NovelToon NovelToon
KAMU SELINGKUH, KAMU BANGKRUT

KAMU SELINGKUH, KAMU BANGKRUT

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

JUARA 2 YAAW PERIODE 1 TAHUN 2026.

Anindya Maheswari, menikah dengan Raditya Wicaksono tanpa restu dari orang tua Radit karena Anindya hanya seorang yatim piatu dan besar di panti asuhan.

Cinta tulus dari Radit membuat Anindya bertahan, berjuang bersama, banting tulang, memeras otak dan keringat. Memulai segalanya dari nol hingga akhirnya sukses.

Namun, siapa sangka setelah sukses Radit malah berkhianat? Menjalin hubungan dengan gadis yang lebih muda, memiliki seorang anak, dan bahkan selingkuhan itu sedang hamil lagi.

Membawa amarahnya yang membara, Anindya bertekad mengembalikan Radit dan keluarga nya ke keadaan semula.

“Kamu lupa satu hal. Jika aku bisa membuatmu sukses, aku juga bisa membuatnu hancur!”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16

.

"Karena semua kerugian itu, maka kami… memutuskan untuk membatalkan seluruh kerja sama dengan perusahaan Anda!" seru salah satu dari mereka dengan tegas.

"Dan juga, kami ingin menarik kembali investasi. Kami tidak ingin mengambil resiko jika ada kerugian yang sama di kemudian hari," sambung yang lain.

Wajah Raditya pucat pasi. Jantungnya serasa berhenti berdetak saat itu juga.

"Tidak! Tunggu, Tuan-tuan! Jangan seperti ini!" Raditya langsung berdiri dari tempat duduknya, tangannya terangkat ke depan memohon. "Saya mohon, berikan kami kesempatan sekali lagi! Saya berjanji, kesalahan seperti ini tidak akan pernah terulang lagi di masa depan! Saya yang akan awasi langsung semuanya!"

Suaranya terdengar putus asa. Ia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada perusahaannya jika klien-klien besar ini semuanya hengkang bersamaan.

Kelima orang pengusaha itu saling berpandangan satu sama lain, seolah sedang berkomunikasi lewat tatapan mata. Hening sejenak, membuat suasana di ruangan itu terasa semakin mencekam.

Akhirnya, salah satu dari mereka yang tampak paling tua mengangguk pelan.

"Baiklah… ini juga karena memandang kita sudah bertahun-tahun bekerja sama dan melihat itikad baik Tuan Raditya yang memohon seperti ini," ucap pria itu pelan.

Wajah Raditya seketika bersinar, ada harapan kembali muncul di matanya.

"Tapi," potong pria itu lagi dengan nada dingin, "kami tetap menuntut ganti rugi sesuai pasal dalam kontrak. Masing-masing perusahaan kami meminta ganti rugi sebesar lima miliar rupiah. Itu harga yang harus kalian bayar atas kesalahan dan kerugian yang kami alami."

GLEK!

Raditya menelan ludahnya dengan susah payah. lima miliar dikali lima... itu artinya dua puluh lima miliar rupiah! Jumlah yang sangat fantastis dan sangat menyakitkan bagi kondisi keuangan perusahaan yang saat ini sedang sekarat.

Tapi apa daya? Ia tidak punya pilihan lain. Jika ia menolak, mereka akan pergi dan perusahaan bisa bangkrut hari ini juga. Apalagi jika dia harus mengembalikan investasi yang nilainya triliunan. Bisa langsung kolaps perusahaan nya.

Dengan tangan gemetar dan wajah yang seolah tidak dialiri berdarah, Raditya menoleh tajam ke arah asistennya.

"Darius!" panggilnya parau.

"Siap, Tuan?"

"Segera perintahkan bagian keuangan... transfer uang sejumlah yang mereka minta ke masing-masing rekening mereka! Lakukan sekarang juga!!" perintah Raditya dengan suara berat, seolah ada pisau yang menggorok lehernya.

"Baik, Tuan. Segera saya urus," jawab Darius cepat, lalu segera berlari keluar ruangan untuk menjalankan perintah itu.

Beberapa menit kemudian, setelah mendapatkan konfirmasi bahwa uang sudah berhasil ditransfer, suasana sedikit mencair.

Salah satu dari mereka berdiri dan mengulurkan tangan pada Raditya dengan senyum tipis.

"Terima kasih sudah sportif, Tuan Radit. Kami hargai itu," ucapnya mewakili teman-temannya.

“Sama-sama, Tuan. Semoga kedepannya kerjasama kita makin baik,” jawab Radit mencoba tetap tegar.

"Tentu saja! Baiklah, karena semua sudah selesai, kalau begitu kami pamit dulu.”

“Semoga kedepannya bisnis Tuan tidak mengalami kendala yang merugikan kami lagi," tambah yang lain saat berjabat tangan dengan Radit.

Mereka pun keluar dari ruangan itu satu per satu, meninggalkan Raditya yang kini terduduk lemas di kursinya dengan keringat dingin yang membasahi seluruh punggungnya.

Ruangannya kini kembali sepi, namun kerugian yang baru saja ia alami terasa begitu nyata dan menyakitkan.

"Uang... uangku..." gumamnya pelan, matanya kosong menatap meja kerja yang kini berserakan map-berkas. ”Habis semua… “

Tubuh pria itu merosot dengan kepala terkulai lemah di atas sandaran sofa. Matanya terpejam erat, kedua tangannya memijat pelipis yang terasa berdenyut nyeri. Uang sebesar dua puluh miliar baru saja melayang begitu saja, membuat kondisi keuangan perusahaan yang tadinya sudah kritis kini semakin parah dan nyaris ambruk.

Ting... ting... ting...

Tiba-tiba suara nada dering khas terdengar memecah keheningan.

Raditya tidak perlu membuka mata untuk tahu siapa yang menelepon. Ia memang sengaja mengatur nada dering berbeda untuk setiap kontak. Dan nada dering ini... milik Sofia.

Darius yang sejak tadi berdiri diam di sudut ruangan menyadari hal itu. Melihat wajah bosnya yang berubah masam, ia paham bahwa ini adalah urusan pribadi.

"Maaf, Tuan. Saya izin keluar dulu untuk menyelesaikan pekerjaan," ucap Darius pelan lalu perlahan mundur dan keluar dari ruangan, menutup pintu perlahan meninggalkan Raditya sendirian.

Raditya menghela napas panjang penuh beban sebelum akhirnya menggeser tombol hijau dengan malas.

"Ada apa?" sapa Radit singkat dan datar, suaranya terdengar sangat lelah.

"Sayang… kenapa kamu nggak pernah datang ke rumah?" rengek suara manja Sofia dari seberang sana. "Sudah berhari-hari lho? Bahkan terakhir kali kamu ninggalin aku di Rumah Sakit. Kok kamu tega sih, Sayang? Aku kan kangen, butuh ditemani, perutku makin besar. Mau apa-apa susah.”

Raditya mengeratkan genggaman pada ponselnya, amarah dan frustrasi mulai memuncak.

"Aku lagi sibuk banget sekarang! Banyak urusan yang harus aku selesaikan!" jawab Radit menahan sabar. "Jangan ganggu aku dulu, ya! Aku capek!"

Tut!

Raditya langsung memutus sambungan tanpa menunggu jawaban.

Raditya memang sengaja tidak pulang ke tempat Sofia sejak kondisi perusahaan semakin memburuk. Ia malas mendengar rengekan wanita itu yang semakin hari semakin manja. Sofia seolah tidak mengerti situasi yang sedang menimpanya, yang wanita itu tahu hanya meminta perhatian dan uang.

Daripada harus meladeni tingkah Sofia yang makin membuat kepalanya pusing, Raditya lebih memilih tinggal di rumah orang tuanya. Setidaknya di sana ia bisa sedikit tenang.

Di seberang sana, Sofia tertegun mendengar bunyi sambungan terputus. Wajahnya yang tadi manja berubah seketika menjadi masam.

"Dasar pria tua tidak tahu diri!" umpatnya kasar sambil melempar bantal di sampingnya. "Harusnya dia itu bersyukur mendapatkan aku yang muda dan cantik jelita ini. Apa jangan-jangan dia mau baikan sama istrinya yang tua itu?”

Kekhawatiran mulai menyelinap di hatinya. Ia takut, benar-benar takut. Bagaimana jika Radit benar-benar kembali pada Anindya?

"Tidak! Aku tidak boleh membiarkan itu terjadi!" batinnya berapi-api.

Dengan nafsu yang masih memuncak, Sofia kembali menekan nomor Raditya. Panggilan tersambung lagi.

"Sayang... " suaranya disetel menjadi semakin lembut. “Sayangku, jangan marah dong? Yang kangen bukan cuma aku aja, tapi Dede bayi juga. Ini aja dia lagi nendang-nendang perut aku. Mungkin tahu aku lagi ngobrol sama kamu, Mas.”

Sofia menyeringai licik. Selama ini kata anak selalu mampu membuat Radit takluk.

Namun... dugaannya salah besar.

"SOFIA!" bentak Raditya keras, membuat Sofia seketika menjauhkan ponsel dari telinganya.

“Sudah aku bilang jangan ganggu aku!" teriak radit penuh emosi. "Aku lagi pusing sama urusan kantor! Jangan bikin aku tambah pusing!”

TUT!!

Sambungan terputus kembali dengan kasar.

Sofia terdiam kaku, matanya terbelalak tak percaya. Hatinya terasa perih dan marah bercampur jadi satu.

"Apa-apaan dia?!" geramnya gemetar. “Ini benar-benar tidak beres. Pasti wanita tua itu yang sudah meracuni otak Radit. Ya… pasti dia merengek minta kembali!"

Sementara itu masih di atas sofa, sekelebat ingatan masa lalu melintas di benak Radit. Dulu jika dia mengalami masalah apapun, istrinya itu akan datang untuk memijit pundak dan kepalanya, lalu emberikan pelukan menambah semangat dan berkata...

“Jangan khawatir, Sayang… semua akan baik-baik saja.”

Dan bersama Anindya semua memang baik-baik saja. Tapi kini… wanita itu menjauh. Sikapnya semakin dingin. Sementara bersama Sofia, yang ia dengar tiap hari hanya rengekan.

“Anin… apa aku salah?”

1
Nailott
bagus anin, kamu cerdik,tapi harus licik juga untuk hancurkan mereka,
Ida Haryono
nah lho apkh nggak kepikir tuh gmn kelakuan dia selingkuh hingga ketahuan....dasar hoblok he..he....
lanjut tthor....👍👍
Aghitsna Agis
kan didompet ada uang hasil.jual jam
Aghitsna Agis
diakuisisi aja beli sama andrian kasihkan buat anin
Indra Wahyu Rianti
bener. cerai dulu. baru launching. biar gak ada bau raditya sbg harta bersama.
Yulia Lia
cerita yg menarik
Momy Victory 🏆👑🌹
hidup udah banyak masalah eh nambah masalah... malah k bar bukan jual jam demi usaha kecil-kecilan... makanya dit inget Tuhan udah hancur bukan cari wanita p*k... bukan cari bi*....
Momy Victory 🏆👑🌹: udah selingkuh, sombong, hancur lebur, main perempuan
total 1 replies
Momy Victory 🏆👑🌹
wanita.... tahta.... harta itu yang membuat hidup kita hancur lebur sampai titik lembah kekelaman 💔💔💔💔💔
Momy Victory 🏆👑🌹: wanita pelakor.... tahta ketika kita merasa hidup punya posisi dan kedudukan tinggi.... harta, ketika uang tidak ada kita menjadi budak sampai pinjam uang demi gengsi... uang banyak bikin hidup lupa daratan karena wanita bisa dibeli 😏
total 1 replies
Momy Victory 🏆👑🌹
Thor ini Anin dan Raditya sudah resmi bercerai?
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: Anin menggugat perceraian itu nanti kalo Radit sudah benar2 hancur
total 3 replies
Ertha Sari Sitanggang
bagus dan menarik
Mpok Ida
baru baca iklan..hbs iklan baru baca lagi iklan pengen banting aja nich si iklan
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: aku juga kalo baca ketemu iklan lngsung ku skip kak 🤭🤭
total 1 replies
Lilis Lilis
bagus
Momy Victory 🏆👑🌹
jabatan tinggi hanya diatas kertas, gak tau caranya untuk mengatasi masalah dan cara presentasi dengan investor dan pemegang saham... kerjanya hanya kasih TTD dan tebar benih kecebong 🤣🤔😏😠🤨
Momy Victory 🏆👑🌹
Anin kenapa udah 45 tahun tanpa anak? kalau pun cerai masih usia 30 tahun dan udah punya perusahaan besar, ketika diselingkuhi.... masih bisa bangun usaha lagi dari nol.
Indra Wahyu Rianti
smg anindya sdh mengalihkan asetnya dulu.
atau bikin perusahaan baru, alihkan semua klien. baru RA bikin bangkrut.
kl begini, anindya jg gak dpt apa apa.
Reni Setia
makasih untuk novelnya
Momy Victory 🏆👑🌹
pelakor itu karena ada dengan tujuan ingin hidup mewah hasil suami orang lain.
yang bego itu suaminya mau aja buka hati dan kesempatan untuk sipelakor, menikmati keindahan dengan wanita yang hanya mau duitnya aja! coba kere mana mau pasti ditinggal pergi.
Momy Victory 🏆👑🌹
sampai 20 tahun menunda punya anak, dengan alasan kondisi keuangan, ternyata dibelakang sudah ada wanita lain dengan anak 1 sudah 4 atau 5 tahun, dan yang ada diperut demi ortu... kenapa hamilin wanita itu? jawabannya pasti pilihan orang tuanya Raditya yg tidak mau punya cucu dari Anin
Yunita Sophi
waduh anak siapa itu...
Yunita Sophi
Anin jgn liat si Adit nya tp liat anak nya... kasian anak baru umur empat bulan..semoga cepat tergolong dan sembuh total..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!