NovelToon NovelToon
Teknisi Rendahan Sebenarnya Dewa Perang

Teknisi Rendahan Sebenarnya Dewa Perang

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:9.1k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Pria yang selama ini mereka remehkan adalah Dewa Perang yang mampu menghancurkan kerajaan dalam semalam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Ting!

​Lift eksekutif berhenti tepat di lantai dua puluh.

​Pintu metal itu bergeser membuka, menampilkan lorong sunyi yang hanya diisi oleh suara detak sepatu Devan yang mantap di atas karpet beludru.

​Begitu Devan masuk ke ruang kerja Clarissa, suasana di dalam ruangan itu terasa jauh lebih dingin dari biasanya.

​Clarissa duduk di balik meja besarnya dengan dahi berkerut tajam, matanya terpaku pada layar monitor yang menampilkan grafik keuangan perusahaan yang memerah.

​"Kamu terlambat tiga menit," ucap Clarissa tanpa menoleh sedikit pun.

​Devan berjalan santai menuju sofa tamu, melemparkan tas kerjanya ke atas meja, lalu duduk dengan menyilangkan kaki.

​"Macet di lobi tadi cukup panjang, Nyonya Bos," jawab Devan dengan nada santai yang membuat Clarissa mendengus pelan.

​Wanita itu akhirnya menatap Devan, ekspresinya berubah dari kesal menjadi bingung saat melihat suaminya itu tidak tampak tertekan sama sekali.

​"Tadi aku mendengar kabar dari staf HRD kalau Riko mendadak jatuh pingsan di lobi setelah bicara denganmu."

​Clarissa menyipitkan mata, mencoba membaca raut wajah pria di depannya.

​"Apa yang sebenarnya kamu katakan padanya?" tanya Clarissa dengan nada curiga namun penasaran.

​Devan mengangkat bahunya dengan acuh tak acuh.

​"Aku cuma bertanya soal laporan keuangannya, tidak lebih," jawab Devan sambil menyambar satu buah apel dari piring di atas meja.

​"Riko hanya punya mental selemah kerupuk, mungkin dia memang takut kalau kejahatannya terbongkar."

​Tiba-tiba, sebuah jendela notifikasi biru transparan muncul tepat di depan mata Devan, hanya dia yang bisa melihatnya.

​[Misi Insidental Terdeteksi: Bongkar skema penggelapan dana departemen pemasaran oleh Riko dalam waktu 3 jam.]

​[Hadiah Penyelesaian: Segel teknik pernapasan naga kuno terbuka tambahan 5%, dan akses ke database rahasia perusahaan.]

​Devan menatap layar tersebut sejenak, lalu beralih menatap Clarissa yang masih tampak bingung.

​"Bos, kalau boleh tahu, bagian pemasaran sedang mengerjakan proyek apa yang paling besar bulan ini?" tanya Devan sambil mengunyah apelnya.

​Clarissa menghela napas panjang, dia memutar kursinya agar menghadap ke arah Devan sepenuhnya.

​"Proyek pembangunan gedung apartemen mewah di pusat kota, tapi saat ini sedang mandek karena vendor material menolak mengirim barang dengan alasan pembayaran yang belum masuk."

​"Padahal aku sudah menandatangani pencairan dana ke departemen pemasaran dua minggu lalu," jelas Clarissa dengan nada frustrasi.

​"Aku sudah meminta audit internal, tapi mereka tidak menemukan kejanggalan dalam pembukuan Riko."

​Devan mengangguk pelan, otaknya mulai bekerja dengan kecepatan tinggi.

​Sebagai mantan Dewa Perang, taktik penggelapan dana tingkat rendahan seperti ini sama saja dengan teka-teki anak-anak baginya.

​"Boleh aku lihat salinan kontrak vendor dan alur pencairan dananya?" pinta Devan.

​Clarissa terdiam sesaat, lalu dia menekan tombol di interkom meja kerjanya.

​"Kirimkan seluruh berkas proyek apartemen pusat ke ruanganku sekarang juga," perintahnya tegas.

​Tidak butuh waktu lama, seorang staf administrasi masuk membawa map besar yang cukup tebal dan menaruhnya di meja.

​Devan bangkit dari sofa, berjalan mendekat, dan mulai membolak-balik lembaran kertas itu dengan kecepatan yang tidak masuk akal.

​Matanya bergerak memindai setiap baris angka, tanda tangan, dan cap stempel dalam waktu kurang dari satu detik per halaman.

​[Analisis Selesai: Ditemukan 14 transaksi fiktif ke rekening atas nama ibu kandung Riko melalui perusahaan cangkang.]

​Devan tersenyum tipis, sebuah senyum predator yang membuat Clarissa yang memperhatikan sejak tadi merasa merinding.

​"Riko memang sangat teliti dalam menutupi jejaknya, Bos," ucap Devan sambil menunjuk satu baris angka di halaman kelima belas.

​"Tapi dia membuat satu kesalahan fatal, dia menggunakan alamat IP yang sama untuk memalsukan faktur vendor dan menyetujui pencairan dana pribadinya."

​"Coba cek log server perusahaan di jam yang sama saat pencairan itu disetujui, aku yakin akan ada jejak digital yang tidak bisa dia hapus."

​Clarissa langsung membuka laptopnya, tangannya bergerak lincah menembus enkripsi server internal perusahaan.

​Wajahnya yang tadinya tenang, kini perlahan berubah menjadi sangat murka.

​"Bajingan itu!" desis Clarissa dengan tangan gemetar menahan amarah.

​"Dia benar-benar memindahkan uang itu ke rekening pribadi ibunya melalui perantara perusahaan fiktif."

​Clarissa menatap Devan dengan tatapan yang sangat dalam, seolah baru pertama kali melihat suaminya itu dengan cara yang berbeda.

​"Bagaimana kamu bisa menemukannya secepat ini? Audit internal kami menghabiskan waktu seminggu dan tidak menemukan apa-apa!"

​Devan hanya kembali duduk di sofa dan bersandar dengan santai.

​"Mungkin karena mereka melihatnya dengan kacamata akuntan, sedangkan aku melihatnya dengan kacamata orang yang tidak mau ditipu."

​"Sekarang, apa rencana kita selanjutnya, Nyonya Bos?"

1
Mamat Stone
/Good/
Mamat Stone
/Ok/
Mamat Stone
🥰🥰🥰
Mamat Stone
🤩🤩🤩
Mamat Stone
😈😈😈
Mamat Stone
/Skull//Skull//Skull/
Mamat Stone
/Good/
Mamat Stone
/Ok/
Mamat Stone
👻👻👻
Mamat Stone
👊👊👊
Mamat Stone
/Skull//Skull//Skull/
Mamat Stone
/Bomb//Bomb//Skull/
Mamat Stone
👊👊/Skull/
Mamat Stone
🔪🔪/Skull/
Mamat Stone
/Good/
Mamat Stone
/Ok/
Mamat Stone
👊👊👊
Mamat Stone
🔪🔪🔪
Mamat Stone
👻👻👻
Mamat Stone
😈😈😈
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!