Di dunia di mana status ditentukan oleh kekuatan roh bela diri, Lin Xiao dianggap sebagai sampah tak berguna karena hanya memiliki roh berupa sebuah makam kuno yang hancur.
Dikhianati oleh klannya sendiri, dirundung habis-habisan oleh sepupunya, dan secara terbuka dihina oleh tunangannya yang sombong, Lin Xiao mencapai titik terendah.
Namun, di saat kematian mendekat, rahasia makam itu bangkit. Alih-alih sebuah sampah, makam itu ternyata adalah Makam Para Raja, gudang tersembunyi yang menyimpan sisa-sisa jiwa, ingatan, dan teknik tak terkalahkan dari ratusan kaisar dan raja bela diri kuno yang pernah mendominasi dunia.
Didorong oleh dendam membara, Lin Xiao berlatih secara diam-diam menggunakan warisan terlarang tersebut.
Dari pemuda yang diremehkan, dia tumbuh menjadi sosok dingin yang kejam terhadap musuh, siap menghadapi seluruh klan dan sekte demi melindungi ayahnya yang lemah, serta mendaki puncak kekuatan bela diri sebagai Pewaris Makam Para Raja yang sejati.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8
Lin Xiao membuka matanya dan merenungkan instruksi tersebut di dunia nyata.
Darah monster buas dan ramuan elemen api bukanlah barang yang murah di Kota Jade River.
Srak.
Lin Xiao merogoh kantong kecil yang terikat di pinggangnya dan menuangkan isinya ke lantai.
Hanya ada beberapa keping koin perak dan puluhan koin tembaga usang yang menggelinding keluar.
'Uang ini tidak akan cukup untuk membeli darah monster di toko obat resmi klan.' batin Lin Xiao sambil memungut koin-koin itu.
'Aku juga tidak mungkin meminta uang pada Paman Zhou, simpanannya sudah habis untuk membeli makanan sehari-hari.'
Lin Xiao terdiam sejenak mencari jalan keluar dari masalah keuangannya.
Tiba-tiba, dia teringat sebuah tempat di sudut Kota Jade River yang pernah dia dengar dari percakapan para penjaga.
Pasar Hitam Sungai Giok.
Tempat itu adalah surga bagi para pedagang gelap, pemburu monster, dan barang-barang selundupan.
'Di sana pasti ada pedagang yang menjual darah monster berkualitas rendah dengan harga murah.' pikir Lin Xiao.
'Atau mungkin ada ramuan cacat yang bisa aku beli dengan sisa uang ini.'
Lin Xiao segera berdiri dan menuju ke lemari kayu tua di sudut kamarnya.
Dia mengeluarkan sebuah jubah hitam panjang yang dilengkapi dengan penutup kepala yang cukup lebar.
Srak.
Dia mengenakan jubah itu untuk menyembunyikan wajah dan identitas aslinya.
Sebagai mantan tuan muda yang dicap sampah, wajahnya terlalu mudah dikenali di jalanan kota ini.
Lin Xiao menyelinap keluar dari kediaman klan melalui pintu belakang yang jarang dijaga.
Dengan langkah cepat dan ringan, dia membaur ke dalam hiruk pikuk jalanan Kota Jade River.
Suasana kota di wilayah Central Heavenly Plains sangatlah keras dan sibuk.
Kultivator dengan senjata tajam berlalu-lalang, dan aroma obat-obatan bercampur dengan bau darah segar dari kereta pemburu monster.
Lin Xiao berjalan menyusuri gang-gang sempit yang lembab dan gelap, menjauhi area pusat kota yang mewah.
Setelah berjalan sekitar satu jam, dia tiba di sebuah area kumuh yang dipenuhi tenda-tenda lusuh dan bau amis yang menyengat.
Ini adalah Pasar Hitam Sungai Giok, tempat di mana hukum klan tidak berlaku dan kekuatan adalah satu-satunya mata uang mutlak.
Wush.
Angin berdebu meniup jubah hitam Lin Xiao saat dia melangkah masuk ke dalam pasar.
Tatapan curiga dari para pedagang dan preman pasar langsung tertuju padanya.
Mereka menilai setiap orang asing yang masuk untuk mencari tahu apakah orang itu adalah mangsa yang mudah diperas atau predator yang harus dihindari.
Lin Xiao mengabaikan tatapan mereka dan terus berjalan menelusuri deretan lapak yang digelar beralaskan kain kotor.
Matanya menyapu setiap barang dagangan dengan teliti.
Ada yang menjual potongan tubuh monster, senjata berkarat, hingga buku teknik kultivasi palsu.
Langkahnya akhirnya terhenti di depan sebuah lapak milik seorang pria tua bermata satu.
Di atas lapak pria itu, terdapat beberapa botol kaca kusam yang berisi cairan merah kental.
"Berapa harga sebotol darah Serigala Bertaring Besi ini?" tanya Lin Xiao dengan suara yang sengaja diberatkan agar terdengar lebih dewasa.
Pria tua bermata satu itu melirik Lin Xiao dari atas ke bawah.
Melihat jubah usang Lin Xiao, dia langsung memberikan senyum licik khas seorang penipu pasar hitam.
"Kau punya mata yang bagus, Saudara." jawab pria tua itu dengan nada menjilat.
"Ini adalah darah segar dari Serigala Bertaring Besi tingkat pertama."
"Untukmu, aku akan berikan harga spesial, sepuluh koin perak per botol." ucap pria itu sambil mengangkat tangannya.
Lin Xiao mendengus dingin di balik penutup kepalanya.
"Jangan mencoba menipuku, Pak Tua."
"Warna darahnya sudah menggelap dan tidak ada fluktuasi energi spiritual di dalamnya." balas Lin Xiao dengan lugas.
"Ini adalah darah monster cacat atau darah yang sudah disimpan berbulan-bulan."
Pria tua itu terkejut karena penyamarannya terbongkar dengan mudah.
"Hei, kau jangan sembarangan bicara! Kalau kau tidak punya uang, pergi saja dari sini!"
"Dua koin perak untuk tiga botol." tawar Lin Xiao dengan nada mutlak tanpa mempedulikan kemarahan pria itu.
"Kau tahu barang ini tidak akan laku dijual kepada kultivator normal."
Wajah pria bermata satu itu memerah karena tawarannya dijatuhkan begitu rendah.
Sebelum dia sempat membalas, sebuah tangan kasar tiba-tiba menepuk pundak Lin Xiao dari belakang.
Puk.
"Hei, orang asing." panggil suara berat dan serak dari belakang Lin Xiao.
"Kau sepertinya sangat berani membuat keributan di wilayah kekuasaan kami."