NovelToon NovelToon
KAMU SELINGKUH, KAMU BANGKRUT

KAMU SELINGKUH, KAMU BANGKRUT

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Balas Dendam / Wanita Karir
Popularitas:27.2k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Anindya Maheswari, menikah dengan Raditya Wicaksono tanpa restu dari orang tua Radit karena Anindya hanya seorang yatim piatu dan besar di panti asuhan.

Cinta tulus dari Radit membuat Anindya bertahan, berjuang bersama, banting tulang, memeras otak dan keringat. Memulai segalanya dari nol hingga akhirnya sukses.

Namun, siapa sangka setelah sukses Radit malah berkhianat? Menjalin hubungan dengan gadis yang lebih muda, memiliki seorang anak, dan bahkan selingkuhan itu sedang hamil lagi.

Membawa amarahnya yang membara, Anindya bertekad mengembalikan Radit dan keluarga nya ke keadaan semula.

“Kamu lupa satu hal. Jika aku bisa membuatmu sukses, aku juga bisa membuatnu hancur!”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31

.

Sejak hari kegagalan itu, Raditya berjuang mati-matian demi kelangsungan perusahaan. bahkan terkadang sampai lembur, berharap dengan begitu masalahnya akan cepat selesai. Berangkat paling pagi, pulang paling malam, seringkali tertidur di ruang kerjanya. Namun, segala usaha kerasnya itu sama sekali tidak membuahkan hasil. Tidak ada kemajuan sedikit pun yang terlihat. Segala hal di dalam perusahaan terasa semakin carut-marut, berantakan tak beraturan, dan semakin jauh dari kata baik-baik saja.

Suasana kerja menjadi sangat mencekam. Tidak ada lagi ketenangan bagi para karyawan. Setiap hari yang mereka dengar hanyalah suara kemarahan, teriakan, dan cacian dari mulut Raditya. Kesalahan kecil sekalipun akan menjadi masalah besar di matanya, dan tidak ada satu pun pekerjaan yang dianggapnya cukup baik.

Pagi itu, di ruang rapat besar, ketegangan kembali memuncak. Raditya berdiri di ujung meja panjang dengan wajah merah padam menahan amarah sambil menatap tajam wajah-wajah di sekelilingnya.

"Dasar kalian semua orang-orang bodoh!" teriak Raditya dengan suara menggelegar memenuhi ruangan.

"Apa saja yang kalian kerjakan selama ini? Yang kalian bisa hanya membuat proposal sampah yang isinya tidak ada gunanya sama sekali! Kalau hasil kerja kalian terus begini, lebih baik kalian tidak usah bekerja di perusahaan ini sama sekali!" teriaknya lagi sambil menggebrak meja.

Dengan napas memburu, Raditya menatap satu per satu wajah bawahannya yang menunduk tak berani menatap ke arahnya.

"Aku tidak sudi mempekerjakan karyawan yang hanya makan gaji buta! Datang pagi, pulang sore, dapat gaji besar, tapi tidak bisa menunjukkan hasil kerja yang sama sekali! Apa susahnya mencari jalan keluar?! Kalau dulu bisa kenapa sekarang tidak?!"

Dengan wajah yang masih memerah karena amarah, Raditya membanting map tebal yang sedari tadi ia pegang ke atas meja hingga kertas-kertasnya berhamburan keluar. Tanpa menatap para karyawannya yang diam ketakutan, ia berjalan keluar dari ruang rapat dengan langkah lebar dan penuh emosi.

Raditya masuk ke ruang kerjanya, lalu menghempaskan bobot tubuhnya di kursi kebesarannya. Kursi yang selama ini menjadi kebanggaan, kekuasaan dan kejayaannya. .

Baru beberapa menit Raditya menenangkan napas dan menata kembali pikirannya, pintu ruangan terbuka perlahan. Darius masuk dengan wajah pucat, dan map tebal berwarna hitam tergenggam di tangan.

"Ada apa?!" bentak Raditya kasar, menatap tajam ke arah map yang dibawa oleh asisten nya dengan dada berdegup kencang, seakan sudah merasa adanya berita buruk.

Darius menelan ludah susah payah, suaranya keluar berbisik namun cukup jelas terdengar.

"Maaf, Tuan. Laporan keuangan baru saja masuk. Penjualan bulan ini turun lagi bahkan mencapai 15 persen dari bulan lalu."

Jantung Raditya seakan berhenti berdetak. Matanya seketika terbelalak lebar menatap Darius. Punggungnya yang semula bersandar seketika duduk tegak.

"Dan..." Darius menundukkan kepalanya makin dalam, tak berani menatap wajah tuannya yang mulai berubah wajah. "Ada beberapa pemegang saham besar yang mengirimkan pesan. Mereka mengatakan... ingin mencabut seluruh investasi mereka dari perusahaan ini."

"APA?!"

Raditya menyambar map yang ada di tangan Darius dengan sangat kasar. Dengan tangan yang gemetar, ia membuka lembar demi lembar kertas itu dengan cepat, matanya bergerak liar mencari angka-angka yang tertera.

Dan... Semuanya merah. Semuanya minus. Penurunan drastis di sana-sini. Dan di halaman terakhir, surat resmi dari para pemegang saham yang menyatakan ketidakpercayaan mereka.

Raditya mengangkat tinggi map itu dan membantingnya keras. Kertas-kertas beterbangan ke segala arah.

"Aargh….!" Raditya berdiri dari duduknya dan berteriak sekuat tenaga. Dua tangannya bergerak kasar menyapu bersih semua yang ada di meja hingga berjatuhan dengan keras di atas lantai, meluapkan segala rasa kecewa dan kemarahannya yang tak lagi punya tujuan. Semua hancur. Sama seperti mentalnya yang telah benar-benar hancur.

"Dasar pengkhianat!! Mereka semuanya pengkhianat!" teriak Raditya dengan suara parau. "Saat aku sukses, mereka berbondong-bondong menawarkan kerjasama. Sekarang, saat aku baru saja terpuruk, mereka semua berlomba-lomba meninggalkanku!"

Raditya mencengkeram tepian meja kerjanya hingga buku jarinya memutih, napasnya naik turun tak beraturan.

"Manusia-manusia rakus! Kalian pikir aku tidak akan bangkit lagi?! Kalian pikir RA Group akan runtuh begitu saja?!" ia menggeram, matanya berkaca-kaca menahan air mata amarah. "Kalian semua akan menyesal! Aku akan membuktikan! Aku akan buat kalian semua datang kembali merengek minta maaf!!"

Tubuh Raditya melemah setelah puas berteriak lalu kembali jatuh terduduk di kursinya.

"Tapi bagaimana caranya?" gumamnya menyadari bahwa ia sama sekali tidak tahu harus berbuat apa lagi. Di dalam otaknya semua masalah menari mengejeknya. Hutang pada bank gelap, juga hutang hutang pada bank resmi dan hutang pada perusahaan lain sebelumnya. Dan semua akan segera jatuh tempo. Bagaimana dia akan membayarnya?

Raditya memejamkan matanya rapat, sambil memijit pelipisnya yang terasa pening. Seketika bayangan masa lalu berseliweran jelas di dalam kepalanya. Bayangan saat Anindya masih ada di sisinya, masih berdiri tegak di samping meja kerjanya, mengatur segalanya dengan cerdas dan tenang. Betapa mulusnya jalur perusahaan saat itu. Aliran dana masuk dengan deras, semua orang memuji dan menghormati namanya.

Dulu, dia hanya harus duduk di kursi, menunggu berkas-berkas penting disodorkan ke hadapannya untuk ia tanda tangani saja. Semua strategi, semua negosiasi, semua perjuangan di belakang layar, dia tidak tahu bagaimana prosesnya. Dulu ia mengira semua kejayaan itu murni hasil kemampuannya sendiri, dan Anindya hanya sekadar pelengkap.

"Apa aku benar-benar salah...?" tanyanya dalam hati.

Namun egonya masih terlalu tinggi untuk mengakui kebenaran itu. Ia menggelengkan kepalanya keras-keras, menepis pemikiran itu.

"Tidak... Tidak mungkin! Aku tidak salah! Ini hanya sementara saja," tekadnya, matanya terbuka kembali menatap langit-langit ruangan dengan pandangan berapi-api. "Aku akan berusaha lagi, aku akan bekerja lebih keras dari sebelumnya! Pasti aku bisa, aku pasti sanggup membawa perusahaan ini bangkit kembali lebih hebat dari sebelumnya!"

Dengan semangat yang dipaksakan, Raditya bangkit dari duduknya, meraih telepon di atas meja. Ia menyusun daftar nama-nama klien besar dan mitra kerja sama yang dulu sangat akrab dengannya. Ia yakin, hubungan baik yang ia bangun selama bertahun-tahun ini pasti masih berarti bagi mereka.

Raditya mulai menelepon satu per satu nama itu.

Panggilan pertama...

"Selamat siang, Pak Bimo. Ini Raditya, dari RA Group. Saya ingin mengajukan tawaran kerjasama baru..."

Namun, belum selesai ia bicara, suara dari seberang sudah memotong dengan nada canggung. "Ah... Tuan Raditya... Maaf sekali, saat ini kami sudah memiliki mitra tetap dan belum berencana menambah lagi. Maaf ya, Tuan. Saya masih ada urusan lain," dan sambungan telepon terputus.

Raditya mengerutkan kening, sedikit kesal tapi mencoba tetap tenang. Ia mencoba nomor berikutnya.

"Halow, Pak Hendra? Saya Raditya. Bagaimana kabar? Saya ada proyek menarik..."

"Waduh, Tuan Raditya... Maaf ya, kami sedang menyesuaikan anggaran tahun ini. Belum ada dana lebih untuk kerjasama baru. Maaf sekali ya..."

Satu per satu ia hubungi. Dan satu per satu pula jawaban yang ia terima sama saja:

"Maaf, Tuan… "

"Mohon maaf, belum bisa..."

"Maaf sekali, kami tidak bisa..."

Yang ia dengar hanya alasan yang intinya sama. PENOLAKAN. Bahkan ada yang langsung mematikan telepon, ada yang dengan jujur mengatakan mereka sudah tidak percaya dengan kondisi RA Group saat ini.

Tangan Raditya gemetar hebat saat meletakkan kembali gagang telepon ke tempatnya. Wajahnya pucat pasi, keringat dingin mulai membasahi pelipisnya. Harapan yang baru saja ia bangkitkan sebentar tadi, kini runtuh kembali jauh lebih parah. Ia sadar, nama besarnya yang dulu begitu harum dan diidamkan, kini ternyata sudah tidak ada harganya sama sekali di mata mereka semua.

"Semua pergi... Semua meninggalkanku..."

1
Ilfa Yarni
hrsnya kau sadar tanpa anin kau bukan siapa siapaknya jd laki2 jgn sombong baru dikasih kejayaan sedikit udah berulah selingkuhbkau tau dosa istri yg tersakiti itu diijabah sam Tuhan skr rasakan detik detik kehancuranmu tidak lama lg
stela aza
masih g sadar juga ,,, kalau kamu itu oon bisanya cuma tanda tangan doank , tidak tau proses nya gimana ,,, soalnya istrimu yg hebat bukan kamu ,,,
Patrick Khan
aku suka😍😍😍
Patrick Khan
semoga rencana Anin lancar💃💃💃
Patrick Khan
eh kita elu aja Anin enggak😂😂😂😂🔪
Patrick Khan
Radit ngelantur ngomong nya😂😂😂😂
Noey Aprilia
Hhhhmmmm.....
apa lgi yg lbih mnyedihkn slain nsibnya s pcundang....udh pd tngkat dewa bkln dpt tender,taunya zonk...😛😛😛....
smntra anin,dia udh bngkit plus dpt dkungn dr bnyak orng yg pduli sm dia....ga sbr nunggu s pcundang hncur.....
aku
jgn gugatan nin, akte cerai nya ja. nnti di lama2 sm si asuuuuu rdit 😌😌
Putrii Marfuah
raditya, otakmu kosong, tanpa anis kamu bukan siapa siapa, begitu aja berani selingkuh. ke laut aja jadi rumah ikan,masih bisa bermanfaat.
Putrii Marfuah
smart
Aditya hp/ bunda Lia
hebat sekali rencana mu Anin gak sabar nunggu saat itu tiba ... yakin si Radit bakal ditinggalin sama selingkuhannya kalo udah tau bangkrut
Rahma Inayah
semoga SDH ketok palu baru Anin launcing perushaan barunya takut nya klu blm ketok palu Radit nuntut harta Gono gini walau dia tau klu saldo Anin kosong pas dia cek tp nnt di hasut SM pelakor dan Mak Lampir emaknya .luluh tu si Radit koar2 dia tp pas ktm anin kicep SPT tikus kecebur di air .
Oma Gavin
good job Anin 👍
Dwi Setyaningrum
ya sblm lounching perusahaan baru palu dok dr pengadilan agama sah secara resmi telah bercerei dan ditrima dg baik agar nti ga ada gugatan harta Gono gini trmsk perusahaan baru itu..
Lican
yeee CPT Sofia lahiran biar kalian sekeluarga dapat kejutan dari Anin, aj sebentar LG Anin cerai dan bebas ad Rian yg setia menunggu mu anin
Ilfa Yarni
asyeeeek aku suka cara anin bls dendam selamat ya nin km hampir sukses menghancurkan radit tinggal satu langkah lg ga sabar nunggu radit benar2 hancur dan kembali ke stelan awal yaitu miskin
mariammarife
detik² itu kunantikan pasti seru dech liat si Radit kejang kejang
Zhafran Althaf
good girl😍😍
Lee Mba Young
bagus cerai dulu br party kemenangan.
Rahma Inayah
td koar koar mampu tnp Anin nyata nya mana ada perushaan yg percaya PD mu Radit SDH GK BS bisnis public speaking pun jellek GK nyambung tiap kli memberikan masukan. siap2 menuju kebangkrtn mu tnp Anin BS apa km ..nyata nya apa yg km hrs kn TDK sesuai keningnmu Anin ttp bersinar walau tnp mu tnp air mata sbntr LG dia aka membangun perushaan sendri dan menertawakan kebangkrtn mu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!