NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Pesona Istri Galak

Transmigrasi: Pesona Istri Galak

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mengubah Takdir / Aliansi Pernikahan
Popularitas:18.7k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Yvaine, ratu es yang legendaris di pasukan khusus, mengalami pengkhianatan dalam misinya. Dua tembakan menghantam tubuhnya, dan dia jatuh tak bernyawa di tempat.

Namun, ketika Yvaine membuka matanya lagi, dunia telah berubah. Kini dia menjadi nyonya rumah dari keluarga besar yang menyepelekan dirinya, seorang istri yang marah tapi diabaikan suaminya, dan seorang ibu yang anaknya juga tak pernah memperhatikannya.

“Kalau aku tidak salah, kita sudah bercerai. Sekarang kamu malah masuk ke rumahku, mantanku tercinta,” suara dingin sang mantan terdengar.

Yvaine mengangkat dagu, duduk di ujung sofa dengan kaki terlipat, menebarkan aura sombong yang tak terbantahkan. “Kalau begitu… kita bisa menikah lagi,” ujarnya dengan tenang tapi penuh tantangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

Suara Yvaine terdengar dingin dan tenang, namun cukup untuk memecah keheningan yang sempat menggantung di ruang makan.

“Apakah sarapan sudah siap?”

Seolah tersentak dari lamunan, para pelayan langsung bereaksi. Beberapa hampir menjatuhkan peralatan yang mereka pegang sebelum buru-buru menunduk.

“I-ini segera siap, Nyonya!”

Tanpa berani menunda lebih lama, mereka bergerak cepat, langkah-langkah mereka terdengar tergesa namun teratur, dipenuhi kehati-hatian agar tidak kembali menarik perhatian wanita itu.

Yvaine tidak berkata apa-apa lagi. Ia berjalan menuju kursi utama dan duduk dengan tenang, Joy masih berada dalam gendongannya, seolah itu adalah tempat paling alami bagi anak itu untuk berada.

Tak lama, satu per satu hidangan mulai tersaji di atas meja. Uap hangat dari bubur yang baru dimasak perlahan naik ke udara, diikuti aroma lembut roti kukus dan berbagai hidangan pendamping lainnya yang tertata rapi.

Pandangan Yvaine menyapu meja itu sekilas.

Dalam diam, ia menghela napas.

'Dunia ini benar-benar berbeda. Bahkan sesuatu yang sederhana seperti sarapan pun terasa seperti jamuan mewah yang hanya bisa ia lihat di kehidupan sebelumnya dari kejauhan.'

Namun sebelum pikirannya melayang lebih jauh..

“Grrr…”

Suara kecil itu terdengar begitu jelas di tengah suasana yang tenang.

Yvaine menoleh dan mendapati Joy yang tengah menunduk, wajahnya memerah, kedua tangannya masih mencengkeram pakaian Yvaine dengan erat, seolah berharap suara itu tidak terdengar oleh siapa pun.

Yvaine tidak bisa menahan tawa kecilnya.

“Kamu lapar?” tanyanya ringan.

Joy mengangguk pelan, jelas merasa malu.

Senyum Yvaine pun melembut. Ia meraih semangkuk bubur hangat, mengaduknya sebentar sebelum meniup pelan agar tidak terlalu panas, lalu mengangkat sendok itu ke arah Joy.

“Ayo, makan.”

Joy membuka mulutnya dengan patuh.

Gerakan Yvaine tenang dan sabar, seolah ia sudah melakukan hal ini berkali-kali sebelumnya.

Beberapa saat kemudian, Joy tiba-tiba menatapnya.

Matanya berbinar, lalu ia mengangkat tangan kecilnya, meraih sendok yang dipegang Yvaine.

“Mom..” suaranya lembut, hampir berbisik. “Kamu juga makan.”

Gerakan Yvaine terhenti.

Untuk sesaat, ia hanya menatap anak itu, seolah kata-kata sederhana itu membawa sesuatu yang lebih dalam dari yang terlihat.

Lalu, perlahan, senyumnya berubah menjadi lebih hangat.

“Baik,” jawabnya pelan. “Mommy juga akan makan.”

Para pelayan yang menyaksikan hanya bisa terpaku pada pemandangan yang terasa begitu asing itu.

Di sudut ruangan, kepala pelayan tua berdiri diam. Tatapannya tidak lepas dari mereka, dipenuhi emosi yang sulit dijelaskan.

***

Setelah sarapan selesai, meja segera dibereskan.

Suasana kembali tertata rapi, meski sisa kehangatan itu seolah masih tertinggal di udara.

Kepala pelayan tua melangkah maju, membawa sebuah dokumen di tangannya. Ia berhenti beberapa langkah dari Yvaine, lalu menunduk hormat.

“Nyonya, tuan muda meminta saya menyerahkan ini kepada Anda.”

Yvaine mengangkat alisnya sedikit.

“Dari suami yang bahkan belum pernah kutemui?” ucapnya santai.

Ia menerima dokumen itu tanpa banyak ekspresi, lalu mulai membukanya. Halaman demi halaman dibalik dengan tenang, hingga akhirnya matanya berhenti pada isi utama.

Alisnya terangkat tipis ketika membaca Perjanjian perceraian.

Dalam hati, ia hampir tertawa. 'Oh.. jadi ini penyebab semuanya?'

'Pemilik tubuh ini sampai mengakhiri hidupnya… hanya karena ini?'

Ketika sampai di halaman terakhir, ia melihat tanda tangan pihak Tobias sudah tertera rapi.

Senyum tipis muncul di bibirnya.

“Sepertinya dia cukup tidak sabar untuk bercerai,” gumamnya.

Ia menutup dokumen itu perlahan, lalu mengangkat pandangannya.

“Selain ini, apa lagi yang dia katakan?”

Kepala pelayan sempat ragu, namun akhirnya menjawab, “Beliau mengatakan bahwa selama Nyonya bersedia bercerai, permintaan apa pun akan dipenuhi.”

“Permintaan?” ulang Yvaine pelan.

Tatapannya berubah, menjadi lebih tajam.

“Uang, saham, properti.. Apa pun itu,” lanjut kepala pelayan.

Yvaine terkekeh pelan. Ia melempar dokumen itu ke atas meja tanpa ragu.

“Kalau begitu..” katanya santai, “bagaimana jika aku menginginkan semuanya dari keluarga Raguel?”

Seisi ruangan langsung membeku.

Wajah para pelayan berubah pucat, sementara kepala pelayan tua terlihat jelas terkejut.

“Nyonya.. Anda..”

“Apa?” potong Yvaine, suaranya dingin.

Ia menyandarkan tubuhnya dengan santai, namun aura yang ia pancarkan justru semakin menekan.

“Bukankah itu syaratnya?” lanjutnya. “Jika aku harus membayar harga, maka aku juga berhak menentukan imbalannya.”

Bibirnya melengkung tipis.

“Sekarang tinggal lihat saja.. apakah tuan mudamu mampu membayarnya.”

Kepala pelayan itu terdiam. Ia tahu, permintaan itu tidak masuk akal, namun entah mengapa.. ia juga tidak mampu membantahnya.

Melihat reaksi itu, Yvaine hanya tersenyum tipis. Ia kembali mengalihkan perhatian pada Joy, memainkan jari kecil anak itu dengan santai, seolah percakapan barusan tidak berarti apa-apa.

Beberapa saat kemudian, ia mendengus pelan.

“Sudahlah,” katanya ringan. “Aku juga tahu.. bahkan jika Tobias setuju, dia tidak akan mampu melakukannya.”

Nada suaranya terdengar santai, namun setiap perkataannya begitu tajam.

“Katakan padanya,” lanjutnya, “jika dia tidak punya kemampuan, jangan membuat janji kosong. Itu hanya membuatnya terlihat memalukan.”

Kepala pelayan itu tertegun.

Itu bukan sekadar komentar, itu adalah sindiran yang halus, namun menusuk.

Namun Yvaine sudah tidak peduli. Ia berdiri, menggendong Joy kembali, lalu berbalik menuju tangga.

Langkahnya tenang.

Seolah semua itu sudah selesai.

“Nyonya..”

Suara itu menghentikannya.

Yvaine berhenti, namun tidak langsung menoleh.

“Apa lagi?” tanyanya singkat.

Kepala pelayan menarik napas dalam.

“Sebenarnya bukan tidak mungkin bagi Tuan Tobias untuk bersikeras bercerai.”

Kali ini, Yvaine menoleh.

Tatapannya tajam, seolah langsung menangkap maksud tersembunyi di balik kalimat itu.

“Lalu?” ujarnya pendek.

Kepala pelayan itu tampak ragu, namun sebelum ia sempat menjelaskan lebih jauh..

Yvaine berbicara lebih dulu.

“Aku ingin Joy.”

Kalimat itu begitu tegas.

Ia berbalik sepenuhnya, berdiri di atas tangga, posisinya lebih tinggi dari semua orang di ruangan itu. Tanpa perlu meninggikan suara, auranya langsung berubah dingin, dominan, dan tidak bisa ditentang.

Semua orang terdiam.

Bahkan udara terasa menegang.

“Tambahkan satu klausul lagi,” lanjutnya perlahan. “Setelah perceraian ini, Joy harus tetap bersamaku.”

Kepala pelayan membeku, ia tidak menyangka bahwa hal itulah yang akan diminta olehnya.

Yvaine menatapnya lurus.

“Jika Tobias menyetujuinya,” katanya pelan namun pasti, “maka aku akan menandatangani perjanjian itu.”

1
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
yah terus menggali kisah mantanmu talitobiss
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
lain kali bagi sekalian dengan tendangan maut
Uthie
Lanjut 👍😆
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
kalau tolitabiss tu tak mengalah dengan anak dia urmm tak tahu la
ᴊᴜʏ -ᴋɪᴍ
Lanjut, dan semangat thor 💪
Lynn_: Iya.. makasih sudah mendukung🙏😇
total 1 replies
ᴊᴜʏ -ᴋɪᴍ
Lanjut thor, dan semangat 💪
BONBON: serigala kah itu awokawok 🤣
total 1 replies
Uthie
Belum tau mereka Vaine yg baru sekarang 😏😏
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
yang "mengintai" menjadi banyak!!! seru
ᴊᴜʏ -ᴋɪᴍ
Lanjut, dan semangat thor 💪
Uthie
dasar wanita licik 😡
Nurmalasari
Luar biasa
Uthie
Wahhhh.. ada pemeran yg lainnya juga niii 😏
Uthie
keren gan 👍👍👍🤩😁
Uthie
Lanjutttt Vain👍😂
ᴊᴜʏ -ᴋɪᴍ
Lanjut, dan semangat thor 💪
fayya_naz
suka karakter wanita nya sat set ga menye2
cerita nya bagus
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
lalalala🎼🎼🎶lalalala🎼🎶🎶🎼
ᴊᴜʏ -ᴋɪᴍ
Lanjut, dan semangat thor 💪
Anita Rahayu
ayo gampar an tendang pasangan laknatnya kalau bisa bonyok tuh muka medusa biar dtg anaknya dan merasakan sendiri rasanya arti di siksa thor🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏😠😠😠😠😠😠😠😠😠😠😠😠
Uthie
Bagussss... kuliti terus orang-orang pengkhianat macam mereka 👍👍👍😡😡

seruuuuu 👍😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!