NovelToon NovelToon
Penguasa Para Dewa

Penguasa Para Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Iblis / Kelahiran kembali menjadi kuat / Epik Petualangan / Fantasi Timur
Popularitas:8.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Angin malam berhembus dingin, membawa aroma pinus yang tajam menyapu halaman belakang sekte pinggiran. Lin Chen duduk bersila di atas batu basal yang dingin, menarik napas panjang. Malam ini terasa berbeda. Setelah bertahun-tahun menderita dan dihina oleh sesama murid, ia akhirnya bangkit dan menyadari satu kebenaran mutlak yang selama ini tertidur di dalam darahnya: tubuhnya sama sekali bukanlah sampah. Meridian yang selama ini tersumbat perlahan mulai beresonansi, menandakan ia telah melangkah mantap di tahap awal kultivasi, yakni ranah Penempaan Tubuh.

Ia membuka mata perlahan. Tepat pada saat itu, dari kejauhan di bawah cahaya bulan purnama yang pucat, pandangannya tertuju pada sesosok gadis yang sedang berdiri di anjungan tebing.

Gadis itu adalah Su Qingyue. Untuk pertama kalinya, Lin Chen melihatnya dari jarak sejauh ini, tampak sangat dingin dan cantik tiada tara, seolah-olah ia bukanlah makhluk yang berasal dari dunia yang fana ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19: Benturan Qi

Air di kolam pusat Mata Air Spiritual yang tadinya memancarkan pendar cahaya perak keemasan kini tampak meredup secara signifikan. Badai terobosan Lin Chen telah menyedot nyaris seperempat energi esensi di kolam suci tersebut.

Lin Chen berdiri perlahan dari tengah kolam. Pakaian abu-abunya yang basah kini mengering dalam hitungan detik akibat hawa panas dari energi Qi yang menguap dari pori-porinya. Kekuatan yang mengalir di meridiannya sekarang bukan lagi sekadar kekuatan otot kawat dan tulang baja, melainkan Qi spiritual yang sangat padat, setajam pedang dan seberat gunung.

Ia telah memantapkan pijakannya di ranah Pengumpulan Qi Tingkat 3.

Di dalam Lautan Kesadarannya, Tua Hitam menghela napas panjang. "Bocah, dengan kepadatan Qi dan tulang seperti ini, jalanmu di Akademi Bintang Tujuh akan sangat berdarah,"gumam roh kuno itu. Ia bisa merasakan bahaya yang mendekat. "Bersiaplah. Fluktuasi aura tajam dari para murid inti senior di luar lembah sudah menunggumu."

Lin Chen hanya mendengus pelan, matanya memancarkan ketenangan yang mematikan. Ia melangkah keluar dari batas formasi pelindung lembah Mata Air Spiritual.

Baru saja kakinya menjejak tanah berumput di luar formasi, tiga sosok berpakaian sutra ungu seragam khusus murid inti akademi melayang turun dari pepohonan, memblokir jalan keluarnya.

Pemimpin kelompok itu adalah seorang pemuda berwajah tirus dengan mata elang. Fluktuasi Qi-nya sangat kuat, jauh melampaui Zhao Feng yang pernah Lin Chen kalahkan sebelumnya. Pemuda ini berada di puncak ranah Pengumpulan Qi Tingkat 8. Namanya adalah Liu Ming, salah satu penguasa area luar pelataran inti.

"Jadi kau tikus baru yang membuat keributan di dalam sana?" desis Liu Ming, matanya menyipit menatap Lin Chen. Ia mengedarkan persepsi spiritualnya ke arah lembah dan wajahnya seketika berkerut marah. "Kepadatan esensi spiritual di kolam inti berkurang drastis! Kau... sihir kotor apa yang kau gunakan untuk menyerap energi sebanyak itu?!"

Dua murid inti di belakang Liu Ming ikut menghunuskan senjata mereka, memancarkan niat membunuh yang tidak ditutupi. Sebagai penguasa lama di akademi ini, mereka jelas tidak akan membiarkan seorang pendatang baru menginjak-injak wilayah kekuasaan mereka. Bagi mereka, sumber daya di Mata Air Spiritual adalah jatah para senior.

Lin Chen menatap ketiga orang itu dengan ekspresi datar. "Aku hanya menggunakan hak yang diberikan akademi. Sesuai aturan, siapa pun yang melewati anak tangga ke-99 berhak mendapatkan akses eksklusif ke pusat Mata Air Spiritual. Jika kalian keberatan, silakan protes pada diaken penerimaan."

"Anak tangga ke-99?!" Salah satu pengikut Liu Ming tertawa meremehkan. "Jangan membual! Sepanjang sejarah, tidak ada murid baru yang bisa mencapainya murni dengan kekuatan fisik. Kau pasti menggunakan artefak pelindung terlarang! Serahkan Token Murid Inti milikmu sebagai kompensasi atas energi yang kau curi, atau kami akan mematahkan kedua kakimu sekarang juga!"

Lin Chen tidak mundur selangkah pun. Darah purba di tubuhnya mendidih. Jika digabungkan dengan kekuatan fisik gajah purbanya, satu pukulannya kini mampu meruntuhkan pelindung kultivator di puncak ranah Pengumpulan Qi sekalipun.

"Coba saja ambil kalau kalian mampu," jawab Lin Chen dingin.

Wajah Liu Ming memerah karena amarah. Sebagai senior, diabaikan oleh murid baru di Tingkat 3 Pengumpulan Qi adalah penghinaan besar.

"Mati kau!"

Liu Ming melesat ke depan bagaikan sambaran kilat ungu. Tangan kanannya membentuk segel cakar, mengumpulkan Qi padat yang menciptakan bayangan cakar harimau raksasa di udara. Ini adalah Cakar Harimau Pembelah Jiwa, teknik tingkat tinggi Akademi Bintang Tujuh yang mematikan. Angin bergemuruh hebat, menekan udara di sekitar Lin Chen hingga nyaris hampa udara.

Namun, Lin Chen sama sekali tidak menghindar.

Ia memusatkan Qi dari Dantian-nya ke lengan kanannya, menggabungkannya dengan Teknik Penempaan Tubuh Gajah Purba. Udara di sekitar kepalan tangannya berdistorsi hebat, memancarkan cahaya emas-hitam yang pekat. Raungan gajah purba menggema dari dalam tulangnya, jauh lebih keras dan buas dari sebelumnya.

BAM!!!

Tinju Lin Chen berbenturan langsung dengan cakar Qi milik Liu Ming.

Ledakan energi menyapu pepohonan di sekeliling mereka, menerbangkan daun dan meretakkan tanah batu di bawah kaki mereka. Dua pengikut Liu Ming terlempar ke belakang oleh gelombang kejut tersebut.

Seringai kejam di wajah Liu Ming membeku. Matanya melebar penuh horor saat ia merasakan kekuatan penghancur yang tak masuk akal mengalir dari kepalan tangan pemuda di depannya kekuatan yang menghancurkan cakar Qi-nya layaknya kertas basah.

KRAK!

Lengan Liu Ming berderit mengerikan, tulang-tulangnya retak. Tubuhnya terlempar bagaikan meriam, menabrak sebuah pilar batu besar hingga pilar itu hancur berkeping-keping. Liu Ming memuntahkan darah segar, matanya membelalak tak percaya sebelum akhirnya jatuh tak sadarkan diri.

Keheningan seketika menyelimuti tepi lembah. Dua pengikut Liu Ming yang tadinya bersiap menyerang kini mematung dengan lutut gemetar. Senior mereka, seorang ahli di puncak Tingkat 8 Pengumpulan Qi, baru saja dikalahkan dalam satu pukulan oleh murid baru Tingkat 3?!

Lin Chen menurunkan tangannya perlahan. Mengabaikan tatapan ngeri dari kedua murid inti tersebut, ia melangkah maju dengan tenang, seolah baru saja menyingkirkan ranting kering yang menghalangi jalannya.

Saat ia keluar dari area pepohonan dan memasuki jalur batu giok yang menuju asrama pelataran inti, langkahnya terhenti.

Di bawah bayangan pohon persik bintang yang bunganya berguguran bercahaya, sesosok gadis berpakaian putih berdiri menunggunya. Aura es murni berputar di sekelilingnya, menetralisir hawa panas pertarungan yang terbawa oleh angin.

Su Qingyue.

Mata jernih sedingin es itu menatap Lin Chen dari atas ke bawah, memastikan tidak ada luka di tubuh pemuda itu.

"Kau baru beberapa jam di pelataran inti dan sudah membuat para senior memuntahkan darah," ucap Qingyue. Nada suaranya datar, namun ada kehangatan yang sangat tipis dan tersirat di baliknya.

Lin Chen tersenyum kecil, senyum yang hanya ia tunjukkan pada gadis itu. "Bukan aku yang mencari masalah. Dunia ini memang selalu memaksa kita untuk menebas jalan ke depan."

Qingyue terdiam sejenak. Angin menerbangkan kelopak bunga persik melewati mereka. Ia lalu berbalik pelan, melangkah menyusuri jalan setapak. "Ayo pergi. Diaken pembimbing sudah memanggil para murid inti baru."

Lin Chen mengangguk dan melangkah menyejajarkan posisinya tepat di samping Qingyue. Di balik keindahan Akademi Bintang Tujuh, badai yang jauh lebih besar telah menanti mereka.

1
Bernard
Mantap sekali Thor👍👍
mbono keling
💪💪💪👍👍👍👍💪💪💪👍👍👍
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
GEDE JAYANEGARA
bintang Toedjoe, obt sakit kepla
mbono keling
💪💪💪👍👍👍👍👍👍👍
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
mbono keling
👍👍👍👍👍👍💪💪💪💪💪💪
Bernard
Pleaseee.., tolong di lanjut
Sang_Imajinasi: lanjut terus kok kak tiap hari jam 3 sore
total 1 replies
Arinto Ario Triharyanto
yoi
Bernard: Sangat bagus.., tolong lanjutkan 🙏
total 1 replies
saniscara_Patriawuha
gasss pollll manggg minnnn..
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
MyOne
Ⓜ️🙎🏻🙎🏻🙎🏻Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🤨🤨🤨Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🔜🔜🔜Ⓜ️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!