NovelToon NovelToon
Aku Melepaskanmu Bukan Melupakanmu

Aku Melepaskanmu Bukan Melupakanmu

Status: tamat
Genre:Single Mom / Dokter / Menikah Karena Anak / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

Saga Mahendra percaya satu hal, pengkhianatan tidak pernah memiliki alasan. Itulah yang ia yakini sejak hari ia melihat Sahira, wanita yang ia cintai, berpelukan dengan sahabatnya sendiri. Sejak saat itu, Saga memilih pergi. Meninggalkan cinta, mimpi, dan masa lalu yang terlalu menyakitkan.

Lima tahun kemudian, ia kembali. Bukan lagi remaja yang rapuh, tapi seorang dokter dengan hati yang telah membeku. Namun, takdir mempermainkannya. Sahira muncul kembali bersama seorang anak berusia empat tahun.

Waktu tidak pernah berbohong. Lalu, siapa ayah dari anak itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

Malam semakin larut.

Lorong rumah sakit mulai lengang, hanya beberapa perawat yang sesekali berlalu-lalang. Di salah satu ruangan di lantai dua, lampu masih menyala.

Saga Mahendra belum pulang. Ia duduk di kursinya, jas dokter masih melekat di tubuhnya. Berkas-berkas di meja sudah rapi, pekerjaannya selesai sejak tadi. Namun, ia tetap di sana, seolah ada sesuatu yang menahannya untuk pergi. Tangannya perlahan meraih dompet miliknya dan membukanya, lalu di sana terdapat foto lamanya.

Foto yang seharusnya sudah ia singkirkan sejak bertahun-tahun lalu. Di dalamnya, dua remaja tersenyum lepas. Seorang laki-laki dengan seragam SMA yang rapi, berdiri di samping seorang gadis dengan senyum cerah yang sederhana. Saga dan Sahira. Diambil saat mereka masih percaya bahwa masa depan akan berjalan sesuai rencana.

Saga menatap foto itu lama. Ujung bibirnya tak bergerak, namun matanya menyimpan sesuatu yang sulit dijelaskan.

“Harusnya … aku buang foto ini sejak dari dulu,” gumamnya pelan. Namun, kenyataannya, ia tidak pernah benar-benar mampu.

Kenangan itu perlahan berubah menjadi bayangan lain. Hari di mana dia dan Sahira memutuskan hubungan untuk selamanya, lima tahun yang lalu.

Hujan turun deras malam itu, seolah langit ikut merasakan sesuatu yang akan hancur.

Di depan kontrakan sederhana itu, Saga Mahendra berdiri dengan napas memburu. Kemeja putihnya basah kuyup, menempel di tubuhnya, tapi ia tak peduli. Yang memenuhi pikirannya hanya satu hal Sahira.

Pintu itu terbuka, dan dalam satu detik, dunia Saga runtuh. Di dalam sana, Sahira berdiri berpelukan dengan seorang pria.

Bukan orang asing melainkan seseorang yang sangat ia kenal.

“Revano?” Suara Saga terdengar serak, seperti sesuatu di dalam dadanya baru saja retak.

Pelukan itu terlepas. Sahira tampak panik, sementara Revano menatap Saga dengan wajah tegang.

“Apa-apaan ini?” suara Saga meninggi, emosinya meledak tanpa bisa ditahan. “Kalian … di belakang gue?”

“Saga, dengerin dulu—” Revano mencoba maju.

Bugh!

Tinju Saga hampir melayang kembali, tapi terhenti. Sahira berdiri di depan Revano.

“Jangan, Saga!” teriak Sahira, matanya berkaca-kaca. “Jangan pukul dia!” Kalimat itu seperti pisau yang menghujam tepat ke jantung Saga.

Ia tertawa kecil, “Gila…” bisiknya. “Lo lindungin dia?”

“Saga…” suara Sahira melemah, tapi tubuhnya tetap tegap di depan Revano. Saga menggeleng, rahangnya mengeras.

“Jadi ini alasan lo minta putus, Ra?” suaranya berat, penuh luka. “Bukan karena mimpi kita beda … tapi karena lo selingkuh sama sahabat gue sendiri?”

“Gue nggak—”

“Cukup!” potong Saga. “Gue liat sendiri!”

Hanya suara hujan yang menghantam atap dan tanah. Saga menatap Sahira lekat-lekat, seolah berharap semua ini hanya mimpi buruk.

“Gue tanya sekali lagi…” suaranya lebih pelan, tapi jauh lebih menyakitkan. “Lo serius mau ninggalin gue?”

Sahira menggigit bibirnya. Air matanya jatuh tanpa bisa ia tahan, dia ingin berteriak. Ingin mengatakan semuanya, ingin memeluk Saga dan meminta maaf. Tapi yang keluar dari bibirnya justru,

“Iya.” Satu kata, yang menghancurkan segalanya. Tatapan Saga berubah kosong.

“Kenapa?” suaranya hampir tak terdengar. Sahira memejamkan mata sejenak, lalu berkata dengan suara dingin yang dipaksakan.

“Karena gue benci sama lo.”

Saga terdiam.

“Gue capek hidup di bawah bayang-bayang keluarga lo,” lanjut Sahira. “Lo selalu punya segalanya, sementara gue? Gue cuma cewek miskin yang numpang mimpi sama lo.”

“Ra…” Saga menggeleng, tak percaya.

“Udah cukup,” potong Sahira cepat. “Gue nggak mau lagi sama lo. Gue … lebih milih Revano.”

Revano langsung menatap Sahira, terkejut. Tapi Saga hatinya benar-benar hancur. Tak ada lagi yang bisa ia pertahankan. Tak ada lagi alasan untuk tetap berdiri di sana. Dengan langkah berat, Saga mundur, matanya masih terpaku pada Sahira. Wanita yang ia cintai, wanita yang seharusnya menjadi masa depannya.

“Mulai hari ini…” ucapnya pelan, “lo bukan siapa-siapa gue lagi!” teriak Saga dan pergi meninggalkan kontrakan kecil milik Sahira malam itu.

Begitu Saga menghilang dari pandangan, tubuh Sahira langsung lemas. Ia jatuh terduduk di lantai, tangisnya pecah.

“Gue jahat…” isaknya. “Gue jahat banget…” Revano segera memeluknya erat.

“Sahira … lo nggak punya pilihan,” bisiknya pelan. “Kalau Saga tahu yang sebenarnya—”

“Dia bakal hancur lebih parah…” Sahira menyambung dengan suara bergetar. Ia menggenggam bajunya sendiri, dadanya sesak.

Tok! Tok! Tok!

“Dok?” Suara itu menarik Saga kembali ke masa kini, dia tersentak kecil. Foto di tangannya masih tergenggam. Seorang perawat berdiri di depan pintu ruangannya.

“Maaf mengganggu, Dok. Pasien anak di kamar 203 sudah lebih stabil. Suhunya mulai turun.”

Saga terdiam sejenak, mengatur napasnya. Lalu perlahan ia meletakkan kembali dompet itu ke meja. Wajahnya kembali datar.

“Baik,” jawabnya singkat. “Lanjutkan observasi.”

“Siap, Dok.” Perawat itu pergi.

Ruangan kembali hening, Saga menatap meja di depannya. Saga menghela napas panjang, lalu menyandarkan tubuhnya.

“Jangan mikir yang aneh-aneh…” gumamnya pelan. "Saat ini dia sudah bahagia sama orang lain, yang dia pilih. Meskipun itu hasil dari menyakitiku," lanjut Saga menatap foto itu kembali.

1
Amirul Adli
bagus
Al Fatih
baru mampir kaka
Lia Afriani
𝙮𝙖 𝘼𝙡𝙡𝙤𝙝 𝙩𝙧𝙣𝙮𝙩𝙖 𝙨𝙚𝙥𝙖𝙧𝙖𝙝 𝙞𝙩𝙪,
Lia Afriani
𝙮𝙖 𝘼𝙡𝙡𝙤𝙝 𝙩𝙚𝙜𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙜𝙩
Lia Afriani
𝙖𝙥𝙖𝙠𝙝 𝙢𝙨𝙝 𝙖𝙙𝙖 𝙧𝙖𝙝𝙖𝙨𝙞𝙖 𝙠𝙚𝙡𝙖𝙢 𝙮𝙜 𝙗𝙡𝙢 𝙦𝙩 𝙩𝙖𝙪?
Lia Afriani
𝙗𝙖𝙬𝙖𝙣𝙜𝙭 𝙠𝙚𝙗𝙖𝙣𝙮𝙖𝙠𝙖𝙣
Lia Afriani
𝙗𝙖𝙗 1 𝙖𝙟𝙖 𝙙𝙝 𝙣𝙮𝙚𝙨𝙚𝙠
Ade Chubi
mengandung Bombay
edi edi 123
yess💪
Sri Widjiastuti
kecepetan... niih. nti si tatih bikin apa lagi tuh
Sri Widjiastuti
saga g sadar waktu itu. karena ulah Clara & aldi lhoh
Sri Widjiastuti
tanda tanya nih? saga bpknya zahir kah??
edi edi 123
💪💪
edi edi 123
💪💪
⋆.˚mytha🦋
baguuus ceritanya.. emosinya juga dapet bgt, sampe kebawa² kalau lagi di part bikin kesyelll...hehehe
sukses yaa thor 🤗❤️🔥
⋆.˚mytha🦋
nenek tatih ingat yaa jangan miskin, karena Sahir gak akan lupa sama nenek kalau karena nenek itu punya banyak uang🤣🤣🤭
Umi Maryam
😭😭😭😭😭😭 aku baca sampe ga keliatan tulisan nya ya allah sediiiih banget.
sherly
suntik gila aja si clara biar ngk ganggu saga lagi
sherly
tabok aja pak, heran juga Ama kelakuan si Aldi nih kayak dah dikasi apa aja Ama Clara sampai sejauh ini mau bantuin si clara
sherly
Iih payah banget si saga nih .. jauh2 ngejar Sahira dan Sahir sampai babak belurrr eh giliran ditanya rencananya malah tak tau... hadeh kayak ngk niat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!