NovelToon NovelToon
Dibuat Mandul Oleh Suami Pengkhianat, Aku Pun Bangkit Membalas

Dibuat Mandul Oleh Suami Pengkhianat, Aku Pun Bangkit Membalas

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami
Popularitas:62k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

BERTAHUN-TAHUN DIANGGAP MANDUL, TERNYATA ITU ADALAH JEBAKAN SUAMI DAN ORANG KETIGA. SETELAH MENGETAHUI KEBENARANNYA, AKU PUN MULAI MEMBALAS DENDAM!

Novel ini misi dari editor, jika ada kesamaan dengan author lain, berarti kita sedang sama-sama mengerjakan tugas misi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Ruang kantor Arkatama mendadak sunyi, para penghuninya terdiam karena ucapan Aryasatya. Sekarang memang zamannya main viral jika ingin pelaku mendapatkan sangsi sosial.

"Biar aku saja yang urus bagian itu, Mbak," kata Aryasatya tersenyum tengil. "Mbak fokus ke yang lainnya."

"Bahkan kalau perlu, aku akan jadi detektif untuk mencari bukti," lanjut pemuda itu.

Arkatama yang gemas dengan kelakukan adiknya, memukul pelan kepala Aryasatya dengan menggunakan kertas. "Jangan main-main, kamu!"

Aryasatya meringis sambil mengusap-ngusap kepalanya. Mulutnya menggerutu tak karuan.

Kemuning tertawa terkekeh sampai keluar air mata. Ini pertama kalinya dia tertawa lepas setelah hatinya hancur beberapa hari yang lalu.

Sementara itu di tempat lain, Aditya dan Lavanya berjalan di deretan etalase alat kosmetik. Wanita itu sudah kehabisan barang-barang skin care dan make up.

"Mas, sepertinya bukan hanya bedak dan lipstick ku saja yang habis. Handbody, sampo, dan pelembab aku juga habis semua," kata Lavanya dengan suaranya yang dibuat manja.

"Ya, tinggal beli saja."

"Hore! Mas Aditya memang the best, deh, pokoknya!" puji Lavanya melompat-lompat riang.

Kedua orang itu tidak tahu kalau saat ini foto mereka mulai terpampang di beranda-beranda media sosial, akibat olah seorang pemuda.

***

Keesokan harinya, seperti biasa Kemuning akan memasak jika semua pekerjaan membersihkan rumah selesai. Sementara Aditya pergi ke peternakan sejak pagi-pagi.

"Kemuning, Ibu mau pergi menemui teman, jadi enggak makan siang di rumah. Masaknya jangan banyak-banyak." Bu Ratih masuk dapur.

Kemuning menoleh dan berkata, "Baik, Bu."

Hati kecil Kemuning merasa ada sesuatu yang tidak beres. Dia teringat dengan pembicaraan antara Aditya dan Bu Ratih, malam hari tempo hari.

"Sepertinya aku harus mengikuti Ibu," batin Kemuning. 

Agar Bu Ratih tidak curiga, Kemuning melakukan aktivitas seperti biasanya. Sampai sekitar jam sepuluh mertuanya pergi, dia pun bergegas mengikuti. 

Untuk mengelabui Bu Ratih, Kemuning sudah menyiapkan penyamaran. Dia meminjam motor temannya dan memakai jaket serta helm pria. Dengan begitu, dia bisa membuntuti tanpa dicurigai.

"Loh, ini kan jalan menuju ke kampungnya Lavanya!" batin Kemuning yang tahu betul daerah itu.

"Jangan-jangan mereka mau membicarakan pernikahan Mas Aditya dan Lavanya," gumam Kemuning yang masih fokus mengendarai motor.

Tebakan Kemuning benar. Bu Ratih mendatangi rumah Lavanya. Di sana mobil Aditya juga sudah ada sana.

Kemuning memarkirkan motor di balik pohon besar. Lalu, dia mengendap-ngendap masuk ke pekarangan rumah Lavanya. Dia mengintip lewat jendela dengan ponsel siap di tangannya.

Di ruang depan ada Lavanya bersama kedua orang tuanya. Lalu, Aditya duduk berdampingan dengan Bu Ratih.

"Jadi, kapan perceraian mereka diproses?" tanya Pak Bagus dengan tatapan serius.

Bu Ratih menoleh kepada Aditya. Putranya itu mengangguk.

"Eh, saat ini Aditya belum mengajukan gugatan perceraian ke pengadilan, karena ada beberapa dokumen yang harus diurus," jawab Bu Ratih tersenyum basa-basi.

"Dokumen apa?" tanya Pak Bagus. "Berapa lama lagi Aditya bercerai dengan istrinya?!"

"Kita enggak mau, loh, Lavanya jadi bahan gunjingan tetangga karena dianggap enggak jadi menikah," lanjut Bu Dewi mengingatkan.

Aditya dan Bu Ratih saling melirik. Pria itu tahu mengurus perpindahan nama pada sertifikat tanah itu butuh waktu, tidak bisa sehari jadi. Selain itu, Aditya kesulitan ketika akan membawa sertifikat di dalam brankas, karena selalu ada Kemuning di kamar. 

Seakan paham pikiran putranya, Wanita paruh baya itu pun menghela napas. "Dokumen itu sangat penting," kata Bu Ratih. "Kalian tahu istilah harta gono-gini?"

Pak Bagus dan Bu Dewi kini paham kalau Aditya sedang mengurus aset kekayaannya, agar tidak jatuh ke tangan Kemuning. 

"Kalau begitu aku tidak apa-apa menunggu lebih lama," ujar Lavanya. "Mas Aditya, selesaikan saja dulu segala urusan itu. Aku tidak mau jika setelah menikah nanti, Mbak Kemuning menggugat dan minta harta."

Kemuning yang sedang merekam video, tersenyum mengejek. Karena dia akan mengambil apa yang menjadi miliknya.

Harta milik Aditya hanya rumah yang saat ini mereka tinggali. Kekayaan milik keluarga Aditya habis untuk pengobatan penyakit kronis ayahnya yang meninggal tidak berapa lama setelah Aditya dan Kemuning menikah.

Setelah itu Aditya di PHK dari tempat kerjanya. Sehingga menganggur beberapa bulan. 

Karena seorang suami yang harus bertanggung jawab menafkahi keluarga, Kemuning menyerahkan usaha kecilnya yang dirintis sebelum menikah. 

Aditya berhasil memajukan usaha itu. Bahkan Kemuning sampai menjual rumah peninggalan keluarganya untuk tambahan modal. Omset yang didapatkan lumayan banyak tiap harinya, dia pun merasa usaha peternakan potong ayam adalah miliknya. 

Dahulu, Aditya merupakan pria baik, pekerja keras, sayang keluarga. Dia dan kemuning pacaran selama lima tahun. Kedua keluarga juga merestui hubungan mereka.

"Aku janji secepatnya akan menyelesaikan urusanku dengan Kemuning. Aku sudah cari orang yang bisa membantu aku," kata Aditya tersenyum yakin dan membuat orang-orang di sana pun ikut tersenyum.

Mulut Kemuning mengerucut dan matanya membulat mendengar ucapan Aditya. Dia merasa senang karena dokumen-dokumen penting sudah dipindahkan ke tempat yang aman.

“Sayang sekali, Mas ... kamu enggak akan mendapatkan apa yang kamu inginkan,” batin Kemuning.

Merasa cukup mengambil video untuk barang bukti, Kemuning pun segera beranjak dari sana sebelum ketahuan.

Ketika hendak naik motor, Kemuning berpapasan dengan dua orang wanita seumuran Lavanya. Mereka sedang membicarakannya.

“Dengar-dengar si Lavanya mau menikah,” ucap wanita berambut pendek.

“Kamu tahu siapa pacarnya Lavanya? Kok, aku curiga dia pacaran sama Pak Aditya … bosnya itu,” balas wanita berambut pendek.

“Ih, aku juga berpikir begitu! Walau dia suka menyangkal dan bilang pacarnya orang jauh.”

Kemuning yang mendengar itu merasa tertarik dengan pembicaraan mereka. Saat ini dia sedang dalam mode penyamaran. Jadi, dengan penuh percaya diri dia bertanya, “Hei, kalian teman dekatnya Lavanya?”

Kedua wanita itu menatap Kemuning dengan penuh curiga karena memakai topi, jaket, dan kacamata. 

“Kamu siapa?” tanya wanita berambut panjang. Suaranya tegas dan agak meninggi.

“E, aku teman satu sekolahnya. Kebetulan lewat sini. Tapi, lupa di mana rumahnya,” jawab Kemuning berbohong.

“Itu rumahnya!” Wanita berambut pendek menunjuk rumah Lavanya. “Sekarang rumahnya bagus, pasti kamu pangling ‘kan?”

“E, iya. Dulu rumahnya dari bilik bambu.” Kemuning masih ingat jelas rumah keluarga Lavanya empat tahun lalu ketika datang menjenguknya saat sakit.

“Dia kan gajinya gede. Seminggu dua juta … jadi sebulan gajinya delapan juta. Belum lagi kalau lembur,” ucap wanita berambut panjang dengan nada iri.

Betapa terkejutnya Kemuning mendengar gaji Lavanya. Karena setahu dia gaji Lavanya itu tujuh ratus lima puluh ribu seminggu, kalau ramai bisa satu juta. Sistem gajian di peternakan potong ayam itu satu minggu sekali. Karena mereka butuh uang untuk makan dan kebutuhan lainnya.

“Sepertinya pacar dia royal suka kasih banyak hadiah mahal,” timpal wanita berambut pendek.

“Semoga saja gosip di media sosial tentang Lavanya itu tidak benar, ya!” Kemuning tersenyum lebar.

“Memangnya ada gosip apa?” tanya kedua wanita itu bersamaan.

“Ih, kalian tidak tahu?!” Kemuning berbisik dan keduanya menggelengkan kepala bersamaan. “Coba kalian buka TT dan FB.”

Kedua wanita itu dengan semangat membuka media sosial milik masing-masing. Seketika keduanya melotot saat melihat berita viral dari kemarin sore.

Saat ini keluarga Aditya dan Lavanya sedang tertawa bahagia, tidak tahu kalau di dunia maya berita mereka mulai jadi bahan hujatan netizen. Berita itu sebentar lagi akan sampai ke kampung mereka.

1
Aditya hp/ bunda Lia
Kemuning .. 👍👍👍
Aditya hp/ bunda Lia
LV pasti si Lavanya
Ita rahmawati
tuh Adit wanita yg kmu cintai sampe kamu rela mengkhianati kemuning wanita yg sudah memberikan segalanya utkmu ternyata aslinya tuh udh terbukti dn kmu liat sendirikan kamu ditinggalin saat GK punya apa2 dan dia malah milih jd LC kyk gtu 😏😏
rasain kmu Aditya 🤣
mimief
WKWKWK..lu ninggalin istri Soleha lu buat pel4cvr kaya dia🤣🤣
Ita rahmawati
apa aja gpp fit asal halal dn kmu berubah
Aidil Kenzie Zie
dari jalang berkedok pelakor akhirnya kembali ke jalang 🤣🤣🤣
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
lah si lavanya
Nanik Arifin
tuh kan akhirnya jd rendah pekerjaan & hidupnya, dlu suka ngeremehin & menganggap rendah orang sih... makanya hormati orang lain, biar pekerjaan & hidup kita berharga bagi orang lain
Kasih Bonda
next Thor semangat
Ummee
benar dugaan ku, memang lavanya...
hhmmm lavanya, skrg kamu makin terjerumus
Yuningsih Nining
sukuri penting halal jg paling nggak masih bs nghidupi km sendiri, mngkn masih bnyk orang² keliling nyari kerjaan
Lianty Itha Olivia
akhirnya hidupnya LV malah dijlnan kotor yg penuh dg abu2
ken darsihk
Woouuw pasti Aditya terkejut sangat terkejut , tak di sangka mereka bertemu lagi
ken darsihk
Aq kira Kemuning berhijab
ken darsihk
Hukum tabur tuai ada nyata nya Aditya , dan saat ini lo sedang mengalami
Sugiharti Rusli
entah apa yang akan terjadi saat si Lavanya bertemu kembali sama si Aditya, mantan bos nya yang dia porotin saat kaya dan ditinggal saat jatuh miskin,,,
Sugiharti Rusli
sepertinya si Aditya memang akan bertemu si Lavanya yah, soalnya profesi apa lagi yang harus dilakukan selain modal tubuhnya buat bekerja di kota,,,
Sugiharti Rusli
memang dasar kamunya saja yang lupa diri saat itu terhadap Kemuning, sekarang pekerjaan yang tidak pernah kamu bayang kan harus kamu lakukan demi bertahan hidup,,,
Sugiharti Rusli
yah seperti itu yang namanya roda berputar Dit bagi kamu yang dulu berfoya-foya di atas penderitaan seorang istri yang setia dan bahkan memberikan modal usaha kamu,,,
Sugiharti Rusli
bukannya kalo di ibukota sekarang tranportasi umum seperti bus sudah mulai tertata yah, meski penuh tapi sekarang bagus lha pegangannya🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!