NovelToon NovelToon
Sistem Profesi Terhebat : Insinyur

Sistem Profesi Terhebat : Insinyur

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Harem
Popularitas:13.4k
Nilai: 5
Nama Author: Desau

Meski terus didera sulitnya hidup, Faris tak pernah lupa dengan mimpinya yang ingin jadi insinyur. Ketika dia difitnah dan dipenjara karena sebuah insiden, saat itulah sistem muncul untuk membantunya mengejar profesi impian.

DING!

"Selamat datang di sistem profesi terhebat!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 23 - Terus Debat

Setelah rapat selesai, suasana di lokasi proyek berubah jauh lebih hidup dibanding beberapa minggu sebelumnya. Para insinyur yang semula enggan mengemukakan pendapat kini mulai kembali berdiskusi. Sketsa yang dibuat Faris menjadi bahan pembicaraan di hampir setiap sudut proyek.

Namun, hanya satu orang yang wajahnya masih sulit ditebak. Vanessa duduk di meja kerja lapangan sambil memutar pensil di antara jari-jarinya. Di depannya terbentang gambar rancangan jembatan yang sudah penuh coretan merah. Sesekali dia melirik sketsa buatan Faris, lalu buru-buru mengalihkan pandangan seolah tak ingin ketahuan.

Pak Bandi datang menghampiri sambil membawa dua map. "Vanessa."

"Iya, Pak?"

"Mulai hari ini, kamu dan Faris bekerja dalam satu tim."

Pensil yang sedang diputar Vanessa langsung berhenti. "Apa?"

"Kalian berdua yang akan menyelesaikan revisi desain."

Vanessa mengangkat kepala perlahan. "Bapak bercanda kan?"

"Tidak."

"Tapi saya bisa mengerjakannya sendiri."

Pak Bandi tersenyum tipis. "Kalau bisa, seharusnya proyek ini tidak tertunda hampir tiga minggu."

Vanessa langsung terdiam.

Di sisi lain ruangan, Faris yang sedang membantu seorang insinyur menghitung volume material spontan menoleh.

"Apa saya tidak salah dengar?"

Pak Bandi menggeleng. "Kalian berdua mulai sekarang satu tim."

Vanessa langsung mengangkat tangan. "Saya protes."

"Ditolak."

"Tapi, Pak..."

"Ditolak lagi."

"Dia menyebalkan."

Pak Bandi tersenyum santai. "Makanya cocok."

Vanessa memijat pelipis. "Saya seperti sedang dihukum."

Faris ikut tersenyum canggung. "Saya juga belum tentu kuat."

Mendengar itu Vanessa langsung menoleh tajam. "Maksudmu apa?"

Faris buru-buru menggeleng. "Nggak... saya cuma takut nanti sering dimarahi."

"Huh." Vanessa mendengus pelan. "Kalau idemu jelek ya pasti saya marahi."

"Kalau ide Mbak yang jelek?"

"Tidak mungkin."

Faris menoleh ke arah Pak Bandi. "Pak..."

"Iya?"

"Saya boleh pindah tim?"

Pak Bandi tertawa keras hingga para pekerja ikut menoleh. Siang itu mereka mulai bekerja bersama di ruang desain lapangan.

Di atas meja terbentang gambar jembatan berukuran besar. Vanessa menunjuk salah satu bagian.

"Lengkungan utama tetap."

Faris menggeleng. "Sedikit diturunkan."

"Tidak."

"Lima puluh sentimeter."

"Tidak."

"Dua puluh lima?"

"Tidak."

Faris menghela napas. "Mbak tahu arti kompromi?"

"Tahu."

"Lalu?"

"Kompromi itu kalau orang lain mengikuti pendapatku."

Ruangan langsung hening.

Faris menatap langit-langit. "Pak Bandi..."

Pak Bandi yang sedang membaca dokumen pura-pura tidak mendengar.

"Pak..."

"Tidak dengar."

"Pak!"

"Telinga saya sedang libur."

Seluruh ruangan langsung dipenuhi tawa.

Vanessa malah terlihat puas. "Nah, sekarang lanjut kerja."

Perdebatan demi perdebatan terus terjadi.

"Balok ini terlalu besar."

"Itu supaya kuat."

"Kelihatan jelek."

"Tapi aman."

"Jelek."

Pak Bandi yang kebetulan lewat sampai berhenti. "Kalian kayak anak TK rebutan permen."

Faris tersenyum. "Saya cuma mempertahankan keselamatan."

Vanessa langsung menyahut. "Dan saya mempertahankan harga diri dunia arsitektur."

Meski terus berdebat, hasil pekerjaan mereka justru berkembang sangat cepat.

Setiap kali Vanessa menggambar bentuk yang terlalu berani, Faris akan menunjukkan solusi struktur yang tetap memungkinkan.

Sebaliknya, saat Faris membuat bentuk yang terlalu kaku, Vanessa akan mengubah proporsinya hingga tampak jauh lebih elegan.

Tanpa mereka sadari, keduanya mulai saling melengkapi. Namun tentu saja, tak satu pun mau mengakuinya.

Sore hari mereka memutuskan meninjau area pembangunan. Puluhan pekerja sedang memasang bekisting di salah satu sisi pilar. Forklift berlalu-lalang membawa material. Crane mengangkat rangka baja ke atas.

Vanessa berdiri sambil memegang tablet. "Kalau pilar ini dibuat sedikit lebih ramping..."

Faris langsung menyela. "Jangan!"

"Belum selesai bicara."

"Saya sudah tahu akhirnya."

"Kok tahu?"

"Pasti supaya estetik."

Vanessa tersenyum tipis. "Memang."

"Tuh kan."

"Apa salahnya?"

"Kalau terlalu ramping bisa memengaruhi stabilitas."

"Makanya dihitung."

"Makanya jangan dipaksa."

"Kamu ini."

"Kamu juga."

Mereka kembali berdebat sambil berjalan.

Pak Bandi hanya bisa menggeleng. "Aneh..."

Beberapa pekerja diam-diam mulai bergosip.

"Kayaknya mereka cocok."

"Cocok berantem."

"Iya."

"Tiap lima menit ribut."

"Tapi hasil kerjanya bagus."

Tak lama kemudian Vanessa berhenti di dekat area pemasangan rangka. Ia mendongak mengamati sambungan baja yang sedang diangkat crane.

"Kalau sudut ini digeser..."

Ia terlalu fokus memperhatikan ke atas hingga tidak menyadari seorang pekerja di atas sedang melepas pengunci sementara sebuah pelat baja kecil.

Karena baut belum terpasang sempurna, pelat itu tiba-tiba bergeser. Seorang pekerja langsung berteriak.

"Awas!"

Semua terjadi begitu cepat. Pelat baja seberat belasan kilogram meluncur turun tepat ke arah Vanessa. Namun Vanessa masih sibuk menatap layar tabletnya. Ia sama sekali tidak sadar.

Mata Faris langsung membelalak.

"Mbak Vanessa!"

1
Ambu Rinddiany Thea
ikut bahagia ya ris ..
Ita Xiaomi
Faris, jaga dan rawat ibu dgn baik.
Rommy Wasini Khumaidi
alhamdulillah,bu Siti sembuh,Faris punya banyak poin
Sri Supriatin
semangat thor n lanjuut 🙏🙏
Ita Xiaomi
Alhamdulillah Bu Siti udah sehat walafiat.
Ita Xiaomi
Perjuangan seorang anak utk ibu tercinta.
Rommy Wasini Khumaidi
masih penasaran dengan hasilnya,sayangnya selesai babnya😭😭
Rommy Wasini Khumaidi
semangat Faris,kamu pasti bisa
Ita Xiaomi
Semangat Faris.
Insyaa ALLAH berhasil.
Berharap ada yg bantu.
Ita Xiaomi
Anak yg berbakti 👍
Ambu Rinddiany Thea
semangat faris demi ibu mu . semoga misinya lancar ya is .. doa para pembaca selalu bersamamu 🥰
Rommy Wasini Khumaidi
ayok Ris kamu bisa,nanti author yang kasih tau caranya🤣
Rommy Wasini Khumaidi
kalau didunia nyata ada pil semacam ini pasti laris bgt,berapapun akan dibayar bagi mereka yang kaya raya
Ambu Rinddiany Thea
sistem nya ga bisa bantu gt , malah ngajak debat mulu .. ga tau gt yg baca udh mulai nyesek 😭😭😭
Rommy Wasini Khumaidi
😭😭ikut sedih aku Ris,gimana rasanya ketika kita dapat kerjaan ingin membahagiakan orang tua malah orang tua tidak bisa ikut menikmati
Ita Xiaomi
Mewek bacanya. Sedih banget😭😭😭
Ita Xiaomi
😭😭😭
Ita Xiaomi
Semangat bekerja Faris.
Rommy Wasini Khumaidi
lah,murah amat 100rb thor?dapat hp apa tambah tunai 61rb
Desau: maaf typo kak. harusnya sejuta 🤭
total 1 replies
Ita Xiaomi
Berharap pd selamat.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!