NovelToon NovelToon
TRANSMIGRASI AURORA: JERAT GAIRAH LIAR SANG TIRAN KAELEN AZRAEL

TRANSMIGRASI AURORA: JERAT GAIRAH LIAR SANG TIRAN KAELEN AZRAEL

Status: tamat
Genre:Transmigrasi / Mafia / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:356k
Nilai: 5
Nama Author: namice

Aurora—seorang montir bar-bar dan hacker genius dunia bawah—tewas mengenaskan lalu bertransmigrasi ke raga Aletheia Elixir. Aletheia adalah istri figuran yang diabaikan dan ditakdirkan mati di tangan suaminya sendiri, Kaelen Azrael—Raja Mafia bermata merah, penguasa dunia, sekaligus pria tertampan yang dirumorkan impoten.

​Enggan mati konyol, Aurora langsung menghapus riasan menor buruk rupanya, mengungkap kecantikan aslinya yang secantik Dewita malam, lalu menyodorkan surat gugatan cerai tepat di depan wajah sang tiran!

​Namun, Aurora salah perhitungan. Sifat bar-barnya yang menolak tunduk justru menyulut ego sang tiran. Dan yang paling mengerikan... tepat saat mata merah Kaelen menatap pesona Aurora yang mencoba menolaknya, penyakit impoten sang tiran sembuh.​

Gairah Kaelen yang telah mati bertahun-tahun meledak dengan begitu liar dan haus darah.
​Bukannya bebas, Aurora justru ditarik paksa ke atas sofa. Surat cerai terhempas berantakan, digantikan kukungan penuh kuasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon namice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEMATIAN SANG MONTIR GENIUS DAN JALUR MAUT TRANSMIGRASI

​Dunia Aurora Valkyrae selalu berputar di antara deru mesin V8 yang bising, bau oli yang pekat, dan kerlip baris kode biner di layar monitor. Di dunia bawah tanah kota metropolitan, nama Aurora adalah legenda urban. Dia adalah montir genius yang bisa membuat mobil rongsokan berlari secepat peluru, sekaligus hacker bar-bar yang mampu menjebol pertahanan siber bank internasional hanya dalam hitungan menit. Dia mandiri, tangguh, dan tidak pernah tunduk pada siapa pun.

​Malam itu, hujan turun deras membasahi aspal. Aurora yang dipanggil Rae baru saja menyelesaikan modifikasi pada sebuah mobil sport mewah milik seorang bos mafia. Dengan jaket kulit hitam yang melekat di tubuhnya dan rambut yang dikuncir kuda, Rae mengelap tangannya yang terkena noda oli menggunakan kain perca.

​"Selesai. Mesin ini sudah sejinak kucing, tapi bisa melompat sebuas harimau," gumam Rae dengan senyum miring yang khas.

​Untuk melepas penat setelah bekerja tanpa henti selama dua puluh empat jam, Rae menyalakan tabletnya yang tergeletak di atas meja kerja. Akhir-akhir ini, dia sedang kecanduan sebuah drama romansa-gelap (dark romance) yang sedang populer berjudul Obsesi Kakak Angkat. Drama itu menceritakan tentang tiran penguasa dunia bawah bernama Kaelen Azrael, pria bermata merah yang kejam, dingin, dan memiliki obsesi gila terhadap adik angkatnya yang lemah lembut, Evadne Cordelia.

​Rae mendengus geli saat membaca sinopsis episode terbaru di layarnya. "Kaelen, Kaelen... wajahmu memang tampan bak dewa, tapi otakmu agak geser. Kenapa pria seberkuasa itu malah terjebak dalam hubungan rumit dengan adik angkatnya sendiri?"

​Rae belum sempat menyelesaikan drama tersebut. Dia baru menonton sampai bagian di mana Kaelen menikahi seorang figuran malang bernama Aletheia Elixir—atau yang akrab dipanggil Lethe—hanya sebagai bentuk formalitas dan pengalihan status. Lethe digambarkan sebagai wanita pendiam yang selalu memakai riasan wajah super tebal dan menor karena paksaan keluarganya yang serakah. Saking muaknya dengan penampilan Lethe, Kaelen langsung pergi meninggalkan mansion tepat setelah malam pernikahan mereka tanpa sudi melihat wajah istrinya sama sekali selama enam bulan.

​"Kalau aku jadi Lethe, sudah kutendang selangkangan si Kaelen itu, lalu aku bawa kabur setengah harta gono-gininya," cibir Rae sambil terkekeh. Dia mematikan tabletnya, memakai helm, dan menaiki sepeda motor sport hitamnya. Dia harus pulang untuk tidur.

​Namun, takdir berkata lain.

​Di sebuah persimpangan jalan yang sepi dan minim penerangan, maut telah mengintai. Saat lampu lalu lintas menunjukkan warna hijau untuk jalur Rae, sebuah truk kontainer besar tiba-tiba melaju kencang dari arah kanan, menerobos lampu merah dengan kecepatan gila. Rem truk itu blong di atas aspal yang licin karena hujan.

​CIIIITTTTT!

​Suara berdecit yang memekakkan telinga memecah keheningan malam. Mata tajam Rae membelalak. Dengan refleksnya yang luar biasa sebagai pengendara profesional, Rae mencoba membanting setir motornya ke kiri untuk menghindar. Namun, jaraknya sudah terlalu dekat. Truk raksasa itu menghantam bagian belakang motor Rae dengan kekuatan yang menghancurkan.

​BRAAAKKKK!

​Tubuh Rae terpental ke udara sebelum akhirnya menghantam aspal dengan keras. Helm pelindungnya retak, dan rasa sakit yang luar biasa menjalar ke seluruh tulang belulangnya. Pandangan Rae perlahan mengabur, tertutup oleh aliran darah hangat yang keluar dari kepalanya. Di sisa kesadarannya yang kian menipis, di tengah dinginnya air hujan yang membasuh wajahnya, Rae hanya bisa mengumpat dalam hati.

​Sialan... hidupku berakhir sekonyol ini? Aku bahkan belum tahu akhir dari drama sialan itu...

​Dan kegelapan total pun merenggut nyawanya.

​Terbangun dalam Neraka yang Berbeda

​"Ugh..."

​Rasa sakit. Itu adalah sensasi pertama yang dirasakan Rae saat kesadarannya perlahan-lahan ditarik kembali dari kegelapan abadi. Namun, ini bukan rasa sakit akibat hantaman benda tumpul seperti kecelakaan motor. Ini adalah rasa sakit yang berbeda—rasa sakit yang tajam, membakar, dan berdenyut-denyut di sepanjang kulit punggungnya.

​"Akhh... bajingan!" Rae memaki pelan. Suaranya terdengar sangat serak dan asing di telinganya sendiri. Suara itu terlalu lembut, tipis, dan rapuh—sangat berbeda dengan suara asli Rae yang tegas dan berat.

​Rae mencoba menggerakkan jemarinya. Dia merasakan permukaan kain satin yang halus, namun kain itu terasa lembap dan lengket. Bau anyir darah yang pekat langsung menusuk indra penciumannya. Dengan sisa tenaga yang ada, Rae memaksakan matanya untuk terbuka.

​Hal pertama yang tertangkap oleh matanya adalah langit-langit kamar yang luar biasa tinggi, dihiasi oleh lampu gantung kristal yang mewah namun berdebu. Suasana di sekitar terasa sangat dingin, gelap, dan mencekam, didominasi oleh perabotan kayu mahoni berukir kuno khas gaya gotik Eropa klasik.

​"Di mana... ini? Rumah sakit?" Rae bergumam lirih. Dia mencoba bertumpu pada kedua tangannya untuk bangkit dari posisi telungkup.

​SREEEET!

​"AAAKHHH!" Rae memekik tertahan ketika gerakan itu membuat pakaian di punggungnya bergesekan dengan luka-lukanya. Rasa sakitnya begitu hebat hingga membuat air matanya menetes tanpa sadar.

​Secara refleks, Rae meraba punggungnya sendiri. Tangannya menyentuh robekan-robekan kain gaunnya, dan ketika ditarik kembali, telapak tangannya telah dilumuri oleh darah segar yang kental. Ada garis-garis panjang yang menonjol dan terbuka di kulit punggungnya.

"​Luka cambuk?! Siapa yang berani mencambukku?!" Amarah Rae langsung mendidih. Dia adalah singa betina yang tidak pernah membiarkan siapa pun menyentuhnya, bagaimana bisa sekarang dia mendapati tubuhnya hancur dicambuk seperti binatang?

​Saat kemarahan dan kebingungan itu melanda, tiba-tiba kepalanya terasa seperti dihantam oleh palu besar. Serpihan-serpihan memori asing merangsek masuk ke dalam otaknya secara paksa, berputar-putar seperti badai yang siap meremukkan kesadarannya.

"​Aletheia Elixir... Aurora..."

"Pernikahan paksa..."

"Keluarga Elixir yang kejam..."

"Kaelen Azrael..."

​Rae memegangi kepalanya yang berdenyut hebat. Air mata dan keringat dingin bercucuran di pelipisnya seiring dengan menyatunya dua memori yang berbeda. Setelah beberapa menit yang menyiksa, badai di kepalanya mereda. Rae terengah-engah, matanya membelalak menatap kosong ke arah lantai kamar yang dilapisi karpet bulu mahal.

​"Aku... tidak mati? Tidak, jiwaku bertransmigrasi..." Rae berbisik dengan nada tidak percaya. "Aku masuk ke dalam tubuh Aletheia Elixir? Si istri figuran malang di drama Obsesi Kakak Angkat?!"

​​Memori milik Lethe—pemilik asli tubuh ini—kini mengalir lancar di dalam benak Rae. Sambil menyeret tubuhnya yang lemas dan menahan rasa sakit di punggungnya, Rae merangkak menuju meja rias besar yang ada di sudut kamar. Dia berpegangan pada pinggiran meja, lalu perlahan mengangkat tubuhnya untuk melihat pantulan dirinya di cermin besar berbingkai emas tersebut.

​Begitu melihat wajah di dalam cermin, Rae hampir saja berteriak histeris jika dia tidak memiliki kontrol emosi yang kuat.

​Wajah di cermin itu mengerikan, tapi bukan karena cacat. Wanita di dalam cermin mengenakan riasan wajah yang sangat tebal, bedak putih yang tidak rata hingga menyerupai topeng badut, pembayang mata berwarna biru gelap yang mencolok, dan lipstik merah tua yang dipoles melebihi garis bibir alami. Gaya rambutnya disanggul tinggi dengan kaku, membuat penampilannya terlihat seperti wanita paruh baya yang aneh dan menor.

1
Mekinus asso Asso
selamat malam 🙏🙏
Author ckv
kesalahan sgt fatal, bukannya merubah alur ceritanya malah jdi gini, hrsnya tetap pke make up ondel" dlu, baru pertengahan berubah penampilan😭😭
Risma Arsita
Ceritanya menarik
Burhanuddin S Pd
cyra ini bkn kah asisten aletheia ya, kok jd rae
DC
Deg degan banget bacanya
Indra Wahyu Rianti
rae gak jelas. sok bgt. gak faham arah novelnya mau dibawa kemana.
Cici Kaswara
masa iya ada yg seperti itu thor keluar berkali2,,dan perempuan apa gak pingsan itu...hanya di dunia novel yg sprt ini😅
jeakawa loving❤️
nah ini baru betul,biar dulu waktu jadi Aurora dia kuat jago beladiri dll,tapi begitu transmigrasi dia juga ada takutnya dan ngeri juga Ama orang yang kuat lagi di dunia lainnya,kan kebanyakan gak Kya gt KLO dia kuat maka pas transmigrasi juga dia tetep kuat
D..
👍
Cristia Mikhailah
ini ceritanya ciplakan novel sebelah ya, alnya ku pernah baca. awalnya ku masih ragu TPI makin kesini ceritanya semakin mirip. dan lagi ceritamu ini entah krna ciplakan atau apa jdi TDK nyambung Thor.
Dapur Penyet
kenapa baca aja tegang bgini gw .. siip bget penulis nya ini .. bikin jadi dag-dig-dug gw 👍
cowettttttt
hadeuh d eksekusi LG kpn si rea bangun nya
cowettttttt
ga kebayang lengket nya itu kagak mandi2 Thor 🤣🤣🤣🤣🤣takut nya nanti dower lah mulut bawah nyaa
cowettttttt
pake baju rea takut masuk angin
Dewi Citra
di hajar trus tdi t4 tidur gk di kasih makan, .hebat rea 💪💪 gak pingsan masuk UGD. di mansion yg besar kyk istana gak ad pelayan ya. biar pun rea di hukum tp ad lah palayan yg ngurus ya.
Anonim
Authornya lupa ato gmna cyra kan ketangkap bareng aurora ya
Enik Susianah
memang si rae tdk pernah bersih2 badannya.
Retno Palupi
meskipun kurang paham bahasa nya tp ceritanya bagus😁
Icam Icam
lama lama jengkel gua sedikit sedikit adegan sex setiap bab gua rasa ada adegan sex terus, jadi bosan pergerakan rae di batasi terus oleh kaelan, udahlah skip aja
Lucyana H
awas aja.rea kmu jgn jatuh cinta sama si kaelen ,inget kmu udah mati di bunuh sm di kael ,jgn mau kembali
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!