NovelToon NovelToon
TUNGKU EKSTRASI SURGAWI

TUNGKU EKSTRASI SURGAWI

Status: tamat
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Slice of Life / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:7.1k
Nilai: 5
Nama Author: samsu234

Dihina karena dantiannya cacat, Xiao Bai mendadak mendapatkan Tungku Ekstraksi Surgawi—sebuah artefak gaib yang berfungsi sebagai sistem mutlak. Tanpa perlu berkultivasi dengan cara biasa, ia bisa mengekstrak esensi monster, tumbuhan obat, hingga pusaka kuno menjadi pil murni tanpa cacat! Dari seorang sampah yang diinjak-injak, Xiao Bai bangkit mengekstrak langit dan bumi untuk menjadi penguasa tunggal yang tak tertandingi.

#Romance #Drama #Adventure #Kultivasi #Sistem #Overpowered #BalasDendam #Action-Fantasy

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samsu234, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ruangan yang Sama

# TUNGKU EKSTRAKSI SURGAWI

"Petunjuk apa yang kau maksud?" Xiao Bai bertanya, suaranya masih bergetar menahan gejolak harapan yang nyaris tak sanggup ia kendalikan. "Di mana ibuku sekarang?"

Wanita berjubah hitam itu menatapnya lama, seolah mempertimbangkan seberapa banyak yang boleh ia ungkapkan. "Sebelum aku menjawab, aku perlu mengonfirmasi sesuatu terlebih dahulu." Ia menoleh ke arah Li Ling'er yang berdiri diam sejak tadi, mengamati percakapan itu dengan wajah pucat. "Nona, aku mendengar kau pernah masuk ke sebuah ruangan terlarang di kediaman ayahmu, ruangan yang menyimpan pusaka-pusaka kuno paling dirahasiakan keluarga Li."

Li Ling'er tersentak, matanya melebar. "Bagaimana kau tahu soal itu?"

"Organisasi kami memiliki mata dan telinga di lebih banyak tempat daripada yang bisa kau bayangkan," jawab wanita itu tanpa menjelaskan lebih jauh. "Yang ingin kuketahui adalah: di ruangan itu, selain benda-benda pusaka yang biasa dipajang, apakah kau pernah melihat sebuah bilik tertutup—semacam ruang kecil terpisah, mungkin tersembunyi di balik salah satu dinding, yang selalu ditandai dengan segel khusus yang bahkan tetua sekte sendiri tidak diizinkan membukanya sembarangan?"

Wajah Li Ling'er berubah pucat pasi. Ia menoleh cepat ke arah ayahnya. "Ayah... bilik di sudut paling belakang ruangan itu. Aku ingat menanyakannya saat pertama kali masuk, dan Ayah bilang itu adalah 'tempat penyimpanan yang belum saatnya dibuka', dan melarangku mendekatinya lebih jauh."

Seluruh darah di wajah Master Sekte Agung seketika lenyap, digantikan oleh keterkejutan murni yang jarang sekali terlihat pada sosok berwibawa itu. "Bilik itu," gumamnya, suaranya bergetar hebat, "adalah warisan yang telah disegel oleh tetua-tetua pendahuluku, jauh sebelum aku lahir. Aku sendiri tidak pernah diberi izin untuk membukanya—hanya diperintahkan untuk menjaganya, menurunkannya kepada penerus berikutnya, tanpa penjelasan lebih lanjut selain bahwa isinya 'terlalu berbahaya untuk dibuka sembarangan sebelum waktunya'."

Wanita berjubah hitam itu mengangguk pelan, seolah baru saja mengonfirmasi sesuatu yang telah lama ia curigai. "Itu jawabannya," katanya, suaranya kini penuh dengan bobot yang mengubah seluruh suasana ruangan. "Su Yan tidak dibawa pergi ke tempat yang jauh, Xiao Bai. Kematian semu yang ia jalani dua puluh tahun lalu tidak dilakukan sendirian—ia meminta bantuan Sekte Awan Sembilan, sekte tempat kau kelak akan dibesarkan sebagai murid, untuk menyembunyikan tubuhnya dalam kondisi tersegel di tempat yang paling tidak akan dicurigai oleh musuh-musuhnya: di dalam sekte kalian sendiri, di ruangan yang sama tempat Master Sekte Agung menyimpan pusaka paling rahasia keluarganya."

Keheningan yang membeku menyelimuti seluruh ruangan. Xiao Bai berdiri mematung, dadanya bergemuruh oleh gelombang emosi yang begitu dahsyat hingga ia nyaris tak bisa berdiri tegak.

"Ibuku," bisiknya, suaranya nyaris tak terdengar, "ada di sini? Di sekte ini? Sepanjang hidupku, aku hidup dalam jarak yang begitu dekat dengannya, tanpa pernah tahu?"

"Kemungkinan besar demikian," jawab wanita itu, meski nada suaranya kini melembut penuh kehati-hatian. "Namun aku harus memperingatkanmu: proses Kematian Semu Seribu Tahun bukan tanpa risiko. Semakin lama seseorang berada dalam kondisi tersegel semacam itu, semakin besar kemungkinan terjadi kerusakan pada jiwa dan kesadarannya jika proses pembangunan kembali tidak dilakukan dengan tepat. Dua puluh tahun adalah waktu yang sangat panjang untuk teknik seperti ini—jauh melampaui batas aman yang biasanya direkomendasikan."

Master Sekte Agung, yang sejak tadi berdiri kaku menahan syok, tiba-tiba melangkah maju dengan gerakan cepat yang tak terduga. "Kalau begitu, kita tidak boleh membuang waktu lagi! Jika benar Su Yan berada di bilik itu selama ini, kita harus segera membukanya, sebelum—"

"Tunggu," potong wanita berjubah hitam itu, suaranya tiba-tiba tegas menghentikan langkah Master Sekte Agung. "Ada alasan mengapa bilik itu disegel dengan kekuatan yang bahkan tetua sekte sendiri tidak mampu membukanya sembarangan. Segel semacam itu biasanya dirancang khusus agar hanya bisa dibuka oleh pemilik energi yang sesuai—dan berdasarkan resonansi yang kurasakan dari tubuh Xiao Bai sejak awal aku memasuki ruangan ini, aku yakin hanya dia yang memiliki kunci sesungguhnya untuk membuka segel itu tanpa merusak kondisi di dalamnya."

Seluruh mata di ruangan kini tertuju pada Xiao Bai, yang berdiri diam dengan tangan gemetar, dadanya berdenyut kencang oleh cahaya keemasan Tungku Ekstraksi Surgawi yang seolah ikut merasakan gejolak yang sama dengan pemiliknya.

> **[Host, aku mendeteksi resonansi kuat dari arah yang disebutkan wanita ini. Ada sesuatu—sebuah pola energi yang sangat familiar, meski belum pernah kurasakan secara langsung sejak aku terikat denganmu. Analisis: kemungkinan besar ini adalah jejak energi yang identik dengan struktur dasar keberadaanku sendiri, mengindikasikan hubungan langsung dengan sumber asalku.]**

"Kau merasakannya juga?" bisik Xiao Bai kepada Tungku, suaranya nyaris tak terdengar oleh siapa pun di sekitarnya.

> **[Ya, Host. Dan aku harus menyampaikan sesuatu yang mendesak: resonansi ini semakin kuat setiap detik, seolah merespons kehadiranmu di ruangan ini. Jika benar Su Yan berada di bilik tersegel itu, kemungkinan besar kondisinya kini mulai bereaksi terhadap kedekatan kita dengannya—yang bisa menjadi tanda baik, atau bisa juga menjadi tanda bahaya, tergantung pada seberapa stabil kondisi segel itu selama dua puluh tahun terakhir.]**

Xiao Bai menatap ke arah Master Sekte Agung, matanya kini dipenuhi tekad yang tak lagi bisa ditawar. "Bawa aku ke bilik itu. Sekarang."

Namun sebelum Master Sekte Agung sempat menjawab, wanita berjubah hitam itu mengangkat tangannya, menghentikan langkah semua orang dengan sebuah pengumuman yang membuat seluruh ruangan kembali membeku dalam ketegangan yang jauh lebih besar dari sebelumnya.

"Ada satu hal terakhir yang harus kalian ketahui sebelum melangkah lebih jauh," katanya, suaranya kini serius tanpa sisa kelembutan sebelumnya. "Organisasi kami bukan satu-satunya pihak yang telah lama mengetahui keberadaan bilik tersegel itu. Kami memiliki alasan kuat untuk percaya bahwa pihak yang sama yang dulu memaksa Su Yan mementaskan kematiannya sendiri—pihak yang selama dua puluh tahun ini terus mencari jejaknya tanpa henti—kini juga telah menyadari lokasi keberadaannya, tepat sejak gelombang energi yang kau pancarkan kemarin menggema hingga ke seluruh benua."

Ia menatap Xiao Bai dengan sorot mata yang kini dipenuhi kewaspadaan mendalam. "Dengan kata lain, Xiao Bai, jika kita tidak bertindak cepat, kemungkinan besar kita bukan satu-satunya yang sedang dalam perjalanan menuju bilik itu malam ini."

1
Crimson
iklan bro /Grin/
Crimson
iklan min /Grin/
Crimson
Bener, tuh. Minimal bisa jaga diri, lah /Determined/
Crimson
Wdih, sok kali dia/Panic/
Crimson
cih, Lama" ku tandaiin Lo ya, anjing /Angry/
Crimson
Plis lah ini masih pagi woy. jangan bikin gw emosi lh/Angry/
Crimson
Wow, lumayan sih. /Chuckle/
Crimson
Makasih, Thor. karna buat bikin aku kesel sama nih novel /Tongue/
Luó Lìxuān: kok ngamuk bg 🤣
total 1 replies
Crimson
Kepala bapak kau pecah /Angry/
Crimson
Anjing nih orang. Lama" ku pecahin kepala nya.. tengok lh nanti /Angry/
Crimson
Bacod amat sih, lo. senek, betumbuk aja kita, yok. buat kesal aja, nih orang /Angry/
Crimson
Yok, By One klen/Facepalm/
Crimson: Gas. wkwkwk 🤣
total 4 replies
Crimson
Bintang lima untuk mu, Thor./Good//Good//Good//Good/
Luó Lìxuān: makasih bg 🙏
total 1 replies
Crimson
sorry Thor gw bacanya ambil penting" nya aja. ada perlu soap nya /Pray/
Luó Lìxuān: ok ok makasih udah baca bg
total 1 replies
Crimson
Jirr masih di ikutin ternyata /Grin/
Crimson
Hadeh! Lagi" di tolak jirr😭
Crimson
Mantap /Good/
Luó Lìxuān: bintang 5 jangan lupa 🤣
total 1 replies
Crimson
Kok gw makin nagih ya, baca nih novel./Grin/
Luó Lìxuān: masa iya sih bg 😂
total 1 replies
Crimson
udah tau Xiao bai lagi nggak mood, malah masih di tanya dong. wkwkwk 🤣🤣
Luó Lìxuān: sabr bg jangan emosi 🤣
total 1 replies
Crimson
Gas balas dendam kh/Sneer//Grin/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!