Di Dunia Bela Diri, kekuatan adalah kebenaran mutlak dan kelemahan adalah dosa tak berampun.
Ye Xuan, jenius nomor satu yang pernah dibanggakan oleh klannya, jatuh ke dasar jurang penderitaan setelah dikhianati oleh orang yang paling ia percayai. Meridiannya diputuskan, kultivasinya dihancurkan, dan ia dibuang ke Tebing Mayat untuk membusuk bersama rongsokan dan tulang-belulang.
Namun, di saat napas terakhirnya hampir berhembus, darahnya mengaktifkan sebuah artefak misterius dari zaman purba.
[Ding! Sistem Ekstraksi Surgawi telah aktif!]
Kini, seluruh alam semesta adalah harta karun bagi Ye Xuan.
Menyentuh pedang berkarat? Mengekstrak Niat Pedang Tertinggi!
Menemukan mayat monster tingkat rendah? Mengekstrak Garis Keturunan Binatang Buas Kuno!
Mengamati musuh yang sedang berlatih? Mengekstrak Teknik Rahasia Langsung ke Tingkat Sempurna!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17: Memakan Iblis Purba
Aura Puncak Alam Inti Emas (Golden Core) menghancurkan segala pilar batu di dalam Istana Pewarisan. Gelombang kejut beraura darah menyapu ke segala arah, mengikis lantai pualam hitam menjadi debu.
Di udara, Niat Pedang jahat itu bermanifestasi menjadi sesosok raksasa humanoid setinggi sepuluh meter. Tubuhnya sepenuhnya tersusun dari ribuan pedang patah yang berlumuran darah kuno. Dua matanya yang menyala merah menatap Ye Xuan dengan rasa lapar yang telah terpendam selama tiga ribu tahun.
"SEORANG KULTIVATOR PONDASI SPIRITUAL?" Suara Iblis Pedang Kuno itu terdengar seperti logam rongsokan yang digesekkan satu sama lain, menggema menyakitkan di telinga. "BAGAIMANA BISA TUMBAL YANG MEMBANGKUNKANKU BEGITU LEMAH? TAPI TAK APA... DAGINGMU AKAN MENJADI MAKANAN PEMBUKAKU!"
Raksasa iblis itu mengangkat lengan kanannya yang berupa kumpulan pedang raksasa, lalu menebaskannya ke arah Ye Xuan.
Lautan Pedang Berdarah!
Seketika, lautan kabut darah meledak menjadi ribuan bilah pedang tajam yang menghujani Ye Xuan dari segala arah. Setiap pedang darah itu membawa kekuatan yang cukup untuk membunuh seketika seorang kultivator Pondasi Spiritual Lapis Kesembilan. Inilah kekuatan mutlak dari Alam Inti Emas!
Namun, di tengah badai kiamat itu, Ye Xuan berdiri tegap. Matanya yang gelap memantulkan cahaya merah mematikan.
"Makananku sedang berusaha memakanku? Sungguh ironis," seringai Ye Xuan menyeringai buas.
Ye Xuan menyarungkan kembali Pedang Embun Beku ke punggungnya. Melawan entitas berukuran raksasa yang tidak memiliki titik vital fisik normal, tebasan pedang biasa tidak akan efektif. Ia membutuhkan kontak langsung!
"Kulit Tembaga Tulang Besi, Tubuh Tirani Tulang Emas, Tubuh Pedang Nirwana... Aktifkan hingga batas maksimal!"
BOOOOM!
Cahaya perunggu-keemasan meledak dari tubuh Ye Xuan, menciptakan perisai berbentuk lonceng emas di sekitarnya. Ribuan pedang darah yang menghujaninya bertabrakan dengan perisai emas itu.
TRAAANG! TING! TING! KRAAAK!
Lantai di bawah kaki Ye Xuan hancur lebur membentuk kawah sedalam lima meter, namun tubuh Ye Xuan tidak bergeser satu inci pun. Perisai emasnya retak di bawah tekanan Inti Emas, dan beberapa pedang darah berhasil menggores kulitnya, meninggalkan luka tipis yang langsung sembuh dalam hitungan detik berkat Atribut Pemulihan Spiritual miliknya.
"APA?!" Mata merah raksasa itu membelalak, terkejut melihat seekor semut Lapis Keenam bisa menahan serangannya tanpa hancur menjadi kabut darah.
"Waktuku!"
Ye Xuan tidak membiarkan Iblis itu berpikir. Ia menginjak tanah dengan kekuatan ledakan, memicu Langkah Bayangan ke tingkat ekstrem. Tubuhnya berubah menjadi seberkas cahaya emas kehitaman, melesat menembus badai pedang darah langsung menuju dada sang Iblis!
"KAU MENCARI MATI, BOCAH!"
Iblis Pedang Kuno meraung, membuka mulutnya lebar-lebar untuk menembakkan meriam laser energi darah korosif.
Namun, Ye Xuan sudah berada di depan dadanya. Ia tidak berniat menyerang atau menghindar. Ia langsung membenamkan kedua telapak tangannya ke dalam pusaran pedang darah di dada raksasa itu, tepat di mana fluktuasi energi paling padat berada.
Rasa sakit yang luar biasa menyengat kedua tangannya seolah direbus dalam lahar. Jutaan helai Niat Pedang iblis mencoba mencabik-cabik meridian Ye Xuan dari luar.
"Ekstrak. EKSTRAK SEMUANYA!" raung Ye Xuan, matanya memancarkan kegilaan murni.
[Ding! Mendeteksi Entitas Energi Purba: 'Iblis Pedang Kuno (Puncak Inti Emas)'.]
[Peringatan! Tingkat energi target melampaui batas aman Inang!]
[Memaksa Ekstraksi Overload! Waktu yang dibutuhkan: 10 Detik!]
"Sepuluh detik?! Dantianku bisa meledak!" batin Ye Xuan.
Namun, Akar Spiritual Melahap Surga di dalam tubuhnya seolah merasa tertantang. Akar spiritual tingkat Surga itu berputar dengan kecepatan gila, menciptakan pusaran lubang hitam yang rakus. Energi darah dan Niat Pedang dari tubuh raksasa itu mulai tersedot paksa masuk ke dalam tubuh Ye Xuan.
"A-APA YANG KAU LAKUKAN PADAKU?!"
Iblis Pedang Kuno itu panik. Ia menyadari bahwa energinya—yang telah ia kumpulkan selama tiga ribu tahun—tersedot keluar seperti bendungan yang bocor. Raksasa itu memukul punggung Ye Xuan dengan kedua tinjunya yang masif.
BAM! BAM!
Ye Xuan memuntahkan darah segar, organ dalamnya bergeser. Namun, telapak tangannya tetap menempel kokoh di dada Iblis layaknya lintah surgawi.
[8 detik... 7 detik...]
[Mengekstrak Energi Niat Iblis... Memurnikan menjadi Qi Murni!]
"LEPASKAN AKU, MANUSIA SIALAN! AKU AKAN MELEDAKKAN INTI EMASKU DAN KITA MATI BERSAMA!" Raksasa itu meraung putus asa, dadanya mulai memancarkan cahaya merah menyilaukan, bersiap untuk menghancurkan diri sendiri.
"Kau bahkan tidak punya hak untuk mati di hadapanku!" Ye Xuan menggigit giginya yang berlumuran darah. Ia menyalurkan Niat Pedang Kehancuran dari dalam tubuhnya, bukan untuk menyerang, melainkan untuk disuntikkan langsung ke dalam Inti Iblis itu guna menghentikan proses ledakannya.
Niat Kehancuran menghancurkan sirkuit Qi iblis tersebut dari dalam, membuat cahaya merah yang akan meledak meredup seketika!
[3 detik... 2 detik... 1 detik...]
[Ekstraksi Berhasil!]
WUUUUUSSSSHHH!
Suara lolongan kematian menggema di seluruh makam. Tubuh raksasa setinggi sepuluh meter yang tersusun dari ribuan pedang berdarah itu hancur berantakan. Pedang-pedangnya berubah menjadi debu abu-abu, dan jiwa Iblis Kuno itu ditelan seutuhnya ke dalam ketiadaan.
Istana Pewarisan mendadak hening.
Ye Xuan jatuh dengan satu lutut di tanah. Ia memuntahkan darah hitam—darah kotor dari luka internalnya—namun senyum di wajahnya sangat lebar dan buas.
Di dalam lautan kesadarannya, notifikasi Sistem meledak bagaikan kembang api festival.
[Memperoleh: 250.000 Poin Qi Murni!]
[Memperoleh: Niat Pedang Pembantaian Darah (Tingkat Surga - Dasar)!]
[Memperoleh: Inti Iblis Inti Emas (Item Kuno)!]
[Sintesis Otomatis Diaktifkan! Qi Murni membanjiri Danau Spiritual...]
[Selamat! Kultivasi Inang menerobos ke Alam Pondasi Spiritual Lapis Ketujuh!]
[Selamat! Kultivasi Inang menerobos ke Alam Pondasi Spiritual Lapis Kedelapan!]
[Selamat! Kultivasi Inang menerobos ke Puncak Alam Pondasi Spiritual Lapis Kesembilan!]
BZZZZT! BOOOOM!
Sebuah pilar energi berwarna emas keunguan meledak dari tubuh Ye Xuan, menembus atap istana dan membelah langit ungu Makam Pedang Kuno. Fluktuasi auranya begitu dahsyat hingga membuat pilar-pilar batu di dalam istana retak.
Ye Xuan menarik napas dalam-dalam. Luka di tubuhnya sembuh seketika saat Danau Spiritual di Dantiannya kini meluap dengan cairan Qi murni yang tebal.
Hanya selangkah lagi... hanya butuh satu langkah kecil lagi, ia akan memadatkan cairan itu menjadi sebuah Inti Emas sejati!
Dalam waktu kurang dari dua minggu sejak ia dibuang sebagai sampah cacat di Tebing Mayat, Ye Xuan telah merangkak hingga ke Puncak Pondasi Spiritual, menatap langsung ke pintu gerbang Alam Inti Emas!
"Kekuatan ini... sangat memabukkan," Ye Xuan berdiri perlahan. Ia mengepalkan tinjunya, merasakan bahwa ia kini bisa meremukkan Iblis tadi hanya dengan satu pukulan tanpa perlu bersusah payah.
Ye Xuan mengusap sisa darah di sudut bibirnya dan menatap ke arah jurang di tengah ruangan, tempat Iblis itu disegel. Formasi di lantai telah pudar, kehilangan tenaganya.
Tiba-tiba...
Wuuung...
Sebuah resonansi Niat Pedang yang sangat suci, murni, dan sama sekali tidak mengandung kejahatan bergema di dalam istana. Dari atas langit-langit yang berlubang akibat pilar energinya, turun setitik cahaya putih bagaikan bintang jatuh.
Cahaya itu mendarat di tengah jurang formasi dan perlahan bermanifestasi menjadi sosok hantu transparan seorang pria paruh baya berjubah putih bersih. Pria itu memiliki alis setajam pedang dan memancarkan wibawa yang membuat pedang di seluruh alam rahasia ini tertunduk patuh.
Itu adalah sisa Kehendak Roh (Soul Remnant) dari Sang Pemilik Makam: Kaisar Pedang Langit Misterius.
Hantu Kaisar Pedang itu melayang di udara, matanya yang bijaksana memindai sekeliling ruangan yang hancur berantakan, menatap debu Iblis Pedang, lalu menatap Ye Xuan yang masih dikelilingi oleh Niat Pedang hitam yang ganas.
"Menarik..." Suara Kaisar Pedang itu mengalun tenang, seolah berbicara dari dimensi lain. "Aku meninggalkan segel iblis itu sebagai ujian terakhir yang mustahil. Jika ada jenius yang bisa mencapai istana ini, mereka harus menggunakan akal dan formasi pewarisan yang kutinggalkan untuk memurnikannya."
Kaisar Pedang itu menatap Ye Xuan dengan senyum tipis yang penuh ketidakpercayaan.
"Namun kau, Generasi Muda... Kau tidak menyucikannya. Kau memakannya hidup-hidup dengan kekuatan fisik dan Dao mematikan yang tak bisa kumengerti."
Ye Xuan tidak gentar menghadapi sisa roh dari seorang Kaisar masa lalu. Ia berdiri tegak, membalas tatapan itu dengan santai.
"Aku selalu percaya pada efisiensi, Senior," jawab Ye Xuan datar. "Memurnikannya butuh waktu lama. Memakannya memberikan hasil instan. Sekarang, di mana warisannya?"
Hantu Kaisar Pedang itu tertawa lepas mendengar kesombongan Ye Xuan.
"Hahaha! Bagus! Para kultivator faksi lurus selalu membosankan dengan kemunafikan mereka, sementara faksi iblis terlalu liar tanpa otak. Kau memiliki kekejaman seorang iblis namun ketenangan dan fisik yang menyerupai dewa."
Kaisar Pedang mengangkat tangannya. Sebuah kotak batu giok kecil melayang keluar dari jurang, terbang perlahan menuju Ye Xuan.
"Di dalam kotak ini, terdapat Benih Dao Pedang milikku, serta peta menuju sisa pecahan jiwaku di Alam Roh Atas," ucap Kaisar Pedang perlahan. "Siapa pun yang menyerapnya akan mewarisi semua pemahamanku tentang hukum pedang. Namun, dengan jalan Dao Kehancuran yang kau pilih, benih suciku mungkin akan bentrok dengan metodemu."
Ye Xuan menangkap kotak giok tersebut.
Tentu saja Benih Dao itu akan bentrok jika ia menggunakannya secara normal. Tapi bagi Sistem Ekstraksi Surgawi, tidak ada yang namanya "bentrokan energi"—semuanya hanyalah bahan sintesis untuk berevolusi!
"Aku akan mengurus masalah itu sendiri, Senior," Ye Xuan menyimpan kotak itu ke dalam Cincin Spasialnya.
"Kau sungguh arogan, Junior," Kaisar Pedang itu memudar perlahan, waktu keberadaannya sudah hampir habis setelah segel iblis terbuka. "Bawalah warisanku. Guncang dunia ini. Dan jika suatu saat kau berhasil naik ke Alam Roh... temukan tubuh utamaku."
Wuuush.
Hantu itu menghilang menjadi serpihan cahaya, meninggalkan Ye Xuan sendirian di dalam Istana Pewarisan yang sunyi.
Ye Xuan menatap ke arah pintu keluar istana. Di luar sana, di luar Makam Pedang Kuno ini, Tetua Agung Zhao Wu pasti masih mencari-cari pembunuh cucunya. Dan di sekte-sekte lain, para petinggi pasti menyadari bahwa jenius andalan mereka telah musnah.
Masa-masa bersembunyi sebagai "murid desa" telah usai.
"Zhao Wu... kau menyuruhku mati di Tebing Mayat," bisik Ye Xuan, matanya berkilat mematikan saat ia melangkah keluar dari istana. "Kini aku akan membawa Tebing Mayat itu ke Puncak Inti Emasmu."