NovelToon NovelToon
Satriaji Needs A Friend

Satriaji Needs A Friend

Status: tamat
Genre:Teen / Fantasi / Supernatural / Isekai / Light Novel / Tamat
Popularitas:17.3k
Nilai: 5
Nama Author: Fadly Abdul f

Di Indonesia mendadak muncul sebuah gerbang yang ternyata di dalamnya terdapat banyak monster khayalan orang-orang, namun kini mereka melihat dengan mata kepalanya sendiri. Dan seorang remaja bernama Satriaji menjadi salah satu seorang yang mendapatkan kekuatan untuk melawan para monster yang ada, di sisi lain ia mendapatkan kenyataan yang pahit tentang sahabat masa kecilnya yang sudah dianggapnya seperti kakak kandung.. apa itu ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fadly Abdul f, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 19 : Peradaban Yang Lebih Maju

Gelap malam Artha membaca buku pelajaran anak SMP, merasa bila pendidikan di dunianya sangat rendah membuatnya malu padahal umur bumi tak kalah jauh dengan umur dunianya. Peradaban di dunia ini sangat maju dibanding dengan dunia tempat tinggalnya. Berkeinginan untuk masuk sekolah juga untuk meningkatkan pengetahuannya.

Dia menoleh ke tempat tidur, telah beberapa tahun semenjak dia melihat wajah anak ini sudah menjadi besar meskipun dirinya tak berubah sama sekali. Artha menghembuskan napas panjang, dia memejamkan mata membuang kesadaran untuk beristirahat dengan caranya sendiri.

Sesuatu semacam benang menutupi matanya. Dan kesadarannya mulai hilang meredup hilang entah kemana, sesaat sesudah menjelang pagi hari benang itu menghilang lenyap dari matanya. Artha mendapatkan kembali kesadarannya.

"Satu kali saja.. aku ingin tau bagaimana rasanya bermimpi, huhhh.." Artha menghela napas cukup panjang. Dia melirik ke jam dinding. Jam menunjukkan pukul 04, ia beranjak dari sofa membangunkan gadis yang sekamar dengannya menggoyangkan tubuhnya agak kasar.

"Bangun.."

"Uhh.. lima menit lagi."

"Kau terlalu banyak tidur.. bangunlah Wiyanti."

"Artha, jangan ganggu sebentar lagi..!" Ujarnya seraya menyelimuti seluruh badan. Sedikit jengkel akan tingkahnya lelaki ini menarik selimut dan menusuk tangannya dengan pedang yang tiba-tiba muncul dari udara, Wiyanti yang menemukan tangannya bercucuran darah tak peduli dan memejamkan matanya lagi.

"Kau benar-benar sudah terbiasa dengan rasa sakit," ucap Artha tersenyum kecut. Menarik kembali pedangnya ia melenyapkan senjata itu seperti bagaimana menghapus gambar dengan penghapus, setelahnya ia pergi keluar dari kamar dan bersiap-siap untuk pergi ke sekolah. Meskipun ia sudah tak memerlukannya dia ingin.

Lagi pula untuk menghindari beberapa hal ia memerlukan pengetahuan, baik itu pengetahuan umum atau lainnya. Dan Wiyanti yang memilki kemampuan unik pastinya akan sama seperti dirinya. Memikirkan itu saja, dia tahu kalau gadis itu mungkin biasa saja saat mengetahui dirinya abadi saat awal-awal saja tidak seperti dirinya.

Artha menggeram gagang pintu dengan gemetaran sebelum berkata, "Cepat atau lambat dia akan menjadi bukan manusia lagi.."

Satu jam berlalu, mereka selesai bersiap-siap kemudian mencari sarapan di luar menghabiskan uang yang menumpuk. Menjadi kebiasaan Artha memburu binatang sihir dan memakannya, sebagai mahkluk yang bukan manusia Artha tidak terbiasa bila memakan makanan selain daging mentah.

Namun, dia tahu kalau kebiasaan itu akan menjadi hal buruk maka ia akan membiasakan diri dengan makanan di dunia bumi. Apalagi nantinya dia akan masuk ke dalam sekolah yang mendidik mereka yang memiliki kekuatan, entah untuk memburu binatang iblis bertujuan untuk melindungi bumi atau memerangi dunianya.

Artha tak peduli. Saudara-saudaranya telah lama terbunuh, membantu pihak manapun baginya tak masalah asalkan dirinya mendapatkan makanan dan energi hidup.

"Seseorang yang memiliki darah istimewa apalagi punya kemampuan regenerasi, sangat ku butuhkan.." lirihnya pelan.

"Ada apa ?" Tanya gadis yang berjalan di sisinya. Artha membalas dengan gelengan kepala. Dia mengambil tangannya menariknya untuk berjalan agak cepat, mereka pergi ke warung makan yang masih agak sepi untuk sarapan. Walaupun masih terlalu pagi dan tempat itu baru buka.

***

"Artha.. bukannya ini terlalu berlebihan ?" Wiyanti menoleh ke sampingnya. Lelaki ini tidak menjawab hanya menyuapi diri sendiri, melahap hidangan dengan wajah yang menahan mual karena belum terbiasa dengan rempah-rempah dan lain sebagainya. Meskipun begitu dalam setengah jam Artha menghabiskan beberapa piring.

"Kakak-kakak mau ke sekolah ?" Seorang remaja membereskan piring bekas mereka. Artha mengangguk sembari menatap tangan penuh luka. dia terlihat tersenyum masam dan berkata, "kakak bisa makam sebanyak ini.. ahaha.."

"Dia rakus.. tapi, setidaknya tidak makan daging lagi dan ini baru langkah pertama, loh.. Artha!" Tunjuk gadis ini mengarah pada wajah lawan bicaranya. Sementara itu lelaki ini mengambil uang dan membayar, seusai membayar mereka keluar langsung berjalan menuju sekolah mereka.

Bagi Artha yang baru sekolah agak gugup. Selama beberapa tahun terakhir, ia hanya membantu para tentara menghabisi para binatang sihir dan banyak monster di negara lain juga sehingga tak punya waktu untuk bersekolah. Tapi beberapa waktu ini aktivitas para monster sedikit berkurang.

Mahkluk yang menyelinap masuk atau pun terang-terangan melewati gerbang, ada berbagai macam termasuk binatang sihir dan mereka juga ada di dunia ini hanya yang membedakan hanyalah mereka beradaptasi dengan lingkungan. Sehingga bisa mengeluarkan sihir tipe serangan walaupun lemah.

Mahkluk lainnya monster, berbeda dengan binatang sihir mereka lebih berbahaya dan bentuknya sangat aneh tidak masuk akal serta menjijikan. Dan karena para tentara kini bisa mengatasinya Artha tidak membantu mereka untuk sementara waktu, ia telah mendapatkan persetujuan untuk sekolah dan masuk ke sekolah khusus.

"Artha," seru gadis di sampingnya menunduk dan menarik-narik lengan bajunya pelan. Terlihat jelas kecemasan terpampang jelas. Anak gadis yang sebelumnya ketakutan setengah mati padanya, kini menjadi perempuan yang tidak bisa menjauh bahkan lepas hitungan detik saja ia bisa panik dan tak karuan apa yang akan dilakukannya.

"Bagaimana kalau kita beda kelas ?"

"Aku kira apa ternyata.. tidak usah khawatir, kalau ada yang merundung dirimu lawan saja! Kau kan punya kekuatan!" Kata Artha melempar senyum.

"Bukan itu.. aku hanya.. akan kesepian tanpamu.."

"Saat SD kau takut padaku! Sekarang, apaan ini ? Tidak apa-apa carilah teman selagi bisa.. aku sudah bilang kalau cepat lambat kita akan pergi ke tempat yang jauh dan takkan bisa ke tanah ini lagi!"

"Kalau begitu sekarang saja.. aku ingin pergi ke dunia lain bersamamu," kata Wiyanti tampak menatap sepasang mata merah di hadapannya. Artha agak kaget. Kekuatan intimidasi miliknya sudah tak berpengaruh, merasa jikalau gadis ini bisa membunuhnya kapan saja ia tahu tetapi jauh dalam lubuk hatinya dia tahu betapa berharganya dia.

Baik dari Wiyanti. Baik dari Artha. Keduanya memiliki perasaan yang sama, meskipun mereka belum mengungkapkannya secara sepenuhnya dan hanya terus menerus melakukan kontak mata.

"Nanti kita terlambat!" Artha mengalihkan pembicaraan dengan pergi menjauh meninggalkannya sendirian di belakang. Merasa kesal sedikit Wiyanti tetap mengikutinya dari belakang, dan hanya membutuhkan beberapa menit keduanya sampai di depan gerbang sekolah. Terdapat banyak sekali remaja yang masuk.

"Di dunia sana yang sekolah hanya puluhan mungkin di sini ratusan.. pantas untuk mengatakan umat manusia di sana bodoh, bahkan racun saja dijadikan obat..!" Keluh Artha dalam hatinya. Dia kagum akan keberadaan para murid yang terlihat seperti tak sabar ingin bersekolah, itupun yang menimba ilmu di dunianya hanya beberapa orang yang serius.

Mendadak Artha merasa dadanya sesak. Dia menarik Wiyanti pergi ke belakang rumah, gang yang sempit dimana sekiranya takkan ada orang dan dia mengigit tangan gadis yang bersamanya sehingga benang-benang yang menutupi matanya lenyap. Selagi ditangannya di gigit, perempuan ini mengelus rambut Artha dengan tangan satunya dan tersenyum lembut memperlihatkan ekspresi sayang.

1
Diambil Oleh Anggur
aaa thanks Thor ma bonus nya makin sayang author deh
margo and me
Semangat Thor! Jiwa membaraku masih semangat baca semua update-anmu! Mau berapa ratus aku tungguin!
Surya Putra
plot awal cerita seperti pada umumnya kenapa tiba-tiba ada gerbang yang di dalamnya ada monster.

tapi, yang aku tahu disini sepertinya monster di dalam gerbang tidak bersalah kan? mungkin hanya zombie yang menyerang saja

yang mulai menyerang duluan juga manusia dari bumi, apakah ada kesalahan dalam mengartikan TULISAN DI PINTU itu?
Surya Putra
Hah? salah nulis ya thor kok Sarah sih wkwk Harunya darah
....: ngokey 🗿👌
total 3 replies
Surya Putra
ehh, gw kira darahnya bakal kembali ke tubuh.

lalu, kata "Sebaiknya jangan terlalu memikirkan mengapa aku tak mau satu kelompok denganmu"

apakah ia akan meminum darah dari hewan yang ia buru?
Surya Putra: minum darah bukan kanibalisme, maybe wkwk
total 2 replies
SquigglyMunchkin
cerita ini lebih lucu dibanding yg lain
adalahdarling
Jaga kesehatan selalu ya thor.. aku kebawa perasaan banget nih huhuhu
moonstrucktraveller
Thor aku ini manggil author lho bukan Thor temennya Kapten Amerika, jadi dimohon segera untuk up bab selanjutnya!
SongbirdGarden
Kak author semangat!! jangan lupa istirahat dan liat yang seger-seger biar ga pusing nulis next bab!
WillofWashington
Ceritanya ngeri sedaaaapppp like like like lanjut
skyeandstaghorn
Thor, ceritamu bikin moodku seperti pelangi wkwkw
Zahra Fitria
tu ada nama Fauzan ama satriaji kok kaya ada yng aneh y ?🤔
....: oh maaf, awalnya aku mau pake nama Fauzan tapi diubah jadi Satriaji.. eps ini belum di edit 😌
total 1 replies
....
Luangkan waktunya untuk like, komentar + masukan cerita ini ke daftar bacaan anda :)
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!