Devano Garendra, merasa bosan dengan pernikahannya bersama sang istri hingga membuatnya bermain perempuan di luar sana.
Sebagian Alice, yang baru saja memulai kehidupannya yang baru harus kembali di pertemukan dengan sosok yang cukup lama bersamanya.
Akankah mereka kembali mengulang masa lalu yang pernah di lewati bersama?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tessa Amelia Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 06
Rendra terlihat sangat frustrasi karena tidak bisa menemukan Alice hingga hari ini. Membuat dirinya kehilangan fokus yang begitu luar biasa.
Awalnya dia tidak kembali ke negara ini bukan untuk mencari Alice. Tapi ketika mengetahui bahwa calon sekertaris barunya adalah gadis itu, membuat api yang hampir padam dalam jiwanya kembali membara.
Jiwa ingin memilikinya kembali muncul ketika melihat sosok yang pernah menemaninya hampir 3 tahun itu berdiri di depannya.
"Sudah ku bilang jangan biarkan orang lain masuk!" sentak Rendra saat pintu ruangan kerjanya di buka tanpa permisi lebih dulu.
Melihat siapa yang datang ke ruangan kerjanya membuat Rendra merasa malas. "Aku tidak ingin membahas apapun saat ini!" ucapnya tanpa ingin melihat ke arah wanita itu.
"Apa kau pikir aku tidak tau apa yang kamu lakukan sekarang, Ren?" katanya mengerjakan membuat Rendra tersulut emosi.
"Kita sudah bercerai Alana, jadi tidak ada yang harus di bahas lagi!" sahut Rendra dengan suara dinginnya.
"Kau merasa menang karena bisa bercerai?" tanya Alana sengaja.
"Ingat, sampai kapanpun aku tidak akan membiarkan wanita di luar sana menggantikan posisi ku, Ganendra." lanjut Alana lagi.
Rendra sendiri benar-benar tidak percaya dengan hal ini. Alana ini sudah gila. Bahkan dia sampai memangkas hampir setengah hartnya agar bisa bercerai dengan wanita ini.
Tapi dia malah kembali membuat masalah dalam hidupnya.
"Jangan lupakan satu hal Alana, jika sekarang sudah tidak ada papi yang membelamu. Dulu kamu bisa mengendalikan ku karena papi, tapi sekarang papi sudah tidak ada. Jadi tidak ada yang harus ku takutkan lagi saat ini. Bahkan satu-satunya penyesalan dalam hidupku adalah pernah takut dengan papi dan menerima pernikahan tidak masuk akal itu!" ujar Rendra membuat Alana hanya tersenyum saja disana.
Tapi dia suka ini. Dia suka hal-hal yang menantang begini. Serasa hidup kembali mengajaknya untuk bertarung.
"Biar ku tebak, kau pasti masih memikirkan gadis simpanan itu bukan?" reaksi Rendra mengundang rasa iri dalam diri Alana.
Karena sejak dulu, dia hanya bertarung dengan gadis itu.
"Aku tidak akan pernah melupakan wajah perempuan yang merusak hubungan kita!" ucapnya lagi membuat Rendra marah.
"Jangan pernah menyalahkannya atas semua. Jika kau berani menyakitinya, aku sendiri yang akan membalas mu Alana, ingat itu!"
"Apakah segitu istimewanya dia di bandingkan aku?"
"Jelas! Dia jelas lebih baik dari padamu! Walaupun dia wanita simpanan, dia tau batasannya. Dia tau apa yang harus dan tidak harus dia lakukan. Kau tau Alana, dia bahkan bisa membuatku merasa hidup hanya melihat senyumannya. Dan kau tau apa, selain dia bisa memuaskan hasrat ku, dia juga bisa mengurua diriku dengan baik saat usianya masih remaja." ungkap Rendra membuat Alana tersulut emosi.
Sejak dulu, Rendra selalu menghabiskan waktu bersama gadis itu. Bukan dirinya. Bahkan ketika mereka kembali ke Amerika pun, dia masih harus bersaing. Padahal dia sudah merencanakan banyak hal untuk semuanya. Tapi tetap saja, Rendra tidak pernah melihat dirinya.
"Aku jadi penasaran seperti apa kehidupannya setelah 6 tahun berlalu. Apakah dia sudah menikah atau sudah mendapatkan laki-laki yang lebih kaya darimu mungkin." masih berusaha memancing emosi Rendra.
Dengan bangga Rendra menunjukkan ponselnya yang menyimpan foto Alice waktu pertama kali bekerja.
"Kau lihat, dia tumbuh dengan baik selama ini. Bahkan kecantikannya begitu luar biasa." ungkap Rendra membuat Alana kesal dan langsung pergi meninggalkan ruangan itu.
Melihat Alana yang terlihat kesal dan marah membuat Rendra bisa menghela nafasnya dengan tenang. Akhirnya dia bisa tenang tanpa harus menghadapi Alana lagi.
Mantan istrinya itu benar-benar luar biasa. Dia bahkan kembali mengejarnya ke sini, di saat di Amerika sana dia bisa hidup dengan tenang berkat 40% harta miliknya.
"Dimana kau Alice? kenapa aku selalu di hantui rasa bersalah ini? Apa yang terjadi sebenarnya selama ini?" tanya Rendra yang terus menatap foto Alice, sampai dia lelah dan memejamkan kedua matanya disana
***