NovelToon NovelToon
KAMU SELINGKUH, KAMU BANGKRUT

KAMU SELINGKUH, KAMU BANGKRUT

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Balas Dendam / Wanita Karir / Cinta Lansia / Identitas Tersembunyi
Popularitas:289.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Anindya Maheswari, menikah dengan Raditya Wicaksono tanpa restu dari orang tua Radit karena Anindya hanya seorang yatim piatu dan besar di panti asuhan.

Cinta tulus dari Radit membuat Anindya bertahan, berjuang bersama, banting tulang, memeras otak dan keringat. Memulai segalanya dari nol hingga akhirnya sukses.

Namun, siapa sangka setelah sukses Radit malah berkhianat? Menjalin hubungan dengan gadis yang lebih muda, memiliki seorang anak, dan bahkan selingkuhan itu sedang hamil lagi.

Membawa amarahnya yang membara, Anindya bertekad mengembalikan Radit dan keluarga nya ke keadaan semula.

“Kamu lupa satu hal. Jika aku bisa membuatmu sukses, aku juga bisa membuatnu hancur!”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14

.

Keesokan harinya, Raditya menuruti permintaan Sofia yang ingin diantar untuk periksa kandungan. Pria itu dengan sangat perhatian membantu Sofia berjalan, lalu membantu duduk dengan nyaman sembari menunggu giliran dipanggil dokter.

Wajah Raditya terlihat sedikit lebih rileks saat berada di dekat Sofia, seolah untuk sesaat ia bisa melupakan beban berat di kantor. Namun, ketenangan itu tidak berlangsung lama.

Ting... ting... ting...

Ponsel di saku celananya berdering keras. Ingin dia mengabaikan,tapi sering itu terdengar semakin keras dan terus-menerus hingga membuat beberapa pasien lain yang juga sedang mengantri menoleh ke arahnya.

Dengan kesal Raditya mengambil ponselnya. Nama DARIUS terpampang jelas di layar dengan notifikasi puluhan panggilan tak terjawab.

"Sebentar ya, Sayang. Aku angkat dulu sebentar, pasti ada urusan penting," bisik Raditya pada Sofia, lalu segera berjalan menjauh beberapa langkah agar suaranya tidak terdengar.

"Halo! Ada apa lagi sih?!" sapa Raditya dengan nada kesal namun tetap berbisik.

"Tuan! Gawat, Tuan!" suara Darius terdengar panik dan napasnya memburu dari seberang sana. "Terjadi kerusuhan di depan kantor, Tuan! Para agen dan distributor besar sudah berkumpul di sini! Mereka marah besar!"

"Apa?! Kenapa mereka sampai datang?!" tanya Raditya kaget.

“Sudah dua minggu dan kita masih belum bisa memberi kejelasan tentang barang pesanan mereka, mereka benar-benar marah!” lapor Darius. “Bahkan baru saja, perwakilan dari Tuan Haryanto datang menuntut ganti rugi dan mengancam memutuskan kerja sama,” lanjutnya.

Jantung Raditya serasa mau copot mendengar laporan itu. Wajahnya pucat pasi. Kakinya terasa lemas seketika.

"Brengsek! Kenapa bisa jadi separah ini?!" umpat Raditya pelan namun penuh amarah. Ia panik setengah mati.

"Panggil Anindya! Suruh Anindya yang datang dan selesaikan ini! Dia yang paling paham urusan bea cukai dan negosiasi sama mereka!" perintah Raditya dengan suara gemetar.

"Sudah dicoba berkali-kali, Tuan! Tapi nomor Ibu Anindya tidak bisa dihubungi! Pesan masuk saja tidak bisa!" jawab Darius putus asa.

Raditya segera menutup telepon, lalu dengan tangan gemetar ia langsung menekan nomor Anindya dari ponselnya sendiri. Ia berharap asistennya salah atau ada gangguan jaringan.

Tuuut... Tuuut... Tuuut...

Suara sambungan terputus terdengar berulang kali.

Raditya mencoba mengirim pesan, tapi… centang satu. Sesuatu yanga beberapa hari ini coba ia abaikan. Tak pernah ada lagi chat masuk dari Anindya. Hingga kemudian dia tersadar…

NOMORNYA SUDAH DIBLOKIR

GLEK!

Raditya menelan ludahnya dengan susah payah. Wajahnya merah padam.

"Kurang ajar? " geramnya tertahan. “Berani-beraninya wanita itu memblokir nomorku!"

Rahangnya mengeras, tanpa pikir panjang dia berlari keluar darro rumah sakit. Lupa pada Sofia yang duduk sendirian di ruang tunggu.

Pikirannya hanya satu, “Aku harus mencari Anindya! Hanya dia yang bisa mengatasi masalah ini!”

Raditya memacu kuda besinya dengan kencang menuju rumah yang selama ini ia tempati bersama Anindya. Sesampainya di sana, Raditya langsung menerobos masuk dengan napas memburu.

"ANINDYA!! ANIN!!" teriaknya begitu masuk ke ruang tengah.

Namun, yang ia cari tidak muncul. Hanya ada keheningan dan wajah bingung para pelayan rumah.

"Nyonya sedang tidak ada di rumah, Tuan," jawab salah satu pelayan dengan takut-takut. "Beliau keluar sejak pagi tadi."

"Brengsek! Ke mana dia pergi?!" umpat Raditya frustrasi, tangannya mengacak-acak rambutnya sendiri.

Tiba-tiba sebuah ide muncul. Ia tidak peduli lagi pada gengsi atau harga diri.

"Pinjamkan hp kamu! Cepat!" pinta Raditya pada pelayan itu.

Dengan tangan gemetar, Raditya mengambil ponsel milik pelayan tersebut dan menekan nomor Anindya. Ia berharap dengan menggunakan HP pelayan, ia bisa bicara dengan Anindya.

Tuuut... Tuuut...

Satu kali... dua kali...

"Ya, ada apa, Mbak?" Anindya yang sedang bersantai bersama Zaskia, terkejut karena pelayan rumah menghubunginya.

Raditya menghela napas panjang lega, menahan kesal, karena hanya untuk menghubungi istrinya dia harus meminjam HP pelayan.

“Sayang, kamu di mana?”

Di seberang, Anindya menjauhkan ponsel dari telinga dan melihat sekali lagi kontak pemanggil. Benar nama pelayan rumah, berarti Radit ada di rumah sekarang.

“Untuk apa mencariku?” tanya Anin datar, padahal dia sudah bisa menebak.

"Sayang, aku tahu aku salah, dan kamu berhak marah. Tapi tolong aku kali ini saja ya..." pinta Raditya dengan suara yang terdengar benar-benar putus asa dan menyesal.

"Kita sudah bersama bertahun-tahun, membangun perusahaan. Sekarang perusahaan sedang dalam masa kritis. Aku mohon, tolong bantu aku kali ini saja untuk menenangkan para klien. Setelah ini, kamu boleh menghukumku apa saja, ya?”

Anindya tersenyum tipis mendengar permohonan yang memang sudah ia tunggu itu.

"Kamu sudah tahu kalau perusahaan ini adalah hasil keringat kita berdua, dibangun dari nol bersama-sama," ucap Anindya pelan namun tajam, "Tapi kenapa dengan mudahnya kamu mengambil uang perusahaan untuk menghidupi wanita lain?”

"Iya... aku tahu aku salah, Sayang,” sahut Radit cepat. “Aku yang bodoh, aku yang tidak tahu diri. Aku sangat menyesal sudah menyakitimu. Tapi tolong aku sekali ini saja, tolong selamatkan apa yang sudah kita bangun bersama. Setelah ini kamu boleh minta apapun, oke?" ucapnya dengan suara yang mulai bergetar.

Anindya terdiam beberapa saat seolah sedang berpikir, lalu menjawab, "Baiklah, untuk kali ini saja aku bantu," jawab Anindya singkat, "Besok aku akan menemanimu menemui Tuan Haryanto.”

Anin langsung memutuskan panggilan. Tidak peduli jika di seberang sana Radit memakinya. Yang pertama ia lakukan adalah mengirim konfirmasi pada pihak bea cukai, tentang ke-legalan barang-barang mereka.

 *

Keesokan harinya, Anindya benar-benar menemani Raditya pergi ke kantor milik Tuan Haryanto.

Begitu bertemu, Anindya langsung membuka pembicaraan seolah benar-benar sedang berusaha mempertahankan kerjasama yang berharga itu.

"Tuan Haryanto, kami benar-benar memohon pengertian Tuan. Keterlambatan pengiriman barang ini semata-mata karena ada masalah administrasi dan kendala di bea cukai, dan sekarang semuanya sudah beres. Kami mohon Tuan bisa berpikir ulang, jangan memutus hubungan kerjasama kita yang sudah berjalan baik selama bertahun-tahun ini," bujuk Anindya dengan raut wajah yang tampak tulus.

Raditya juga ikut berbicara, berusaha meyakinkan pengusaha besar itu dengan segala cara. "Benar kata istri saya, Pak. Semua ini hanya kesalahpahaman dan kendala yang tidak bisa dihindari. Kami berjanji kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi. Kami sangat menghargai kepercayaan yang sudah Tuan berikan selama ini."

Tuan Haryanto mendengarkan semuanya dengan wajah serius, lalu menghela napas panjang seolah sedang mempertimbangkan keputusannya dengan matang.

"Baiklah, saya tidak akan memutus kerjasama kita," ucap Tuan Haryanto akhirnya.

Wajah Raditya langsung bersinar lega mendengar ucapan itu, namun kebahagiaannya tidak berlangsung lama ketika Tuan Haryanto melanjutkan kata-katanya.

"Tapi saya tidak mau rugi. Sesuai dengan isi perjanjian yang sudah kita tanda tangani sejak awal, saya menuntut ganti rugi sebesar lima miliar rupiah."

Raditya terkejut mendengar jumlah yang disebutkan itu, matanya membelalak lebar.

"Apa...? Lima miliar?

1
Dew666
🔥🔥🔥🔥
Putrii Marfuah
huwaaaaa...ikutan nangis. padahal lagi ngiris wortel bukan bawang
tse
padahal udah ikutan mbrebes mili loh air mataku.... /Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/
ko ya tega2nya mama membuatnya berhenti mendadak di tengah jalan kaya gini...
Eskael Evol
kelamaan thor koq anin mesti pake demam segala🙏
Sukarti Wijaya
airmata sudah menetes ternyata di php sm authornya/Cry/😄
Noey Aprilia
Sabaaarrrrr....
orng sbr d syang ka author.....🤣🤣🤣
Rahma Inayah
lanjut tjor
Zhafran Althaf
makkkk masih pagii loooo udah bikin orang di PHP 🤣🤣🤣
Dew666
💎💎💎
Noey Aprilia
Aku getok jg nih kplanya ka author....
udh bcanya ngebut,smbl thn npas pula.....
eeeehhhhh.....gntung....😨😨😨
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: wkwkwk🤣🤣
total 1 replies
vj'z tri
beliau menunggu up selanjutnya 🤣🤣🤣🤣🤣
Aditya hp/ bunda Lia
kenapa Maaaak .... gantung lagi gantung lagi si emak
Lucyana H
di tggu thor.jgn kelamaan updetannya thor...yg bnyk ngapa thor ,makin seru ceritanya
Rahma Inayah
ngegantung cerita nya lnjut Thor
Zhafran Althaf
sepertinya kalau ga bikin orang2.pada ngamuk ga enak yaaa makk
Putrii Marfuah
perasaan gak nyuci, tapi kok banyak gantungan yak 🤣🤣🤣🤣
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: wkwkwk🤣🤣
total 1 replies
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
sayang 🤣🤣🤣🤣
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: hoohhh
total 8 replies
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
terluka untuk mengucapkan terima kasih, kenapa dengan dengan terluka? 🤣🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
apa ini sebagainoria? 🤣
Muft Smoker
maaak geluud yuuuuuk ,,
jgn di gantung truus atuh maaak ,, 😭😭😭😭
Muft Smoker: kejaaaaaaaaarrrrrrrr🏃🏃🏃🏃🏃🤸🤸🤸🤸🤸🏃🏃🏃🏃🏃🏃🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!