Area Dewasa
Sebagai putri kesayangan dari pengusaha kaya keluarga Alexander membuat hidup Sea Caroline Alexander menjadi begitu bebas dan liar. Tidak ada yang berani melarangnya untuk melakukan ini dan itu. Karena kebebasan itu membuat Sea menjadi wanita nakal dan mesum. Setiap hari pekerjaannya hanya ke kampus dan bersenang-senang bersama sahabat prianya, seperti balapan liar dan club malam.
Melihat kebebasan Sea, membuat Jhon berinisiatif untuk menikahkan putrinya dengan anak sahabat lamanya, Seorang presedir tampan namun sangat polos.
Sea menolak keras pernikahan itu. Dia tidak suka dengan pria polos. Walaupun begitu Jhon tetap melangsungkan pernikahan itu.
Bagaimana dengan nasib pernikahan Sea? Akankah Sea akan mencintai presedir polos itu? Atau maukah suaminya menerima keadaan Sea sebagai wanita nakal dan liar?
.
.
.
Akan banyak kata-kata vulgar serta beberapa adegan dewasa dalam cerita ini. Bijaklah dalam membaca!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EbieMai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Wanita licik
Thina memarkirkan mobilnya tepat di depan gedung perusahaan Dominic Company. Dengan alegan model cantik itu turun dari mobil, kaki jenjangnya masuk kedalam gedung perusahaan. Kali ini Thina akan kembali mencoba untuk mendekati Gava, wanita itu tidak akan menyerah begitu saja sebelum ia berhasil mendapatkan Gava, pria yang dicintainya. Walaupun Sea mencoba untuk menghalangi dirinya, namun ia tidak akan menyerah sampai niat jahatnya tercapai. Tidak ada kata menyerah dalam kamus Thina, begitulah prinsip hidupnya.
Dengan cukup elegan Thina turun dari mobilnya, kaki jenjangnya melakngkah masuk kedalam gedung perusahaan. Di tangannya sudah ada lima kotak makan siang, Thina berniat akan memberikan makan siang itu untuk Gava. Wanita itu mencoba memberi Gava sedikit perhatian. Mungkin dengan memberi sedikit perhatian Gava akan menyukainya, begitulah pikiran Thina.
Berpakaian cukup terbuka membuat para lelaki menatapnya dengan tatapan lapar. Berjalan masuk kedalam lift sambil melenggang-lenggokan badannya memamerkan bentuk tubuh seksinya.
Langkah Thina berhenti tepat di depan pintu ruang Presedir. Pintu ruangan itu sedikit terbuka sehingga Thina dapat mendengar percakapan antara Gava dengan Jefan dan Satria.
Thina sedikit terkejut mendengar permintaan Gava, dimana pria itu meminta untuk di ajari cara-cara bercinta. Seketika bibirnya melengkung sempurna, wanita itu bahagia ketika mendengar permintaan Gava.
Itu artinya Gava masih perjaka. Mereka belum melakukan malam pertama. Kesempatan gue semakin besar untuk mendapatkan pria itu.
Thina kembali mendengar percakapan antara ketiga pria itu, seketika hal jahat terlintas di otaknya, bibir tersenyum miring. " Tak akan gue biarkan kamu tahu cara bercinta, Gav. Aku akan tetap membuat mu menjadi pria polos. Tapi kamu tidak perlu khawatir sayang, jika kamu sudah menjadi milikku, aku akan akan mengajari mu dan aku akan menjadi orang pertama yang akan mengambil keperjakaan mu." Gumamnya.
Masuk kedalam ruangan Gava, "Kenapa harus belajar lewat video? Aku bisa mengajari kamu langsung." Thina yang tiba-tiba masuk membuat Gava, Jefan, dan Satria kaget dengan kemunculan wanita itu.
"Kamu sudah kaya setan Thin, yang tiba-tiba nongol begitu saja. Untuk jantung gue tidak lompat keluar." Ucap Satria sambil mengelus dadanya. Karena terlalu asik berbicara membuat mereka tidak menyadari kedatangan Thina.
"Mana ada setan secantik dan seseksi Thina ." Sombongnya.
"Cih, palingan juga cuma silikon." Bukannya terpesona atau tergoda, Jefan malah menatap jijik penampilan Thina yang cukup terbuka. Walaupun Jefan pria normal dan mesum, namun ia tidak akan selera dengan body Thina, bagi Jefan body Thina sangatlah jelek dan tidak pantas di pandang oleh matanya. Pria jakung itu sedari dulu memang tidak suka dengan model cantik itu. Bertemu saja sudah ingin membuat ia muntah.
"Diam, sialan." Thina melempar tas jinjing miliknya ke arah Jefan, lemparannya meleset tidak mengenai wajah Jefan. Sama seperti Jefan, Thina juga tidak menyukai salah satu sahabat Gava itu. Bila sudah bertemu kerjaan mereka hanya bertengkar dan bertengkar. Sudah sama seperti anjing dan kucing, musuh bebuyutan begitulah kira-kira.
Thina sudah berdiri tepat di depan Gava, tersenyum menatap wajah pria Gava yang sudah memerah malu, terkesan imut dan menggemaskan.
"Kalau masuk ketuk pintu dulu, Thin. Kamu tidak sopan masuk sembarangan." Tukas Gava, ia mencoba tetap tenang walau jantungnya berdetak lebih cepat. Pria polos itu malu karena Thina sudah mendengar percakapan vulgar mereka.
"Sorry." Meletakkan kotak makanan yang ia bawa di atas meja lalu dengan seenak jidat, Thina duduk di samping Gava.
Gava menggeser duduknya agar lebih jauh dengan Thina. Istrinya melarang keras dirinya untuk dekat-dekat dengan wanita lain, termasuk Thina.
" Minta ponsel kamu." Satu tangan Thina berada di depan wajah Gava.
Gava mengeryit bingung, satu alisnya terangkat, " Untuk apa?"
" Tidak perlu banyak tanya, Sini ponsel kamu." Thina mengambil paksa ponsel Gava. " Aku akan menghapus semua video-video itu. Kamu tidak membutuhkan itu, aku bisa mengajari kamu langsung."
Gava, Satria, dan Jefan terkejut mendengar ucapan Thina. Ajari langsung? Dasar wanita gila, pikir mereka.
Dengan cepat Gava merebut ponselnya yang ada di tangan Thina. " Kamu jangan gila Thina. Kembalikan ponsel ku!"
"Tidak mau."
Mereka saling berebut, tidak ada saling melepas. Gava merebut paksa ponselnya sedangkan Thina berusaha untuk tidak melepaskan ponsel itu.
Thina kehilangan keseimbangan, ia terjatuh di atas lantai dan otomatis Gava juga ikutan terjatuh, tanpa sengaja Gava terjatuh dan menindih tubuh Thina.
Mereka saling tatap. Thina tidak ingin kehilangan kesempatan, dia memeluk pria yang berada diatasnya itu.
***
Setelah mendapat pesan dari Jonathan, dengan cepat Sea meluncur ke perusahaan Gava. Isi pesan Jonathan mengatakan, kalau Thina akan berkunjung ke gedung perusahaan suaminya. Sea tidak akan membiarkan Thina bertemu dengan suaminya.
Sea memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi, melewati lampu merah begitu saja hingga ada mobil polisi mengejar mobilnya.
Sea melirik kaca spion, bibirnya tersenyum tipis, "Kita lihat siapa yang akan menang." Wanita itu semakin menambah kecepatan hingga mobil polisi yang tadi mengejaenya tidak terlihat lagi.
Hanya membutuhkan waktu 15 menit, Sea sampai di depan gedung perusahaan Gava. Memarkirkan mobilnya dengan sembarangan, lalu berlari masuk kedalam lift khusus Presedir.
Perasaan Sea mulai tidak enak, ia merasakan bila akan ada terjadi sesuatu dengan suami polosnya.
Ting, lift terbuka, Sea berjalan cepat ke arah ruang kerja Gava.
Membuka pintu cukup kasar, hingga kedua mata bulatnya menangkap adegan yang sangat menyesakkan dada. "GAVA....!!!" Suara teriakan Sea begitu menggelegar dalam ruangan itu, sehingga membuat Gava, Satria, dan Jefan kaget dengan kedatangan Sea. Namun tidak Thina, wanita licik itu tersenyum dengan penuh kemenangan. Dia sudah menduga kalau Sea pasti akan datang dan berhasil! Sea melihat adegan dirinya dengan Gava.
***
tapi endingnya sad😭