NovelToon NovelToon
RAHASIA PANAS DI BALIK PERNIKAHAN

RAHASIA PANAS DI BALIK PERNIKAHAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Diam-Diam Cinta
Popularitas:1.5M
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Dewasa
Follow My Instagram @Mae_jer

Dami tidak menyangka dia akan menghadapi Jeremy yang menggila padahal statusnya sudah menjadi istri dokter Bima. Walau status itu hanya sebatas pernikahan kontrak, tetap saja tidak dapat dibenarkan. Namun, siapa yang akan menyangka Dami akan terlibat dengan permainan panas Jeremy, serta Bima yang ikut-ikutan menggila, yang membuatnya berada di situasi yang membingungkan.

Terjebak di antara dua pria yang sama-sama menginginkannya, situasi semakin rumit saat Dami hamil. Karena ia tidak tahu siapa ayah dari anak yang dikandungnya. Jeremy atau Bima? Lebih gilanya lagi, baik Bima maupun Jeremy, sama-sama tidak mau melepaskannya.

Ketiganya harus merahasiakan hubungan gila mereka sampai akhirnya salah satu dari kedua pria itu mengalah, dan merelakan Dami dengan laki-laki yang dia cintai.

Apakah masih Jeremy cinta pertamanya yang menjadi pemenang? Atau Bima, dokter tampan yang juga mencintai Dami dengan tulus?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mau berdansa?

Keesokan harinya

Pesta ulang tahun klinik milik Bima berlangsung meriah di salah satu hotel bintang lima di pusat kota. Ruangan yang luas dihias dengan elegan, dipenuhi tamu undangan dari kalangan medis, pebisnis, hingga kenalan keluarganya. Suasana riuh dengan tawa dan obrolan, namun bagi Dami yang berdiri di sudut ruangan, semuanya terasa sunyi dan asing.

Ia datang mengenakan gaun malam berwarna krem yang sederhana namun anggun, rambutnya disusun rapi dengan sedikit hiasan bunga kecil. Sesuai pesan Bima, ia berusaha tersenyum dan bersikap sopan, berakting sebagai istri yang setia dan mendukung. Namun sejak tiba, Bima tak pernah sekalipun menyentuh, menyapa, atau sekadar menoleh. Ia berjalan di depan, berbicara dengan rekan-rekannya, tertawa lepas, seolah-olah Dami tidak ada di sampingnya.

Beberapa kali Dami mencoba mendekat saat Bima sedang berbicara dengan tamu, namun dia hanya diperkenalkan sekilas dengan nada datar oleh pria itu.

"Ini istri saya, Dami." tanpa senyum pada Dami, tanpa penjelasan lebih lanjut, lalu ia langsung berbalik melanjutkan obrolan seolah Dami sudah tidak penting lagi berada di situ.

Setelah beberapa jam berdiri dan berusaha berinteraksi dengan beberapa orang yang menyapanya, Dami mulai merasa lelah, bukan hanya secara fisik, tapi juga batinnya. Ia memutuskan untuk berjalan ke sudut yang lebih sepi, dekat dengan teras kaca yang menghadap ke taman di luar. Di sana, ia berdiri sendiri, memegang gelas jus yang hampir tak tersentuh, menatap keluar dengan pandangan kosong.

Tiba-tiba, suara langkah kaki mendekat. Ia menoleh, berharap itu Bima, meski ia tahu harapan itu terlalu kecil. Namun ternyata itu adalah ibu mertuanya. Dami langsung memasang senyumnya begitu melihat mama Nova.

"Sayang, kenapa kamu di sini? Mama lihat Bima nyuekin kamu ya? Huftt, dasar anak itu. Kalau kegiatan begini dia memang fokus banget sama yang namanya kerja. Jangan kamu masukin ke dalam hati ya? Ayo, mama kenalin kamu sama temen-temen mama. Waktu itu kalian nikahnya buru-buru banget, jadi banyak temen-temen bisnis mama dan papa belum kenal sama kamu. Mereka penasaran banget tahu sama kamu. Ayo," Nova menarik tangan Dami dan Dami sendiri tidak bisa menolak karena merasa tidak enak.

Beberapa wanita seumuran dia jelas sekali tidak menyukainya, tapi dia tidak peduli. Dia juga bukan wanita lemah yang mudah di tindas.

Dami mengikuti langkah ibu mertuanya dengan senyum yang tetap terjaga. Sesampainya di tengah kelompok wanita paruh baya yang sedang mengobrol riuh, Nova segera memperkenalkannya dengan suara lantang dan penuh kebanggaan pada teman-teman sosialitanya.

"Semuanya, ini menantuku, Dami. Istri dari Bima," ucap Nova sambil menepuk bahu Dami pelan.

Beberapa wanita itu menoleh, menatap Dami dari atas hingga ke bawah dengan pandangan yang terasa menyelidik dan tidak ramah. Ada yang hanya mengangguk singkat, ada yang tersenyum tipis tanpa ketulusan, dan tak sedikit yang langsung membuang muka seolah tidak tertarik.

"Jadi ini yang dikatakan orang-orang? Wanita yang menikah dengan Bima secara mendadak tanpa latar belakang yang jelas?" bisik salah satu wanita dengan suara yang cukup keras agar terdengar oleh Dami dan yang lain.

"Siapa yang bilang tidak jelas? Enak saja, menantuku ini punya latar belakang keluarga yang istimewa. Saking istimewanya, statusnya sampai harus di jaga. Bahkan kalian tidak boleh ada yang tahu. Kalian pikir aku akan memilih menantu yang biasa-biasa saja?" Nova membela Dami di depan semua teman-temannya. Tentu saja dia tidak akan membiarkan menantunya di remehkan.

Ibu-ibu sosialita itu terdiam dan tersenyum palsu. Entah Nova sadar akan hal itu, tapi yang pasti, Dami tahu itu. Dia tidak merespon apapun, lebih memilih cuek karena tidak mau menjadi bahan perhatian.

"Ah, maaf Nova. Kami hanya bercanda. Menantumu sangat cantik ,cocok sekali dengan anak sulungmu."

Bulshit. Dasar penjilat. Dami ingin segera pergi dari sini, hanya saja dia tidak enak pada ibu mertuanya. Saat ia menatap ke arah kiri, tatapannya tidak sengaja bertemu dengan Bima yang juga sedang menatap ke arahnya. Tatapan dingin yang lagi-lagi menusuk ke dalam matanya.

Dami membalas tatapan itu dengan senyum tipis, namun senyuman itu berubah seketika karena matanya menangkap sosok Jeremy yang tiba-tiba saja muncul ke pesta itu. Hatinya langsung berdegup-degup kencang karena panik. Panik akan terjadi keributan lagi antara kedua laki-laki itu seperti terakhir kali.

Perubahan Dami ikut membuat Bima menatap ke belakang. Percayalah, dia ingin berlari dan menonjok laki-laki yang muncul di balik pintu dengan menantang. Jeremy malah tersenyum santai, berjalan mendekatinya dengan mitra bisnis yang dia undang. Sepertinya mitra bisnisnya yang mengundang laki-laki itu ke sini. Bima mencoba setenang mungkin, berbeda dengan Dami yang siaga sekali. Jangan sampai acara ulang tahun ini hancur karena kehadiran Jeremy.

Dami melotot lebar saat Jeremy menatap ke arahnya sambil mengedipkan sebelah mata menggoda. Ia cepat-cepat membuang muka.

Pria itu benar-benar sudah gila.

Umpat Dami dalam hati.

"Bima, yo. Wahh, selamat untuk 14 tahun berdirinya klinikmu. Aku lihat bisnismu itu semakin berkembang pesat. Kau hebat." kata pria bernama Seno, yang datang dengan Jeremy.

Bima memaksakan senyum, tapi pandangannya tajam sekali ke Jeremy.

"Oh ya, aku ingin memperkenalkanmu dengan rekan bisniku yang baru. Ini Jeremy, dia salah satu investor utama di perusahaanku."

Bima mengulurkan tangan dengan gerakan kaku, tatapannya tetap tajam menusuk sosok Jeremy,

"Bima,"

Jeremy menyambut uluran tangan itu dengan senyum tipis yang terasa menyindir, genggamannya sedikit lebih kuat dari yang seharusnya.

"Jeremy." ucapnya dengan nada santai yang justru membuat suasana semakin menegang. Matanya melirik sekilas ke arah Dami yang berdiri tak jauh di sana, lalu kembali menatap Bima dengan pandangan menantang.

Dami menggenggam ujung gaunnya erat-erat, jantungnya berdebar kencang. Ia berusaha tampil tenang, meski di dalam hatinya ia merasa gelisah. Kehadiran Jeremy di sini benar-benar di luar dugaan, dan ia khawatir pria itu akan membuat keributan atau sengaja

membuat Bima emosi.

Seno yang tidak menyadari ketegangan di antara mereka hanya tertawa kecil. Bima mengeratkan rahangnya, menahan amarah yang mulai membara. Ia tahu betul niat Jeremy datang ke sini.

"Kalian bicara saja, aku ingin mencari teman dansa. Wanita cantik di sini terlalu banyak, sayang sekali kalau di sia-siakan." kata Jeremu sengaja lalu berjalan mendekati Dami yang berdiri di dekat ibu mertuanya. Tangan Bima terkepal kuat, ia masih berusaha menahan diri.

Sementara itu Dami waspada sekali. Ia hendak pergi dari sana tapi Jeremy sudah berdiri di depannya dan para ibu-ibu sosialita itu seperti terpesona dengan ketampanan dan kharismanya.

"Anda istrinya Bima kan? Maukah berdansa denganku?"

Tuhkan. Niatnya memang mau cari masalah.

"Maaf, aku tidak bisa me-"

"Pergi saja sayang, sekalian bikin Bima cemburu." bisik Nova.

1
pipi gemoy
Dr Kenny 👍🏼👏🏼🌹
Atik Marwati
akhirnya kenny tahu semoga bisa bersama lagi menjadi penyembuh buat eva
Daulat Pasaribu
gak pantas itu mertua si eva hidup enak,harusnya dapat karma karena ida bunuh cucu kandungnya sendiri
Ani Basiati
lanjut thor 😍😍
Tuti Tyastuti
𝘯𝘢𝘩 𝘢𝘩𝘬𝘪𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘬𝘦𝘯𝘯𝘺 𝘵𝘢𝘶
Tuti Tyastuti
𝘯𝘢𝘩 𝘢𝘩𝘬𝘪𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘬𝘦𝘯𝘯𝘺 𝘥𝘢𝘵𝘢𝘯𝘨 𝘫𝘶𝘫𝘶𝘳 𝘴𝘮 𝘬𝘦𝘯𝘯𝘺 𝘦𝘷
Tuti Tyastuti
𝘪𝘬𝘶𝘵 𝘯𝘺𝘦𝘴𝘦𝘬𝘬😭😭
Tuti Tyastuti
𝘴𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘬𝘦𝘯💪
Tuti Tyastuti
𝘯𝘢𝘩 𝘨𝘪𝘵𝘶 𝘥𝘰𝘯𝘨 𝘬𝘦𝘯 𝘤𝘢𝘳𝘪 𝘵𝘢𝘶 𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩𝘢𝘯 𝘦𝘷𝘢 𝘥𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘦𝘳𝘪𝘵𝘢 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘶𝘢𝘮𝘶 𝘫𝘨 𝘥𝘪 𝘱𝘦𝘳𝘭𝘢𝘬𝘶𝘢𝘯 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘣𝘢𝘪𝘬
Ipehmom Rianrafa
lnjuut💪💪💪
Eva Tigan
semua rahasia Eva terungkap satu persatu..semoga penyakitnya juga segera diketahui oleh Kenny..dan Dibawa berobat ke luar negeri..supaya kemungkinan sembuh lebih besar lagi
💝F&N💝
kenny, kau jadi suami harus tegas. kau sudah punya keluarga sendiri. kau sudah punya kehidupan sendiri dan orang luar tidak bisa ikut campur walau itu orang tua sendiri
💝F&N💝
sukurin, mak mak.
makanya jadi orang itu jangan memandang rendah orang lain
dan sejarang borokmu sudsh ketahuan sama kenny kan
pipi gemoy
biang kerok nya si jerami ini👊🏼👊🏼👊🏼👊🏼👊🏼
Sh
seruuuiii
Kamsia
laporin aj ke polisi merencanakan menggu"rkan bayi misahin dua org dlm ikatan pernkhn dan membully.💪💪 thor 👍 ak jd nangis
Riska Baelah
ini knpa eva hidup ny jauh lebih nyesek/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/
harus ny klu bisa d ulng eva jng ad yg kmu sembunyikan dri kenny, harus ny kemna kenny tugas mau jauh dekat kmu ikut/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/
kirain cuma d lapak sebelah aj ad mama kejam, ternyata d sini mertua kejam, emg mertua yg paling baik itu cuma damian talia👍👍👍👍👍👍👍🤭
Siti Shaleha
Kalian sama2 menderita 😭
👑yosha💣
Alhamdulillah, akhirnya Kenny tau sifat asli ortu nya

dan semoga saja Kenny juga tau ttg penyakit Eva 😭😭😭😭
Turwaty suketi
Bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!