NovelToon NovelToon
Survival Kiamat: Ibu Peternak Dan Gudang Tanpa Batas

Survival Kiamat: Ibu Peternak Dan Gudang Tanpa Batas

Status: sedang berlangsung
Genre:Sci-Fi / Zombie / Sistem
Popularitas:350
Nilai: 5
Nama Author: miichi

Dunia berubah dalam semalam. Langit di atas tanah perbatasan Amerika berubah warna, bumi terbelah, dan makhluk-makhluk yang dulunya manusia atau ternak kini bangkit sebagai monster haus darah. Di tengah kekacauan itu, Elena Cross — janda pemilik Rocking Spur Ranch yang tengah hamil delapan bulan — berjuang sendirian mempertahankan tanahnya dari serangan pertama gerombolan ternak yang bermutasi.

Di saat paling genting, sebuah kekuatan misterius bangkit dalam dirinya: **Gudang Tanpa Batas**, sebuah sistem ajaib yang bisa memunculkan senjata, makanan, obat-obatan, dan perbekalan apa pun dari udara kosong — aktif hanya karena satu syarat: melindungi kehidupan baru di tengah kehancuran dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon miichi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6: Aliansi Padang Barat

Negosiasi dengan Margaret Doyle berlangsung hingga larut malam, ditemani cahaya lampu minyak dan secangkir kopi yang tak pernah benar-benar dingin. Whitlock dan Sarah duduk di sisi Elena, sementara Margaret didampingi kedua pengawalnya yang sejak awal lebih banyak diam mengamati.

"Tujuh pemukiman," Margaret mengulangi, menggelar peta lusuh di atas meja dapur yang sama dengan peta ranch Whitlock beberapa hari sebelumnya. "Prescott sebagai pusat, lalu enam pos kecil yang tersebar sepanjang jalur sungai. Total mungkin tiga ratus jiwa yang masih bertahan."

"Dan kalian ingin ranch ini jadi bagian dari jaringan itu," gumam Elena, menggendong Grace yang mulai rewel kelaparan.

"Lebih dari itu," Margaret menjawab hati-hati. "Kami ingin ranch ini jadi pusat kedua. Titik pertahanan di sisi timur, dengan akses ke... sumber daya yang kau punya. Sebagai gantinya, Dewan akan mengirim tenaga kerja terlatih, benih untuk bertani, dan yang terpenting—informasi. Kami punya jaringan pengintai yang mencapai hampir ke perbatasan negara bagian."

Whitlock mencondongkan tubuh ke depan. "Informasi soal apa tepatnya?"

Margaret menghela napas panjang, wajahnya tiba-tiba tampak jauh lebih lelah dari sebelumnya. "Soal asal muasal semua ini. Kami punya seorang mantan ilmuwan di Prescott—dulu bekerja untuk proyek riset pemerintah sebelum semuanya runtuh. Dia bilang ada fasilitas rahasia di pegunungan utara, tempat 'kejadian' ini pertama kali dimulai. Katanya, apa yang terjadi pada duniamu—perubahan langit, tanah yang terbelah, makhluk-makhluk yang muncul—itu bukan kutukan alam semesta, Nyonya Cross. Itu buatan manusia yang lepas kendali."

Ruangan itu hening sejenak, hanya suara Grace yang mulai menangis pelan memecah keheningan berat itu.

"Kalau itu benar," kata Elena perlahan, sambil menenangkan putrinya, "apa artinya untuk kekuatan yang kumiliki ini? Apakah Gudang ini juga bagian dari eksperimen yang sama?"

"Itu pertanyaan yang bahkan ilmuwan kami tidak bisa jawab," Margaret mengaku. "Tapi dia curiga fenomena seperti milikmu—orang-orang yang tiba-tiba mendapat kemampuan tak masuk akal di tengah kekacauan—bukanlah kebetulan. Mungkin semacam mekanisme penyeimbang yang muncul dari kegagalan eksperimen itu sendiri. Alam berusaha memperbaiki dirinya sendiri, dengan caranya sendiri."

Sarah, yang sejak tadi diam mendengarkan, akhirnya bersuara. "Apa itu artinya ada orang lain di luar sana yang juga mendapat... kekuatan semacam ini?"

Margaret mengangguk pelan. "Kami dengar desas-desus. Seorang pandai besi di pemukiman utara yang katanya bisa menempa senjata yang tidak pernah tumpul. Seorang anak di Prescott yang bisa menyembuhkan luka hanya dengan sentuhan. Dunia ini berubah, dan sepertinya sebagian orang berubah bersamanya—entah sebagai kutukan, atau berkah."

Elena menatap Grace yang kini tenang kembali di pelukannya, pikirannya melayang jauh. Dunia yang ia kenal sudah tidak ada lagi, digantikan oleh sesuatu yang jauh lebih aneh dan berbahaya daripada yang pernah ia bayangkan—namun juga, entah bagaimana, penuh kemungkinan baru yang belum pernah ada sebelumnya.

"Baiklah, Nyonya Doyle," katanya akhirnya, suaranya mantap meski hatinya masih dipenuhi pertanyaan. "Aku setuju dengan aliansi ini. Tapi dengan satu syarat—aku ingin bertemu ilmuwanmu itu. Aku ingin tahu lebih banyak soal apa yang sebenarnya terjadi pada dunia ini, dan apa yang sebenarnya kupegang di tanganku."

Margaret tersenyum, mengulurkan tangan untuk berjabat. "Kupikir itu permintaan yang adil, Nyonya Cross. Selamat datang di Aliansi Padang Barat."

---

Keesokan paginya, saat kabut tipis masih menyelimuti padang di sekitar Rocking Spur, Whitlock membawa Rourke keluar dari gudang alat, tangan perampok itu masih terikat kuat.

"Aku akan bawa dia ke Prescott bersama rombongan Nyonya Doyle," kata Whitlock pada Elena, yang berdiri di teras menyaksikan proses itu. "Biar Dewan yang urus pengadilannya. Dunia mungkin sudah kiamat, tapi bukan berarti kita harus melupakan keadilan sepenuhnya."

Rourke, meski masih terikat dan kalah, menatap Elena dengan sorot mata yang mengejutkan—bukan lagi kebencian murni, melainkan sesuatu yang mendekati rasa hormat pahit.

"Kau bisa saja membunuhku malam itu, Nyonya Cross," katanya sebelum dinaikkan ke atas kuda. "Kenapa tidak?"

Elena menatapnya lama, Grace tertidur tenang di pelukannya. "Karena Gudang ini mengajariku sesuatu, Rourke—kekuatan sejati bukan soal seberapa banyak yang bisa kau rebut, tapi seberapa banyak yang bisa kau lindungi tanpa kehilangan dirimu sendiri dalam prosesnya. Aku harap, di manapun kau berakhir, kau bisa belajar hal yang sama."

Rombongan itu berangkat saat matahari mulai naik penuh, membawa Rourke menuju keadilan yang entah bagaimana bentuknya di dunia yang telah berubah ini. Margaret berjanji akan mengirim utusan kembali dalam waktu seminggu, membawa benih pertanian pertama dan kabar dari ilmuwan Prescott yang disebutnya tadi malam.

Elena berdiri lama di teras setelah semua orang pergi, menatap ke arah padang luas yang membentang di hadapannya—tanah yang telah menyaksikan begitu banyak kehilangan, namun juga begitu banyak keberanian dalam waktu yang begitu singkat.

"Sebuah dunia baru, ya, Grace?" bisiknya lembut pada putrinya yang mulai terbangun, menatap ke arah langit dengan mata bulat penuh rasa ingin tahu yang belum ternoda oleh kekacauan dunia orang dewasa. "Penuh monster, penuh bahaya... tapi mungkin, hanya mungkin, juga penuh harapan yang belum pernah ada sebelumnya."

Di kejauhan, angin gurun berhembus membawa debu emas berputar-putar di bawah sinar matahari pagi, seolah menjadi pertanda—bukan akhir dari perjuangan Elena Cross, melainkan baru permulaan dari babak yang jauh lebih besar dalam hidupnya, hidup putrinya, dan hidup semua orang yang kini menyebut Rocking Spur Ranch sebagai rumah mereka.

---

1
Dorinaanakjunny Dorinaanakjunny
bodoh buat apa bilang ada kekuatan
ajaib kenapa tidak rahsia kan saja
gila !!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!