NovelToon NovelToon
The Cowboy Who Loves Me

The Cowboy Who Loves Me

Status: tamat
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Keluarga & Kasih Sayang / Romansa / Tamat
Popularitas:356.4k
Nilai: 5
Nama Author: Hana Reeves

Lanjutan The Bianchis

Rania Bianchi Prasetyo tidak suka dengan gaya playboy duren tiga dari kakak kelasnya di SMA. Chris Armstrong adalah seorang atlet football yang mengejar beasiswa olahraga untuk bisa masuk Dallas University dan masuk tim football Dallas Cowboys. Chris yang sudah naksir Rania dari junior, nekad mengejar gadis yang mengambil profesi menjadi dokter. Bagaimana perjalanan Chris mendapatkan cinta dokter Membagongkan itu.

Biana McCloud Pascal adalah seorang dosen matematika lulusan Harvard yang tidak sengaja bertemu dengan atlet Rodeo yang memiliki ranch di Texas bernama Leonardo Rossi. Sejak pertemuan itu sang cowboy jatuh cinta dengan dosen judes tapi juga seenaknya sendiri. Bagaimana Leo bisa menaklukkan hati Biana, sedangkan dia juga harus menghadapi ayah Biana yang seorang chief FBI di Quantico?

Generasi Ketujuh Klan Pratomo
GC Klan Pratomo . IG @hana_reeves_nt

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Leonardo ke London

**Apartemen Rania London Inggris

Biana mendengus saat mendengar dering ponselnya yang berbunyi tanpa henti. Rasanya dia baru tertidur sebentar usai ibadah subuh tapi sudah harus membuka matanya. Sedikit meraba-raba nakas untuk mengambil ponselnya, Biana menggeser tombol hijau ketika benda pipih itu sudah di tangannya.

"Kalau tidak ada kepentingan, jangan hubungi saya terutama kamu, Richard. Apa kurang jelas penjelasan saya !" gumam Biana sambil terpejam.

"Richard? Siapa itu?"

Biana membuka matanya. "Singa Gurun?"

"Sayang, dimana alamat apartemen sepupu kamu?"

"Memangnya kamu dimana?" balas Biana bingung.

"London. Mana lagi memangnya?" jawab Leonardo. "Aku sudah sampai Heathrow ini !"

Biana merasa ragu untuk memberikan alamat apartemen Rania tapi jika tidak diberikan, Leonardo pasti bakalan recokin dirinya. "Cari saja sendiri !"

"Astagaaa Biana ! Please ! Aku lelah dan ingin menikmati teh panas !"

"Siapa suruh datang ke London !"

"Aku datang demi kamu ! Gadis yang selalu lupa datang ke pertandingan Rodeo aku !"

"Sudah tahu aku tidak bakalan datang, kenapa masih ngejar aku sampai datang ke Daddy?"

"Karena aku cinta kamu, Bia !" teriak Leonardo membuat Biana terdiam. "Ehem... Alamatnya Rania, please."

Biana menyebutkan alamat Rania dan setelah mengucapkan terima kasih, Leonardo mematikan panggilannya. Gadis itu tercenung mendengar pernyataan Leonardo yang tanpa Tedeng aling - Aling mengatakan apa adanya.

Satu sisi Biana menilai Leonardo cukup jantan berani menghadapi ayahnya di Quantico , markas FBI tempat Pedro bekerja. Dasar Singa Gurun! Nekad ! Biana pun bangun dan menuju kamar mandi untuk membuat dirinya menjadi segar dan bisa menghadapi Leonardo Rossi.

***

Rania melongo melihat ada seorang pria yang biasanya hanya dia lihat di layar ponsel atau MacBook Biana, sekarang benar-benar ada di apartemennya.

"Halo Rania. Sorry, kedatangan aku agak mendadak tapi aku memang sudah ingin bertemu dengan Biana" salam Leonardo Rossi sembari mengulurkan tangannya ke Rania.

"Selamat datang di London" jawab Rania sambil bersalaman dengan Leonardo. "Bia, kita pesan makanan saja ya?"

"Iya." Biana menatap Leonardo dengan tatapan tajam. "So, bagaimana bertemu dengan Daddy?"

"Bia, ayahmu tidak serius kan mau menembak aku kemarin?" Leonardo menatap Biana serius.

"Mana aku tahu isi otak profiler, Leo. Duduk. Aku buatkan teh." Biana pun menuju dapur untuk menyiapkan teh chamomile yang memang cocok untuk relaksasi.

"Aku sudah pesankan bento dan sushi Bia. Sudah aku bayar juga" ucap Rania sambil berjalan ke dapur. Suara ponsel Rania berdering membuat gadis itu mengangkatnya. "Yes Darling?"

Leonardo menaikkan sebelah alisnya. Darling? Rania sudah punya pacar?

"Kamu dimana? Oke aku ambil jaket sebentar. Lima menit aku turun!" Rania mematikan panggilan telepon dari Alex Darling.

"Ada apa?" tanya Biana sambil membawa poci teh dan dua cangkirnya ke ruang tengah.

"Ada kasus dekat sini dan Darling minta aku membantunya mengobati korban, seorang anak kecil. Dia terlalu histeris dan Darling tidak mau menggunakan penenang untuk anak sekecil itu." Rania mengambil jaket dan tas dokternya. "Kalian selesaikan masalah kalian !" Calon Dokter bedah itu bergegas keluar apartemennya.

"Darling? Apakah pacar Rania bernama Darling?" tanya Leonardo.

"Bukan, namanya Alex Darling, super intendant Scotland Yard" jawab Biana sambil meletakkan nampan diatas meja. "Nama belakangnya memang Darling jadi sering membuat orang salah sangka."

Leonardo mengangguk.

***

TKP Kejahatan hanya berbeda beberapa blok dari apartemen Rania

Alex Darling datang bersama Rania yang tadi dia jemput di gedung Apartemen nya dan kini dokter cantik itu menghampiri seorang anak perempuan berusia sekitar lima tahun tampak menangis tanpa henti.

"Apakah dia satu-satunya saksi?" tanya Rania.

"Yes, Rania." Alex menatap Rania. "Bisa bantu kan?"

"Insyaallah..." jawab Rania yang segera menghampiri gadis cilik yang berada di dalam mobil ambulans. Melihatnya menangis kejer tanpa henti, Rania bisa menilai bahwa dia mengalami trauma berat.

"Maaf, officer, coba saya tenangkan" senyum Rania ke petugas polisi wanita itu.

"Silahkan Dokter Bianchi. Saya sampai bingung harus bagaimana. Kasihan bajunya penuh dengan darah tadi dan ini sudah digantikan oleh petugas EMT."

Rania mengangguk dan berlutut di hadapan gadis cilik itu. "Halo cantik, siapa namamu? Aku Rania... Aku membawakan banyak coklat... atau permen? Atau Jelly?" Rania membuka tas dokternya dan mengeluarkan sebuah tas serut di dalamnya lalu membukanya. Gadis itu mengeluarkan semua makanan yang ada di sana. "Lihat, kantongnya bergambar Doraemon dan isi kantongnya banyak makanan."

Rania memang penggemar karakter kucing biru itu dan banyak koleksi pernak pernik kucing sahabat Nobita itu. Gadis cilik itu mulai tertarik dengan berbagai macam coklat dan permen.

"Mau yang mana?" tawar Rania.

"Co...klat. With cashew... " Gadis cilik itu menatap Rania dengan sedikit sesenggukan.

"Oke. Kita buka ya?" tawar Rania. Gadis cilik itu pun mengangguk.

Alex Darling yang melihat gadis cilik itu sudah tenang, mulai menyelidiki TKP tempat terjadinya kasus pembunuhan.

***

Apartemen Rania.

Biana Pascal

Leonardo menatap gadis cantik yang dengan cueknya menyesap es kopi nya sambil menaikkan kakinya diatas kursi makan. Mereka berdua baru saja menyelesaikan makan siangnya tanpa Rania karena gadis itu mengirimkan pesan harus menyelesaikan pemeriksaan saksi kasus pembunuhan.

"Sekarang Leo, kamu mau berapa hari disini?" tanya Biana cuek.

"Kamu benar pindah ke London?" Leonardo balik bertanya.

"Aku tidak pindah ke London, hanya sementara di Oxford gara-gara Harvard kurang kerjaan kirim aku kemari."

"Tapi ayahmu..."

"Well, pindah ke London tidak buruk juga..." gumam Biana dengan wajah usil.

"Bianaaa... Tega kamu membuat aku merana..."

"Dengar singa gurun, aku dan kamu itu tidak cocok satu sama lain soalnya aku di Cambridge dan kamu di Texas. Kita tidak akan bakalan..."

"Kita itu cocok Biana" eyel Leonardo.

"Cocok dari sisi apanya? Kamu country boy, cowboy, terbiasa hidup keras sedangkan aku city girl, hidup di kota, dosen, tidak terbiasa kerja bakti mengurus ternak. Kita tidak cocok Leonardo." Mata abu-abu Biana menatap serius ke Leonardo.

"Kalau belum dicoba kan belum tahu."

"Leonardo, memangnya apaan dicoba?" Biana menatap Leonardo kesal.

Pria jangkung itu berdiri dan berlutut di depan Biana. "Apakah kamu yakin kita tidak cocok Bia? Kita itu sangat cocok Bia."

"Kamu beritahu aku dari mana cocoknya?" Biana merasakan jantungnya berdegup kencang saat melihat bagaimana mata biru itu memandang nya penuh cinta.

"Coba ... Kalau aku cium punggung tanganmu, bagaimana?" Leonardo mengambil tangan Biana dan mencium punggung tangan nya. "Princess Biana, apa yang kamu rasakan?"

"Aku merinding. Apa ada setan lewat?" jawab Biana asal membuat Leonardo melongo.

***

Yuhuuuu Up Malam Yaaaa

Thank you for reading and support author

Don't forget to like vote and gift

Tararengkyu ❤️🙂❤️

1
beybi T.Halim
terbaik👍👍👍👍👍
Hana Reeves: mamaciih 🙏🙏🙏
total 1 replies
beybi T.Halim
benar2 cerita yg sangat meghibur,dan mengobati kangen2an generasi 5 dan 6💝👍
beybi T.Halim
iya..jaman javier arata ikut hell week,sayang marga arata,dan akandra sdh habis dari peredaran keluarga besar🤭
beybi T.Halim
gak ada gadis keturunan mcloud yg setenang rain reeves yaa🙈..,nadira yaa gitu sih😁
beybi T.Halim
aku disini dl..,lagi edisi mundur kebelakang 🤭kangen2an sama.generasi 6_7
Ani
Luar Biasa
Hana Reeves: mamaciihhh 🙏🙏🙏
total 1 replies
Ani
aku dah katam baca yang ini👍👍👍👍
Ani
mirip mangga ya buah pawpaw nya?
Ani
bisa aja kamu Alex
Ani
Mbak Hana pinter banget loh nyari visualnya kok yo iso mirip banget sama si bebek .versi bulenya Samuel..👍👍👍👍👍
istri darmayanty
Taylor dan Dicky akhirnya jodoh tidak kak hana
Hana Reeves: nggak aku ceritain lagi 🙏🙏🙏
total 1 replies
muhammad ibnuarfan
sumpah ngakak aku ma crish...🤣🤣🤣...ya Allah...kocak bener dah ah...
ǝs
Luar biasa
Lusy Aristiani
Hercule dpt balasannya 😂😂😂😂
Lusy Aristiani
Yyyeeeaaayyyy.... Official engage 👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻❤️❤️❤️❤️❤️
Repi ganz
dikira bola opa ngegelindingggg🤭😄
za_syfa
mbak hana habis baca ulang ini aku baru ngeh disini nama adiknya leo kan lena ya to disini jadi lyra
Hana Reeves: iyaaaa. blm aku revisi
total 1 replies
INDRA
👍🏻👍🏻👍🏻
Dahwi Khusnia
bebek yg di kejar dendeng kan ini😂😂
Mas Chabibah Muslich
Luar biasa
Hana Reeves: mamaciihhh 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!