NovelToon NovelToon
DENDAM MANIS ISTRI YANG DIMADU

DENDAM MANIS ISTRI YANG DIMADU

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / CEO
Popularitas:131.2k
Nilai: 5
Nama Author: blcak areng

Pernikahan kami sempurna. Harta, takhta, dan sepasang anak kembar yang rupawan telah kami miliki. Sebagai sesama pemilik perusahaan, aku dan Mas Hanif adalah definisi pasangan ideal di mata dunia.

​Namun, kesempurnaan itu runtuh saat Mas Hanif meminta izin untuk menikah lagi. Didukung oleh ibu mertuaku, seorang wanita polos datang dan mengaku siap berjuang dari bawah bersamanya.

​Dunia mengira aku akan mengamuk. Nyatanya, di balik anggunnya hijabku, aku justru tersenyum tenang. Aku mengiyakan, bahkan mengantarnya langsung ke pelaminan maduku.

​Mereka pikir aku pasrah? Salah besar.

​Sebelum melepasnya, sebuah perjanjian gono-gini rahasia telah kutandatangani bersama Mas Hanif. Lewat strategi bisnis yang rapi, perlahan akan kutarik semua aset dan kejayaan yang menyokongnya selama ini.

​Katanya siap berjuang dari bawah? Silakan nikmati perjuangan itu tanpa sepeser pun sisa hartaku. Selamat datang di skenario dendam manisku!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blcak areng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DENDAM MANIS ISTRI YANG DIMADU

​Sore hari yang melelahkan namun penuh warna itu akhirnya ditutup dengan perjalanan pulang kembali ke kediaman Hanum. Begitu mobil SUV hitam besar milik Tian berhenti dengan sempurna di depan lobi teras, Kayla dan Kenzie yang sudah kekenyangan dan kelelahan bermain sepanjang hari langsung melangkah turun dengan sisa-sisa energi mereka, digandeng oleh Bik Sumi yang sudah menyambut di depan pintu.

​Hanum turun dari mobil, lalu berjalan ke arah bagasi untuk membantu Tian menurunkan beberapa tas mainan baru milik anak-anaknya. Setelah semua barang beralih ke teras, Hanum memutar tubuhnya, menatap Tian yang masih berdiri tegap di samping pintu kemudi dengan kaus polo hitamnya yang kini tampak sedikit kusut.

​Mengingat rumah orang tuanya masih kosong sementara Papa Irwan dan Tian sebelumnya menyewa kamar di salah satu hotel bintang lima sejak badai pengusiran Hanif dua hari lalu Hanum mendadak merasa tidak enak hati. Dia memberanikan diri untuk bertanya demi sopan santun.

​"Kak Tian... setelah ini, Kakak dan Papa masih akan menginap di hotel?" tanya Hanum lembut, menatap wajah kaku sang kakak ipar tiri.

​Tian yang baru saja hendak membuka pintu mobil seketika menghentikan gerakannya. Pria itu menoleh lambat, menatap Hanum dari balik tatapan mata elangnya yang kembali dingin, datar, dan sarat akan penekanan mutlak.

​"Bukan urusan kamu," jawab Tian ketus, suaranya lempeng tanpa ada riak ramah sedikit pun. "Urus saja anak-anak kamu dengan benar di dalam. Dan satu hal lagi, pastikan gerbang rumah ini dikunci rapat. Jangan sampai laki-laki mokondo itu datang ke sini lagi dan memengaruhi anak-anak dengan segala bujuk rayunya yang murahan."

​Setelah melemparkan rentetan kalimat super pedas dan ketus itu, Tian langsung masuk ke dalam mobil, menutup pintunya dengan keras, dan menginjak pedal gas dalam-dalam, meninggalkan halaman rumah Hanum dengan deru mesin yang bising.

​Hanum seketika berdiri mematung di atas teras dengan mulut yang sedikit melongo tidak percaya. Tangannya masih menggantung di udara, syok mendengar bagaimana bisa ada manusia yang setelah bersenang-senang dengan keponakannya seharian, bisa kembali berubah menjadi monster es yang bermulut tajam dalam hitungan detik.

​"Ais... kok bisa ada makhluk sekaku dan menyebalkan seperti Kak Tian di dunia ini, ya Allah..." ucap Hanum frustrasi sambil mengacak hijabnya sendiri dengan gemas. Dia melangkah masuk ke dalam rumah sambil menghentakkan kakinya kesal.

​Sore perlahan berganti menjadi malam yang pekat. Suasana di dalam rumah mewah Hanum kembali tenang dan hangat. Di ruang keluarga yang diterangi lampu temaram, Hanum sedang duduk di atas karpet bulu yang empuk, menemani Kayla dan Kenzie belajar mewarnai dan membaca buku cerita sebelum jam tidur mereka tiba. Kedua anak kembar itu tampak sangat tenang, sesekali tertawa kecil saat Hanum menirukan suara karakter hewan di dalam buku.

​Namun, ketenangan malam itu mendadak terusik ketika suara ketukan tergesa-gesa terdengar dari arah pintu depan. Tak lama kemudian, Bik Sumi berjalan masuk dengan wajah yang tampak agak panik dan ragu.

​"Nyonya... maaf mengganggu," bisik Bik Sumi dengan suara lirih, melirik sekilas ke arah anak-anak. "Di depan ada Pak Satpam kompleks datang. Katanya... Pak Hanif sama istri barunya ada di depan gerbang utama kompleks. Mereka mau masuk ke sini, tapi sekarang masih ditahan sama petugas di pos satpam karena tidak punya izin akses masuk lagi."

​Mendengar nama Hanif disebut, tangan Hanum yang sedang memegang pensil warna seketika membeku. Detak jantungnya berdegup sedikit lebih kencang, teringat akan ucapan Tian sore tadi. Hanif rupanya benar-benar datang, kemungkinan besar setelah menerima hantaman surat gugatan cerai kilat yang dikirimkan oleh kurir pengadilan sore tadi.

​Hanum tidak langsung panik. Dia perlahan menoleh, menatap ke arah Kenzie dan Kayla yang ternyata juga mendengar ucapan Bik Sumi. Namun, yang membuat Hanum sedikit tertegun adalah reaksi kedua anaknya. Mereka berdua tampak sangat cuek. Mata mereka tetap fokus pada lembaran kertas mewarnai seolah-olah nama 'Ayah Hanif' hanyalah angin lalu yang tidak penting.

​Sebagai seorang ibu, meskipun hatinya hancur dan dipenuhi kebencian pada pengkhianatan Hanif, Hanum bertekad di dalam lubuk hatinya bahwa dia tidak akan pernah mendoktrin anak-anaknya untuk membenci ayah kandung mereka sendiri. Dia ingin anak-anaknya tumbuh dengan hati yang bersih.

​Hanum berjongkok di dekat kedua buah hatinya, mengusap bahu kecil mereka dengan lembut. "Kayla, Kenzie... di depan pos satpam ada Ayah Hanif sama Tante Sarah. Kalian... mau ketemu sama Ayah?" tanya Hanum dengan nada suara yang sangat berhati-hati, memberikan ruang kebebasan bagi anak-anaknya untuk memilih.

​Kenzie menghentikan gerakan krayonnya, mendongak menatap Hanum dengan polos, lalu menggelengkan kepalanya dengan cepat. "Tidak mau, Bunda. Kenzie mau mewarnai saja sama Bunda. Ayah kalau pulang selalu marah-marah dan tidak pernah mau main sama Kenzie. Lebih seru main sama Om Tian tadi."

​"Iya, Bunda. Kayla juga tidak mau," sambung Kayla dengan nada suara yang terdengar sangat biasa, tanpa ada beban kesedihan. "Ayah kan sekarang sudah punya rumah baru sama Tante itu. Kata Ayah waktu itu, Kayla tidak boleh berisik kalau Ayah lagi teleponan sama Tante Sarah. Kayla mau bobo saja habis ini."

​Mendengar jawaban jujur yang keluar dari mulut mungil anak-anaknya, Hanum hanya bisa mengembuskan napas panjang dengan perasaan campur aduk. Dia sama sekali tidak menyalahkan atau memaksa anak-anaknya. Hanum tahu betul bahwa anak-anak adalah perekam yang paling jujur. Selama pernikahan mereka dulu, Hanif memang selalu menjaga jarak, bersikap dingin, dan abai terhadap perkembangan si kembar karena pikirannya selalu tertuju pada Sarah. Kini, ketika anak-anaknya tumbuh menjadi asing dengannya, itu adalah murni akibat dari taburan egois yang dituai oleh Hanif sendiri.

​Hanum bangkit berdiri, menatap Bik Sumi dengan tatapan mata yang kini berubah menjadi sangat tegas dan dingin. "Bik, sampaikan ke Pak Satpam. Saya tidak menerima tamu siapa pun malam ini. Kalau mereka nekat menerobos masuk ke area kompleks, minta Pak Satpam untuk memanggil pihak kepolisian atas tuduhan gangguan ketertiban umum."

​"Baik, Nyonya," jawab Bik Sumi segera mundur untuk menyampaikan pesan tersebut ke pos depan.

​Namun, baru saja Bik Sumi melangkah keluar dari ruang tengah, suara raungan mesin mobil yang melaju kencang mendadak terdengar berhenti tepat di depan pagar rumah Hanum. Kejadian itu disusul oleh suara gedoran kasar berulang kali pada jeruji besi gerbang luar dan suara teriakan histeris Hanif yang memanggil nama Hanum dari luar kegelapan malam. Hanif rupanya berhasil lolos dari pos satpam dengan cara yang nekat!

1
Bundo yenti
Bagus banget ceritanya.... saya suka sikap tegas tokohnya
Noey Aprilia
Wjar aja kl hanum galau bgt....
lmaran aja pke map yg isinya ky proposal biar prshaan mau krjsma,mskpn yg ni isinya klebihan dia sndri sih...🤣🤣🤣...
jd pgn ngakak ngebyangin tiap hri ktmu,trs kl lg diskusi yg d bhas pke bhsa formal.....
Jetva
Tiaaaan..Tian..bagaimana cwq mau terkesan....lah kamu aza klo ngomong pake rumus fisika n kimia....🤣🤣🤣
susi ana
kira2 nanti setelah resmi pas MP nya pakek perhitungan korporat atau gravitasi atau medan magnet ya Thor?
aku tertawa sendiri membayangkan lanjutan ceritanya....
semangat💪
blcak areng: kak😁😁😁
total 1 replies
Muft Smoker
gx kebayang tuh penjual bunga tekanan darah ny naik apa malah turun drastis gara2 si tian Listrik ,, 😂😂😂
Muft Smoker
papa irwan totalitas marah nya ,, telan lgi aj pak ank ny ,, 😂😂😂😂
Meity Londok
bagus hanum.hancurkan musuh musuhmu
Noey Aprilia
Aku ngebyangin muka pnjual bunganya....antara pgn nyakar orng,sm gemes pgn nabok.....🤣🤣🤣....
Niken Ns
aduh udh ga sabar nunggu lamarannya
Jetva
🤣🤣🤣🤣HANIIIIIF....HANIF....KAGETAN KAYA, BANYAK DUIT...PENGEN PUNYA ISTRI LEBIH DARI 1🤣🤣🤣..ALASAN ISTRI GA ADA DI RUMAH....🤣🤣🤣 LAH..GILIRAN ISTRI ADA DI RUMAH, LU GA PUNYA APA" BUAT NYENANGIN ISTRI LU YG DUDUK MANIS DI RUMAH🤣🤣🤣🤣
Jetva
🤔Tian sebenarnya udah naksir dr awal...🤔🤔
🥀
suka karakter istri" yg begini
Jetva
🤣🤣Hanif dgn angkuhnya ngomong ke Hanum..kamu bisa tanpa aku......🤣🤣🤣..sekarang kamu merangkak seperti buaya...setelah persidangan, kamu akan merayap seperti ular...🤣🤣🤣
Muft Smoker
ni namany dingin dingin empuuk ,,
itu laa tian dingin di luar tetapi lembut di dalam ,, 😁😁😁😁😁
Muft Smoker
sebenarny tian tu kaku dingin Dan agak absurd dikit num ,, tp kalo soal tanggung jawab Dan perhatian dy gx main2 num ,,
Rahmawati Amma
itu temanilah suamimu dari nol 🤣🤣🤣
Rahmawati Amma
rasain lo🤣🤣🤣
Rahmawati Amma
balas aja hanum nanti menikah aja sama kakak tirinya si hanif🤣🤣🤣
PNC
ibunya Hanif kenapa sebenarnya
Jetva
logam bukan lembar, Thor.....klo kunci ya sebuah kunci...klo koin ya sekeping koin...
blcak areng: iya kak maaf🙏 kadang ngantuk pas nulis 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!