salsa adalah seorang anak yatim piatu yang kehilangan sang ibu semenjak berumur 8 tahun, kini dia harus menghadapi kenyataan pahit lagi karena harus kehilangan sang ayah di umur 18 belas tahun. tak cukup sampai di situ salsa juga harus hidup dengan sang ibu tiri yang kejam dan selalu memperlakukan seperti seorang pembantu, nasib salsa juga bertambah buruk karena kk tirinya yang memperlakukan tak kalah kejam dengan ibu tirinya, sampai sebuah pertemuan dengan seseorang dan berakhir pernikahan mengubah hidup nya....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pujakesuma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 3 salsa
Dimata mereka tidak ada yang salsa lakukan hari ini, semuanya berantakan hanya karena meja makan yang belum dibereskan. sambil menangis salsa membereskan meja makan, teringat kembali bahwa sekarang dia sendiri di dunia ini, tidak memiliki ayah dan ibu dan tidak akan ada orang yang akan membelanya lagi.
Setelah membereskan meja makan salsa langsung masuk ke dalam kamar, perutnya yang tadi sudah terasa kenyang dan moodnya yang sudah kembali kini tiba-tiba semuanya tidak ada artinya. setelah mendapat amarah dari ibu tirinya, salsa masih tidak habis pikir hanya karena satu kesalahannya pekerjaan yang dia lakukan dengan susah payah dari pagi sampai hari gelap begini menjadi tidak ada artinya.
Entah la, entah kapan mereka bisa memperlakukan salsa dengan baik. saat almarhum ayahnya masih hidup saja salsa tidak diperlakukan dengan baik apalagi sekarang ayahnya sudah tiada tiada lagi orang yang akan membelanya setelah ini, dan tidak akan ada lagi hari-hari baik seperti hari kepulangan ayahnya yang dia nanti-nanti setiap bulannya.
Hanya untuk mendapatkan perlakuan baik dari ibu tiri dan kakak tirinya, hanya untuk sekedar mendapatkan senyuman manis dan ramah dari mereka yang terasa begitu nyata. sampai terkadang salsa lupa bahwa mereka hanya bersandiwara memperlakukan selesai dengan baik di depan ayahnya, entah bagaimana hari-harinya ke depannya.
Di tengah-tengah kesedihannya, salsa sambil membalas chat dari teman kerjanya untuk menjadwalkan pekerjaannya besok. syukurnya tempat pekerjaan part time yang biasa dia lakukan belum ditempati oleh orang lain jadi salsa masih bisa kembali ke sana untuk bekerja, Karena posisinya masih kosong kemarin waktu salsa masih berduka syukur saja temannya mau menggantikan tempatnya.
Sehingga salsa tidak lagi khawatir tentang pekerjaannya, walaupun memiliki gaji yang kecil dan pekerjaan yang cukup melelahkan salsa sudah senang. karena dari situlah sumber pendapatannya untuk memenuhi kebutuhannya karena dia juga kuliah, tentunya salsa belum mengeluarkan uang yang cukup banyak untuk kebutuhannya dan juga hal-hal lain mengenai kuliahnya.
Sudah beberapa kali salsa mengganti pekerjaannya, dari satu tempat ke tempat lain pekerjaan yang sama. sama-sama pekerjaan part time tapi sejauh ini adalah tempat yang paling cocok untuk salsa, pekerjaannya cukup bagus dan cocok untuk orang sepertinya yang memiliki banyak kesulitan kuliah dan pekerjaan di rumah, makanya salsa memilih untuk bertahan bekerja di situ.
Di tambah lagi di lingkungan pekerjaannya salsa memiliki teman, yang cukup asik dan cocok dengannya. itu adalah salah satu hal yang membuat salsa bisa bertahan di kerjanya, setelah chat dengan temannya besok salsa tidak boleh masuk seperti biasanya, setelah itu salsa menyimpan handphonenya di meja makan dan naik ke tempat tidur untuk beristirahat.
Karena besok adalah hari pertamanya masuk bekerja setelah libur duka selama satu minggu, salsa naik ke tempat tidurnya memakai selimutnya sambil memeluk gulungnya, memeluk guling itu dengan cara seperti sedang memeluk hal yang paling penting dalam hidupnya, sambil matanya terpejam begitupun air matanya menetes kembali teringat.
Hal-hal yang terjadi hari ini, tambah lagi pikirannya yang over thinking dengan masa depannya. bertambahlah sudah kesedihan salsa, kesedihan yang saat ini tidak bisa dia ceritakan ataupun dia bagikan kepada siapapun, hanya menyimpan semuanya di dalam hatinya sambil berdoa semoga dia bisa melewati semua ini, dan pelan-pelan matanya pun mulai terpejam nafasnya beraturan tapi sesekali Isak kan masih keluar masih keluar dari mulutnya.