NovelToon NovelToon
MY DEAR SECRETARY

MY DEAR SECRETARY

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Bad Boy
Popularitas:170.3k
Nilai: 5
Nama Author: zarin.violetta

Dia hanyalah sekretaris tak menarik dan berkacamata yang selalu terlihat sibuk dengan tugasnya.

Tapi di balik penampilannya yang polos, Cassia Manon diam-diam menyimpan rasa pada bos playboy, Maxence Kingsford.

Sayangnya, Maxence tak pernah menggodanya meskipun dia seorang playboy karena mungkin di matanya—Cassia sama sekali tak menarik.

Sampai suatu malam dalam sebuah pesta bisnis, Max dijebak dengan minuman perangsang oleh seorang wanita yang menginginkan dirinya.

Cassia Manon yang selalu bersamanya—akhirnya menyelamatkannya, tapi konsekuensinya berat, satu malam menjadi pelampiasan hasrat bosnya. Dan Cassia justru menyerahkan tubuhnya dengan sukarela.

Pagi harinya, Cassia mengira semuanya selesai. Tapi ternyata Maxence tak ingin berhenti.

Bagaimana hubungan mereka selanjutnya? Apakah tetap tanpa ikatan dan hanya sekadar pelampiasan semata? Ataukah akan ada benih-benih cinta di hati Max untuk Cassia yang semakin lama cintanya semakin besar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zarin.violetta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Makan Siang Bisnis

Mobil mewah berwarna hitam pekat itu melaju lambat. Cassia menarik sedikit tepi blazernya. Max duduk di belakang, sedangkan Cassia, sang sekretaris, di depan bersama sopir seperti biasa.

Pemisah kaca buram yang biasanya dipasang saat Max ingin privasi kali ini tidak diaktifkan, tapi itu tak mengubah apapun.

Pria itu sangat jarang mengajak Cassia mengobrol, mungkin karena Cassia pendiam dan di matanya begitu membosankan.

Mereka biasanya hanya bicara seputar pekerjaan saja.

Sopir bernama Mark itu sesekali melirik Cassia melalui kaca spion dan tersenyum kecil. Cassia membalas dengan anggukan samar.

Mark tahu Cassia bukan tipe sekretaris yang banyak tingkah. Dia datang, bekerja, pulang. Suaranya hampir tak pernah terdengar di ruang kantor yang luas itu. Hanya bicara seperlunya saja, dan itu lebih banyak pada sang bos.

"Hujan mulai turun, Tuan," ujar Mark melihat tetesan di kaca depan.

"Tidak apa-apa. Tetap ke restoran," jawab Max tanpa mengalihkan pandangan dari ponselnya.

Cassia menatap jendela samping. Rintik hujan selalu menenangkan hatinya. Dia melihat kilasan pantulannya di kaca jendela.

Ia tahu penampilannya biasa saja. Tidak seperti wanita-wanita di sekitar Max, dia tidak pernah memakai lipstik merah atau sepatu hak stiletto.

Dan mungkin itulah mengapa Max seolah tak pernah benar-benar melihatnya.

*

*

Setibanya di restoran, mereka langsung masuk. Cassia duduk di samping Max, tepat di sisi kiri, dengan tablet catatan terbuka di pangkuannya.

Edward datang sepuluh menit kemudian, seorang pria paruh baya dengan perut buncit tapi memiliki wajah sumringah, penuh senyum.

Di belakangnya mengikuti seorang wanita muda berambut panjang, berkacamata tanpa bingkai, yang diperkenalkan sebagai Sasha, asisten pribadinya, yang penampilannya sangat modis.

"Max, senang bertemu lagi!" Edward mengulurkan tangan, dan Max menjabatnya dengan erat.

"Edward. Mari kita langsung ke inti."

Mereka duduk. Cassia diam mengamati. Edward berbicara tentang kerja sama dan angka-angka yang bagi Cassia terdengar biasa saja. Dan dia mencatat semuanya dengan rapi.

"Kami butuh komitmen dari pihak Anda soal tenggat waktu pengiriman," kata Sasha tiba-tiba.

Cassia melirik Max. Pria itu mengangkat alis. "Komitmen saya tidak perlu diragukan." Max menoleh ke Cassia. "Halaman 23, tolong bacakan."

Cassia membuka proposal revisi dengan cepat. Suaranya terdengar jernih meski pelan.

"Bagaimana dengan masa tenggang pembayaran?" tanya Edward.

Max tersenyum. "Net 60 hari, tidak bisa ditawar."

Sasha dan Edward bertukar pandang. Tapi Max tahu, perusahaan Edward tidak punya banyak pilihan selain menerima.

Cassia melihat kerutan di kening Edward mengendur setelah Max menambahkan satu klausul tambahan tentang potongan 5% jika pembayaran dilakukan di bawah 30 hari. Sebuah taktik kuno yang selalu berhasil.

Saat menu makanan diantar, percakapan beralih ke topik yang lebih ringan. Edward bercerita tentang liburannya ke Swiss, sementara Sasha sesekali melirik Max. Seperti biasa—Max tak akan bisa diabaikan dan selalu memikat perhatian pria.

"Ngomong-ngomong, Max, ada yang baru di kehidupan pribadimu?" tiba-tiba Edward bertanya sambil menyuap salmon panggang.

Cassia melihat jari Max yang memegang garpu berhenti sesaat.

"Tidak ada yang perlu dibicarakan."

Edward tertawa. "Kau seharusnya sudah memilih satu di antara mereka. Sudah waktunya kau serius, anak muda.”

Max menatap Edward dengan tatapan santai. “Aku sangat pemilih. Dan aku tak mau memilih yang salah. Sejauh ini, aku belum menemukan yang bisa masuk ke dalam hidupku.”

Cassia menunduk, tapi dia memperhatikan setiap ucapan Max. ‘Jadi, dia belum menemukan wanitanya? Apa yang dia cari?’

"Kau benar. Harus wanita yang tepat,” kata Edward.

1
diah nursanti
ceritanya bagus
diah nursanti
posessive nya mulai keluar,km harus kasih kejelasan kalo bersikap seperti itu max
azelia
😢
Farda Nurjannah
semakin max menyangkal tidak memiliki rasa ke cassia tapi actionya menjawab kebalikan semuanya!
yuk semangatt cassia bentengi hati km yaa!
suka boleh, tapi dalam batas wajar.
biar kedepannya km tidak merasakan sakit mendalam.

ehh aku yakin cassia bukan type cwe yg bakal terpuruk oleh percintaan sii hihi
Kar Genjreng
setuju' Max memang sebenarnya ga boleh tetapi loe harus bisa mengambil hati Cassia karena Cassia merasa cintanya tidak berbalas,,, Cassia merasa ga pantas jadi loe yang harus meyakinkan bahwa loe akan bertanggung jawab bukan hanya anaknya bila nanti Cassia hamil,,, tetapi Cassia loe sayang jadi biar Cassia tidak bimbang,,siap Max Cassia terlalu malu atau merasa ga pantas buat loe,,
Chloe Bebe
Kaaa lanjutttt
happy oktavia
kak othor... tlg lah reader yg sdh penasaran gabut ini.. pliiisss up lg yaaa..😘😘
Daneen
Uhuy mulai cemburu
Lina Cuang
lanjut kak
Rinduin
Wih max telah tersihir dengan mantra perawan polos nan naif wkwk
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih.
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih.
manti
aku suka karya mbak nya ceritanya bagus bagus dan terlihat nyata. dan yg membaca terasa seperti berlakon dalam novel yang ditulis. secara tidak langsung seperti pemeran utamanya
Nonie Hlm
😕😕😕😕😕blm up hiks😕😏
Bela Viona
aw.aw..aw
Bela Viona
biasa nya aku no komen untuk visual novel mana pun.
tpi untuk visual max disini bikin aku sedikit 🤏 salting 🤭
Nonie Hlm
ayooooo uuuuppppp lagi
Shee_👚
cie max takut cia di ambil cowo lain🤣🤣
Shee_👚
karena cinta itu suka bikin buta mata dan hati max, nah contohnya cia buta mata hati ya🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!