Kegelapan dan Cinta sangat cocok untuk menggambarkan cerita ini. Karakter utamanya adalah seorang pemuda bernama Hayakawa Yugioh.
Ia bertemu dengan tiga gadis cantik di tempat yang berbeda-beda. Kuroyuki Yukino (Stasiun Kereta), Minazuki Reina (Klub Voli), dan Hanamori Airi (Hujan Badai).
Yugioh membantu semuanya untuk menyelesaikan masalah hidup masing-masing. Seiring berjalannya waktu, ketiganya mulai jatuh cinta padanya.
Dimulai dengan mengancamnya menggunakan benda tajam, menguntitnya ke manapun ia pergi, dan paling parah mengajaknya mati bersama.
Diakhir... Mereka mengajukan pertanyaan yang intinya: 'Siapa yang akan ia pilih untuk menjadi istrinya?.'
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A Giraldin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1.5: Stasiun Tokyo
Maaf ya! Membuatmu harus membayarnya. Yahh... ini juga ide dari papa dan mamamu. Kau bisa menerimanya bukan, Anak yang dibenci keluarganya sendiri, Hayakawa Yugioh!
“Aku memberimu waktu dua hari. 200 ribu yen bisa kan!”
Mendengar jumlah uang yang banyak itu membuatnya melirik ke arah pria tampan satunya lagi.
Pakaian T-shirt + Short terlihat cocok baginya. Mungkin, karena kulitnya putih halus, memakai pakaian walau sejelek apapun pasti kelihatan cocok untuknya.
Matanya hazel keemasan dan tatapannya mengundang rasa misterius. Dalam sekejap, begitu dilihat oleh Yugioh, segala macam senyum jahat dikeluarkan serentak.
Semua itu juga, ditutupi oleh penampilan lugunya, jadinya tak bisa dilihat secara pasti oleh Yugioh.
“A-apakah aku bisa dikasih waktu lebih, D-daisuke-san?”
“Tidak bisa nak. Kau tahu sendiri kan! Sedikit melenceng saja dari perintah, nasibmu bakal bagaimana?”
Aku tak bisa mengelak pertanyaan tersebut. “Y-ya. Ba-baiklah, tenang saja. Bakal ku bayar dalam waktu dua hari, hehehe.”
Hayakawa Yugioh, adik dari istriku Yui. Padahal dia masih anak SMA lho! Apakah mereka sebenci itu padanya?
Orang baik memang tak pernah bisa hidup damai di dunia ini ya! Dalam hal usia juga sama.
Orang jahat hidupnya lama di dunia, sebaliknya bakal bentar banget. Itu adalah siklus normal dalam kehidupan.
Dan juga... sepertinya sudah waktunya istriku ngomong sesuatu padanya. “Yugioh!! Kakak bilang apa sebelumnya!?”
Dengan panik, ia jadi ngomong grogi membungkukkan kepalanya. “Ja-jangan menentang perintah kakak-kakak iparku. Ma-maaf sebesar-sebesarnya, D-daisuke-san, A-aoyama-san!”
Keduanya cuman tersenyum tipis dan menyembunyikan rasa tawa besar masing-masing di dalam hati sembari melirik ke sana kemari.
Yukino kembali normal dan langsung melirik ke segala arah hingga bagian akhir tertuju pada perkumpulan keluarga Yugioh.
Ia tersenyum manis awalnya saat melihatnya cukup keren, namun gelagat kelakuannya makin aneh.
Yugioh diakhir membungkukkan badannya dan itu membuatnya kelihatan marah yang disembunyikan tatapan kejamnya.
“Apa yang mereka lakukan padanya?”
Dengan langkah kaki cepat, Yukino berjalan menuju tempat Yugioh yang terlihat sedang direndahkan.
Ketika berada di belakangnya, Yukiko tiba-tiba saja deredere-nya kembali. “Hayakawa-kun, kau sedang apa?”
Ah! Aku lupa dia ada di sini. Semoga saja, Kuroyuki-san tidak mendengarkan pembicaraan singkat tadi.
Ha-harusnya nggak bakalan kan! So-soalnya, dia sibuk di dunianya sendiri dalam beberapa waktu.
Ya-yaah... kalau semisalnya dengar, ti-tinggal ku luruskan saja permasalahan ini. Mu-mungkin... diam dan menyingkir aja deh, hehehe.
Yugioh pun berhenti membungkukkan badan dan dengan cepat menyingkir ke sebelah kiri tanpa menjawab pertanyaannya. Yukino begitu berdiri sejajar bersamanya, ia mengeluarkan aura ekstrovert super cerah pada semuanya.
“Halo semuanya!” tangan kanannya diangkat sebagai bentuk sapaan ringan. “Namaku Kuroyuki Yukino. Statusku... entahlah. Mungkin bisa dianggap temannya saja, hehehe.”
Alasan memaksa untuk berkunjung ke rumahku ternyata tidak banyak. Mengenalkan diri sebagai teman ya! Hahaha, pilihan bagus.
Lalu... A-ada apa dengan kedua kakak ipar?
Kedua kakak iparnya terlihat tercengang sampai tidak bisa berhenti bernapas cepat saking terpana serta cinta pada tampilan luarnya.
Di-dia cantik banget!! Jika dibandingkan dengan Yui, kencatikannya kalah jauh. Ka-kalau temannya, ha-harusnya seumuran kan!
Ke-kenapa bisa sampai ada karya secantik ini di dunianya!? Aku nggak terima! Harus ku beli berapapun harganya.
Goroichi sepertinya membuka salah satu rahasia kecil.
Awawawa, bak lukisan di kamar mandiku, di-dia begitu indah! Seperti sebuah taman surga dunia nyata.
Hehehe, kalau bisa bersamanya, sepertinya aku bisa bahagia. Sebelum Goro bodoh membelinya, lebih baik langsung saja.
“Berapa hargamu!?”
Sia*an! Kedua kakak iparku akan membelinya. Ga-gawat! Sebagai para pria tampan, a-apakah aku bisa membuatnya selamat di situasi ini? Ka-kalau dibiarkan dan mereka bosan, Kuroyuki-san bakal mengalami hidup penuh siksaan.
Ba-bagaimana ini?? Mu-mungkin untuk sekarang, aku akan mendengarkan jawabannya dulu.
“Aku itu nggak dijual. Lalu... kalian tadi lagi pada ngomong apa dengan Hayakawa-kun? Kelihatan cukup serius. Ah! Apa aku menganggu? Ma-maaf ya! Mu-mungkinkah, diriku pulang saja!”
Begitu mendengar hal tersebut, kedua kakak ipar Yugioh panik dan langsung sujud menghadapnya. “Ma-maafkan kami berduaa!!!”
Yukino tersenyum tipis. “Ahahaha, tenang saja. Aku menerima segala gurauan kok. Oh benar! Tante cantik, apa tujuanmu mengundangku ke sini? Sebenarnya, tujuanku cuman ingin mengenalkan diri sebagai temannya. Walau baru, tapi tak disangka ternyata kami sekolah di tempat yang sama. apalagi usia pun nggak jauh berbeda. Kebetulan yang keren kan!”
Yesss...!!! kayaknya aku memang bisa membuatnya menghasilkan banyak uang. Yosha!! Yugioh! Sisanya, mama serahkan padamu!
Entah kenapa, situasi di sini semakin aneh. Tapi... untungnya, Kuroyuki-san tidak menganggap perkataan tadi serius.
Bagusnya juga, dia menolaknya dan aku kaget sekali, melihat kakak-kakak iparku sujud kepadanya.
Lalu... Kuroyuki-san sebenarnya orang baik atau jahat? Se-semoga saja, perkataannya benar.
Hehehe, dengan begitu temanku bertambah menjadi dua. Oh benar! di kelas, selama setahun yang di mana bulan besok harus kembali ke asrama, diriku cuman punya satu teman sekaligus sahabat saja.
Dia pria yang sangat baik dan aku senang setiap kali mengobrol dengannya. Mungkinkah, lama-kelamaan aku juga bakal senang, semisal Kuroyuki-san serius dengan perkataannya?
Aku tidak tahu, tapi kalau misalnya benar, kebahagiaanku bakal bertambah cukup banyak.
“Ku-kuroyuki-san, bi-biar ku perkenalkan dulu keluargaku padamu!”
Ia mengangguk senang dan sepertinya aku bisa mengenalkannya padanya.
“Di depanmu, namanya Aoyama Eisuke. Aoyama-san, adalah kakak ipar keduaku. Lalu, sebelahnya lagi adalah kakak ipar pertama, Daisuke-san. Daisuke Goroichi.”
Begitu mendengar penjelasanku yang belum tamat ini, diriku berhenti ngomong sejenak, karena dia tampak melirik keduanya dengan santai.
“Aoyama-san dan Daisuke-san, bisakah kalian berhenti sujud padaku! Posisi kita jauh berbeda kan! Aku hanya seorang siswi dan kalian adalah orang dewasa.”
Perkataannya tidak salah dan... tunggu!? Dia bilang, sekolah di tempat yang sama sepertiku kan! Mu-mungkin cuman salah dengar kali ya! Soalnya, selama ini aku belum pernah dengar ada artis yang sekolah di SMA Nishitani.
Mungkin karena nggak terlalu suka berita, jadinya tak pernah ku dengar. Yahh... terserahlah. Semoga saja, dia bercanda.
Kalau beneran, entah kenapa aku merasa sesuatu yang buruk bakalan terjadi padanya.
“Ba-baikk...!!!”
Dengan lantang, keduanya duduk santai dan kondisi tubuh masih sama kayak sebelumnya.
Beralih dari situ, Yugioh melanjutkan: “Di sebelah kananmu adalah mamaku, Hayakawa Honoka dan kakak pertamaku, Hayakawa Yui.”
Hayakawa Yui. Mata hitam terang, kulit mulus, dan pakaian kasualnya terlihat sangat cocok untuknya.