NovelToon NovelToon
Triplet : Tawanan Obsesi Tuan Mafia

Triplet : Tawanan Obsesi Tuan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mafia / Action
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: BumbleBee

Kau adalah milikku. Jika aku tidak mendapatkannya, maka tidak siapa pun!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BumbleBee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Willson's Family

“Mommy... Daddy... ” pekik Paula, berlari mendekati keduanya yang baru memasuki kediaman mereka. Angel-sang mommy tersenyum lebar sembari merentangkan kedua tangannya. Senyum lebar itu memudar, berubah menjadi pelototan kesal. Paula melewati Mommy-nya dan berlari ke dalam pelukan Daddy-nya, Lucas.

“Aku merindukanmu, Dad.” Paula membenamkan wajahnya di dada Daddy-nya. Pelukan ternyaman sepanjang hidupnya. “Kenapa selalu pergi tanpa pemberitahuan, sesekali ajaklah aku, aku juga ingin berlibur, Dad.” Paula melepaskan pelukannya, memasang wajah merengut, sembari memanyunkan bibirnya.

“Oh sayang, Daddy juga merindukanmu walau tidak sebesar Dad mencintai, Mom,” mendengar jawaban Daddy-nya, Paula memutar bola matanya. Semakin tua semakin menjadi, istilah itulah yang pantas disematkan kepada Daddy mereka yang selalu jatuh cinta setiap menit kepada Mommy mereka.

Ya, jika Mommy-nya berjalan dengannya, orang yang tidak mengenal mereka akan mengira keduanya adalah kakak adik. Sama halnya seperti Daddy-nya yang tidak menua, Mommy-nya juga demikian.

Wanita akan menjadi ratu jika bertemu dengan pria yang tepat. Dan betapa beruntungnya Mommy-nya yang sudah menemukan pria seperti Daddy-nya, pria yang tidak berpaling kepada wanita lain, justru selalu belajar untuk mencintai lebih dan lebih. Ya, pria sejati bukanlah masalah maskulinitas melainkan kualitas. Dan kualitas Daddy-nya tidak perlu diragukan lagi.

“Ehm,”

Deheman Mommy-nya membuat Paula menoleh, “Oh Mom, i miss so bad,” Paula merentangkan kedua tangannya dan membenamkan wajahnya di ceruk leher wanita yang sudah melahirkannya itu.

“Hm,” Angel membalas pelukan putri kesayangannya itu.

“Mom,” rengek Paula mendengar gumaman tidak acuh dari mulut Angel.

“Bukankah kau lebih merindukan pria tua itu?” Angel mendelik ke arah suaminya, melihat hal itu Lucas justru terkekeh. Ia mendekati keduanya dan membawanya ke dalam dekapannya, mendaratkan kecupan hangat di puncak kepala mereka.

“Bagaimana keadaanmu, sayang?” Angel mengusap wajah Paula, menatapnya dengan lembut. Mengingat betapa manjanya ia dulu, tidak akan menduga bahwa ia bisa menjadi seorang ibu yang sangat baik, dan penuh perhatian. Angel sukses membuat suami dan anak-anaknya jatuh cinta padanya.

“Seperti yang terlihat, Mom. Aku baik-baik saja,dan lupakan tentangku. Mari ceritakan padaku tentang perjalanan kalian kali ini,” Paula menarik tangan Mommy-nya, membawanya untuk duduk di ruang keluarga. Ya, Paula selalu ingin mendengar kisah perjalan orang tuanya, negara mana saja yang mereka singahi dan hal menarik apa yang orang tuanya lakukan. Semuanya ia rekam dalam ingatannya dan berharap kelak ia bisa melakukan hal yang sama.

Sementara istri dan putrinya sedang bercerita, Lucas mengirim pesan kepada para putranya.

"Anak-anak, dimana kalian?"

***

“Toys Story mempunyai seri ke empat?” Alena bertanya dengan wajah serius, mengabaikan tatapan membunuh yang dilayangkan Lotso dan juga Alexa kepadanya.

“Ya, kau tidak mengetahuinya?” jawab Woody dengan pertanyaan. Tanpa dikomando keduanya melangkah, menjauh dari yang lain.

Tring

Bunyi notifikasi pesan membuatnya menghentikan langkahnya. Ia berbalik, dan melihat tiga dari empat pria yang ia tinggalkan kompak membuka ponsel mereka.

“Sepertinya aku harus pergi,” Woody menunjuk ponselnya, bahwa ada panggilan yang mengharuskannya agar segera meninggalkan tempat itu. Ya, pesan yang masuk berasal dari ponsel Daddy-nya, Lucas. Itu artinya orang tuanya sudah ada di rumah dan mereka wajib menyambutnya.

“Ya, aku juga harus pergi,” Alena segera berbalik dan berlalu pergi.

***

Pollux, Pax, Aaron dan Ansel sama-sama sampai di kediaman Willson. Keempat pria itu ke  luar dari masing-masing mobil mereka dan melepaskan topeng yang melekat di wajah mereka.

“Kau mengenal wanita tadi?” Ansel, dengan nama samaran Rex bertanya penasaran pada Pax.

Pax menggelengkan kepalanya, “Hanya saja aku merasa tidak asing,” ia menggidikan bahu tidak acuh.

“Dan kau,” Pax menatap Aaron kesal. “Apa yang kau lakukan tadi? Hanya karena mengenakan topeng, kenapa kau terlihat seperti pria murahan yang sangat penakut. Kau penyelamatku?” Pax menirukan apa yang dikatakan Aaron pada Alena. “Aku malu mendengarnya,” Pax melempar topengnya ke arah kakak sepupunya itu. Aaron tergelak, tidak peduli sama sekali. Bersama topengnya, ia membuang topeng millik Pax ke tong sampah.

“Lalu bagaimana dengan slogan menuju tanpa batas dan terus melampauinya,” Aaron terkikik geli, menatap Pollux yang kembali pada mode wajah datar minim ekspresi. “Aku tidak mempercayai pendengaranku tadi,” Aaron segera merangkul pundak Pollux dan berjalan memasuki rumah.

Pollux pun ikut tertawa geli. Ia pun tak menduga.

Kediaman Willson sudah dipenuhi oleh Rodriquez.

Ya, selalu seperti ini, keluarga besar mereka akan berkumpul begitu ayah dan ibu mereka menyelesaikan perjalanan mereka. Dan hal seperti inilah yang paling disukai Aaron. Ia bisa bebas bersama Paula. Karena sejak kejadian kebakaran itu, pertemuan keluarga hanya dilakukan keluarga inti, bahkan Megan pun tidak diundang untuk datang.

“Kami datang,” seruan Pax membuat beberapa pasang mata menoleh ke arah mereka. Pax melambaikan tangan begitu juga dengan Ansel. Sementara Lux dan Aaron memilih berjalan mendekati Lucas dan Angel.

“Hai Mom, bagaimana perjalanannya? Apakah Daddy melakukan tugasnya dengan baik?” Lux memijat pundak Angel yang memang sedang duduk bersama suami dan juga yang lainnya. Lux menunduk, memberikan kecupan di kepala Mommy-nya.

“Meragukanku?” Lucas menukik alisnya.

“Melihat wajahmu yang semakin menawan, aku yakin kau sangat menikmati perjalananmu, Dad.” Lux mengabaikan pertanyaan Daddy-nya yang bernada protes.

Aaron yang berdiri di belakangnya membuat Lucas dan Angel segera berdiri. Aaron tersenyum, ia mendekati Lucas dan merangkulnya. “Apa kabar, Uncle? Kau terlihat lebih muda sejak terakhir kita bertemu.”

“Itulah hebatnya pelayanan seorang istri, untuk itu segeralah menikah agar adik-adikmu juga melakukan hal sama, dude.” Lucas melepaskan pelukan mereka dan menepuk pundak Aaron.

“Ya, tidak lama lagi, aku akan menikah. Bukan begitu Aunty?” Aaron menatap Angel dan segera memeluknya .”Aku merindukanmu,” ucapnya dengan sorot mata tertuju pada Paula yang sedang berbicara dengan adiknya, Gwen.

Mendengar kalimat yang diucapkan Aaron membuat Paula menatapnya. Untuk beberapa detik keduanya saling mengunci tatapan masing-masing. Paula memalingkan wajahnya terlebih dahulu, kembali melanjutkan pembicaraannya bersama Gwen.

Ansel memaksa duduk diantara Paula dan Gwen, membuat kedua wanita itu kompak memukul lengannya. “Kalian dari mana? Kenapa bisa datang secara bersamaan?” Gwen bertanya sembari menggeser bokongnya, memberi ruang lebih kepada Ansel agar tidak terhimpit.

“Berburu” jawabnya lempeng.

“Berburu wanita?” Paula menimpali.

Ansel tampak berpikir, “Bisa dikatakan seperti itu, karena Aaron mendapatkan buruan yang sangat luar biasa. Wonder women,” tukasnya begitu mengingat Alena.

“Aaron? Kau tidak salah?” tanya Gwen tidak percaya, Paula lebih memilih diam tidak berkomentar.

“Tanya saja pada Lux dan Pax, jika kau tidak percaya. Wanita itu menyelamatkan hidupnya, dan jika wanita itu meminta untuk menikah dengannya, Aaron tidak mempunyai alasan untuk menolak, bukan begitu kakak tertua?” Ansel terkikik melihat wajah kesal yang ditunjukkan Aaron.

“Wah, jangan sampai Luna mengetahuinya, bisa-bisa Luna menjambak rambut wanita itu sampai rontok.”

Mendengar penuturan Gwen, Ansel tertawa, “Wanita itu bukan tandingannya Luna. Jambak menjambak bukan permainannya, tetapi gulat yang bisa mematahkan leher, hidung, rahang, dan bahkan seluruh tubuhmu bisa remuk dalam sekejap.”

“Mengerikan,” Gwen bergidik tidak suka.

1
lyani
jodoh tapi tak bersatu
lyani
ciyeeeee yg perhatian
lyani
🤣
lyani
iy bnr
iis nuriyah
lanjut kak seru🥰🥰🥰
BumbleBee: siap kakak😍
total 1 replies
lyani
wihhhh
lyani
🤣
lyani
kamu jahat Alena..kesian ntu megan😄
lyani
sampai release lagi pun saya masih penasaran....berusaha mengingat kejadian yg menimpa ayah Alena bang iky
lyani
tujuan jelas utk menjauhkan Luna dari paula
lyani
hentikan mulut beracunmu Luna
lyani
kagak ada yg sanggup
lyani
bodyguard gratisan
lyani
🤣
lyani
CK
lyani
kabur dari tugas y🤣
lyani
jangan tutupi rasamu Ar
lyani
Pau yg malang
lyani
fokus Meg... jadilah yg terbaik dari versi dirimu sendiri
lyani
ada yg nukar suratnya nggak si?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!