NovelToon NovelToon
Rock Lee Kebangkitan Cheat Di Konoha

Rock Lee Kebangkitan Cheat Di Konoha

Status: sedang berlangsung
Genre:Naruto / Sistem
Popularitas:9.5k
Nilai: 5
Nama Author: Billy Author

Raymond yang dulunya penduduk bumi, mendapati dirinya bereinkarnasi menjadi Rock Lee di anime Naruto. Dalam kepanikannya menerima kenyataan, tiba-tiba dia membalikkan cheat yang dulu dia buat saat main game mobil sewaktu di bumi. Regenerasi tak terbatas dan kebal terhadap ilusi genjutsu. Uchiha Madara: Sialan apakah dia masih manusia. Penulis : hallo semua, saya ingin bersenang-senang membuat novel fanfic ini, selamat membaca..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Billy Author, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2: Berat yang Tak Terlihat dan Pandangan yang Meremehkan

Angin sore berembus lambat, membawa aroma daun pinus kering yang khas dari arah hutan belakang Konoha. Di jalur tanah yang memutari area luar desa, dua sosok dengan pakaian hijau ketat sedang bergerak dengan posisi terbalik. Kepala di bawah, tangan di bawah, dan kaki lurus menghadap ke langit.

"Dua ratus tiga puluh satu... dua ratus tiga puluh dua..."

Reymond menghitung dalam hati, giginya terkatup rapat. Keringat bercucuran deras dari dahinya, menetes langsung ke tanah kering yang mereka lewati. Telapak tangannya terasa panas membara, tergesek oleh kerikil tajam dan ranting patah di sepanjang jalan. Setiap kali berat badannya bertumpu pada pergelangan tangan, dia bisa mendengar bunyi krek samar yang menandakan sendinya tertekan hebat.

Namun, keajaiban cheat itu bekerja di balik layar. Begitu rasa sakit menusuk di pergelangan tangannya, kehangatan misterius mengalir dalam hitungan milidetik, memperbaiki jaringan ikat yang hampir robek dan meredakan rasa panas di kulitnya. Secara fisik, dia selalu kembali ke kondisi prima. Tapi secara mental? Reymond merasa jiwanya hampir terbang keluar dari ubub-ubun.

"Ayo, Lee! Jangan kendurkan kecepatanmu! Matahari sudah hampir tenggelam di balik patung para Hokage!" Guy berteriak dari sampingnya, bergerak dengan kecepatan dua kali lipat lebih cepat dengan ekspresi yang sangat santai, seolah-olah dia hanya sedang berjalan-jalan di taman.

"B-baik, Guru Guy!" Reymond menjawab dengan napas yang mulai tersengal. Mengontrol napas ternyata jauh lebih sulit daripada mengatasi rasa sakit fisik. "Saya... saya masih bisa!"

"Bagus! Itulah api masa muda yang sesungguhnya!" Guy tertawa menggelegar, membalikkan tubuhnya di udara dengan gerakan akrobatik yang sempurna, lalu mendarat dengan kedua kakinya. "Cukup untuk hari ini! Kita sudah menyelesaikan dua ratus lima puluh putaran. Anggap saja ini pemanasan pasca kamu keluar dari rumah sakit!"

Pemanasan kepalamu kotak! Reymond mengumpat dalam hati sambil ikut membalikkan tubuhnya. Dia mendarat dengan agak limbung, sebelum akhirnya berdiri tegak. Dia menarik napas dalam-dalam, mengisi paru-parunya dengan udara malam yang mulai dingin. Anehnya, rasa lelah yang luar biasa di ototnya hilang hanya dalam waktu tiga kali tarikan napas. Kulit tangannya yang tadi lecet-lecet kini sudah mulus kembali.

Guy memperhatikan muridnya dengan mata menyipit. Ada kilatan herisik di tatapan jounin berpengalaman itu. "Lee, biasanya setelah latihan seperti ini, napasmu akan memburu selama lima belas menit dan otot lenganmu akan gemetar. Tapi sekarang... kamu terlihat sangat cepat pulih."

Jantung Reymond berdegup kencang. Gawat, apa dia menyadarinya?

Dengan cepat, Reymond memukul dadanya sendiri dengan kepalan tangan, memasang ekspresi se-antusias mungkin khas Rock Lee. "Ini karena motivasiku sedang membara, Guru! Berbaring di ranjang rumah sakit kemarin membuatku sadar betapa berharganya setiap detik untuk berlatih! Aku tidak ingin membuang waktu lagi!"

Guy terdiam sesaat, lalu tiba-tiba air mata dramatis kembali membanjiri wajahnya. Dia merangkul pundak Reymond dengan kasar. "Oh, Lee! Kamu benar-benar membuatku terharu! Jenius kerja keras sepertimu adalah kebanggaan terbesarku! Pergilah ke kedai dango atau mandi di pemandian air panas untuk merenggangkan ototmu. Besok pagi, kita akan bertemu dengan rekan timmu yang lain di area latihan nomor tiga!"

"Rekan tim?" Reymond memiringkan kepalanya. "Neji dan Tenten?"

"Benar! Mereka sudah menyelesaikan misi solo mereka masing-masing hari ini. Besok adalah latihan tim pertama kita setelah kamu sembuh. Jangan terlambat, Lee!" Setelah meneriakkan itu, Guy berputar dan melesat pergi, meninggalkan kepulan debu tebal yang membuat Reymond terbatuk-batuk.

"Uhuk! Uhuk! Sialan, cepat sekali dia menghilang," gumam Reymond sambil mengibaskan tangan di depan wajahnya.

Kini dia sendirian di jalanan Konoha yang mulai temaram oleh lentera-lentera jalan yang baru dinyalakan. Reymond berjalan pelan menuju arah pusat desa. Pemandangan di sekitarnya benar-benar terasa surealis. Bangunan-bangunan kayu bergaya jepang kuno, orang-orang yang berjalan dengan pakaian tradisional, dan beberapa shinobi yang melompat dari atap ke atap dengan sangat lincah.

Saat berjalan melewati area pasar, Reymond merasakan perubahan atmosfer yang kurang nyaman. Beberapa penduduk desa yang sedang merapikan dagangan mereka melirik ke arahnya. Tatapan mereka... bukan tatapan benci seperti yang mereka berikan pada Naruto, melainkan tatapan meremehkan. Tatapan kasihan yang bercampur dengan cemoohan terselubung.

"Lihat, itu si anak cacat dari klan Lee," bisik seorang pedagang sayur kepada temannya, tidak terlalu pelan hingga Reymond masih bisa mendengarnya.

"Ah, si bocah yang tidak bisa Ninjutsu itu? Kasihan sekali. Mau jadi ninja seperti apa kalau cuma mengandalkan pukulan dan tendangan? Di zaman sekarang, anak itu hanya akan jadi umpan meriam di medan perang," sahut yang lain sambil menggelengkan kepala.

Reymond menghentikan langkahnya sejenak. Tangannya yang berada di dalam saku celana mengepal erat. Sebagai Reymond yang dulu hidup di dunia modern, dia jarang sekali menerima diskriminasi langsung seperti ini. Ada rasa hangat yang membakar dadanya—bukan karena cheat, melainkan karena ego dan sisa-sisa emosi milik Rock Lee yang asli yang tersinggung.

Umpan meriam? Reymond tersenyum sinis dalam hati. Kalian tidak tahu saja. Jika aku membuka Gerbang Kedelapan sekarang, seluruh pasar ini bisa rata dengan tanah dalam sekejap.

Namun, dia memilih untuk mengabaikan mereka. Dia melanjutkan perjalanannya menuju rumah kecil tempat Rock Lee tinggal sendirian. Rumah itu sangat sederhana, hanya ada satu kamar tidur, satu kamar mandi, dan ruang latihan kecil di halaman belakang yang dipenuhi oleh tiang-tiang kayu yang sudah retak-retak akibat pukulan konstan.

Reymond duduk di lantai kayu teras belakang, menatap bulan sabit yang mulai menggantung di langit malam. Dia membuka telapak tangannya, mencoba memfokuskan pikirannya.

Bagaimana cara merasakan chakra? pikirnya.

Di dalam ingatan Lee, chakra adalah sesuatu yang asing karena jalur chakranya tersumbat atau tidak berkembang dengan baik untuk Ninjutsu. Namun, setelah cheat itu menyatu dengan jiwanya, Reymond bisa merasakan ada sesuatu yang berbeda. Di dalam perut bagian bawahnya, ada sebuah pusaran energi biru yang sangat padat. Energi itu mengalir dengan lancar, mengitari seluruh tubuhnya tanpa ada hambatan sama sekali.

"Tunggu..." Reymond bergumam, matanya membelalak. "Jalur chakraku... tidak tersumbat? Malah terasa sangat bersih!"

Dia mencoba mengalirkan energi itu ke telapak tangannya. Wush! Sebuah tekanan angin tipis tercipta di sekitar jemarinya. Ini bukan chakra biasa. Berkat cheat regenerasi tak terbatas, aliran chakra dalam tubuhnya terus memperbarui diri. Setiap kali dia menggunakan atau membuang sebagian chakra, pusaran di perutnya langsung mengisinya kembali hingga penuh dalam sekejap.

artinya, dia tidak hanya memiliki darah yang tidak bisa habis, tetapi juga Chakra Tak Terbatas.

Reymond menelan ludah, tubuhnya gemetar karena kombinasi rasa takut dan kegembiraan yang luar biasa. "Kalau begini ceritanya... keterbatasan Rock Lee yang tidak bisa Ninjutsu bukan lagi masalah karena cacat tubuh, melainkan karena aku memang belum belajar caranya!"

Namun, dia segera menggelengkan kepalanya keras-keras. "Tidak, tidak boleh serakah. Fokus utamaku saat ini adalah Taijutsu. Dengan tubuh yang bisa beregenerasi instan, Taijutsu adalah senjata paling mematikan yang bisa kuhasilkan tanpa perlu membuang waktu mempelajari segel tangan yang rumit."

Dia berdiri, menatap tiang kayu latihan di depannya. Reymond memasang kuda-kuda dasar Gouken (Gaya Tinju Keras) yang sudah mendarah daging di tubuh Lee.

"Mari kita coba seberapa cepat aku bisa berkembang," bisiknya pada kegelapan malam.

Bum!

Pukulan pertamanya menghantam tiang kayu, meninggalkan retakan baru yang cukup dalam. Kulit buku jarinya sempat pecah dan berdarah, namun sebelum darah sempat menetes ke tanah, uap putih muncul dan menyembuhkannya dalam waktu kurang dari satu detik. Reymond tersenyum puas. Latihan neraka yang sesungguhnya baru saja dimulai.

1
aldo
lanjut author 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
The Music
lanjut lagi 🔥🔥🔥
Hadi Hadi
mantap 👍
Andi Akhasay: Mampir kak ke ceritaku.
total 1 replies
Aisyah Suyuti
goof👍
waktunya comeback
menarik
Hadi Hadi
good 👍
The Music
semangat thor👍🔥🔥
Hadi Hadi
mantap 👍👍
Hadi Hadi
up up up 😍😍
Hadi Hadi
is good 👍👍
Hadi Hadi
up up up 💪
Hadi Hadi
semangat 💪
Hadi Hadi
semangat
Hadi Hadi
good 👍👍
Hadi Hadi
lanjut 💪
Hadi Hadi
up up up 👍👍
Hadi Hadi
sikat 💪
Hadi Hadi
mantap 💪
Hadi Hadi
up up up 💪
Hadi Hadi
good 😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!