NovelToon NovelToon
KAMU SELINGKUH, KAMU BANGKRUT

KAMU SELINGKUH, KAMU BANGKRUT

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Balas Dendam / Wanita Karir
Popularitas:30.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Anindya Maheswari, menikah dengan Raditya Wicaksono tanpa restu dari orang tua Radit karena Anindya hanya seorang yatim piatu dan besar di panti asuhan.

Cinta tulus dari Radit membuat Anindya bertahan, berjuang bersama, banting tulang, memeras otak dan keringat. Memulai segalanya dari nol hingga akhirnya sukses.

Namun, siapa sangka setelah sukses Radit malah berkhianat? Menjalin hubungan dengan gadis yang lebih muda, memiliki seorang anak, dan bahkan selingkuhan itu sedang hamil lagi.

Membawa amarahnya yang membara, Anindya bertekad mengembalikan Radit dan keluarga nya ke keadaan semula.

“Kamu lupa satu hal. Jika aku bisa membuatmu sukses, aku juga bisa membuatnu hancur!”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14

.

Keesokan harinya, Raditya menuruti permintaan Sofia yang ingin diantar untuk periksa kandungan. Pria itu dengan sangat perhatian membantu Sofia berjalan, lalu membantu duduk dengan nyaman sembari menunggu giliran dipanggil dokter.

Wajah Raditya terlihat sedikit lebih rileks saat berada di dekat Sofia, seolah untuk sesaat ia bisa melupakan beban berat di kantor. Namun, ketenangan itu tidak berlangsung lama.

Ting... ting... ting...

Ponsel di saku celananya berdering keras. Ingin dia mengabaikan,tapi sering itu terdengar semakin keras dan terus-menerus hingga membuat beberapa pasien lain yang juga sedang mengantri menoleh ke arahnya.

Dengan kesal Raditya mengambil ponselnya. Nama DARIUS terpampang jelas di layar dengan notifikasi puluhan panggilan tak terjawab.

"Sebentar ya, Sayang. Aku angkat dulu sebentar, pasti ada urusan penting," bisik Raditya pada Sofia, lalu segera berjalan menjauh beberapa langkah agar suaranya tidak terdengar.

"Halo! Ada apa lagi sih?!" sapa Raditya dengan nada kesal namun tetap berbisik.

"Tuan! Gawat, Tuan!" suara Darius terdengar panik dan napasnya memburu dari seberang sana. "Terjadi kerusuhan di depan kantor, Tuan! Para agen dan distributor besar sudah berkumpul di sini! Mereka marah besar!"

"Apa?! Kenapa mereka sampai datang?!" tanya Raditya kaget.

“Sudah dua minggu dan kita masih belum bisa memberi kejelasan tentang barang pesanan mereka, mereka benar-benar marah!” lapor Darius. “Bahkan baru saja, perwakilan dari Tuan Haryanto datang menuntut ganti rugi dan mengancam memutuskan kerja sama,” lanjutnya.

Jantung Raditya serasa mau copot mendengar laporan itu. Wajahnya pucat pasi. Kakinya terasa lemas seketika.

"Brengsek! Kenapa bisa jadi separah ini?!" umpat Raditya pelan namun penuh amarah. Ia panik setengah mati.

"Panggil Anindya! Suruh Anindya yang datang dan selesaikan ini! Dia yang paling paham urusan bea cukai dan negosiasi sama mereka!" perintah Raditya dengan suara gemetar.

"Sudah dicoba berkali-kali, Tuan! Tapi nomor Ibu Anindya tidak bisa dihubungi! Pesan masuk saja tidak bisa!" jawab Darius putus asa.

Raditya segera menutup telepon, lalu dengan tangan gemetar ia langsung menekan nomor Anindya dari ponselnya sendiri. Ia berharap asistennya salah atau ada gangguan jaringan.

Tuuut... Tuuut... Tuuut...

Suara sambungan terputus terdengar berulang kali.

Raditya mencoba mengirim pesan, tapi… centang satu. Sesuatu yanga beberapa hari ini coba ia abaikan. Tak pernah ada lagi chat masuk dari Anindya. Hingga kemudian dia tersadar…

NOMORNYA SUDAH DIBLOKIR

GLEK!

Raditya menelan ludahnya dengan susah payah. Wajahnya merah padam.

"Kurang ajar? " geramnya tertahan. “Berani-beraninya wanita itu memblokir nomorku!"

Rahangnya mengeras, tanpa pikir panjang dia berlari keluar darro rumah sakit. Lupa pada Sofia yang duduk sendirian di ruang tunggu.

Pikirannya hanya satu, “Aku harus mencari Anindya! Hanya dia yang bisa mengatasi masalah ini!”

Raditya memacu kuda besinya dengan kencang menuju rumah yang selama ini ia tempati bersama Anindya. Sesampainya di sana, Raditya langsung menerobos masuk dengan napas memburu.

"ANINDYA!! ANIN!!" teriaknya begitu masuk ke ruang tengah.

Namun, yang ia cari tidak muncul. Hanya ada keheningan dan wajah bingung para pelayan rumah.

"Nyonya sedang tidak ada di rumah, Tuan," jawab salah satu pelayan dengan takut-takut. "Beliau keluar sejak pagi tadi."

"Brengsek! Ke mana dia pergi?!" umpat Raditya frustrasi, tangannya mengacak-acak rambutnya sendiri.

Tiba-tiba sebuah ide muncul. Ia tidak peduli lagi pada gengsi atau harga diri.

"Pinjamkan hp kamu! Cepat!" pinta Raditya pada pelayan itu.

Dengan tangan gemetar, Raditya mengambil ponsel milik pelayan tersebut dan menekan nomor Anindya. Ia berharap dengan menggunakan HP pelayan, ia bisa bicara dengan Anindya.

Tuuut... Tuuut...

Satu kali... dua kali...

"Ya, ada apa, Mbak?" Anindya yang sedang bersantai bersama Zaskia, terkejut karena pelayan rumah menghubunginya.

Raditya menghela napas panjang lega, menahan kesal, karena hanya untuk menghubungi istrinya dia harus meminjam HP pelayan.

“Sayang, kamu di mana?”

Di seberang, Anindya menjauhkan ponsel dari telinga dan melihat sekali lagi kontak pemanggil. Benar nama pelayan rumah, berarti Radit ada di rumah sekarang.

“Untuk apa mencariku?” tanya Anin datar, padahal dia sudah bisa menebak.

"Sayang, aku tahu aku salah, dan juga berhak marah. Tapi tolong aku kali ini saja ya..." pinta Raditya dengan suara yang terdengar benar-benar putus asa dan menyesal.

"Kita sudah bersama bertahun-tahun, membangun perusahaan. Sekarang perusahaan sedang dalam masa kritis. Aku mohon, tolong bantu aku kali ini saja untuk menenangkan para klien. Setelah ini, kamu boleh menghukumku apa saja, ya?”

Anindya tersenyum tipis mendengar permohonan yang memang sudah ia tunggu itu.

"Kamu sudah tahu kalau perusahaan ini adalah hasil keringat kita berdua, dibangun dari nol bersama-sama," ucap Anindya pelan namun tajam, "Tapi kenapa dengan mudahnya kamu mengkhianati aku?”

"Iya... aku tahu aku salah, Sayang,” sahut Radit cepat. “Aku yang bodoh, aku yang tidak tahu diri. Aku sangat menyesal sudah menyakitimu. Tapi tolong aku sekali ini saja, tolong selamatkan apa yang sudah kita bangun bersama. Setelah ini kamu boleh minta apapun, oke?" ucapnya dengan suara yang mulai bergetar.

Anindya terdiam beberapa saat seolah sedang berpikir, lalu menjawab, "Baiklah, untuk kali ini saja aku bantu," jawab Anindya singkat, "Besok aku akan menemanimu menemui Pak Haryanto.”

Anin langsung memutuskan panggilan. Tidak peduli jika di seberang sana Radit memakinya. Yang pertama ia lakukan adalah mengirim konfirmasi pada pihak bea cukai, tentang ke-legalan barang-barang mereka.

 *

Keesokan harinya, Anindya benar-benar menemani Raditya pergi ke kantor milik Pak Haryanto.

Begitu bertemu, Anindya langsung membuka pembicaraan seolah benar-benar sedang berusaha mempertahankan kerjasama yang berharga itu.

"Pak Haryanto, kami benar-benar memohon pengertian Bapak. Keterlambatan pengiriman barang ini semata-mata karena ada masalah administrasi dan kendala di bea cukai, dan sekarang semuanya sudah beres. Kami mohon Bapak bisa berpikir ulang, jangan memutus hubungan kerjasama kita yang sudah berjalan baik selama bertahun-tahun ini," bujuk Anindya dengan raut wajah yang tampak tulus.

Raditya juga ikut berbicara, berusaha meyakinkan pengusaha besar itu dengan segala cara. "Benar kata istri saya, Pak. Semua ini hanya kesalahpahaman dan kendala yang tidak bisa dihindari. Kami berjanji kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi. Kami sangat menghargai kepercayaan yang sudah Bapak berikan selama ini."

Pak Haryanto mendengarkan semuanya dengan wajah serius, lalu menghela napas panjang seolah sedang mempertimbangkan keputusannya dengan matang.

"Baiklah, saya tidak akan memutus kerjasama kita," ucap Pak Haryanto akhirnya.

Wajah Raditya langsung bersinar lega mendengar ucapan itu, namun kebahagiaannya tidak berlangsung lama ketika Pak Haryanto melanjutkan kata-katanya.

"Tapi saya tidak mau rugi. Sesuai dengan isi perjanjian yang sudah kita tanda tangani sejak awal, saya menuntut ganti rugi sebesar lima miliar rupiah."

Raditya terkejut mendengar jumlah yang disebutkan itu, matanya membelalak lebar.

"Apa...? Lima miliar?

1
Noey Aprilia
Kaaannnn......bnr....
bhkn hal s'kcil itu pun,dia smp lupa...sking sbuknya slingkuh,trs mrsa anin bkln trs mmafkn kslahannya.....
syangnya anin trlalu pntr,jd dia lbh rela prshaannya hncur drpd hsilnya d nkmti s nnek sihir....
Sokooorrrriiinnn.....😛😛😛
aku
dulu harumnya dr anin, klo radit harum baangkai 🤣🤣
Soraya
nex
Ma Em
Sudahlah Anin jgn didengarkan si Raditya , Raditya minta maaf dan berlutut memohon mohon karena perusahaan nya sdh mau bangkrut kalau msh jaya gabakalan Raditya berlutut dan minta maaf bahkan mungkin makin sombong kalau usaha nya msh maju .
Rahma Inayah
bnr kt anin dl saat berhiant km GK ingat hal SPT ni akan terjadi km nanjakan selingkhn mu sampai punya ank tp sdkt pun hati mu TDK memirkn perasaan Anin stlh skrg hancur km memmelas pad Anin utk kelangsungan jln nya perushaan Anin yg km suruh cr donatur sna sini dl sblm tau km berhiant dia bodoh tp skrg TDK l g stlh tau penghianatan mu Anin BKN LG mesin pencetak uang or ATM berjaln kamu Radit
Ilfa Yarni
mampoooos akhirnya anin berkatabjg ingi radit hancur krn mengkhianatinya gimana radit enakkan kau yg begitu pongah dan sombong berlutut pd anin to anin tetap ga peduli ya sudah km ke kepulauan tuh selingkuhanmu yg ktnya lbh muda tanpa kau tau Sofia mau dgn uangmu bukan dirimu mari kita lihat istri mudamu yg cantik itu tetap setia tidak pdamu disaat kau runtuh
Hary Nengsih
yah sudah hancur lah radit😄😄
Putrii Marfuah
apanyg kau tabur, itu yang akan kamu panen.
Putrii Marfuah
semoga anin alergi bunga
Putrii Marfuah
ego emang bisa jadi senjata yg akan menghancurkanmu radit...
tse
akhirnya kata2 pamungkanya Anin keluar...
ingin melihat mu hancur...
selamat menikmati.. 🤣🤣🤣🤣🤣
bentar lagi ada boom nya ko..
kebangkrutan....
surat cerai...
penyitaaaan semua aset...
launching perusahaan baru Anin...
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ kan w dah bilang bunga bank seri tanpa batas
vj'z tri
bodoh mau ngasih bunga tapi gak tahu yang di suka bunga jenis apa /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ bunga bank pak bunga bank yang seri tanpa batas /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
yang jungkir balik kerja pontang panting itu istri Lo 🤧🤧🤧🤧 yang sukses itu istri Lo 🤧🤧🤧 Lo nya cuma pajangan hidup tapi nyusahin
Aditya hp/ bunda Lia
Namun, ..... apaaaaa Mak ah gantung deh
Aditya hp/ bunda Lia: iya udah baca juga barusan
total 2 replies
Noey Aprilia
Mngkn anin ga suka bunga,atw bhkn dia alergi.....heran bgt sm suami ky gt,msa udh hdp brsma smp 10 thn tp ga tau istrinya suka bunga apa....
bnr2 ktrlaluan.....😡😡😡
mariammarife
pasti Anindya memberi si Radit surat cerei
Mundri Astuti
sofia tiba" muncul....wah seruuuu tambah double kil masalahnyal si Radit 😛
Ilfa Yarni
aaaa di gantung hei radit apa dgn bunga yg kau bawa anin akan luluh mimpi udah dlm keadaan begini msh aja sombong kau kira anin bodoh dia lbh pintar drmu dan kau kira jg anin akan membantumu hah tentu tidak laki2 macam kau hrsnya berada ditempat sampah
Rahma Inayah: lnjut Thor mkn seru
total 1 replies
Sulastri Oke86
lanjut terus mama
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!