerima Kenzie, k depan nya kamu bakalan bahagia 🥺

inilah buah dr kesabaran mu Al,,Kenzie yg jatuh cinta ama kamu tanpa syarat..kluarga nya pun mo menerima kamu tanpa melihat status kamu...bonus nyaaa, Kenzie bukan pria sembarangan!!!
Ds Phone
akhir nya dapat jumpa ibu nya
Ds Phone
muking betul itu anak nya
Ds Phone
berlagak lagi dalam hidup
Yunita Sophi
klo dulu jujur apa kamu masih mau manerima Ayra...
Ds Phone
kena lah terima
Ds Phone
semua nya jadi tongan terbalik
Ds Phone
dia betul betul buat apa yang di acakap
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!