NovelToon NovelToon
TERJERAT OBSESI ELZIO

TERJERAT OBSESI ELZIO

Status: tamat
Genre:Obsesi / One Night Stand / CEO / Percintaan Konglomerat / Office Romance / Tamat
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

"Dendanya lima miliar rupiah, Clara. Atau... kamu tanda tangani kontrak tiga tahun jadi asisten pribadi saya!"
Berniat kabur dari masa lalu dan hidup mandiri, Clara justru terjebak dalam jaring laba-laba Elzio Mahendra—CEO tampan, kaya raya, dan obsesif yang tak mempan digertak. Hanya demi mengikat Clara di sisinya, Elzio tak ragu membeli perusahaan tempat Clara melamar dan menjeratnya dengan kontrak denda bernilai fantastis.
Segala cara Clara lakukan agar Elzio ilfil—mulai dari bersikap super galak, memboroskan uangnya, hingga kabur naik KRL. Namun, bukannya menyerah, sang CEO gila justru makin gila dan posesif padanya.
Di tengah intrik perjodohan elit dan trauma masa lalu yang menghantui, akankah Clara berhasil bebas dari jerat denda lima miliar, atau justru akhirnya bertekuk lutut dalam pelukan sang CEO?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 29

"Udah selesai dramanya?" tanya Elzio lembut setelah pintu lift tertutup rapat, merapikan helai rambut Clara yang sedikit berantakan.

​Clara menghela napas panjang, membiarkan tubuhnya bersandar sepenuhnya di dada bidang sang suami. "Udah. Dan jujur, rasanya lega banget, El. Kayak ada batu besar yang akhirnya keangkat dari pundak gue."

​"Baguslah," bisik Elzio rendah, mengecup puncak kepala Clara. "Mulai hari ini, hidup kamu cuma milik kita. Tidak ada lagi masa lalu, tidak ada lagi orang-orang toxic itu."

​"Iya, Pak Pemilik AetherCorp," ejek Clara pelan sambil mencolek dada Elzio dengan jarinya. "Mentang-mentang sekarang udah jadi suami sah, ngomongnya makin posesif ya."

​"Memang dari dulu saya posesif, sweetheart," sahut Elzio tanpa rasa bersalah. "Kamu baru sadar sekarang?"

​Clara terkekeh renyah. Suasana di dalam lift yang tadinya suram akibat kejadian di rumah sakit kini mencair seketika berkat kehangatan yang diberikan Elzio.

​Dua minggu kemudian.

​Sebuah pesta pernikahan tertutup namun megah digelar di salah satu pulau pribadi milik keluarga Mahendra di Kepulauan Seribu. Tidak ada sorotan media massa atau selebritas bayaran; hanya ada keluarga terdekat, Anya dan Arka, serta sahabat-sahabat terpercaya mereka.

​Di dalam kamar pengantin berdesain modern luxury yang menghadap langsung ke laut biru, Clara berdiri di depan cermin besar. Balutan gaun pengantin putih berhiaskan ribuan kristal Swarovski memeluk indah tubuh rampingnya.

​Klek.

​Pintu kamar terbuka. Elzio melangkah masuk dengan setelan tuksedo hitam klasik yang membuatnya tampak begitu sempurna dan memukau. Mata tajam pria itu terpaku seketika pada sosok Clara di depan cermin.

​"Clara..." panggil Elzio pelan, langkah kakinya mendekat tanpa suara.

​Clara memutar tubuhnya, tersenyum manis ke arah Elzio. "Gimana? Gaunnya gak terlalu berlebihan kan, El? Aku udah bilang ke perancangnya buat bikin yang sederhana aja."

​Elzio menggeleng pelan. Kedua tangannya melingkar mesra di pinggang Clara, menarik tubuh wanita itu rapat-rapat ke dadanya.

​"Kamu selalu terlihat sempurna di mata saya, sweetheart," bisik Elzio serak, menatap lekat-lekat manik mata wanita yang kini resmi menjadi istrinya. "Bahkan kalau kamu pakai kaus oblong compang-camping pun, saya tetap pengen kurung kamu di kamar."

​"Ih, mulai lagi otak mesumnya!" cibir Clara, meski pipinya merona merah merona. "Ini sebentar lagi acara intinya mau mulai, Elzio! Tamu-tamu udah pada nunggu di bawah!"

​"Biarkan mereka menunggu," balas Elzio santai. "Waktu saya sekarang sepenuhnya milik istri sah saya."

​"Dasar CEO pemaksa!" tawa Clara pecah, menangkup wajah Elzio dengan kedua tangannya. "Udah, yuk turun. Nanti Arka heboh nyariin atasannya yang ilang gara-gara bucin."

​Elzio mendengus pelan, namun akhirnya mengangguk. "Baiklah, Nyonya Mahendra. Tapi setelah resepsi selesai, saya pastikan kamu tidak bisa jalan-jalan lagi selama seminggu."

​"Elziooo!" teriak Clara gemas, memukul bahu suaminya.

​Pria itu justru tertawa lepas—sebuah tawa renyah yang belum pernah didengar siapa pun di dunia bisnis sebelum dia mengenal Clara.

​Pesta resepsi berjalan sangat meriah namun tetap hangat. Tawa dan canda bertebaran di bawah temaram lampu gantung kristal yang memantulkan cahaya di atas pasir pantai.

​"Clara! Selamat ya, sahabatku tercinta!" seru Anya histeris begitu melihat Clara mendekat, langsung memeluk sahabatnya itu erat-erat. "Gak nyangka banget! Dari cewek galak di kafe, sekarang jadi nyonya besar konglomerat!"

​"Anya, kampret banget doanya!" protes Clara sambil tertawa, membalas pelukan Anya. "Lu malah sengaja kan kerja sama si Elzio buat ngerjain gue dari awal?"

​Anya menyengir lebar tanpa dosa. "Hehe, maaf ya sweetheart! Tapi instruksi suami lu itu mutlak! Lagian hasilnya kan bagus, lu dapet pangeran paling tajir se-Asia!"

​Di sisi lain, Arka yang berdiri di samping Elzio mengangkat gelas champagne-nya.

​"Selamat atas pernikahannya, Pak Elzio," ucap Arka dengan nada datarnya yang khas. "Akhirnya sandiwara 'pria bangkrut' ini resmi ditutup dengan happy ending."

​Elzio menyesap minumannya, melirik sekilas ke arah Clara yang sedang tertawa bersama Anya. "Terima kasih, Arka. Tanpa bantuan kamu mengurus semua kekacauan itu, mungkin sekarang saya sudah dilempar panci sama Clara."

​"Itu sudah risiko pekerjaan saya sebagai asisten setia, Pak," jawab Arka tenang. "Omong-omong, jadwal bulan madu Anda ke Swiss sudah saya atur mulai besok pagi."

​"Bagus," simpul Elzio mantap. "Jangan ada yang ganggu saya selama sebulan ke depan. Perusahaan serahkan ke wakil direktur."

​"Siap, Bos."

​Tak lama kemudian, acara puncak berupa dansa pertama pasangan pengantin pun dimulai. Alunan musik romantis mengalun lembut di bawah langit malam bertabur bintang.

​Elzio membawa Clara ke tengah lantai dansa. Tangan kokoh sang pria mendekap pinggang Clara dengan lembut, sementara tangan lentik Clara bertengger sempurna di bahu tegap Elzio.

​"Lagi mikirin apa, sweetheart?" bisik Elzio di dekat telinga Clara saat mereka berdansa mengikuti irama.

​"Gue masih mikir..." Clara mendongak, menatap mata hitam pekat Elzio lekat-lekat. "...hidup gue berubah drastis banget dalam beberapa bulan terakhir. Dari cewek yang hancur karena dikhianati, sampai sekarang berdiri di sini jadi istri lu."

​Elzio tersenyum tipis, mengecup kening Clara penuh takzim.

​"Karena takdir memang merancang kamu untuk saya, Clara," bisik Elzio mutlak. "Semua luka yang kamu alami dulu, itu cuma cara semesta mempersiapkan kamu buat jadi ratu di hidup saya."

​"Gombal!" cibir Clara, tapi bibirnya tersenyum sangat manis. "Tapi... makasih ya, El. Makasih udah nekat ngejar-ngejar gue walaupun tadinya gue ketusin setengah mati."

​"Kalau bukan karena saya nekat, mungkin sekarang kamu udah jadi milik orang lain," balas Elzio posesif. "Dan itu tidak akan pernah saya biarkan terjadi."

​"Iya deh, iya, Tuan Posesif," tawa Clara renyah.

​Elzio mendekatkan wajahnya, memangkas jarak di antara mereka hingga hidung keduanya bersentuhan.

​"Saya cinta sama kamu, Clara Mahendra," bisik Elzio lembut tepat sebelum bibir mereka menyatu dalam sebuah ciuman panjang yang manis di bawah kelap-kelip lampu pantai dan deru ombak malam itu.

​"Aku juga cinta sama lu, Elzio Mahendra," balas Clara di sela ciuman mereka.

​Dan di detik itu, lembaran baru kehidupan mereka resmi dimulai—tanpa kebohongan, tanpa keraguan, hanya ada cinta mutlak yang mengikat dua jiwa hingga akhir hayat.

1
umie chaby_ba
mampir thor..🙏
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak 🙏🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!