NovelToon NovelToon
Overtime With My Enemy

Overtime With My Enemy

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / CEO / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:436
Nilai: 5
Nama Author: Satisuci Ituaku

Aku membenci Damar Wijaya sejak hari pertama bekerja. Bagiku, dia adalah atasan paling menyebalkan yang pernah ada—dingin, arogan, dan selalu mengkritik setiap pekerjaanku.
Sayangnya, sebuah proyek besar memaksa kami lembur bersama setiap malam.
Semakin sering kami bertemu, semakin sulit bagiku mempertahankan kebencian itu. Di balik sikapnya yang menyebalkan, ada sisi Damar yang tidak pernah kulihat sebelumnya.
Namun saat aku mulai membuka hati, sebuah rahasia besar terungkap dan mengubah segalanya.
Bagaimana jika pria yang paling kubenci justru menjadi orang yang paling kucintai?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Satisuci Ituaku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13 : Wanita Pewaris

Udara malam terasa lebih dingin dari biasanya.

Nara berdiri di depan gedung perusahaan sambil memegang tasnya erat.

Sementara Bianca berdiri beberapa langkah di depannya.

Lampu jalan memantulkan cahaya ke mobil mewah yang terparkir di belakang wanita itu.

Entah kenapa, suasana terasa menegangkan.

"Ada yang ingin kubicarakan."

ulang Bianca.

Nara berusaha tetap tenang.

"Tentang apa?"

Bianca tersenyum tipis.

"Tentang Damar."

Tebakan Nara ternyata benar.

Tentu saja tentang Damar.

Seolah dunia wanita itu selalu berputar di sekitar pria tersebut.

---

Mereka akhirnya duduk di sebuah kafe yang masih buka.

Tempatnya tidak terlalu ramai.

Bianca memesan kopi.

Nara hanya memesan teh hangat.

Selama beberapa detik, tidak ada yang berbicara.

Sampai akhirnya Bianca membuka percakapan.

"Kamu tahu siapa Damar sekarang."

Nara mengangguk.

"Iya."

"Bagus."

Bianca menyandarkan tubuhnya ke kursi.

"Kalau begitu aku tidak perlu menjelaskan panjang lebar."

Nada suaranya tetap ramah.

Namun Nara bisa merasakan sesuatu yang tajam di balik setiap kata.

"Damar hidup di dunia yang berbeda."

lanjut Bianca.

"Dunia yang penuh tanggung jawab, keluarga besar, dan bisnis."

Nara tetap diam.

"Aku mengenalnya sejak kecil."

Bianca tersenyum kecil.

"Kami tumbuh bersama."

"Aku tahu."

jawab Nara.

"Tapi sepertinya kamu belum memahami semuanya."

Tatapan Bianca berubah serius.

"Pada akhirnya, Damar akan menikah dengan seseorang yang selevel dengannya."

Kalimat itu terdengar seperti peringatan.

Atau ancaman yang dibungkus sopan santun.

Nara menggenggam cangkirnya.

"Aku tidak mengerti kenapa kamu mengatakan semua ini padaku."

Bianca tertawa kecil.

"Mungkin karena aku tidak suka melihat seseorang terluka."

Untuk pertama kalinya malam itu, Nara benar-benar kesal.

Karena ia tahu.

Bianca tidak sedang mengkhawatirkannya.

Wanita itu sedang mencoba membuatnya mundur.

---

Perjalanan pulang membuat kepala Nara penuh pikiran.

Sesampainya di rumah, ia langsung merebahkan diri di tempat tidur.

Namun ucapan Bianca terus terngiang.

"Damar akan menikah dengan seseorang yang selevel dengannya."

Mungkin itu benar.

Bagaimanapun juga, Damar adalah pewaris perusahaan besar.

Sedangkan dirinya?

Hanya karyawan biasa.

Nara membalikkan tubuhnya.

Kesal.

Kenapa ia harus memikirkan semua itu?

Bukankah sejak awal ia tidak memiliki hubungan apa pun dengan Damar?

Lalu kenapa ucapan Bianca terasa mengganggu?

---

Keesokan paginya.

Nara datang ke kantor dengan suasana hati yang tidak terlalu baik.

Untungnya, seperti biasa, Siska langsung menyambutnya.

"Pagi!"

"Pagi."

Siska langsung menyipitkan mata.

"Wajahmu kenapa?"

"Normal."

"Itu wajah orang yang sedang memikirkan masalah."

Nara mendesah.

Kadang-kadang ia curiga Siska memiliki kemampuan membaca pikiran.

---

Belum sempat mereka mengobrol lebih jauh, kabar besar menyebar ke seluruh kantor.

"Kalian dengar?"

"Dengar apa?"

"Ada tamu penting datang hari ini."

Beberapa karyawan langsung berbisik antusias.

Sementara Nara tidak terlalu tertarik.

Sampai akhirnya ia mendengar nama yang disebut.

"Putri keluarga Hartono."

"Hah?"

"Katanya keluarga mereka kerja sama dengan Grup Wijaya."

Nara mengangkat kepala.

Entah kenapa firasatnya langsung buruk.

Dan ternyata...

Firasat itu benar.

---

Menjelang siang.

Lift VIP terbuka.

Seorang wanita keluar.

Langkahnya anggun.

Penampilannya sempurna.

Wajah cantik.

Gaun elegan.

Aura percaya diri yang sangat kuat.

Seluruh mata langsung tertuju padanya.

"Siapa dia?"

bisik Siska.

Salah satu staf menjawab pelan.

"Namanya Clarissa Hartono."

Nara memperhatikan.

Wanita itu terlihat muda.

Mungkin sekitar usia mereka.

Namun cara orang-orang menyambutnya membuat jelas bahwa ia bukan tamu biasa.

Tak lama kemudian, Damar muncul dari koridor.

Dan sesuatu yang membuat seluruh kantor heboh terjadi.

Clarissa langsung tersenyum.

Kemudian memeluk lengan Damar dengan akrab.

"Sudah lama menunggu?"

tanya wanita itu.

Damar menggeleng.

"Tidak."

Mata seluruh kantor langsung membesar.

Termasuk Siska.

Termasuk Nara.

---

"Astaga."

bisik Siska.

"Itu siapa?"

"Tidak tahu."

jawab Nara cepat.

Namun entah kenapa.

Dadanya terasa tidak nyaman.

Jauh lebih tidak nyaman dibanding saat melihat Bianca.

Clarissa terlihat berbeda.

Lebih percaya diri.

Lebih dekat dengan dunia Damar.

Dan yang paling mengganggu...

Damar tampak mengenalnya dengan baik.

---

Siang itu.

Nama Clarissa menjadi topik utama kantor.

Bahkan saat makan siang.

"Aku dengar keluarga Hartono salah satu mitra terbesar Grup Wijaya."

kata seorang staf.

"Aku dengar mereka dekat sekali."

sahut yang lain.

"Aku bahkan dengar mereka dijodohkan."

Kalimat terakhir membuat suasana semakin ramai.

Sementara Nara langsung kehilangan selera makan.

"Nara."

Siska menatapnya.

"Hm?"

"Kamu baik-baik saja?"

"Tentu."

"Kamu bohong."

Nara tidak menjawab.

Karena untuk pertama kalinya...

Ia benar-benar tidak yakin.

---

Sore harinya.

Tim kembali bekerja seperti biasa.

Namun suasana hati Nara sulit fokus.

Apalagi ketika Clarissa beberapa kali datang ke ruang proyek.

Wanita itu ramah.

Sangat ramah.

Bahkan sempat mengobrol dengan beberapa staf.

Termasuk Nara.

"Halo."

sapanya sambil tersenyum.

"Halo."

jawab Nara.

"Kamu Nara, kan?"

Nara terkejut.

Wanita itu tahu namanya.

"Aku sering mendengar tentangmu."

lanjut Clarissa.

Jantung Nara langsung berdetak lebih cepat.

"Dari siapa?"

"Damar."

Dunia seolah berhenti beberapa detik.

Sementara Clarissa tetap tersenyum santai.

"Mereka bilang kamu sangat berbakat."

Nara tidak tahu harus menjawab apa.

Karena pikirannya justru terjebak pada satu kalimat.

Damar pernah membicarakannya.

---

Menjelang malam.

Sebagian besar karyawan sudah pulang.

Nara masih duduk di mejanya.

Berusaha menyelesaikan laporan.

Namun konsentrasinya berantakan.

Clarissa.

Bianca.

Damar.

Semuanya bercampur menjadi satu.

Tepat saat itulah seseorang meletakkan secangkir kopi di mejanya.

Nara mengangkat kepala.

Damar.

"Kamu belum pulang?"

tanya pria itu.

"Masih ada pekerjaan."

jawab Nara.

Damar duduk di kursi seberang.

Untuk pertama kalinya sejak pagi, mereka benar-benar berbicara.

"Kamu terlihat berbeda hari ini."

ucap Damar.

Nara tertawa kecil.

"Semua orang bilang begitu."

"Karena memang begitu."

jawab Damar.

Keheningan muncul.

Lalu tanpa sadar Nara bertanya,

"Kamu dekat dengan Clarissa?"

Begitu kalimat itu keluar, ia langsung ingin menariknya kembali.

Namun sudah terlambat.

Damar menatapnya.

Lama.

Sangat lama.

Sampai akhirnya sudut bibir pria itu terangkat tipis.

Senyum yang membuat Nara semakin kesal.

"Apa yang lucu?"

tanya Nara.

"Tidak ada."

"Damar."

"Kamu penasaran."

Nara langsung memalingkan wajah.

"Tidak."

"Kamu buruk dalam berbohong."

Dan lagi-lagi, pria itu mengucapkan kalimat yang sama.

Membuat jantung Nara berdetak semakin cepat.

Sementara di luar sana, tanpa mereka sadari, seseorang sedang memperhatikan dari kejauhan.

Bianca.

Dan untuk pertama kalinya dalam hidupnya...

Wanita itu merasa posisinya benar-benar terancam.

Bersambung...

1
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto: sama2 👌👍
total 2 replies
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Satisuci Ituaku: mksih kk sudah mampir🙏🙏🙏
total 1 replies
Tys Azka
kok selalu hujan sih
Satisuci Ituaku: iy kak biar romantis ala2
mksih kk udh mampir 🙏🙏
total 1 replies
anggita
like👍iklan☝, Nara.. Damar.
Satisuci Ituaku: Terima kasih sudah mampir kk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!