Ricko pria tampan kaya raya ini mencintai wanita yang dia lihat di lampu merah. Pandangan pertamanya membawa dia ke jalan yang di ridho'i Allah.
Izza, seorang wanita muslim yang taat pada agama dan keyakinannya, membuat para pria jatuh hati kepadanya.
Ricko terkenal pria nakal dan juga sering mempermainkan banyak wanita, kini ia sedang mengejar wanita yang membuat dirinya jatuh hati.
Ia memutuskan untuk mendekati Izza, namun hal itu tidak berhasil, untuk membuat Izza terpesona sama ketampanan dan juga rayuannya.
Ricko langsung terketuk hatinya, ia ingin menjadi mualaf. Namun, hal itu di tentang besar oleh keluarganya sendiri.
Apakah Ricko bisa menaklukan hati Izza, untuk menjadikan istrinya? Apakah Ricko bisa membujuk keluarganya termasuk kedua orangtua-nya untuk menjadi mualaf.
Nantikan kisah mereka di episode yang akan datang! jangan lupa baca, like komen dan vote, terima kasih!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naura Shafa mahbubah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Di usir
Di kantor Izza merasa tidak nyamaman atas kehadiran Leo, ia rasanya ingin pulang saja, membuat dirinya merasa mual dan juga sangat kesal.
"Kamu, ke sini mau ngapain Leo, kita sudah tidak ada urusan lagi." Ucap Izza memalingkan wajah.
"Aku tau kita sudah tidak ada hubungan lagi, asal kamu tau Izza! aku belum bisa melupakan mu, dan mohon maafkan aku?" ujar Leo sambil melipat tangannya memohon ke pada Izza.
"Sudah aku katakan pada mu Leo, dulu aku sangat mencintaimu! hingga aku percaya sepenuhnya padamu. Tapi apa yang kamu balas rasa sayang ketulusan dan cintaku padamu? hanya di balas pengkhianatan! dan sekarang kamu memohon meminta aku balikan lagi sama orang yang sudah menghancurkan aku? itu tidak benar, aku sudah menutup hatiku untukmu Leo." Jawaban Izza tegas hingga membuat Leo marah dan langsung keluar ruangan Izza.
"Pokoknya aku akan terus mengejar cintamu lagi Izza, aku sangat mencintaimu?" Seru Leo dan langsung pergi dari kantor Izza.
Izza sangat kesal atas ucapan Leo yang dia lontarkan, karena dia hidupnya dulu seperti tidak ada kehidupan. Dan sekarang Izza sudah bangkit dan menjadi lebih baik melupakan kenangan masa lalu yang kelam, membuat Izza kesal atas perlakuan Leo.
"Semena-mena sekali dia mengatakan itu, aku tidak akan terjerumus ke dalam jurang yang sama lagi Leo, bagiku kamu adalah masa kalau yang sangat suram." Izza langsung bergegas pergi untuk pulang ke rumah, karena memang sudah waktunya pulang.
🌸🌸🌸
Di kediaman Ricko
'
Kini Ricko sudah sampai di depan rumahnya yang gede dan luas, mobil mewah ada di mana-mana.
Ia keluar dari dalam mobil menghembuskan nafasnya kasar, ia tidak tau harus memulai dari mana untuk meminta ijin bahwa ia mau menjadi mualaf.
Namun tekadnya yang kuat ia berani mengatakannya, langkah demi langkah ia memasuki rumah yang sangat besar dan juga mewah. Terlihat di dalam rumah ada banyak keponakan kakak ipar dan juga mamah Ricko.
Tekadnya yang bulat membuat Ricko berani dan yakin atas keyakinannya yang akan ia pegang nanti. Deburan jantung membuat Ricko menahan nafasnya, Ia langsung menghampiri mamah tercintanya.
Segala resiko akan ia terima demi tekad yang kuat. Membuat Ricko membayangkan wajah Izza dan ia langsung to the poin.
Ricko duduk dan langsung memeluk mamahnya, Ia terus mulai sama inti pembicaraannya, karena untuk bertele-tele itu tidak mengasyikan.
"Mah, aku mau membicarakan hal yang penting, dan menyangkut masa depan Ricko." Ujar Ricko sambil menundukan kepalanya.
Mamahnya merasa heran apa yang di katakan Ricko anakknya membuat mamahnya tidak mengerti. Ia kemudian menjawab pertanyaan anaknya.
"Apa yang mau katakan sayang? coba katakanlah?" Seru mamah Ricko membuat ricko mengangkat kepalanya dan langsung mengatakan semuanya.
"Mah, ijinkan Ricko menjadi seorang mualaf, ricko pengen masuk islam dan berkumpul bersama ustadz dan orang-orang yang shaleh.
Berasa petir di siang bolong, ucapan anaknya menggetarkan seluruh badannya. Mamahnya hanya berdiam tidak percaya atas keputusan anaknya yang di ambil itu, kemudian ia mulai angkat bicara.
"Apa yang kamu katakan sayang, mau menjadi mualaf mamah tidak mengerti apa yang kamu ucapkan? apa ada orang yang menyuruhmu pindah keyakinan? siapa orang itu dan katakan?" mamahnya mengucapkan itu terlihat sorot matanya membuat mamahnya menangis.
"Tidak ada yang memaksa Ricko, tapi ini adalah keputusan Ricko sendiri, sebetulnya Ricko mencintai wanita muslimah. Namum ia tidak mau menikah kepada seorang lelaki yang beda keyakinan. Maka dari itu, Ricko mohon agar mamah papah, dan juga yang lainnya mengijinkan Ricko menjadi mualaf, agar bisa mendapatkan wanita shalehah itu" Ricko bertekuk lutut di hadapan Mamahnya.
Derai air mata Mamahnya membuat Ricko yang melihatnya juga menangis, mamahnya langsung marah dan tidak setuju atas pengakuan anaknya itu.
"Kamu, sekarang pergilah, dan tidak boleh kerumah ini lagi, mamah cuma memberimu uang yang sekarang kamu pegang dan langsung bawa pakaianmu dari sini! mobil kamu yang dua mamah sita. ATM mu Mamah sita, kembalikan kuci mobil dan ATM mu sekarang, bawalah uang yang kamu ada di dompetmu.
Ucapan mamahnya membuat Ricko tidak percaya apa yang di katakan mamahnya. Tapi Ricko menyetujuinya langsung, ia berdiri dan juga memberikan pasilitas yang di minta Mamahnya.
Ricko hanya pegang uang 500 ribu rupiah kes, ia kemudian membawa baju-bajunya dari kamar memakai koper.
Ia tidak menyangka bawah Mamahnya akan mengusir dari rumahnya dan mengambil semua pasilitas yang ada.
kemdiian Ricko mencium mamahnya tapi di tepis oleh mamahnya dan membuang muka.
"Kamu akan Mamah coret dari hak waris Ricko. Jadi pikirkanlah baik-baik." Ujar mamah ricko sambil berlalu pergi.
Tapi keyakinannya membuat ia teguh dan tidak goyah, ia pergi membawa baju dan uang hanya 500 ribu rupiah.
Ricko menangis di perjalanannya, ini membuatnya sangat tidak percaya bahwa Mamahnya akan Setega ini kepada dirinya.
"Maafkan aku mah, Ricko akan membuktikan bahwa Ricko mampu dan bisa bertahan hidup tanpa di pasilitas dari kalian. Tapi Ricko masih menyayangi kalian." Ujar Ricko sambil menatap rumah megah itu.
Kini Ricko tanpa tujuan, ia bingung harus pergi kemana. Ia baru ingat, tadi siang ia ke mesjid Dan ia pun langsung menaiki ojeg pergi ke mesjid yang sore ia kunjungi.
Di perjalanan Izza merasa sangat kesal atas kedatangan Leo yang tiba-tiba mengajak balikan dan langsung mengajaknya menikah. Ini membuatnya pusing dan kesal, Izza langsung memarkirkan mobilnya di depan rumah, ia membuka mobilnya dan menuju rumah, ia mengetuk pintu, mengucapkan salam.
Mamahnya bergegas menghampiri anaknya itu, terlihat sekali raut wajah anaknya membuat ibunya mengerti.
Izza langsung duduk di sofa, ia menanyakan hal tentang Leo kepada ibunya.
"Bu, apakah Leo tadi datang ke sini? mengapa dia memaksa Izza untuk balikan lagi sama dia! Izza tidak mau Bu, Izza sudah terlanjur menghapus masa lalu Izza dan kenangan Izza." Ujar Izza sambil menatap ke arah ibunya yang tengah duduk diam di samping anaknya.
"Tidak sayang, bila kamu tidak mau menerimanya lagi, itu terserah kamu. Ibu cuma bisa mendoakan mu saja nak" Terang ibu Hanna.
kemudian Izza memeluknya dan lansgung berterima kasih atas dukungan ibunya yang tidak memaksa dirinya untuk menerima leo kembali.
Izza masuk ke dalam kamar, ia mengingat besok hari juma'at dan ia ada janji sama Ricko. Mereka akan membagikan kotak nasi gratis untuk pakir miskin yang ada di jalanan.
Izza meraih ponselnya, ia menghubungi Ricko namun tak kunjung Ricko angkat. Pikir Izza mungkin Ricko sedang sibuk, Ia langsung mengurungkan niatnya untuk mengirim chat pesan pad Ricko.
Pakir ❌. Fakir. ✅
Sipat ❌. Sifat ✅
ga ada bawang nya
bacanya biasa aja kakak 🙏