NovelToon NovelToon
Yan Kai

Yan Kai

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Kelahiran kembali menjadi kuat / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:32k
Nilai: 5
Nama Author: DANTE-KUN

Sejak berusia sepuluh tahun, Yan Kai hidup sebagai pelayan di Sekte Hutan Bambu setelah kehilangan kedua orang tuanya. Karena memiliki akar spiritual yang sangat lemah, ia tidak pernah diterima sebagai murid dan selama delapan tahun hanya menjadi sasaran penghinaan, perundungan, serta siksaan dari para murid sekte. Hidupnya dipenuhi penderitaan, hingga suatu hari sebuah tugas sederhana membersihkan perpustakaan kuno mengubah takdirnya selamanya.

Sebuah buku misterius membawanya ke Dimensi Tak Berujung, tempat seekor Naga Kegelapan kuno disegel sejak ribuan tahun lalu akibat perang besar antara ras naga dan para dewa. Yan Kai mendapatkan secuil kekuatan naga itu hingga mengubah akar spiritualnya yang sebelumnya cacat menjadi fondasi yang luar biasa. Tanpa mengetahui rahasia besar yang kini tersembunyi dalam dirinya, Yan Kai memulai perjalanan kultivasinya menuju puncak kekuatan sejati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DANTE-KUN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Mayat sang ketua sekte dan lima tetua tergeletak tanpa kehidupan. Aura spiritual yang semula memenuhi tempat itu kini perlahan menghilang.

Su Lian memejamkan mata sejenak. Ia merasakan energi spiritual hasil penyerapan tadi mengalir ke seluruh meridiannya. Aura di tubuhnya memang meningkat. Namun beberapa saat kemudian ia membuka mata sambil mengembuskan napas pelan. Raut wajahnya justru tampak sedikit kecewa.

"Masih belum cukup..."

Yan Kai yang berdiri di sampingnya menoleh. "Guru?"

Su Lian menatap langit senja yang mulai berubah jingga. "Bahkan setelah menyerap energi spiritual seorang kultivator Ranah Inti Emas Tahap Puncak dan lima kultivator Ranah Inti Emas Tahap Awal, aku masih belum mampu menyentuh penghalang menuju Ranah Kaisar." Nada suaranya tetap tenang, tetapi Yan Kai dapat merasakan sedikit penyesalan di balik ucapan itu.

Su Lian melanjutkan, "Sepertinya dugaanku memang benar. Jika ingin menerobos ke Ranah Kaisar, aku membutuhkan Pil Kaisar Langit."

Yan Kai mengernyit. "Pil Kaisar Langit?"

Su Lian mengangguk. "Pil spiritual Tingkat 6. Salah satu pil yang paling sulit ditemukan di Benua Laut Bintang. Bahkan jika memiliki bahan-bahannya sekalipun, belum tentu ada alkemis yang mampu membuatnya."

Yan Kai terdiam. Pil Tingkat 6—itu adalah sesuatu yang bahkan belum pernah ia dengar sebelumnya.

Su Lian kembali berkata, "Karena itulah aku sedang mencari sebuah tempat. Sebuah makam kuno milik kultivator Ranah Penguasa. Konon, pemilik makam itu meninggalkan banyak harta, termasuk berbagai pil, bahan alkimia, pusaka, dan teknik kultivasi yang tak ternilai. Jika keberuntungan berpihak kepada kita, mungkin Pil Kaisar Langit, atau setidaknya petunjuk untuk mendapatkannya, berada di sana."

Yan Kai langsung teringat pada pembicaraan yang pernah ia dengar beberapa waktu lalu. Tiga murid Sekte Naga Phoenix dan wanita dari Paviliun Teratai Putih juga memperebutkan setengah peta menuju makam seorang kultivator Ranah Penguasa. Dalam hati ia mulai menyadari, kemungkinan besar makam yang dimaksud gurunya adalah makam yang sama. Namun ia memilih untuk tetap diam.

Su Lian kemudian menoleh ke arah ratusan murid Sekte Kalajengking Merah yang masih terkapar di berbagai sudut. Mereka memang belum mati. Sebagian besar hanya pingsan akibat tekanan aura Ranah Raja Tahap Puncak milik Su Lian.

Su Lian berkata singkat, "Yan Kai. Semua itu adalah milikmu."

Yan Kai sedikit bingung. "Maksud Guru?"

Su Lian tersenyum tipis. "Serap energi mereka. Jadikan pengalaman hari ini sebagai latihan."

Yan Kai mengangguk mantap. "Baik, Guru." Ia segera melangkah menuju murid pertama. "Iblis Penelan Jiwa."

Wusss!

Kabut hitam keluar dari telapak tangannya. Energi spiritual murid itu langsung mengalir masuk ke tubuhnya. Yan Kai tidak berhenti. Ia berpindah dari satu murid ke murid lainnya.

Semakin banyak energi yang ia serap, semakin kuat pula aura di tubuhnya. Meridian-meridiannya terasa semakin kokoh, dantiannya dipenuhi energi spiritual yang melimpah.

Setelah puluhan orang, tubuh Yan Kai mulai memancarkan cahaya redup. Namun ia terus melanjutkan. Lima puluh orang. Seratus orang. Dua ratus orang. Energi spiritual yang terkumpul akhirnya mencapai batasnya.

Boom!

Gelombang Qi meledak keluar dari tubuh Yan Kai. Angin kencang berembus ke segala arah. Aura miliknya meningkat tajam.

Yan Kai perlahan membuka mata. Kini ia telah resmi mencapai Ranah Pemurnian Qi Tahap Puncak. Ia mengepalkan kedua tangannya. Kekuatan yang mengalir di dalam tubuhnya jauh lebih besar dibanding sebelumnya.

Su Lian yang menyaksikan dari kejauhan mengangguk puas. "Kecepatan belajarmu memang tidak mengecewakanku."

Yan Kai segera membungkukkan badan. "Semua ini berkat bimbingan Guru."

Su Lian terkekeh pelan. "Jangan cepat puas. Perjalananmu masih sangat panjang."

Matahari pun perlahan tenggelam di balik pegunungan. Langit berubah gelap. Su Lian kembali memanggil pedang terbangnya. Pedang merah tua itu melayang turun di hadapan mereka. "Ayo. Kita pulang."

Yan Kai mengangguk. Keduanya kembali berdiri di atas pedang terbang. Sesaat kemudian, pedang itu melesat meninggalkan Sekte Kalajengking Merah yang kini telah kehilangan seluruh kekuatannya.

...

Seminggu berlalu dengan sangat tenang di Lembah Sunyi. Setiap hari, Yan Kai menghabiskan waktunya untuk berkultivasi, berlatih teknik pedang, serta memperdalam penguasaan energi kegelapan di bawah bimbingan langsung Su Lian.

Tidak ada gangguan, tidak ada musuh yang datang. Lembah Sunyi tetap menjadi tempat yang damai, seolah terpisah dari hiruk-pikuk dunia luar.

Namun keadaan di luar justru berbanding terbalik.

Di Kerajaan Awan Suci, sebuah kabar mengejutkan menyebar dengan kecepatan luar biasa. Tidak peduli apakah itu kota besar, sekte, klan bela diri, hingga kamar dagang, semua orang sedang membicarakan satu peristiwa yang sama: Sekte Kalajengking Merah telah dimusnahkan hanya dalam satu malam. Tidak ada yang selamat. Sang ketua sekte, lima orang tetua, ratusan murid, semuanya tewas.

Yang lebih mengejutkan lagi, pelaku pembantaian itu adalah seorang wanita yang namanya telah lama menghilang dari dunia kultivasi. Su Lian. Wanita yang dijuluki Peri Kematian.

"Empat tahun. Sudah lebih dari empat tahun dia tidak pernah muncul."

"Semua orang mengira dia sedang berkultivasi dalam pengasingan."

"Tidak kusangka, begitu muncul kembali, dia langsung memusnahkan satu sekte. Benar-benar mengerikan..."

Di berbagai rumah teh, penginapan, hingga pasar, percakapan serupa terus terdengar. Banyak kultivator bahkan mulai membatasi perjalanan mereka karena khawatir tanpa sengaja bertemu dengan wanita tersebut. Nama Peri Kematian sekali lagi menjadi topik yang paling ditakuti di seluruh Kerajaan Awan Suci.

Sementara itu di Lembah Sunyi, Yan Kai sama sekali tidak mengetahui seberapa besar kegemparan yang telah ditimbulkan oleh gurunya. Saat itu ia sedang berlatih di halaman belakang istana.

Pedang di tangannya terus berayun, sesekali api hitam pekat menyelimuti bilah pedang, kemudian menghilang kembali sesuai kehendaknya.

Dalam satu minggu terakhir, Su Lian mengajarkan banyak hal kepadanya. Bukan sekadar teknik, melainkan cara memahami sifat asli energi kegelapan.

"Jangan menganggap energi kegelapan sebagai alat penghancur. Setiap elemen memiliki karakternya sendiri. Api membakar, air mengalir, angin bergerak, tanah menopang. Sedangkan kegelapan adalah elemen yang melahap. Itulah sifat aslinya. Semakin kau memahami sifat itu, semakin besar pula kekuatan yang bisa kau keluarkan."

Berkat penjelasan tersebut, pengendalian energi kegelapan Yan Kai meningkat dengan pesat. Ia kini mampu melapisi pedangnya dengan energi kegelapan secara jauh lebih stabil dibanding sebelumnya.

Setelah latihan selesai, Su Lian duduk santai di sebuah paviliun sambil menikmati teh hangat. Yan Kai berjalan menghampiri gurunya. "Guru. Ada sesuatu yang ingin saya sampaikan."

Su Lian mengangkat pandangannya. "Katakan."

Yan Kai menarik napas pelan. "Sebenarnya, sebelum bertemu Guru, saya pernah melihat orang-orang memperebutkan sebuah peta."

Su Lian langsung meletakkan cangkir tehnya. Tatapannya menjadi lebih serius. "Peta?"

Yan Kai mengangguk. "Setengah bagian peta menuju makam seorang kultivator Ranah Penguasa. Saat itu saya melihat tiga murid Sekte Naga Phoenix menyerang seorang wanita dari Paviliun Teratai Putih. Mereka mengatakan bahwa masing-masing pihak memiliki setengah bagian peta. Mereka ingin merebut bagian yang dimiliki wanita itu."

Su Lian menyipitkan matanya. "Lalu?"

"Wanita dari Paviliun Teratai Putih berhasil membunuh ketiga murid tersebut dan membawa setengah peta miliknya." Yan Kai berhenti sejenak sebelum melanjutkan. "Kalau saya tidak salah menebak, wanita itu masih menyimpan peta tersebut hingga sekarang."

Su Lian terdiam beberapa saat. Kemudian senyum tipis perlahan muncul di wajahnya. "Menarik. Sangat menarik." Ia berdiri perlahan sambil menatap langit. "Kalau begitu, sepertinya kita tidak perlu lagi mencari petunjuk ke mana-mana. Karena petunjuk itu ternyata sudah muncul dengan sendirinya."

Tatapan Su Lian perlahan berubah tajam. "Paviliun Teratai Putih. Gadis itu... akan menjadi tujuan kita berikutnya."

1
Sarip Hidayat
mantaap
Zulkifli Zul Dsr
ayo yang banyak tor supaya puas dong tor bacanya🤣🤣 semangat torr
Agus Rose
Tambah lagi up nya
Agus Rose
Ayook Yan Kai segera kultivasi tertutup biar naik ranah Raja.
balas dendam.
Agus Rose
tambah lagi up
Sarip Hidayat
waah
Aman Wijaya
gaaas pooolll njeduk Thor
Sarip Hidayat
waaahh
Sarip Hidayat
waaah
Sarip Hidayat
waah
Sarip Hidayat
wah gantian yg nyerang nih
Aman Wijaya
makin seru Thor tambah lagi updatenya 💪💪💪💪
Aman Wijaya
gaaas njeduk terus Thor
Eddy S
😄pasti ga ada kelanjutan nya
Aman Wijaya
lanjut terus Thor semangat
Aman Wijaya
jooooz pooolll lanjut terus
Aman Wijaya
jooooz jooooz gandos lanjut terus Thor
Aman Wijaya
misteri apa dibalik liontin yang dimiliki Yan Kai
Aman Wijaya
gaaas pooolll terus Thor lanjut
Aman Wijaya
semoga di hutan larangan Yan Kai menemukan sesuatu yang berharga yang bisa membantu peningkatan kultivasi nya.lanjut terus Thor semangat semangat semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!