NovelToon NovelToon
MEJA BUNDAR

MEJA BUNDAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Rumahhantu
Popularitas:9.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ratna Jumillah

"Meja bundar.. apa itu??"

"Meja yang jadi mitos kelam warga sini. Katanya, kalau sampai ada pendatang yang masuk ke sini dan hilang, udah pasti nggak akan balik, mereka semua pasti mati."

"Siapa kakek sebenarnya??"

"Kakek bukan orang biasa, dia.."

Kara, seorang gadis berusia tujuh belas tahun, terpaksa meninggalkan tempat tinggalnya dan pindah ke desa terpencil bersama ayahnya. Desa itu sunyi, tertutup, dan dipenuhi tatapan curiga dari warga yang enggan berbicara tentang masa lalu. Di rumah peninggalan kakeknya, Kara menemukan sebuah meja bundar tua yang tergeletak di ruang bawah tanah berukuran pas untuk delapan orang, dengan ukiran aneh di setiap sisinya yang seolah menyimpan rahasia terpendam.

Bisakah Kara mengungkap apa sebenar nya meja bundar itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Jumillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPS.20. Dimensi lain.

Malam harinya..

Mang Jupri dan Putri memutuskan untuk menginap di rumah itu, mereka ingin menyaksikan sendiri apa yang Kara ucapkan tentang perempuan yang terus datang di sore hari, Nurma. Sementara kakak nya putri, dia pamit pulang karena harus membantu ibunya di rumah.. ibu tirinya. Tapi ternyata.. Nurma tidak datang hari itu..

"Kok teh Nurma nggak dateng, ya.." Gumam Kara, padahal biasanya tak lama setelah Putri berpamitan pulang.. Nurma pasti datang dan kedatangan nya selalu membuat Kara kaget dan ketakutan.

"Neng teh yakin??" Tanya mang Jupri yang memang juga menunggu kedatangan Nurma.

"Seharus nya jam segini datang, mang." Jawab Kara..

Sampai akhir nya waktu berlalu dan hari mulai malam, tapi Nurma memang tidak datang.. Mereka pun berspekulasi bahwa mungkin sosok Nurma tidak akan datang jika ada mang Jupri dan yang lain nya di sana, Nurma hanya menunjukan dirinya pada Kara.

"Istrirahat aja mang, mungkin teh Nurma nggak dateng." Ucap Kara, karena memang sudah di tunggu begitu lama tapi Nurma tidak juga datang, akhir nya mang Jupri pun mengiyakan.

Mang Jupri sengaja tinggal di kamar yang memang di siapkan untuk pelayan di rumah itu dulunya, kamar yang juga memang pernah menjadi tempat tinggal mang Jupri bersama Nurma dulu. sementara Kara, dia di atas bersama Putri dan kakak nya Putri.

Kara masih termenung memikirkan nasib kedua teman nya yang hilang.. dia tidak bisa sedikitpun berpikiran positif. Putri juga masih belum tidur karena dia juga kasian melihat Kara yang terus berdiri di dekat jendela sambil gelisah, dia duduk di ranjang Kara.

"Aku lapor polisi aja." Gumam Kara, tapi Putri yang mendengar itu langsung turun dari ranjang dan menahan Kara.

"Teteh mau lapor polisi?" Ucap Putri dan Kara mengangguk.

"Jangan teh, polisi nggak akan bisa mecahin masalah ini. Sudah banyak orang yang hilang di desa ini dan memang nggak bisa kembali, teh." Ucap Putri, Kara kesal mendengar itu.

"Ya terus masa aku diam aja sementara temen aku hilang?" Ucap Kara, Putri juga bingung harus bagaimana.

"Masalah nya.. kasus hilang nya ini nggak masuk logika teh, belum ada satu pun polisi yang bisa mecahin masalah ini." Ucap Putri.. Kara pun menjadi hilang harapan lagi.

"Teteh percaya hantu itu ada?" Tiba - tiba Putri bertanya, mendengar pertanyaan Putri jelas Kara mengangguk.

"Apa kamu mikir juga temen - temenku di bawa hantu?" Ucap Kara, ternyata Putri mengangguk.

"Karena memang tempat ini teh nggak beres teh." Ucap Putri dengan wajah serius, baru kali ini Kara melihat Putri yang seserius itu.

Dan yang tidak Kara sangka adalah, Putri mengajak nya turun kembali ke lantai bawah. Kara awal nya kebingungan, tapi dia mengikuti saja apa yang Putri katakan. Putri membawanya ke ruang tengah dimana ada jam ding dong yang selalu bunyi di malam hari tepat di jam 12 malam.

"Kita mau ngapain?" Tanya Kara, tapi Putri memberi isyarat untuk diam.

Akhir nya Kara pun diam, Putri menggandeng tangan Kara dan berjalan mendekat ke jam tua yang memang berdiri di tengah pilar rumah yang berada di tangah ruangan. Pilar tengah Ruangan itu memang berukuran besar, berbentuk persegi ukuran nya lebarnya kurang lebih 100x100 cm, dan jam ding dong itu berada di tengah pilar itu yang memang di dalam nya di buat seperti ruang yang pas untuk jam ding dong besar itu.

"Sebentar lagi jam nya bunyi, teh." Ucap Putri dan Kara mengangguk.

"Apapun yang teteh lihat, jangan sampe teteh teriak, ya.." Ucap Putri, melihat Putri yang begitu serius, Kara pun kembali mengangguk.

Mereka diam di sana, di dekat jam ding dong yang memang sebentar lagi akan berbunyi, Putri merangkul tangan Kara lalu kemudian jam pun berbunyi.. Saat Jam itu berbunyi, Kara merasakan kepalanya tida - tiba merasa berat dan ikut berdenging, lalu tidak tahu kenapa dia kemudian merasa ruangan itu seperti gempa karena terasa seolah miring.

Dan kemudian, setelah suara ding dong ke 12 sudah berbunyi.. secara tiba - tiba Kara dan Putri melihat ada seorang laki - laki tua yang muncul dari arah tangga membawa sebuah golok dengan menggunakan pakaian yang serba hitam. Laki - laki tua itu terlihat marah dengan wajah dingin yang seolah dia siap membunuh siapa saja yang menghalangi jalan nya.

'Siapa dia.' Batin Kara, tapi Kara juga seperti pernah melihat wajah itu.

Laki - laki tua itu kemudian berjalan ke arah keluar, Kara dan Putri melangkah mengikutinya. Yang ternyata laki - laki tua itu masuk kedalam bangunan sebelah.. Kara hampir kembali ikut masuk ke dalam ruangan itu, tapi Putri menahan nya sambil menggeleng.

"Kita harus masuk, aku udah pernah ngikutin orang ini seharus nya orang yang sama." Ucap Kara, dia penasaran..

"Kita butuh persiapan, kita nggak bawa apa - apa teh." Ucap Putri, Kara pun bingung.

"Aku takut, nanti kita nggak bisa balik." Imbuh Putri lagi.

Karena mempertimbangkan Putri, akhir nya Kara pun mengangguk. Kara dan Putri kembali ke rumah, tapi Putri juga tersentak kaget saat menyadari suasana nya berbeda di dalam rumah. Ruangan nya lebih suram dari sebelum nya, tapi sedetik kemudian terdengarlah suara teriakan perempuan yang kesakitan itu lagi.

"AARRGHHHH!!!"

"AARRGGGHH!!"

Tidak tahu kenapa Putri ikut menangis mendengar teriakan itu, dia ketakutan tapi juga ikut sedih mendengar teriakan itu.

Barulah, setelah suara teriakan itu berakhir, akhir nya Kara dan Putri kembali ke waktu yang seharus nya, Kara meliat ruangan rumah yang ada di depan nya kembali seperti sedia kala. Tapi saat itu juga lutut mereka menjadi begitu lemas.

"Kamu pernah juga ngalami ini ternyata?" Tanya Kara pada Putri.

"Itulah kenapa Putri teh nggak mau nemenin teteh di sini sampe malem, Putri takut." Ucap Putri, kedua nya duduk di sofa.

"Dulu Putri teh pernah nginep sekali di sini, beberapa tahun yang lalu waktu Putri bantuin ayah nya Putri buat beberes di sini. Putri tidur di kamar belakang, ayah Putri tidur di ruangan atas.. dan Putri ngalamin hal kayak tadi, teh." Ucap Putri, Kara pun manggut - manggut dan jadi kepikiran sesuatu.

'Jangan - jangan yang tadi itu dimensi lain?' Batin Kara, dan dia seperti telah menemukan sesuatu.

"Jangan - jangan temen - temen aku masuk ke dimensi lain?!" Ucap  nya, karena teman - teman nya juga hilang di malam saat dia masuk ke dalam bangunan sebelah.

"Kalo gitu, kita butuh orang pinter buat bantuin teteh nyari temen - temen teteh." Ucap Putri, kara pun mengangguk.

"Besok kita minta ki Brojo aja teh, beliau sesepuh di desa ini.. beliau juga yang tau banyak tentang desa ini dulu nya." Ucap Putri lagi..

"Ki Brojo..''

BERSAMBUNG!

1
💜⃞⃟𝓛 S҇ᗩᑎGGITᗩ༄⃞⃟⚡ 𝐀⃝🥀
bisa jadi korban gumbal pertama itu nurma
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
jgn jgn sdh meninggal, krn kara aja hampir mau di bunih
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
mampir thor
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
kayak nya ayahnya psikopat deh
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
bener bener ya hesti nggak bisa menjaga harga dirinya sebagai perempuan, sebagai istri dan sebagai ibu dari anak-anak nya
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
broken home🥺
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
aduh serem nya 🥴
Teuing Saha🙃
Jadi, semua pohon yg ada di area rumah itu, sebenarnya adalah kuburan dari para korban..
Teuing Saha🙃
Bukan cuma dihabisi, tapi dimakan juga😤
ᥫ᭡◦•●◉✿ 𝑟𝑖𝑠𝑘𝑎 ✿◉●•◦ᥫ᭡
selamat malam kak thor, semakin seru aja ceritanya, bisa jadi yang dibilang kara tadi kalau ada kuburan masal itu mungkin isinya para korban dulu 🙏🙏
SENJA
pasti beda2 cara pandang lah
SENJA
terus gimana?!?
SENJA
walau ngeselin nurma baik ternyata 🥺
Ayuk Witanto
bukan Rukmini kan
Ayuk Witanto
sepertinya ayahnya kara menyembunyikan sesuatu
Ayuk Witanto
kok ayahnya mau nikah anaknya
Ayuk Witanto
ada yang baru
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
lanjut
Teuing Saha🙃
Astaghfirullah🤧
Teuing Saha🙃
Bagaimana Kara bisa paham apa yg terjadi, kalau untuk tahu ceritanya saja sampai dilarang😤
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!