Secret of the heart. Dalam sebuah hubungan terkadang kita harus mengatakan apa yang kita rasakan kepada pasangan kita, sebab mereka bukan cenayang yang bisa menebak perasaan pasangan mereka atau pun orang lain.
Dan jangan menyikapi sebuah ungkapan dengan hal sepele. Misalnya terlalu berlebih, pamer atau ke kanak-kanakkan. Keharmonisan tidak memandang hal itu. Belajar lah mengungkapkan apa yang kalian rasakan bukan merahasiakan isi hati kalian atau kalian ingin berakhir seperti Melly dan Dion.
Keduanya menikah bukan karena perjodohan atau saling mencintai, bukan. Sebab keduanya menikah karena menginginkan dan
membutuhkan. Dion menginginkan Melly sementara Melly membutuhkan Dion. Aneh tapi inilah keadaannya.
Menikah di usia muda, bertahan selama hampir enam tahun dan berpisah karena tidak sanggup menghadapi sikap buruk pasangan tanpa ada yang mencoba introspeksi diri masing masing atau mencoba memperbaiki hal buruk itu.
Setelah berpisah satu tahun, ke salah pahaman dan kurangnya komunikasi kembali mempertemukan mereka dalam hubungan yang tidak seharunya Dion lakukan kepada Melly.
Semenjak kejadian itu Dion benar benar meninggalkan Melly tanpa mau memberikannya kesempatan untuk menjelaskan apa yang Melly rasakan. Dan dalam tiga bulan Dion bisa, mengantikan posisi Melly dengan orang lain sesuai janji nya kepada Melly.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vi_via, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MELISSA
Ketika panggil itu berakhir, Dion mengusap wajahnya begitu kasar dengan kedua telapak tangan, Terlihat jelas raut wajahnya yang kelelahan dan kurang tidur.
Ia mengedarkan pandangannya pada terik matahari di luar sana melalui jendela yang tingginya hampir setara dengan pintu itu.
Seketika itu, Pikirannya terisi kenangan kenangan indahnya dengan Melly. Mungkin untuk orang lain, itu bukan kenangan indah sebab pertemuan mereka tidak ada hal yang manis yang mampu membuat orang diabetes saking manisnya tetapi jika di kenang bisa membuat orang yang mengenang nya Awet muda.
...\=\=\=\=\=\=\=...
Beberapa tahun sebelumnya.
Di kantin salah satu universitas ternama di kota Jakarta, terlihat lima orang pemuda yang tengah duduk, menikmati minuman mereka sambil merencanakan untuk melanjutkan kuliah mereka di luar negeri, tepatnya Oxford University. Mengingat bulan depan mereka akan wisuda, S1. Lima orang pemuda itu tidak lain Adalah Dion, Jayden, Putra, zion dan Reval.
Untuk ukuran pewaris perusahaan ternama, S1 tentunya tidak akan cukup untuk memimpin perusahaan besar yang telah di kelola orang tua mereka, selain pengalaman yang cukup, wawasan yang luas dan ilmu juga menentukan posisi mereka, mengingat persaingan di dunia bisnis yang semakin sulit dan banyak pebisnis lain di luar sana yang telah berinovasi dalam bisnis mereka.
Saat Dion tengah Asyik berbicara dengan sahabat sahabatnya, tiba tiba sepasang tangan Melingkar di pundaknya di ikuti suara manis manja dari wanita yang berdiri tepat di belakang bangku yang ia duduki." Sayang aku minta uang dong, aku dan teman aku pengen makan di warung depan kampus." Tanpa bertanya dua kali, Dion langsung mengeluarkan salah satu kartunya untuk wanita itu. Beginilah seorang Dion dia tidak akan sungkan mengeluarkan uangnya untuk kekasih atau wanita wanita diluar sana yang dengan suka rela memanjakan adiknya." Sayang, kita itu mau makan di depan kampus mana bisa bayar pakai ini." Ucap wanita itu dengan bibir mengerucut serta sedikit menghentakkan kaki layaknya Anak kecil yang merajuk karena tidak di turuti permintaannya.
" Aku tidak punya uang pecahan di dompetku." Sahut Dion sambil menggaruk pelipisnya.
" Ya udah kalau begitu temani aku untuk menarik uang, di ATM dekat kampus kita." Ucap wanita itu lagi sambil menarik pergelangan tangan Dion. Membuat lelaki itu tidak bisa menolak, mau tidak mau dia harus mengikuti wanita yang semalam memberikan servis terbaik untuk adiknya.
Sementara keempat temannya hanya bisa menggeleng geleng kepala mereka.
Begitu tiba di ATM keduanya masuk dan Dion menarik uang untuk wanitanya itu. Saat Dion selesai menarik beberapa lembaran uang. Dia langsung menyerah kepada wanita dan mengecup bibirnya, berawal dari sebuah kecupan kita menjadi ciuman yang begitu menuntun, saking terbuai nya mereka lupa dimana mereka berada.
Sebuah ketuk dari luar menyadarkan keduanya. Wanita itu segera membetulkan penampilannya sementara Dion memilih keluar dari dalam sana. Dengan raut wajah murka karena kesenangannya di usik.
Begitu pintu ia membuka pintu transparan itu, ia langsung mendapat cibiran dari orang yang telah mengusik kesenangannya.
" Dasar tidak tahu malu, kalau mau berzina jangan disini." Dion menyantap wajah mungil itu.
" Kamu mengatai aku." Tanya Dion sambil menunjuk dirinya sendiri.
" Syukurlah kalau sadar." Bukannya marah Dion malah tersenyum.
" OH, ngomong donk! Kalau kamu juga ingin di zinahi." Dion sengaja menggoda gadis itu, ia bahkan mengabaikan keberadaan wanita yang datang bersamanya.
" Ha'ah." Salah satu alis wanita itu terangkat. Ia menatap Dion layaknya menatap musuh nya.
"MELISSA HANZIE." Dion Mengeja Nama yang tertera pada seragam putih abu abu yang di gunakan Melly, ia bahkan tidak menghiraukan kemarahan Melly sedikit pun. " Apa kamu ingin merasakan apa yang di rasakan wanita i_"
" Amit amit, cabang bayi." Melly langsung memotong ucapan Dion seraya mengetuk kepalanya sendiri setelah itu berjongkok mengetuk lantai." Dasar tidak tahu tempat. Apa pantas kamu berbicara seperti itu Dengan anak kecil." Sambungnya. Membuat Dion menatap Melly dari ujung kepala sampai ujung kaki begitu sebaliknya.
" Bagian mana yang masih kecil." Pandangan Dion berhenti pada bagian Dada Melly.
" Dasar Cabul." Teriak Melly sambil menampar pipi Dion tanpa rasa takut sedikit pun, Dion yang tidak siap! Di buat terkejut dengan sikap bar bar bocah berseragam putih Abu abu itu." itu pantas untuk lelaki yang tidak tahu malu seperti kamu. " Melly mendorong tubuh Dion, setelah itu berlalu meninggalkannya.
Melly segera masuk dan menarik sejumlah uang beasiswanya, setelah itu ia keluar, menemukan Dion dan wanita itu masih menunggunya. Dengan penuh percaya diri Melly berjalan keluar, begitu ia berada di dekat Dion, ia langsung menginjak kaki Dion.
Membuat Dion langsung menjerit sakit." Upss, sorry Sengaja." Setelah itu Melly langsung menggunakan jurus kaki seribu.
...\=\=\=\=\=\=...
Dering panjang dari ponselnya, membuat semua kenangan indah itu hilang, Dion menatap, benda pipi itu! Tertera nama Ibunya di sana.
Tidak ingin membuat perdebatan baru diantara mereka, Dion pun menjawab panggilan Ibunya. " Operasi berjalan lancar, Istri dan putrimu! Menunggumu sekaran." Setelah mengatakan hal itu. Tanpa menunggu sahutan dari putranya. Wanita itu telah mengakhiri panggil mereka.
Dion kembali meletakkan ponsel di atas meja, ia menatap pada jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya." Sial, kenapa kamu selalu membuang buang waktu! Walaupun kamu tidak berada di sisiku." Dion mengumpat karena hampir dua jam dia larut dalam kenangannya Dengan Melly.
Bagaimana Dia bisa Melangkah maju, jika hati dan pikirannya, masih berada di tempat yang sama. Karena Segala sesuatu terasa begitu rumit untuknya saat ini.
Disaat Dion tengah gundah karena Melly, Notip pesan kembali mengusik ponselnya, Dion kembali meraih ponsel itu dan membaca isi pesannya.
...MAMA...
^^^Beri nama kepada putri mu? ^^^
Melissa Xavier.
^^^Ibu tidak setuju^^^
Itu namanya, jika tidak mau jangan harap dia akan menggunakan Nama XAVIER, dan aku tidak akan menganggapnya ada.
Setelah mengetik hal itu, Dion langsung menonaktifkan ponselnya.
Sementara Di tempat yang berbeda, Melly justru tengah mengecek kandungannya saat ini. Dokter yang membantu Melly menjelaskan posisi anaknya yang bagus, detak jantungnya dan semuanya Normal tanpa ada masalah sedikit pun. Melly begitu senang, anaknya baik baik saja Di dalam sana.
Selesai memeriksakan kandungannya, Melly pergi ke mini market untuk membeli bahan makan mengigat persediaan bahan makanya telah menipis dan kondisinya saat ini, tidak memungkin untuk Melly terus keluar rumah di saat udara di Manhattan berada di titik beku. Pertengahan bulan Nanti.
Selesai berbelanja, Melly langsung bergegas pulang ke apartemen nya. Kehamilannya yang semakin membesar membuat Melly mudah merasakan Lelah.
Begitu Sampai di apartemennya Melly langsung menyusun belanjaan, sebelum ia meluruskan pinggangnya.
.... ...
.... ...
.... ...
.... ...
...Bersambung. ...
...Happy reading.., 💘💘...
kuatkanlah hamba ya Allah
tapi tetap sebaiknya cerai