NovelToon NovelToon
Incaran Sang Dokter Bedah

Incaran Sang Dokter Bedah

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Identitas Tersembunyi
Popularitas:11.1k
Nilai: 5
Nama Author: CovieVy

Satu bulan menikah, IPTU Milka harus menelan kenyataan pahit. Kesetiaannya dibalas pengkhianatan keji oleh sang suami, Vando, yang diam-diam bermain gila dengan sahabatnya sendiri.

Hancur dan menangis di trotoar dengan seragam dinasnya, Milka tak tahu bahwa air matanya disaksikan oleh Theo, pria dari masa lalu yang kini menjadi Dokter Bedah genius sekaligus penguasa sindikat bawah tanah.

Pria yang dulu mundur demi kebahagiaan Milka, kini murka melihat wanita impiannya disia-siakan. Lewat jaringan gelapnya, Theo bergerak cepat menguliti kebusukan Vando dan Irana.

Bagi Theo, menyerahkan suami pengkhianat ke jalur hukum saja tidak cukup. Pria yang telah membuat Milka menangis ... harus merasakan kekejaman pisau bedahnya!

"Biar hukum bekerja lewat tanganmu, Milka. Tapi untuk pria yang menyakitimu ... izinkan aku yang membereskannya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23. Yang Dinanti

Sudut bibir Theo terangkat tipis. "Akhirnya dia yang datang sendiri ke sini."

Melihat semburat bahagia di wajah sang Boss, Bonar menyunggingkan senyum jahil.

"Apa perlu jadwal operasi besok dialihkan ke dokter lain, Boss?"

Theo menggeleng pelan. "Tidak perlu. Operasi besok tetap aku yang menangani."

Ia meraih jas dokternya yang tergantung di sandaran kursi. "Pasien tidak boleh dirugikan hanya karena urusan pribadiku."

Bonar mengangguk-angguk sambil terkekeh. "Jadi ... ini kebetulan yang sudah Boss rencanakan?"

Theo tersenyum tipis. "Aku hanya tidak ingin membuat dia mengira semua ini adalah permainan yang sengaja kubuat."

.

.

Sore harinya, Milka sengaja pulang lebih awal.

Ia yakin, Vando pasti mulai mencurigai dirinya. Ia membutuhkan alibi agar Vando meragukan perkiraannya sendiri. Bagaimanapun juga, mereka telah saling mengenal selama bertahun-tahun. Pertemuan kecil seperti tadi saja, tentu akan membuat Vando merasa mirip dengan istrinya.

Karena itulah, Milka kembali memainkan perannya sebagai penyidik yang harus memiliki kemampuan mengelabui pihak terduga.

Meski Irana pernah mengejek kemampuan memasaknya, setidaknya ia masih bisa membuat telur dadar dan beberapa masakan sederhana.

Malam itu, Vando baru tiba di rumah sekitar pukul sembilan.

Tentu saja ... Sebelumnya ia baru saja menghabiskan waktu bersama Irana, di salah satu hotel di kota ini.

Begitu memasuki rumah, langkahnya terhenti.

Di atas meja makan telah tersaji beberapa hidangan sederhana yang masih tertutup tudung saji.

Pandangan Vando kemudian beralih ke arah sofa. Milka tertidur pulas di sana dengan televisi yang masih menyala pelan.

Vando berjalan mendekat. Tatapannya berhenti cukup lama pada wajah sang istri.

"Apa benar yang ada di kantor tadi itu, kamu?" gumamnya lirih.

"Ah, tak mungkin!' elaknya sendiri.

"Sepertinya kamu pulang jauh lebih awal. Bahkan, kamu masih sempat memasak dan menungguku pulang."

Sesaat kemudian ia mengembuskan napas pelan. Alih-alih membangunkan Milka, ia memilih berjalan menuju kamar.

Sementara itu...

Kelopak mata Milka perlahan terbuka. Rupanya sejak tadi ia belum benar-benar tertidur. Ia hanya memejamkan mata. Tatapannya kosong menatap langit-langit rumah.

'Bahkan ... dia tidak pernah berpikir membawaku masuk ke kamar.'

Perlahan ia menarik selimut tipis hingga menutupi tubuhnya.

.

.

Keesokan paginya, saat langit masih diselimuti warna kelabu, Milka telah meninggalkan rumah. Ia tidak lagi peduli apakah Vando sudah bangun atau masih terlelap.

Fokusnya kini hanya satu. Penyelidikan. Dengan membawa surat tugas, Milka menuju Rumah Sakit AD Medical.

Petugas administrasi menyambutnya dengan ramah. "Selamat pagi, Bu."

"Pagi."

"Sebelumnya kami sudah menerima pemberitahuan dari pihak kepolisian."

Milka mengangguk. "Saya ingin bertemu dengan pihak yang menangani proyek pengadaan alat kesehatan."

Petugas itu membuka jadwal di layar komputernya. "Direktur Utama sedang mengikuti rapat dengan jajaran manajemen."

Milka mengangguk pelan.

"Namun..." Petugas itu kembali melanjutkan. "Untuk urusan teknis proyek medis, Ibu juga dijadwalkan bertemu dengan Direktur Pelayanan Medis."

"Sayangnya beliau masih berada di ruang operasi."

"Silakan menunggu sebentar," pinta sang petugas.

"Baik." Milka duduk di bangku putih yang berada di lobi, tak jauh dari ruang operasi yang dimaksud.

Tanpa sadar pandangannya berkeliling. "Kalau tidak salah, Kak Theo bekerja di rumah sakit ini."

Ia teringat pertemuan mereka beberapa waktu lalu dengan Theo di lantai puncak, memenuhi undangan makan malam sebagai istri Vando.

Segala kelakuannya kembali terlintas dalam benak Milka. Di masa sekolah, Theo yang tega menghardiknya kala salah gerakan di ruang latihan ekskul taekwondo. Kegiatan-kegiatan OSIS yang kayak sengaja mencoel dagunya lalu kabur. Dan kejadian-kejadian aneh akhir-akhir ini.

"Kak Theo di mana ya? Apa dia udah berangkat kerja?" Kepalanya berputar-putar mengharap kehadiran satu sosok itu.

Tanpa terasa, waktu terus berlalu.

Saat melihat jam tangan, jarumnya telah menunjukkan pukul setengah sembilan.

Berarti hampir tiga jam ia menunggu.

~Kruuuk...~

Perutnya langsung memprotes.

Milka meringis kecil.

"Sebentar lagi."

"Setelah urusan selesai, aku pasti kasih kamu makan."

Tak lama kemudian, pintu ruang operasi terbuka.

Beberapa keluarga pasien segera berdiri menghampiri. Seorang dokter bertubuh tinggi keluar sambil melepaskan sarung tangan bedahnya.

Masker dan penutup kepala operasi perlahan dilepas. Rambutnya tampak sedikit berantakan. Meski begitu, senyum hangat tetap menghiasi wajahnya.

"Alhamdulillah, operasinya berjalan lancar, Bu."

"Kita doakan bersama semoga proses pemulihan suami Ibu juga berjalan baik."

Tangis haru keluarga pasien langsung pecah.

Milka yang menyaksikan dari kejauhan ikut tersenyum.

Pemandangan seperti itu selalu mengingatkannya pada sang ibu yang dahulu juga bekerja di dunia kesehatan sebelum akhirnya memilih fokus mengurus keluarga.

Namun, senyumnya perlahan memudar. Matanya membelalak.

Dokter yang baru saja keluar dari ruang operasi itu, adalah orang yang ada dalam pikirannya. Theodore Arnov Darmawan.

Jantung Milka berdegup lebih cepat.

'Jangan-jangan...'

'Direktur Pelayanan Medis yang dimaksud tadi ...'

'Kak Theo?'

Seolah baru menyadari keberadaan seseorang yang memperhatikannya, Theo mengangkat wajah.

Tatapan mereka bertemu. Mata Theo sedikit membulat.

"Milka?"

Milka ikut terkejut.

"Kak Theo?"

Untuk sesaat...

Waktu seakan berhenti di antara keduanya.

*bersambung*

1
MomyWa
plin plan amat lu jang, cemen
MomyWa
apa yg kau takutkan vando? lu udah bikin anak, tp egoisnya masih mau sm prawan
MomyWa
namanya yg haram emang gitu
MomyWa
lokasi dikawal penuh sama theo
MomyWa
emang kapan kamu nangis?
Dewi kunti
dah tak bagi vote ya,up lagi dong
Dewi kunti: aamiin,,semangaaaattt
total 2 replies
Anbu Hasna
karma beut ya...
dulu bapaknya Theo nyusahin Bapaknya Milka, sekarang Milka nyusahin Theo, tapi gpp, Theo suka direpotin Milka 🤣🤣🤣
Anbu Hasna: Anda yg bikin Theo jadi merepotkan diri 🤣🤣
total 2 replies
Dewi kunti
berpapasan,jangan dipisah itu bukan pengulangan kata pas😤
SoVay: iye iye, ini udeh dganti buguyu 🙈
total 3 replies
MomyWa
main tebak2an siapa yg duduk itu? si black cobra apa white scalpel?
MomyWa
wkwkwkw...gombalannya mameeen, pengen diinget terus
MomyWa
bagi Milka, Theo 'B' aja 😂
Aidil Kenzie Zie
Naga di suruh awasi Bu Polisi malah kehilangan jejaknya 😡😡😡 siap-siap kena amuk Bos mu 🤭🤭🤭
SoVay: pasti dijagain juwita hatiku ❤️
total 1 replies
MomyWa
ke mana dong milka setelah kabur dr rumah?
SoVay: ke suatu tempat ❤️
total 1 replies
MomyWa
gmn nih, kok smpai kecolongan?
MomyWa
hahaha, senyam senyum dia
MomyWa
tidak semudah itu ferguso
Dewi kunti
klo dinovel mafia nya ganteng2 ,body bagus2, klo didunia nyata ganteng standar perut buncit🙈🙈🙈🙈🙈
Dewi kunti: yg selera yg pingin dunia nya aman🙈🙈🙈🙈
total 4 replies
MomyWa
suka karakter cewennya gak menye2.. perselingkuhan dibuat kayk myelidikin ksus pmbunuhan 🤪
MomyWa
pengen nyanyi: maju tak gentar, mengusir sitanggang 🤪
MomyWa
gak jd dapat, cerai ja, mumpung baru seumur jagung
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!