NovelToon NovelToon
Return To You

Return To You

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / Wanita Karir
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Delapan tahun merajut kasih, hubungan Zacheriyya Tengiz dan Evander Vale-Knight hancur lebur dalam satu malam akibat pengkhianatan yang tak termaafkan.

Alih-alih menyesal, Evander justru menyebut tindakan kejamnya sebagai pembalasan ego yang setimpal atas kesalahan masa lalu.

Terluka dan murka, Zacheriyya pergi dengan sumpah tidak akan pernah memaafkan pria itu sampai ia mati.

Dua tahun berlalu dalam pelarian, takdir dengan kejam mempertemukan mereka kembali.

Rasa cinta yang dulu membara kini telah sepenuhnya bermutasi menjadi kebencian yang dingin dan mematikan. Pertemuan tak terduga ini seketika menyulut kembali sumbu dendam lama dan perang ego yang sengit di antara keduanya.

Mereka kini berdiri berseberangan sebagai dua mantan kekasih yang saling membenci setengah mati, siap saling menjatuhkan lewat tatapan tajam dan kata-kata berbisa.

Di tengah pusaran benci dan luka lama yang kembali menganga, siapakah yang akan hancur terlebih dahulu dalam permainan rasa yang berbahaya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#16

Di luar pintu kamar VIP yang telah tertutup rapat, lorong lantai atas rumah sakit itu mendadak menjadi arena eksekusi dingin yang mencekik napas.

Keheningan yang ditinggalkan oleh keputusasaan Zacheriyya di dalam kamar meluap keluar, menjelma menjadi aura pembunuh yang pekat dari dalam diri Evander Vale-Knight.

Pria bertubuh kekar itu memutar tubuhnya perlahan, melangkah dengan tenang namun penuh intimidasi mutlak ke arah Gabriella Margareth yang masih terikat di atas kursi rodanya. Sepasang mata tajam Evander menyipit, tidak lagi memancarkan kerapuhan seperti saat ia berlutut di hadapan Cherry, melainkan tatapan seekor pemangsa yang siap mencabik mangsanya hingga tak tersisa.

"E-evander... apa yang mau kau lakukan?" suara Gabriella bergetar hebat. Nyalinya menciut drastis begitu melihat gurat kejelekan dan kekejaman yang nyata di garis rahang pria itu.

Evander berhenti tepat di depan kursi roda Gabriella. Ia menundukkan tubuhnya, menyejajarkan wajahnya yang dingin dengan wajah wanita yang ketakutan itu. Dengan gerakan yang teramat pelan namun penuh daya cengkeram yang mematikan, tangan Evander terulur meraih tuas pengunci di roda kursi tersebut, lalu meremas bingkai besi itu hingga buku-buku jarinya memutih.

"Kau pikir... karena kau adalah saudari dari wanita yang dinikahi kakakku, kau bisa menggunakan nama keluargaku untuk menipu seluruh Los Angeles dengan kepalsuan kelumpuhanmu, hm?" bisik Evander dengan suara rendah yang begitu beracun, menusuk tepat ke dalam rungu Gabriella. "Kau menggunakan kebohongan ini selama berbulan-bulan untuk memeras perhatianku, mengacaukan hidupku, dan yang paling berengsek dari segalanya... kau mengaku Hamil anakku didepan wanitaku, sandiwara murahan!"

"E-evander, aku... aku bersumpah aku mencintaimu—"

"Tutup mulutmu sebelum aku menyuruh orang mencabut lidahmu," potong Evander dingin, matanya berkilat gila. "Dengar baik-baik, Gabriella Margareth. Hari ini, detik ini juga, seluruh fasilitas, perlindungan hukum, dan nama besar keluarga Vale-Knight ditarik sepenuhnya darimu. Jangan pernah bermimpi untuk menginjakkan kakimu di mansion kakakku lagi. Aku akan memastikan seluruh aset yang pernah kau nikmati atas nama 'korban kecelakaan' disita tanpa sisa. Dan soal anak di perutmu itu..." Evander menatap perut buncit wanita itu dengan pandangan sarat kejijikan. "Kapan pun anak itu lahir, Jika ada satu miligram saja kebohongan lagi yang kau rangkai, kau tidak akan pernah melihat matahari dari balik sel penjara seumur hidupmu."

Nyalinya benar-benar menciut total. Gabriella memucat bagai mayat, tubuhnya gemetar hebat hingga bibirnya tak lagi mampu mengeluarkan patah kata pun. Ia sadar, Evander tidak sedang bertumpu pada ancaman kosong. Pria di hadapannya telah kembali menjadi iblis tanpa belas kasihan.

"Élodie!" panggil Evander tanpa mengalihkan pandangannya.

Élodie yang berdiri tegap beberapa meter di belakang langsung melangkah maju. "Ya, Tuan."

"Seret wanita ini keluar dari area rumah sakit. Lempar dia ke kediaman aslinya di pinggiran kota. Jika dia mencoba mendekati lantai ini lagi, gunakan kekerasan," perintah Evander mutlak.

Élodie segera memutar kursi roda Gabriella dengan kasar, mengabaikan tangisan dan rintihan ketakutan wanita itu yang perlahan menjauh dan menghilang di balik pintu lift.

Setelah koridor kembali hening, Evander menghela napas panjang, merapikan kerah kemejanya yang kusut. Namun, sebelum pria itu sempat berbalik untuk kembali mengetuk pintu kamar Cherry, sebuah suara berat dari arah samping memotong pergerakannya.

"Jadi... kau adalah pria dari masa lalu putriku?"

Theodore melangkah mendekat. Pria paruh baya itu berdiri tegap, menatap Evander dengan sepasang mata yang penuh dengan akumulasi rasa bersalah sebagai seorang ayah sekaligus amarah yang membara.

Evander menoleh, menatap Theodore dengan pandangan lurus. "Ya. Aku Evander Vale-Knight. Pria yang—"

BUGH!

Sebuah bogeman mentah yang luar biasa keras dan bertenaga mendarat telak di rahang kiri Evander tanpa peringatan.

Hantaman itu begitu impulsif dan kuat hingga tubuh kekar Evander terdorong ke belakang, membentur dinding koridor dengan suara gedebuk yang nyaring. Sudut bibir pria itu seketika robek, mengucurkan darah segar yang hangat di sepanjang garis rahangnya.

Evander tidak membalas. Pria itu hanya mengusap darah di bibirnya dengan punggung tangan, lalu kembali berdiri tegap menatap pria tua di hadapannya tanpa kejengkelan sedikit pun. Ia sadar ia layak menerima hal yang jauh lebih buruk dari sekadar pukulan.

Theodore menarik kembali kepalan tangannya yang memerah, matanya menatap Evander dengan kilat kebencian yang mendalam. "Ini untuk hadiah pertemuan pertama kita, Tuan Vale-Knight. Untuk keberhasilanmu merusak dan menghancurkan hidup putriku di masa lalu."

"Aku menerimanya, Tuan Theodore," jawab Evander parau, menganggukkan kepalanya dengan kepasrahan mutlak. "Dan aku tidak akan membalasnya, karena aku tahu rasa sakit yang kuberikan pada Zacheriyya jauh lebih berdarah dari ini."

°°°°

Sementara itu, di dalam kamar perawatan VIP yang hening...

Zacheriyya Tengiz duduk di tepi ranjang. Suara adu mulut, teriakan, dan hantaman di luar koridor terdengar samar-samar melalui pintu kedap suara, namun Cherry tidak berniat sedikit pun untuk peduli. Jiwanya sudah terlalu lelah untuk menjadi penonton dalam panggung drama yang melibatkan mantan kekasih, mantan ibu tiri, dan ayah kandungnya sendiri.

Merasakan kondisi fisiknya yang sudah jauh lebih membaik—berkat daya tahan tubuh seorang personel EOD terlatih—Cherry mengambil keputusan cepat. Ia tidak bisa menetap di tempat ini lebih lama lagi.

Rumah sakit ini tidak lagi terasa seperti tempat penyembuhan, melainkan kurungan yang mencekik jiwanya.

Dengan gerakan yang tenang dan tanpa ragu, Cherry meraih slang infus di punggung tangan kirinya. Tanpa mengedipkan mata, ia mencabut jarum itu secara mandiri.

Srut.

Darah segar menetes sedikit dari bekas tancapan jarum, namun Cherry dengan cekatan menekannya menggunakan kapas alkohol yang ada di meja nakas, membalutnya rapat dengan plester.

Ia berdiri, sedikit meregangkan otot-otot tubuhnya. Lecet di siku dan perban di dahinya tidak akan menghalanginya untuk bergerak. Mengabaikan pakaian rumah sakit yang longgar, Cherry melangkah menuju jendela kaca besar kamar VIP yang menghadap ke area balkon samping gedung.

Sebagai seorang spesialis penjinak bom yang dibekali pelatihan taktis tingkat tinggi, medan bangunan seperti ini adalah hal yang biasa baginya.

Cherry membuka kuncian jendela, membiarkan angin yang dingin menerpa wajahnya. Di luar, terdapat kanopi beton sempit yang menghubungkan balkon kamar VIP-nya dengan balkon kamar VIP di sebelahnya.

Tanpa ragu sedikit pun, Cherry memanjat ambang jendela. Langkah kakinya yang ringan dan presisi menapak tepat di atas garis beton yang licin. Dengan gerakan yang teramat ekstrem dan tenang—seolah ia sedang berjalan di atas trotoar biasa—Cherry melompati celah sempit di ketinggian lantai lima, bergerak cepat menuju jendela kamar sebelah yang terbuka sedikit.

Srettt.

Dengan kelincahan yang terlatih, Cherry berhasil menyusup masuk melewati celah jendela kamar sebelah, mendarat mulus tanpa suara di atas lantai karpet yang empuk.

Aksinya yang mendadak itu seketika membuat dua orang penghuni kamar tersebut—seorang pria paruh baya yang sedang duduk di kursi dan seorang pasien di ranjang—terbelalak kaget, mulut mereka menganga tak percaya melihat seorang wanita berpakaian rumah sakit baru saja menyusup masuk melalui jendela dari luar gedung.

Sebelum kedua orang itu sempat berteriak histeris meminta pertolongan, Cherry dengan cepat menempelkan telunjuknya di depan bibir.

"Husstt..." desis Cherry lembut namun penuh wibawa yang tak tertandingi.

Ia memiringkan kepalanya sedikit, lalu memberikan senyuman tipis yang sangat sopan namun penuh permintaan maaf. "Maafkan saya atas ketidaknyamanannya. Saya hanya sedang menghindari keributan keluarga yang sangat membosankan di kamar sebelah."

Tanpa menunggu balasan dari penghuni kamar yang masih mematung seperti patung es, Cherry melangkah santai menuju pintu utama kamar tersebut. Ia membuka pintu secara perlahan, melongokkan kepalanya ke luar lorong sekilas untuk memastikan bahwa Evander dan ayahnya sedang berada di sudut koridor lain yang terhalang belokan.

Lolos.

Dengan langkah tegap dan ekspresi tenang seolah tidak terjadi apa-apa, Zacheriyya berjalan menyusuri koridor darurat, menuruni tangga hingga mencapai pintu keluar belakang rumah sakit.

Angin malam yang bebas langsung menyapa wajahnya. Bagi Cherry, tidak ada tempat yang lebih aman untuk menyembuhkan jiwanya yang patah selain kembali ke tempat di mana ia ditempa menjadi prajurit yang kuat: Markas Komando EOD Pusat.

1
Mei TResna Rahmatika
sedihh bangett part ini😭
Rosdianah 🌷: huhuhu🥲
total 1 replies
Hennyy exo
kurang banget🤭🤭

omg evander aku padamu😘😘
Rosdianah 🌷: heheh anak author 🤣
total 1 replies
Hennyy exo
sangat suka dengan alurnya dan penulisannya juga bagus mudah dipagami
Rosdianah 🌷: ma'aciww kak🫶🥰
total 1 replies
Hennyy exo
pliss thor sehari upnya 4 atau 6 bab ya🤭
Rosdianah 🌷: heheh nggak janji ya kak🤭
total 1 replies
Hennyy exo
wow makn menanyang thor babnya
Hennyy exo
sumpah thor alurnya makin bagus banget😍
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak sudah stay baca🫶
total 1 replies
Hennyy exo
baca di bab ini.kaya orang gila🤣🤣🤣
gemes deh ama merka berdua
Hennyy exo
di bab ini suka banget ma alurnya
nayla tsaqif
Apa kbr Gabriella margareth,,?? 🤭
Rosdianah 🌷: tunggu kak🤭🤣
total 1 replies
Bonny Liberty
emang minus kayanya ini laki,yang bengkokin siapa,yang lurusin siapa/NosePick/berasa yang paling ...banget deh/Hammer/
Rosdianah 🌷: perlu digampar 🤣
total 1 replies
Mita Paramita
yaudah sih Evander bilang jujur aja ke Cherry kalo masih suka dan gak punya hubungan sama Gabriela 🤨 balikan lagi nih pasangan serasi 😍
Rosdianah 🌷: hihi🤣
total 1 replies
nayla tsaqif
Ati2 cherry,, awas kena PHP,, jangan gmpang luluh,, 😌
Bonny Liberty
denger dulu dong omongan si E,biar jelas /Shy/ suka banget sok pintar 🏏
Rosdianah 🌷: hihihi🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Buat misi penyelamatan lg thor,,, mungkin bom di sekolah ponakan evan,, 🤭 q suka tokoh heroik, 🤣
Rosdianah 🌷: Ok Kakak🫶
total 1 replies
Mita Paramita
baru jelas nih alur ceritanya 🫡 ternyata wanita hamil itu Gabriela dan Evander blom nikah 🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: kwkwkw🤭 Semoga suka ya Kak🫶
total 1 replies
Mita Paramita
😍😍😍 The vale knight series lover
Rosdianah 🌷: uhuuuuuiii 🥳
total 1 replies
Bonny Liberty
maaf kisanak, bukan pecahan kaca tapi ranjau darat yang kena bayangan dirimu aja bisa meledak.../Grievance/
Rosdianah 🌷: kwkwkw🤣
total 1 replies
Bonny Liberty
kata cintanya murahan, ga sadar diri,harusnya kamu tau kurang mu apa,hubungan toxic jadinya kan,dah gitu kehilangan real love gara..gara EGO LAKI,dia ga mikir apa cewe juga punya
Rosdianah 🌷: Semoga suka cerita Baru nya kak🫶
total 1 replies
Bonny Liberty
salah satu masalah dunia EGO LAKI..LAKI../Smug/
Rosdianah 🌷: huhuhu 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!