NovelToon NovelToon
Dibuat Mandul Oleh Suami Pengkhianat, Aku Pun Bangkit Membalas

Dibuat Mandul Oleh Suami Pengkhianat, Aku Pun Bangkit Membalas

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Penyesalan Keluarga / Tamat
Popularitas:697.8k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

BERTAHUN-TAHUN DIANGGAP MANDUL, TERNYATA ITU ADALAH JEBAKAN SUAMI DAN ORANG KETIGA. SETELAH MENGETAHUI KEBENARANNYA, AKU PUN MULAI MEMBALAS DENDAM!

Demi menikahi Lavanya, Aditya tega memberikan obat anti-ovulasi kepada Kemuning, agar tidak pernah bisa punya anak. Aditya juga memanipulasi hasil tes kesuburan Kemuning.

Namun, takdir berkata lain ketika kecelakaan menimpa Kemuning. Dari hasil pemeriksaan diketahui kalau ada zat berbahaya di dalam rahimnya.

Dengan bantuan Arkatama, Kemuning menyusun pembalasan kepada Aditya dan Lavanya. Membuat mereka merasakan pembalasan yang tak disangka-sangka.

Niat ingin menguasai harta milik Kemuning, yang Aditya dapatkan malah gigit jari.

Akankah rahim Kemuning bisa subur kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Ruang kantor Arkatama mendadak sunyi, para penghuninya terdiam karena ucapan Aryasatya. Sekarang memang zamannya main viral jika ingin pelaku mendapatkan sangsi sosial.

"Biar aku saja yang urus bagian itu, Mbak," kata Aryasatya tersenyum tengil. "Mbak fokus ke yang lainnya."

"Bahkan kalau perlu, aku akan jadi detektif untuk mencari bukti," lanjut pemuda itu.

Arkatama yang gemas dengan kelakukan adiknya, memukul pelan kepala Aryasatya dengan menggunakan kertas. "Jangan main-main, kamu!"

Aryasatya meringis sambil mengusap-ngusap kepalanya. Mulutnya menggerutu tak karuan.

Kemuning tertawa terkekeh sampai keluar air mata. Ini pertama kalinya dia tertawa lepas setelah hatinya hancur beberapa hari yang lalu.

Sementara itu di tempat lain, Aditya dan Lavanya berjalan di deretan etalase alat kosmetik. Wanita itu sudah kehabisan barang-barang skin care dan make up.

"Mas, sepertinya bukan hanya bedak dan lipstick ku saja yang habis. Handbody, sampo, dan pelembab aku juga habis semua," kata Lavanya dengan suaranya yang dibuat manja.

"Ya, tinggal beli saja."

"Hore! Mas Aditya memang the best, deh, pokoknya!" puji Lavanya melompat-lompat riang.

Kedua orang itu tidak tahu kalau saat ini foto mereka mulai terpampang di beranda-beranda media sosial, akibat olah seorang pemuda.

***

Keesokan harinya, seperti biasa Kemuning akan memasak jika semua pekerjaan membersihkan rumah selesai. Sementara Aditya pergi ke peternakan sejak pagi-pagi.

"Kemuning, Ibu mau pergi menemui teman, jadi enggak makan siang di rumah. Masaknya jangan banyak-banyak." Bu Ratih masuk dapur.

Kemuning menoleh dan berkata, "Baik, Bu."

Hati kecil Kemuning merasa ada sesuatu yang tidak beres. Dia teringat dengan pembicaraan antara Aditya dan Bu Ratih, malam hari tempo hari.

"Sepertinya aku harus mengikuti Ibu," batin Kemuning. 

Agar Bu Ratih tidak curiga, Kemuning melakukan aktivitas seperti biasanya. Sampai sekitar jam sepuluh mertuanya pergi, dia pun bergegas mengikuti. 

Untuk mengelabui Bu Ratih, Kemuning sudah menyiapkan penyamaran. Dia meminjam motor temannya dan memakai jaket serta helm pria. Dengan begitu, dia bisa membuntuti tanpa dicurigai.

"Loh, ini kan jalan menuju ke kampungnya Lavanya!" batin Kemuning yang tahu betul daerah itu.

"Jangan-jangan mereka mau membicarakan pernikahan Mas Aditya dan Lavanya," gumam Kemuning yang masih fokus mengendarai motor.

Tebakan Kemuning benar. Bu Ratih mendatangi rumah Lavanya. Di sana mobil Aditya juga sudah ada sana.

Kemuning memarkirkan motor di balik pohon besar. Lalu, dia mengendap-ngendap masuk ke pekarangan rumah Lavanya. Dia mengintip lewat jendela dengan ponsel siap di tangannya.

Di ruang depan ada Lavanya bersama kedua orang tuanya. Lalu, Aditya duduk berdampingan dengan Bu Ratih.

"Jadi, kapan perceraian mereka diproses?" tanya Pak Bagus dengan tatapan serius.

Bu Ratih menoleh kepada Aditya. Putranya itu mengangguk.

"Eh, saat ini Aditya belum mengajukan gugatan perceraian ke pengadilan, karena ada beberapa dokumen yang harus diurus," jawab Bu Ratih tersenyum basa-basi.

"Dokumen apa?" tanya Pak Bagus. "Berapa lama lagi Aditya bercerai dengan istrinya?!"

"Kita enggak mau, loh, Lavanya jadi bahan gunjingan tetangga karena dianggap enggak jadi menikah," lanjut Bu Dewi mengingatkan.

Aditya dan Bu Ratih saling melirik. Pria itu tahu mengurus perpindahan nama pada sertifikat tanah itu butuh waktu, tidak bisa sehari jadi. Selain itu, Aditya kesulitan ketika akan membawa sertifikat di dalam brankas, karena selalu ada Kemuning di kamar. 

Seakan paham pikiran putranya, Wanita paruh baya itu pun menghela napas. "Dokumen itu sangat penting," kata Bu Ratih. "Kalian tahu istilah harta gono-gini?"

Pak Bagus dan Bu Dewi kini paham kalau Aditya sedang mengurus aset kekayaannya, agar tidak jatuh ke tangan Kemuning. 

"Kalau begitu aku tidak apa-apa menunggu lebih lama," ujar Lavanya. "Mas Aditya, selesaikan saja dulu segala urusan itu. Aku tidak mau jika setelah menikah nanti, Mbak Kemuning menggugat dan minta harta."

Kemuning yang sedang merekam video, tersenyum mengejek. Karena dia akan mengambil apa yang menjadi miliknya.

Harta milik Aditya hanya rumah yang saat ini mereka tinggali. Kekayaan milik keluarga Aditya habis untuk pengobatan penyakit kronis ayahnya yang meninggal tidak berapa lama setelah Aditya dan Kemuning menikah.

Setelah itu Aditya di PHK dari tempat kerjanya. Sehingga menganggur beberapa bulan. 

Karena seorang suami yang harus bertanggung jawab menafkahi keluarga, Kemuning menyerahkan usaha kecilnya yang dirintis sebelum menikah. 

Aditya berhasil memajukan usaha itu. Bahkan Kemuning sampai menjual rumah peninggalan keluarganya untuk tambahan modal. Omset yang didapatkan lumayan banyak tiap harinya, dia pun merasa usaha peternakan potong ayam adalah miliknya. 

Dahulu, Aditya merupakan pria baik, pekerja keras, sayang keluarga. Dia dan kemuning pacaran selama lima tahun. Kedua keluarga juga merestui hubungan mereka.

"Aku janji secepatnya akan menyelesaikan urusanku dengan Kemuning. Aku sudah cari orang yang bisa membantu aku," kata Aditya tersenyum yakin dan membuat orang-orang di sana pun ikut tersenyum.

Mulut Kemuning mengerucut dan matanya membulat mendengar ucapan Aditya. Dia merasa senang karena dokumen-dokumen penting sudah dipindahkan ke tempat yang aman.

“Sayang sekali, Mas ... kamu enggak akan mendapatkan apa yang kamu inginkan,” batin Kemuning.

Merasa cukup mengambil video untuk barang bukti, Kemuning pun segera beranjak dari sana sebelum ketahuan.

Ketika hendak naik motor, Kemuning berpapasan dengan dua orang wanita seumuran Lavanya. Mereka sedang membicarakannya.

“Dengar-dengar si Lavanya mau menikah,” ucap wanita berambut pendek.

“Kamu tahu siapa pacarnya Lavanya? Kok, aku curiga dia pacaran sama Pak Aditya … bosnya itu,” balas wanita berambut pendek.

“Ih, aku juga berpikir begitu! Walau dia suka menyangkal dan bilang pacarnya orang jauh.”

Kemuning yang mendengar itu merasa tertarik dengan pembicaraan mereka. Saat ini dia sedang dalam mode penyamaran. Jadi, dengan penuh percaya diri dia bertanya, “Hei, kalian teman dekatnya Lavanya?”

Kedua wanita itu menatap Kemuning dengan penuh curiga karena memakai topi, jaket, dan kacamata. 

“Kamu siapa?” tanya wanita berambut panjang. Suaranya tegas dan agak meninggi.

“E, aku teman satu sekolahnya. Kebetulan lewat sini. Tapi, lupa di mana rumahnya,” jawab Kemuning berbohong.

“Itu rumahnya!” Wanita berambut pendek menunjuk rumah Lavanya. “Sekarang rumahnya bagus, pasti kamu pangling ‘kan?”

“E, iya. Dulu rumahnya dari bilik bambu.” Kemuning masih ingat jelas rumah keluarga Lavanya empat tahun lalu ketika datang menjenguknya saat sakit.

“Dia kan gajinya gede. Seminggu dua juta … jadi sebulan gajinya delapan juta. Belum lagi kalau lembur,” ucap wanita berambut panjang dengan nada iri.

Betapa terkejutnya Kemuning mendengar gaji Lavanya. Karena setahu dia gaji Lavanya itu tujuh ratus lima puluh ribu seminggu, kalau ramai bisa satu juta. Sistem gajian di peternakan potong ayam itu satu minggu sekali. Karena mereka butuh uang untuk makan dan kebutuhan lainnya.

“Sepertinya pacar dia royal suka kasih banyak hadiah mahal,” timpal wanita berambut pendek.

“Semoga saja gosip di media sosial tentang Lavanya itu tidak benar, ya!” Kemuning tersenyum lebar.

“Memangnya ada gosip apa?” tanya kedua wanita itu bersamaan.

“Ih, kalian tidak tahu?!” Kemuning berbisik dan keduanya menggelengkan kepala bersamaan. “Coba kalian buka TT dan FB.”

Kedua wanita itu dengan semangat membuka media sosial milik masing-masing. Seketika keduanya melotot saat melihat berita viral dari kemarin sore.

Saat ini keluarga Aditya dan Lavanya sedang tertawa bahagia, tidak tahu kalau di dunia maya berita mereka mulai jadi bahan hujatan netizen. Berita itu sebentar lagi akan sampai ke kampung mereka.

1
antha mom
Aditya,, kalau ada perempuan yang mau Kamu ajak selingkuh,,itu namanya perempuan yang nggak benar, perempuan yang mau enaknya aja,ada uang abang sayang nggak ada uang abang di tinggal kabur 🤣🤣, nikmatilah hasil perselingkuhan mu Aditya 😄😄
niktut ugis
bukan berbahagia karena anaknya Lavanya meninggal tapi itu lebih baik buat kelanjutan hidup baby.. semoga takdir baik mulai menyelimuti Lavanya
niktut ugis
mewek baca cerita Steve tapi celetukan Arya bikin mata melotot.. tolong kemuning atau arka bantu q ketok kepalanya Arya 😡😂
niktut ugis
Arka coba buka otak Arya isi nya apa 😂😂😂
niktut ugis
Aryaaaaa ya ampun 😡😂😂😂
ayu cantik
bagus
Yani Suryani
makannya punya mulut dijaga sering ngerendahin orang sekarang mulutnya perot kan
Yani Suryani
syukurlah tak kirain baru ketemu dimatiin, ternyata ada solusi lain
Steven semangat ya buat sembuh
aku baca udah tamat gak tau akhirnya gimana soalnya walau komen pun sudah selesai ceritanya
ini hanya sekedar meninggalkan jejak, walau ceritanya sudah selesai tapi masih ada pembaca yg baru nemuin cerita ini
semangat juga buat kak Santi dengan karya" yg 👍
🌸 Sunshine 🌸: ❤️❤️❤️❤️❤️
total 1 replies
Yani Suryani
lah masak mati Stevennya kan orang kaya berobat diluar negri siapa tau ada yg donor, setelah itu berteman dengan Arya biar gak kesepian 🤭
Yani Suryani
disaat air mataku ikut menetes karena Steven ehhh ada iklan Arya yg bikin ngikik
Yani Suryani
apapun yg terjadi sama orang tua anak yg jadi korban, walau hidup bergelimang harta dan dibesarkan ibu kandungnya sendiri tapi justru hidup Arya lebih bahagia karena berlimpah kasih sayang, sedang Steven di hidup dalam kesunyian dan menyedihkan
Yani Suryani
kalau sekolah bisa antar jemput itu Arya bisa saja diculik, tapi bisa jadi kemuning jadi sasaran
kok jadi tegang tapi suka ceritanya bukan lagi bucin"an lagi jadi makin seru dan ada gregetnya,biasa cerita awal konflik habis itu bucin" hingga selesai tapi ini beda jadi lebih menarik ceritanya 👍
Yani Suryani
ingat dia yg membuangmu,dia datang cuma mau memanfaatkan mu Arya,yg keluarga sesungguhnya ya kakakmu itu
Yani Suryani
ya ampun ikut tegang, kalau jaman dulu mungkin orang bisa hilang dengan mudah tapi sekarang beda jaman, semua bisa viral dan cepat terbongkar
Yani Suryani
lah kayak Adit gini bangkit dan menyesali perbuatannya, berusaha untuk menjadi lebih baik setelah apa yg terjadi, Adit jika sukses lagi jangan sombong jangan sok, tapi jadi rendah diri itu buat kamu tambah sukses
niktut ugis
jalang Lavanya beneran cari mati
Ila Lee
bagus aditya mula kn baru bertaubat jgn lagi berbuat dosa pasti tuhan akan memurahkan rezeki MU jadi yg lebih baik 💪💪💪💪
Ila Lee
akhirnya ketemu mantan Aditya sama kn kemuning dengan diri MU yg tidak kuat iman mudah tergoda
Ila Lee
pergi kemna cari kemuning sesal dulu pendapatan sesal kemudian tidak berguna nasi sudah menjadi bubur 😭😭😭😭
Ila Lee
jalani ajer dulu kemuning tak semestinya pacaran akan bahagia aku juga dijodoh n.kn cuma kenal 2 bukan langsung nikah Alhamdulillah sekarang sudah 30 tahun menikah Thor jadi yg lepas biar menjadi masa lalu aku yakin arkatama lelaki yg baik terima kemuning ❤️❤️❤️❤️❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!