NovelToon NovelToon
Kembali Ke Masa Muda, Tak Lagi Mengejarmu

Kembali Ke Masa Muda, Tak Lagi Mengejarmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Transmigrasi / Mengubah Takdir
Popularitas:553.4k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Selama enam tahun, Kinara hidup sebagai istri dari Zergan Airlangga, seorang direktur sekaligus CEO muda yang dikenal dingin, tegas, dan sulit didekati. Pernikahan mereka bukanlah kisah cinta yang indah, melainkan hasil perjodohan dua keluarga besar.
Sejak awal, Kinara mencintai Zergan seorang diri. Ia bertahan dengan harapan bahwa suatu hari hati suaminya akan luluh. Namun, harapan itu tak pernah menjadi kenyataan. Bagi Zergan, hatinya telah terkubur bersama wanita yang pernah ia cintai dan telah meninggal dunia. Kehilangan itu mengubahnya menjadi pria yang dingin, acuh, dan tak pernah benar-benar melihat keberadaan Kinara sebagai istrinya.
Hingga sebuah kejadian tak terduga mengakhiri segalanya.
Saat membuka mata, Kinara mendapati dirinya kembali ke masa lalu saat usianya baru dua puluh tahun dan masih duduk di bangku kuliah. Ia kembali ke waktu sebelum perjodohan itu terjadi, sebelum enam tahun penuh luka dan penantian.
Kali ini, Kinara bertekad mengubah takdirnya. Ia tidak

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31

Bau amis darah dan udara pengap yang berdebu menjadi hal pertama yang merayap masuk ke indra penciuman Zergan. Perlahan, kesadarannya terkumpul kembali. Rasa sakit yang teramat sangat berdenyut hebat di bagian belakang kepalanya, membuat pandangannya sempat mengabur beberapa saat sebelum akhirnya fokus sepenuhnya.

​Zergan mencoba menggerakkan tangannya, namun nihil. Ia tersentak saat menyadari bahwa dirinya saat ini sedang duduk di atas sebuah kursi kayu usang, dengan tali tambang tebal yang melilit erat tubuh dan kedua tangannya ke belakang. Ketika ia mengedarkan pandangan ke samping kanan dan kirinya di dalam ruangan remang-remang yang tampak seperti gudang terbengkalai itu, jantungnya berdegup kencang.

​Mereka bertiga diikat berdampingan, dengan posisi Zergan berada tepat di tengah-tengah. Di sebelah kirinya, Haura masih terkulai lemas dengan kepala tertunduk. Sementara di sebelah kanannya, Kinara rupanya sudah tersadar sejak tadi.

​Kinara tidak membuang waktu untuk meratapi keadaan. Di balik punggungnya, jemari tangan Kinara yang gemetar dan lecet-lecet terus bergerak dengan gesit, mencoba mencari celah kelonggaran pada simpul tali tambang yang mengikat pergelangan tangannya. Gesekan kulitnya dengan tali yang kasar itu terasa sangat perih hingga meneteskan darah, namun Kinara tetap mengatupkan bibirnya rapat-rapat, menahan rasa sakit demi keselamatan mereka.

​"Nara..." bisik Zergan dengan suara parau yang tertahan.

​"Jangan banyak bergerak, Zergan. Tali ini sangat kuat, tapi aku sedang mencoba melonggarkannya," sahut Kinara dengan bisikan yang teramat pelan namun penuh determinasi, tanpa menoleh sedikit pun karena fokus pada tangannya.

​Tak lama kemudian, sebuah erangan lirih terdengar dari sisi kiri. Haura mulai menggerakkan kepalanya perlahan, membuka matanya yang sembap. Begitu menyadari dirinya berada di tempat asing dengan tubuh terikat, kepanikan langsung mendera gadis itu.

​"Z-Zergan? Kita di mana? Aku takut... hiks..." Haura langsung menangis histeris, menatap kekasihnya dengan tubuh yang bergetar hebat.

​Braaakkk!

​Pintu besi gudang itu ditendang kasar dari luar. Dua orang preman berbadan tegap dengan masker hitam masuk, memegang bilah pisau lipat yang berkilat tajam di bawah temaram lampu gantung. Atmosfer di dalam ruangan seketika berubah mencekam.

​"Hahaha, akhirnya kalian bangun juga!" seru salah satu preman dengan suara parau yang berat. Ia melangkah mendekati mereka, memainkan pisau lipatnya tepat di depan wajah Haura, membuat gadis itu menjerit ketakutan dan menyembunyikan wajahnya di bahu Zergan yang terikat.

​"Kalian siapa sebenarnya? Siapa yang menyuruh kalian?!" sentak Zergan dengan tatapan mata elang yang mematung, mencoba melindungi Haura dengan tubuhnya yang terikat.

​"Kamu tidak perlu tahu siapa bos kami, Tuan Muda Airlangga," sahut preman lainnya sambil terkekeh sinis. "Yang jelas, tugas kami hari ini adalah melenyapkan salah satu dari dua wanita di sampingmu ini untuk memberi pelajaran pada keluargamu. Kira-kira... siapa yang harus kami bunuh duluan, ya? Perempuan manja ini, atau perempuan yang sok jagoan di sebelah kananmu?"

​Mendengar ancaman pembunuhan itu, Kinara seketika terdiam membeku. Logikanya berputar cepat, menyadari betapa berbahayanya situasi ini karena mereka sama sekali tidak memiliki petunjuk tentang siapa dalang di balik semua ini. Sementara itu, Haura kian pecah dalam tangisannya, terus meratap dan memanggil nama Zergan dengan suara tersendat-sendat, memohon agar mereka dilepaskan. Zergan hanya bisa mengatupkan rahangnya rapat-rapat, dadanya bergemuruh hebat karena tidak berdaya menyaksikan kekasihnya ketakutan.

​"Bos bilang beri mereka waktu sebentar sebelum kita mulai eksekusi," ucap salah satu preman, kemudian mereka berdua melangkah keluar dari gudang dan mengunci pintunya kembali dari luar.

​Begitu pintu tertutup, Kinara langsung bergerak lebih cepat. "Zergan, Haura, dengarkan aku. Kita harus kabur sekarang sebelum mereka kembali!" ucap Kinara tegas. Dengan satu sentakan kuat yang mengorbankan kulit pergelangan tangannya hingga terkelupas, Kinara akhirnya berhasil meloloskan satu tangannya dari ikatan tali. Dengan cepat, ia melepaskan sisa tali di tubuhnya, lalu merangkak mendekati kursi Zergan untuk membuka ikatan tali pria itu.

​Namun, belum sempat simpul tali Zergan terbuka sepenuhnya, suara langkah kaki yang terburu-buru kembali terdengar dari luar. Pintu besi terbuka lagi secara mendadak. Kedua preman itu kembali masuk lebih cepat dari perkiraan.

​"Sialan! Perempuan ini lepas!" teriak salah satu preman melihat Kinara.

​Sebelum Kinara bisa menghindar, salah satu preman langsung menendang tubuhnya hingga terlempar ke lantai. Preman lainnya, yang merasa kesal karena kelalaian mereka, langsung melimpahkan kemarahannya pada Zergan yang masih terikat setengah longgar di kursi.

​Bhaakkk! Sreeett!

​Tanpa ampun, preman itu melayangkan pukulan mentah ke wajah Zergan berkali-kali. Tidak sampai di situ, ia menancapkan pisau lipatnya ke bahu Zergan dan menggoresnya dengan kejam. Jeritan kesakitan tertahan keluar dari bibir Zergan. Darah segar berwarna merah pekat seketika merembes deras, membasahi kemeja putih yang dikenakannya hingga robek.

​"Zergaann!!!" Haura yang melihat pemandangan mengerikan itu secara langsung—melihat darah yang mengalir deras dari tubuh kekasihnya—seketika mengalami syok berat. Wajahnya pucat pasi, pandangannya berputar, dan sedetik kemudian kepalanya terkulai lemas. Haura pingsan di atas kursinya karena tidak sanggup melihat darah dan kekerasan tersebut.

​Melihat Zergan yang terus disiksa secara brutal hingga napasnya tersengal-sengal dan Haura yang sudah tidak sadarkan diri, pertahanan ego Kinara runtuh seketika. Air mata yang sejak tadi ia tahan akhirnya tumpah membanjiri wajahnya. Rasa takut kehilangan Zergan untuk kedua kalinya di kehidupan ini membuat jiwanya terguncang.

​Kinara merangkak di atas lantai yang kotor, mendekati kaki preman yang sedang memukuli Zergan. Ia mencengkeram celana preman itu dengan tangan yang bersimbah darahnya sendiri, bersimpuh pasrah seraya menangis tersedu-sedu.

​"Hentikan... aku mohon hentikan!" jerit Kinara di sela tangisannya yang histeris, suaranya terdengar begitu parau dan memilukan. "Jangan siksa dia lagi! Lepaskan Zergan... aku mohon lepasin dia! Siksa saja aku, bunuh aku sebagai gantinya, tapi tolong biarkan dia tetap hidup! Aku mohon..."

​Kinara menangis sejadi-jadinya, memohon dengan sisa harga dirinya yang hancur, menatap wajah Zergan yang mulai sayu menahan sakit dengan tatapan penuh luka yang teramat dalam.

1
Syalari sholeh
kinara bela haura tapi haura mesra sama arsen klo ketahuan gmn? sama saja kinara bela yg salah
momo2
wah kak serius karyamu enak bgt buat di baca,menarik n dapet emosinya.Cuma mohon di koreksi di atas ttg status Arsen,soalnya kadang saudara tiri,kadang saudara kandung dan bahkan jadi sepupu dan please lanjutkan sampe end
MamDeyh
/Tongue//Tongue//Tongue/
Pa Muhsid
belah duren nya jadi ga sih🤔, udah empat atau lima bab muter aja disekitar belah duren, kalau emang gak bisa sini kita bantu doa
Nia nurhayati
lanjuttttt
Ibelmizzel
kren kinara
Uthie
😁😁😁😁😁😁
Ibelmizzel
apakah zergan mati juga dan hidup kembali💪
Atik Kiswati
next....
Ibelmizzel
sakit...😭😭😭😡😡😡
mom's Azril
lanjut up
Erni Kusumawati
Nara nasibmu kenapa tragis terus sih😭😭😭😭
Erni Kusumawati
ternyata si Arsen dan Haura berkomplot utk menjatuhkan Zargen..wah konspirasi besar ini,semoga Nara dpt membantu Zargen membuka mata melihat kebusukan pacar dan kakak kandungnya sendiri
Erni Kusumawati
keren Nara..keren👏👏👏
Erni Kusumawati
keren Nara..aku suka dg ketegasanmu walaupun semua itu baru bisa terjadi di kehidupan keduamu ya
Mak Nab
trbaik
Uthie
mantappp dehh 😏👍
Atik Kiswati
next....
Nurain Bajuka
ngspsin berkorban sampe mati cinta bole bodo jgn
Nurain Bajuka
biarkan saja nasib si laki2 yg buat kamu sakit hati biar mantanya mati ap kek yg penting selamatkan saja dirimu sendiri d menjauuh dr laki2 itu d rubah hidupmu biar bahagia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!