NovelToon NovelToon
Sutra Naga Pembelah Surga

Sutra Naga Pembelah Surga

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Jatuh dari puncak kejayaan menjadi lelucon sekota dalam semalam, nasib Ye Xuan tampaknya telah berakhir. Namun, keputusasaan itu justru menjadi kunci pembuka rahasia kuno yang tertidur di dalam sebuah liontin tua. Di bawah bimbingan jiwa naga kuno, Ye Xuan mempelajari rahasia kultivasi yang menyimpang dari hukum langit. Dari turnamen kota kecil hingga medan perang antar benua, Ye Xuan menelan setiap rintangan dan kesengsaraan ilahi. Dunia menganggapnya sampah, namun ia akan membuktikan bahwa dirinya adalah penguasa sejati yang akan membelah surga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12: Kesombongan Semut dan Jalan Darah

​Udara di Alun-alun Pusat Kota Daun Gugur terasa seolah membeku. Pernyataan Ye Xuan bagaikan tamparan tak terlihat yang mendarat tepat di wajah Penatua Zhao.

​Seorang pemuda dari kota kecil, yang bahkan belum mencapai Alam Pembentukan Fondasi, berani menantang otoritas seorang ahli Alam Inti Emas dari sekte raksasa? Di mata semua orang, Ye Xuan tidak hanya gila, tapi ia sedang menggali kuburannya sendiri.

​Tekanan spiritual yang mengerikan perlahan merembes dari tubuh Penatua Zhao. Jubah putihnya berkibar meski tidak ada angin. Retakan halus mulai menjalar di lantai batu tempatnya berdiri.

​"Menelan kembali kata-kataku?" Penatua Zhao terkekeh. Tawa itu terdengar pelan, namun menggetarkan gendang telinga semua orang hingga terasa sakit. "Selama seratus tahun aku berkultivasi, aku telah melihat ribuan jenius yang sombong. Tapi semut kecil yang berani memamerkan taringnya pada seekor naga... kau adalah yang pertama."

​Penatua Zhao mengangkat tangannya, seolah bersiap untuk menghancurkan Ye Xuan menjadi debu hanya dengan satu jentikan jari.

​Namun, ia menghentikan gerakannya dan tersenyum sinis. Membunuh seorang semut di depan umum hanya akan merendahkan statusnya sebagai utusan sekte.

​"Bagus. Karena kau memiliki nyali sebesar itu, aku akan memberimu kesempatan," ucap Penatua Zhao dengan nada merendahkan. "Bulan depan, Sekte Awan Azure akan membuka penerimaan murid. Tanpa kuota rekomendasi dari Penguasa Kota, satu-satunya caramu untuk masuk adalah melalui Ujian Tangga Darah—jalur yang dirancang untuk para penjahat, pengembara putus asa, dan orang buangan."

​Mendengar nama 'Ujian Tangga Darah', wajah Penguasa Kota memucat. Tingkat kematian di ujian itu adalah sembilan puluh persen!

​"Jika kau bisa melewati Ujian Tangga Darah hidup-hidup, aku bukan hanya akan menarik kembali kata-kataku, aku bahkan akan bersujud dan memanggilmu Tuan Muda di depan seluruh sekte!" Penatua Zhao mengibaskan lengan bajunya. "Tapi jika kau gagal, nyawamu akan menjadi pupuk bagi pohon-pohon spiritual di sekte kami. Ayo pergi!"

​Penatua Zhao melompat kembali ke punggung Bangau Sayap Awan. Su Yan, yang sejak tadi diam, menatap Ye Xuan dari atas dengan pandangan rumit—campuran antara kasihan dan rasa jijik yang tersisa.

​"Ye Xuan," suara Su Yan terdengar sedingin angin musim dingin. "Kesombonganmu pada akhirnya akan membunuhmu. Hiduplah sebagai orang biasa di kota ini, itu lebih baik daripada mati sia-sia demi harga diri yang tidak berguna."

​Setelah mengucapkan kalimat itu, bangau raksasa tersebut mengepakkan sayapnya, melesat menembus awan dan menghilang di ufuk timur, meninggalkan hembusan angin kencang yang menyapu alun-alun.

​Ye Xuan menatap ke arah perginya bangau tersebut dengan wajah tanpa ekspresi. Sujud dan memanggilku Tuan Muda? Kakek tua, kau bahkan tidak punya kualifikasi untuk menjadi pelayanku, batinnya dingin.

​Dengan perginya utusan Sekte Awan Azure, suasana turnamen menjadi canggung. Ye Xuan, yang secara teknis tidak mendapatkan kuota, berbalik dan berjalan menuruni arena, bersiap untuk pergi.

​"Ye Xuan, tunggu!"

​Sebuah suara memanggilnya. Patriark Klan Ye, Ye Qingtian, bergegas menghampirinya dengan langkah tergesa-gesa. Di belakangnya, beberapa tetua klan (yang berseberangan dengan faksi Penatua Pertama) mengikuti dengan wajah penuh harap.

​"Xuan'er, kakekmu—Penatua Pertama—memang telah bertindak terlalu jauh," ucap Patriark Ye dengan nada membujuk. "Kembalilah ke klan. Aku sebagai Patriark berjanji akan memberikanmu sumber daya kultivasi terbaik. Ruang kultivasi inti, pil spiritual, semuanya akan menjadi milikmu!"

​Klan Ye tidak bodoh. Ye Lang sudah cacat. Jika mereka melepaskan Ye Xuan yang memiliki kekuatan tempur setinggi ini, Klan Ye akan digilas oleh Klan Su dan Klan Wang dalam beberapa tahun ke depan.

​Ye Xuan menghentikan langkahnya. Ia menoleh sedikit, menatap Patriark Ye dengan tatapan mengejek.

​"Ketika dantianku hancur dan aku kelaparan, di mana kau, Patriark? Ketika anjing-anjing peliharaan Penatua Pertama memukuliku, di mana janji sumber daya terbaikmu?" Suara Ye Xuan datar, namun setiap kata mengandung tamparan yang keras.

​Wajah Patriark Ye memerah karena malu. Ia tidak bisa membantah sepatah kata pun.

​"Aku bukan lagi boneka yang bisa kalian buang saat rusak dan kalian pungut saat mengilap," lanjut Ye Xuan, melangkah pergi menembus kerumunan penonton yang otomatis membelah jalan untuknya. "Mulai hari ini, aku tidak berutang apa pun pada Klan Ye, dan Klan Ye tidak berhak mengatur takdirku."

​Di bawah sinar matahari sore, sosok kesepian berjubah hitam itu perlahan menghilang dari pandangan, meninggalkan Klan Ye dalam penyesalan yang mendalam.

​Malam harinya, di sebuah penginapan tersembunyi di sudut Kota Daun Gugur.

​Ye Xuan duduk bersila di atas ranjang. Pusaran hitam di dantiannya berputar dengan ritme yang stabil.

​"Ujian Tangga Darah bulan depan bukanlah lelucon, Bocah," suara Master Naga terdengar di benaknya. "Sekte Awan Azure mungkin sekte kelas tiga di mata dunia, tapi formasi penguji mereka untuk jalur kematian pasti mematikan. Dengan kultivasimu di Tingkat 8 Puncak, kau mungkin bisa bertahan, tapi kau tidak akan bisa mendominasi."

​"Aku tahu," jawab Ye Xuan membuka matanya. "Aku harus mencapai Alam Kondensasi Qi Tingkat 9, atau lebih baik lagi, menerobos ke Pembentukan Fondasi sebelum gerbang sekte dibuka."

​"Sutra Naga Pelahap Langit membutuhkan energi yang masif untuk menembus batas besar. Batu spiritual tingkat menengahmu tidak akan cukup. Kau membutuhkan Pil Yang Ekstrim atau harta karun berusia ratusan tahun untuk memicu transformasi darah naga tahap pertama."

​Ye Xuan merogoh saku jubahnya. Ia mengeluarkan Cincin Penyimpanan milik Penatua Bai (kakek Mu Xue'er) dan Cincin Penyimpanan milik kultivator Sekte Iblis Darah yang ia bunuh.

​Ia memiliki sekitar tiga ratus Batu Spiritual tingkat menengah, beberapa senjata spiritual tingkat rendah hasil jarahan, dan belasan Inti Iblis Tingkat 2 yang ia kumpulkan dari Hutan Binatang Iblis yang sengaja belum ia serap.

​"Ini saatnya menukar barang rongsokan ini dengan apa yang kubutuhkan," gumam Ye Xuan. Ia mengambil sebuah jubah bertudung hitam dari dalam cincin, memakainya, dan menutupi separuh wajahnya.

​Satu jam kemudian, Ye Xuan berdiri di depan sebuah bangunan megah berlantai lima yang terbuat dari kayu merah berukir emas. Lentera-lentera terang benderang menyinari papan nama raksasa di atas pintu masuk: Paviliun Harta Surgawi.

​Ini adalah rumah lelang dan pusat perdagangan terbesar di Kota Daun Gugur, cabang dari serikat dagang raksasa yang pengaruhnya bahkan ditakuti oleh Penguasa Kota.

​Ye Xuan melangkah masuk. Hawa hangat dan aroma dupa spiritual langsung menyambutnya. Ratusan etalase kaca memamerkan senjata, pil, dan material langka.

​Seorang pelayan wanita berpakaian sutra merah segera menghampirinya. Meskipun penampilan Ye Xuan tertutup rapat dan misterius, pelayan itu tidak menunjukkan sikap meremehkan, melambangkan profesionalisme paviliun tersebut.

​"Tuan yang terhormat, selamat datang di Paviliun Harta Surgawi. Apakah Anda ingin membeli sesuatu, atau ada barang yang ingin Anda jual?" sapanya dengan senyum ramah.

​"Aku ingin menjual beberapa barang berdarah," suara Ye Xuan dibuat menjadi serak dan berat. "Dan aku mencari herbal atau pil dengan atribut Yang Ekstrim. Panggilkan penilai (Appraiser) terbaik kalian. Pelayan biasa sepertimu tidak akan bisa membuat keputusan."

​Mendengar nada suara yang penuh tekanan dan arogan itu, mata pelayan wanita tersebut sedikit menyipit, menyadari bahwa tamu ini bukanlah orang sembarangan.

​"Mohon ikuti saya ke Ruang VIP di lantai dua, Tuan."

​Di dalam Ruang VIP yang kedap suara, Ye Xuan duduk di kursi berlengan yang terbuat dari kulit harimau spiritual. Tak lama kemudian, pintu terbuka. Seorang pria tua bungkuk dengan mata setajam elang melangkah masuk, memegang sebuah kaca pembesar spiritual di tangannya. Auranya samar, namun Ye Xuan bisa merasakan bahwa pria tua ini setidaknya berada di Alam Pembentukan Fondasi Awal.

​"Saya adalah Penilai Kepala di cabang ini, Panggil saja saya Tuan Tua Mo," pria itu terkekeh pelan sambil duduk di seberang Ye Xuan. "Kudengar Tuan memiliki barang berdarah untuk dijual?"

​Tanpa basa-basi, Ye Xuan mengibaskan tangannya.

​CLANK! CLANK! CLANK!

​Sebuah golok melengkung berwarna darah, sepuluh botol pil penyembuh, dan lima belas Inti Iblis Tingkat 2 meluncur keluar dari Cincin Penyimpanannya, menumpuk di atas meja kayu mahoni.

​Mata Tuan Tua Mo, yang awalnya tenang, langsung melebar saat melihat golok berdarah tersebut. Ia mengangkatnya dan merasakan hawa jahat yang memancar darinya.

​"Ini... ini adalah Golok Peminum Darah milik salah satu diaken Sekte Iblis Darah! Senjata spiritual tingkat menengah kelas atas!" Tuan Tua Mo menatap Ye Xuan dengan pandangan ngeri. "Pemilik senjata ini adalah ahli Pembentukan Fondasi... Tuan membunuhnya?"

​"Kau adalah seorang penilai, bukan interogator. Sebutkan hargamu," potong Ye Xuan dingin.

​Tuan Tua Mo menelan ludah. Ia tahu betul aturan dunia kultivasi: jangan pernah menanyakan asal-usul barang curian atau jarahan. Siapapun pria berjubah hitam di depannya ini, ia pasti sosok monster yang menakutkan.

​"B-baik. Golok ini bernilai lima ratus Batu Spiritual tingkat menengah. Sepuluh botol pil ini bernilai dua ratus. Dan lima belas Inti Iblis Tingkat 2 yang kondisinya sangat utuh ini... luar biasa, dipotong dengan sangat presisi. Ini bernilai tiga ratus batu," Tuan Tua Mo menghitung dengan cepat. "Totalnya seribu Batu Spiritual tingkat menengah."

​Itu adalah jumlah kekayaan yang bisa membuat satu klan kecil bertahan hidup selama sepuluh tahun!

​"Aku tidak butuh batu spiritual," ucap Ye Xuan, mencondongkan tubuhnya ke depan. Matanya yang tajam mengunci pandangan pria tua itu dari balik tudungnya. "Aku butuh Bunga Matahari Darah, Ginseng Api Berusia Lima Ratus Tahun, atau Pil Yang Murni. Apakah Paviliun Harta Surgawi memilikinya?"

​Tuan Tua Mo mengerutkan kening dalam, tangannya mengelus jenggotnya. "Harta karun berunsur Yang Ekstrim sangat langka dan sulit dicari. Namun... kebetulan sekali, malam ini Paviliun kami mengadakan Lelang Bawah Tanah. Ada sebuah benda kuno tak teridentifikasi yang memancarkan hawa Yang sangat brutal yang akan dilelang."

​Tuan Tua Mo menurunkan suaranya. "Hanya saja, benda itu sedikit... aneh. Banyak kultivator yang mencoba membelinya dan menyerap energinya justru berakhir dengan meridian mereka terbakar menjadi abu."

1
Divka
bgus
Divka
bgus...smg ye xuan nnt mampu melindungi temen dan rekannya...berbuat baiklah sedikit🤣
Deutsch
mantap thor
Gia Uw
keren cerita nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!