NovelToon NovelToon
Ketika Istri Yang Kau Hina Menjadi Kapten Pilot

Ketika Istri Yang Kau Hina Menjadi Kapten Pilot

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Wanita Karir / Penyesalan Suami
Popularitas:120.1k
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

Demi cinta, Kataleya rela meninggalkan kokpit dan menyerahkan mimpinya menjadi Kapten Pilot pada suaminya, Arkana. Ia memilih menjadi istri dan ibu, mengorbankan karier yang dulu hampir berada di puncak.

Enam tahun kemudian, pengorbanan itu justru dibalas dengan pengkhianatan. Arkana berselingkuh, menghina penampilan Kataleya, dan menyebutnya wanita yang sudah tak pantas berdiri di sisinya.

Akan tetapi Arkana lupa satu hal, langit itu dulunya milik Leya. Saat wanita itu menuntut cerai dan kembali mengenakan seragam pilotnya, seluruh dunia penerbangan mulai menyadari siapa dia sebenarnya.

Di akademi pilot, ia bertemu Kaisar... pria misterius yang selalu berada di sisinya. Arkana baru sadar terlalu terlambat, wanita yang dulu ia rendahkan kini kembali terbang lebih tinggi darinya. Leya menjadi Kapten Pilot, yang tak akan pernah bisa ia miliki lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter — 35.

Beberapa bulan berlalu sejak pertemuan Shanaz dengan Arkana di trotoar hari itu. Hidup terus berjalan, namun tidak semua orang mampu bertahan dalam kesulitan dengan cara yang sama.

Saat ini... Shanaz sedang duduk di sebuah restoran mahal di kawasan Jakarta Selatan, lampu-lampu gantung berkilau lembut di atas meja. Musik piano mengalun pelan. Di depannya duduk seorang pria paruh baya dengan penampilan high class, mengenakan jas mahal dan jam tangan mewah.

Pria itu tersenyum lebar.

“Shanaz, kamu tambah cantik.”

Shanaz tersenyum tipis. “Terima kasih, Om.”

Pria itu bernama Rudi Hartanto, seorang pengusaha properti yang cukup dikenal di Jakarta. Namun bukan sebagai suami Shanaz, bukan juga sebagai kekasih resmi. Hanya… pria yang memelihara wanita itu.

Beberapa bulan pertama setelah bekerja sebagai sales promosi, benar-benar terasa seperti mimpi buruk bagi Shanaz. Berdiri berjam-jam, serta kepanasan. Bahkan selalu dimarahi supervisor karena target tidak tercapai, dan juga gaji yang kecil baginya.

Shanaz sudah terbiasa dengan kehidupan yang jauh lebih mewah. Ia mencoba bertahan, namun semakin lama, ia semakin merasa muak. Ia muak dengan kemiskinan, muak dengan kehidupan sederhana yang dulu bahkan tidak pernah ia bayangkan.

Suatu hari ia bertemu Rudi di mall saat sedang bekerja, dan pria itu langsung tertarik padanya. Dan Shanaz… tidak menolak ketika pria itu mulai memberinya hadiah. Tas-tas mahal, uang, bahkan sebuah apartemen kecil. Sejak saat itu, Shanaz tidak lagi bekerja sebagai sales. Ia menjadi sesuatu yang jauh lebih mudah, namun juga jauh lebih memalukan. Seorang... simpanan.

Sore itu Rudi mengemudikan mobil mewahnya keluar dari restoran.

“Bagaimana kalau kita ke apartemenmu?” katanya sambil tersenyum mesum.

Shanaz hanya mengangguk sambil tersenyum centil. Ia pandai bersandiwara, demi bisa hidup mewah.

Namun beberapa menit kemudian, mobil tiba-tiba mengeluarkan suara aneh.

KRRRKKK—

Mesin mulai bergetar.

“Apa ini?” Rudi mengerutkan kening.

Mobil akhirnya berhenti di pinggir jalan.

“Astaga… mogok.”

Rudi menghela napas kesal. “Di mana bengkel terdekat?”

Shanaz melihat ke seberang jalan, di sana ada bengkel kecil dengan papan sederhana.

BENGKEL ARSEN MOTOR

“Di sana ada bengkel,” katanya.

Rudi memutar mobil dengan susah payah sampai ke depan bengkel kecil itu. Tempatnya sederhana, tidak besar. Hanya bangunan setengah terbuka dengan beberapa peralatan di dalamnya.

Seorang pria sedang membungkuk di bawah kap mobil tua, tangannya penuh oli.

Rudi membuka pintu mobil dengan kesal. “Mas! Bisa lihat mobil saya?”

Pria itu keluar dari balik kap mobil, lalu berdiri tegak. Dan saat itulah, Shanaz membeku. Pria itu juga membeku, dia adalah Arkana. Mereka hanya saling menatap, tanpa mengatakan apapun.

Kaos Arkana sedikit kotor oleh oli, tangannya kasar. Namun wajahnya, terlihat lebih tenang daripada dulu. Shanaz merasakan dadanya berdegup keras saat dipertemukan kembali dengan pria itu.

Rudi tidak menyadari apa-apa.

“Mobil saya tiba-tiba mogok,” katanya.

Arkana mengangguk pelan. “Coba saya lihat dulu.”

Ia berjalan mendekat ke mobil, namun saat melewati Shanaz, mata mereka kembali bertemu. Arkana hanya menatapnya sebentar, ia membuka kap mobil tanpa berkata apa-apa.

Suasana terasa aneh.

Rudi berdiri di samping Shanaz. “Bengkel kecil begini... bisa dipercaya tidak ya?”

Shanaz tidak menjawab, ia hanya menatap punggung Arkana. Pria itu memeriksa mesin dengan tenang.

“Busi dan sistem pengapiannya bermasalah.”

Rudi menghela napas. “Berapa lama perbaikannya?”

“Mungkin satu jam.”

Rudi mendengus. “Cepat sedikit bisa?”

“Akan saya usahakan.”

Rudi akhirnya berjalan menjauh sebentar untuk menelepon seseorang. Kini hanya tersisa Shanaz dan Arkana di dekat mobil.

Shanaz akhirnya bicara pelan. “Mas Arkana…”

“Ya.” Arkana tak menoleh pada wanita itu, dia fokus memeriksa mesin.

“Kamu… membuka bengkel sekarang?”

Arkana mengangguk. “Ya.”

Shanaz menelan ludah, ia terlihat gugup. “Aku dengar lisensi pilotmu—”

“Dicabut.” Potong Arkana, suaranya biasa saja tanpa ada emosi apapun di dalamnya.

Shanaz menggenggam tas mahal di tangannya. “Aku tidak menyangka…”

Arkana menutup kap mobil. “Hidup memang berubah.“

Shanaz tidak tahu harus menjawab apa.

Arkana melirik pria yang sedang menelepon di kejauhan. “Pacarmu?”

“Bukan.” Jawab Shanaz pelan.

Arkana mengangguk kecil, seolah sudah mengerti semuanya. Ia tidak mengatakan apa-apa lagi, hanya mengambil kunci inggris dari meja kerja. Lalu mulai memperbaiki mobil itu dengan tenang.

Shanaz berdiri di sana, melihat pria yang dulu pernah ia cintai. Pria yang dulu terbang di langit sebagai kapten pilot, tapi sekarang tangannya dipenuhi oli di bengkel kecil pinggir jalan. Pria yang dulu selalu tampil rapi dengan seragam pilot, sekarang mengenakan kaos lusuh dan celana kerja yang kotor. Ia merasa aneh melihat keadaan Arkana yang terlihat miskin saat ini, namun wajah pria itu justru lebih damai daripada dirinya sekarang.

Suara alat bengkel terdengar beradu pelan, Arkana bekerja dengan tenang di bawah kap mobil mewah milik Rudi. Tangannya yang penuh oli bergerak cekatan, membuka dan memasang beberapa bagian mesin.

Tak lama, kemudian Rudi kembali dari teleponnya. “Mas, lama tidak?”

Suara Rudi terdengar tidak sabar.

“Sebentar lagi selesai.” Arkana bahkan tidak menoleh.

“Tempatnya kecil sekali!” Rudi mendengus kecil, ia melirik sekeliling bengkel yang sederhana dengan nada meremehkan.

Shanaz merasa tidak nyaman mendengar nada itu, namun Arkana tetap bekerja tanpa bereaksi.

Arkana akhirnya menutup kap mobil. “Sudah.”

“Sudah?” Rudi mengangkat alis.

“Coba dinyalakan.”

Rudi masuk ke dalam mobil, mesin menyala kembali dengan suara halus. “Ya, sudah normal.“

“Busi dan pengapiannya tadi longgar.”

Rudi keluar dari mobil sambil mengambil dompet. “Berapa?”

Arkana menyebut angka yang sangat wajar untuk perbaikan itu

“Ambil saja kembaliannya.” Rudi langsung memberikan uang lebih.

Arkana tidak langsung mengambilnya, namun akhirnya ia menerima tanpa banyak bicara.

Rudi menepuk pundaknya. “Lumayan juga kerjamu, meskipun bengkel mu kecil begini!”

Nada suaranya terdengar seperti pujian, namun juga sedikit merendahkan.

Arkana hanya menjawab singkat. “Terima kasih.”

“Ayo, kita pergi.” Rudi menoleh ke arah Shanaz, ia kemudian lebih dulu masuk ke dalam mobil.

Shanaz masih berdiri di tempatnya, matanya kembali bertemu dengan mata Arkana.

“Mas… kamu benar-benar tidak menyesal?”

Arkana mengernyit sedikit. “Menyesal tentang apa?”

Shanaz menunjuk bengkel kecil itu. “Kamu dulu pilot. Sekarang…”

Arkana mengerti maksud ucapan Shanaz, ia menyeka tangannya dengan kain.

“Dulu aku hidup di langit, tapi waktu itu... aku tidak pernah benar-benar melihat ke bawah. Aku tak pernah melihat kehidupan yang sebenarnya.” Ia menatap bengkel kecilnya sebentar. “Sekarang hidupku memang sederhana. Tapi setidaknya… aku tahu setiap rupiah yang aku dapatkan berasal dari tanganku sendiri.”

Kalimat itu terasa berat bagi Shanaz, karena hidupnya sekarang tidak seperti itu.

Arkana lalu menatap wanita itu. “Kamu sendiri bagaimana?”

Shanaz menggenggam tas mahalnya, ia tidak bisa menjawab.

“Shanaz, cepat masuk! Kau lama sekali!” teriak Rudi dari dalam mobil, pria paruh baya itu mulai tidak sabar.

Wanita itu menoleh sebentar pada Rudi, lalu kembali melihat Arkana.

“Setiap orang memilih jalannya sendiri, dan setiap pilihan selalu punya harga.” Arkana berkata dengan suara tenang, dia tidak ingin menghakimi Shanaz.

Shanaz menundukkan kepala, kalimat itu terasa seperti tamparan. Ia lalu tersenyum pahit. “Aku dulu berpikir, hidup hanya soal kenyamanan. Tapi ternyata... tidak sesederhana itu.”

Rudi membunyikan klakson dari mobil. “Shanaz!”

Wanita itu akhirnya berjalan menuju mobil, namun sebelum masuk, ia menoleh sekali lagi ke arah bengkel kecil itu. Arkana sudah kembali bekerja, membungkuk di depan mesin mobil lain. Seolah pertemuan mereka barusan, hanyalah bagian kecil dari kesehariannya.

Shanaz pun masuk ke mobil, dan perlahan mobil mewah itu pergi meninggalkan bengkel. Namun di dalam mobil, ia hanya menatap keluar jendela dengan mata kosong. Setelah pertemuan singkat barusan, ia merasa bahwa kehidupan mewah yang ia pilih sekarang… tidak membuatnya benar-benar merasa hidup.

Saat mobil yang membawa Shanaz menghilang di ujung jalan, terdengar suara seorang perempuan.

“Mas, makan dulu. Farah bawakan makanan...” seorang wanita cantik tersenyum sambil melangkah masuk ke dalam bengkel Arkana.

Sementara itu...

Dalam pesawat menuju Medan yang diterbangkan oleh Leya, situasi tiba-tiba berubah. Badai besar muncul tanpa peringatan di jalur penerbangan mereka.

Di kantor pusat maskapai, Kaisar yang sedang memeriksa dokumen langsung menghentikan pekerjaannya. Begitu menerima laporan cuaca darurat, ia berdiri dan berlari cepat menuju pusat kendali penerbangan di menara komando.

Suasana di menara komando sudah tegang. Semua mata tertuju pada radar yang menunjukkan jalur pesawat Leya, tepat di tengah badai yang semakin membesar.

“Kamu pasti bisa melewati badai itu, Leya…” gumam Kaisar pelan.

Tatapan pria itu terpaku pada layar radar di pusat kendali. Wajahnya tegang, rahangnya mengeras, dan tangannya tanpa sadar mengepal di samping tubuhnya. Rasa panik jelas terlihat, tapi ia berusaha menahannya.

Di tengah kecemasan itu, Kaisar tetap percaya pada kemampuan istrinya. Leya adalah salah satu kapten pilot terbaik maskapai. Dan Kaisar yakin, jika Leya pasti bisa membawa pesawat yang membawa sekitar seratus lima puluh penumpang itu... keluar dari badai.

1
ρυтяσ✨
Alhamdulillah.... lega rasa'y, anak" tetap menganggap mu ayah kan pak, beda kalo seorang istri dia kapan saja bisa menjadi mantan tapi anak, seumur hidup tetap anak🥺🥺🥺😭😭😭q cengeng mudah nangis dan terharu hiks
ρυтяσ✨
ayolah pak... jangan libatkan anak kecil demi ego mu, semua murni kesalahan mu sendiri😔😔😔siapa yang mau melihat ibu'y di sakiti oleh bapak'y, semua akan membela seorang ibu
Miss Typo
bab ini penuh air mataku 😭
seperti Bagas, Rudi akhirnya sadar juga dan menyerahkan diri ke polisi.

ngomong² bukannya Arsen manggil Kaisar ayah ya bukan papa, apa aku lupa 🫢
Miss Typo: aku lupa 🫢🤣
total 2 replies
gina altira
Rudi akhirnya sadar
Wanita Tangguh🧩🌠: Iya dikasih kesempatan semua penjahatnya kecuali Shanaz, tapi di akhir mungkin bisa tobat dia🤭
total 1 replies
Tiara Bella
sedih ko banyak bawangnya sh Thor....
Wanita Tangguh🧩🌠: Uluhhh😍
total 3 replies
gina altira
Rudi sudah cukup,, jgn bikin kesalahan lagi. lagian Arkana ga balikan lg sama Shanaz
Miss Typo
semoga Arsen gak di apa²in
bsjelfjbrndsabdvr
waduhh kok makin seru ya🤣🤣
tutiana
syukurlah tasya sudah bersiap
Rini Hasmira
luar biasa thor ♥️♥️♥️♥️
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih.
Muft Smoker
bnr2 harus di basmiii nih si rudiii ,, 🤨🤨🤨
Muft Smoker
si viola cocok smaa si shanaz ,,
cocook tu dy klo duet bareng di satu punggung ,,
yg satuu si penampung tamparan ,,
yg satuu si penampung dendam🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣
Priskha
waduh blm jd istrinya aja si Viola sdh posesif banget, bsk klau sdh nikah bs2 di rantai tuch si Rafi di kmr trs ndak blh keluar 🤣🤣🤣
Shee_👚
Alhamdulillah setidaknya Arsen bisa kenal bapak kandungnya nanti
Shee_👚
nah kan jadi gak bertanya2 kenama arsen
𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽᴛ⑅⃝ˢ🐈
waduh arsen betulan di culik
dan ini kok tau dr mana ya klo oada liburan wis angel2
𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽᴛ⑅⃝ˢ🐈
vioal dar dlu g berubah dr dendam sama leya akbirnya sm orang yg blm tentu betul yg di sangka
rasa suka tp tidak menganggu hubungan kan ini mah nnti mlh kandas kapoktp syukurlah kandas dr pada di teusin mlh bikin mslh terus
Tiara Bella
kasian Arsen ...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!